Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Kediaman Keluarga Anderson


__ADS_3

Pagi ini ada yang berbeda di mansion Amderson. Biasa nya akan ada suara teriakan Juan ketika ia turun dari lantai tiga kamar nya. Atau suara rengekan nya karena di goda olah Brian. Tapi pagi ini suasana mansion Anderson rasa nya sunyi. Hanya ada suara tangisan Baby Keen yang baru bangun tidur karena haus.


Semua anggota keluarga Anderson sudah duduk di kursi masing masing di meja makan. Mereka akan menikmati sarapan yang sengaja di masak oleh Mommy Aletha.


Dari semua masakan yang di masak, tentu nya akan ada makanan kesukaan nya Juan.


"Ju, kamu mau makan yang mana?" tanya Mommy Aletha yang membuat suami, anak serta menantu nya menatap kearah Mommy Aletha.


Mommy Aletha yang di tatap pun seakan mengerti. Ia lalu memandang kosong tempat duduk Juan.


Huuuffttt


"Mommy lupa kalau dia sudah menikah" ucap Mommy Aletha membuang nafas nya kasar.


"Pelan pelan Mom. Atau Mommy mau mereka juga tinggal disini aja?" tanya Daddy Martin.


"Apa boleh Dad?" tanya Mommy Aletha penuh harap.


"Boleh. Nanti kita tanyakan sama mereka iya"


"Nanti?"


"Iya, Daddy minta mereka datang hari ini. Karena ada yang mau Daddy beri kan sama Juan. Nanti juga Pak Zainal datang kesini"


Mommy Aletha, Ibra dan Brian terdiam mendengar kata Pak Zainal yang akan datang. Ada apa ini? Kenapa sampai pengacara Daddy nya datang juga? batin Brian.


"Apa ini uda saat nya Dad? Apa Juan akan menerima nya?" tanya Mommy Aletha yang paham kemana arah pembicaraan suami nya.


"Daddy yakin Juan akan menerima nya Mom. Karena ini memang milik nya. Daddy tak mau lagi merahasiakan apa yang menjadi milik nya sedari dulu" ucap Daddy Martin serius.


"Baik lah kalau itu keputusan Daddy" pasrah Mommy Aletha.


"Mom Dad ini apa maksud nya? Hak milik Juan? Apa maksud Daddy dan Mommy?" tanya Brian yang tak tau apa apa. Begitu pun dengan Ibra dia hanya menyimak.


"Ini tentang harta peninggalan kedua orang tua nya Juan, Bri. Serta wasiat Papa nya. Selama ini Daddy yang menghandel semua nya sampai Juan menikah sesuai dengan isi wasiat nya. Maka nya Daddy meminta Juan dan Selvi datang kesini. Kita akan membahas masalah wasiat dan warisan milik Juan" jelas Daddy Martin menatap serius ke arah anak bungsu nya.


"Mungkin sebentar lagi Juan akan datang. Ayo cepat selesai kan sarapan kita" ucap Mommy Aletha.


...----------------...


Sementara itu Juan dan Selvi saat ini sudah berada di jalan menuju ke mansion Anderson yang lumayan jauh dari rumah Selvi.

__ADS_1


"Abang, kita mampir ke toko kue dulu iya" pinta Selvi.


"Mau ingin makan kue sayang?"


"Nggak Bang. Selvi mau beli untuk Mommy dan yang lain nya. Nggak enak rasa nya Selvi datang tapi tangan nya kosong. Malu Bang. Masa baru jadi mantu uda pelit. Kan nggak enak"


"Baik lah sesuai permintaan Tuan Putri. Kita akan mampir di toko kue dulu"


Sampai di toko kue, Selvi dan Juan segera memasuki toko kue tersebut. Selvi dan Juan memilih beberapa kue. Mereka tak hanya membeli satu kotak tapi 30 kotak. Niat nya nanti akan di bagi kan kepada para pelayan dan pekerja yang lain nya di mansion Anderson.


...----------------...


Satu jam berlalu, mobil Juan sudah memasuki halaman mansion yang sangat luas. Juan keluar dari mobil dan memutari mobil nya menuju ke pintu samping kemudi. Ia membuka kan pintu untuk Selvi.


Juan meminta pelayan untuk mengeluar kan kue yang di beli nya tadi. Ada enam pelayan yang membantu membawa kan kue kue yang di beli Juan.


"Assalamualaikum Mommy, Juan datang" teriak Juan memberi salam dan memanggil Mommy nya.


"Mooommm" teriak Juan menghampiri Mommy Aletha yang berjalan menuju ke arah nya.


Juan langsung berlari kemudian memeluk sayang Mommy Aletha.


"Juan rindu Mom" rengek Juan yang mendapati gelengan kepala dari semua orang yang melihat tingkah nya.


"Ciihh, iri bilang Bos"


"Iri? Nggak lah. Gue uda punya baby Keen sama Princess Quin. Ngapain iri sama Lo yang baru aja nikah semalam" ucap Brian yang pamer kedua anak nya.


"Mom dia pamer anak nya Mom" rengek Juan tak terima.


"Kan memang benar Ju, dia uda punya dua anak. Maka nya kamu harus semangat buat Juan junior. Jangan kasih kendor" bisik Mommy Eletha.


"Tenang Mom. Sawah nya uda berhasil di beri pupuk. Jadi Mommy tunggu aja hasil nya." ucap Juan bangga.


"Oke siiiippp"


"Juan. Kamu uda datang?" tanya Daddy Martin yang baru saja keluar dari ruang kerja nya.


"Sudah Dad, baru aja"


Jua dan Selvi pun bergantian menyalami tangan Daddy Martin dan Mommy Aletha.

__ADS_1


"Bagaimana sukses nggak?" bisik Daddy Martin yang hanya bisa di dengar mereka berdua saja.


"Aman Dad. Sawah uda di beri pupuk. Tinggal nunggu hasil nya aja. Daddy doain iya biar Juan juga secepat nya punya momongan" bisik Juan sambil terkekeh.


"Oke siap. Yang penting semangat beri pupuk nya. Pasti nanti jadi juga kok"


"Oke siap komandan"


Juan dan Daddy Martin pun sama sama tertawa. Brian yang melihat tingkah kedua orang tua nya dan Juan yang tertawa dan saling berbisik itu pun heran.


"Apa yang kalian bahas? Kenapa kalian berbisik seperti itu?" tanya Brian.


"Nggak ada" jawab mereka bertiga berbarengan.


"Ayo duduk nak Selvi" ajak Mommy Aletha.


"Iya Mom. Oiya Mam itu tadi Selvi sama Abang beli roti, ada untuk Mommy sama pekerja yang lain nya" ucap Selvi.


"Terima kasih sayang. Kamu sampai repot repot beli roti segala"


"Tak apa Mom. Oiya dimana baby Keen Mom?" tanya Selvi yang tak melihat keberadaan Baby Keenan.


"Ada di kamar nya, mungkin lagi nyusu"


Tak lama Ani pun turun sambil menggendong baby Keen menuju kearah mereka.


"Waahhh tampan sekali keponakan Aunty" puji Selvi yang melihat senyuman nya baby Keenan.


"Terima kasih pujian nya Aunty. Aunty juga cantik"


"Mbak ini bingkisan dari Ibu. Maaf kalau Ibu baru bisa kasih ini untuk baby Keen" ucap Selvi tak enak hati sambil memberikan bingkisan dari Ibu nya.


"Terima kasih iya Selvi. Salam iya sama Ibu kamu" ucap Ani yang mengambil bingkisan tersebut.


"Oiya Juan. Nanti ada yang mau Daddy bicarakan sama kamu" ucap Daddy Martin tiba tiba.


"Tentang apa iya Dad?"


"Nanti juga kamu akan tau sendiri. Tapi kita nunggu Pak Zainal dulu iya. Baru kita bahas masalah nya ini"


"Iya Dad" ucap Juan.

__ADS_1


Mereka semua pun berbincang. Dan sesekali terdengar tawa dari baby Keena ketika melihat Selvi.


__ADS_2