Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Mansion Anderson Menyambut Kedatangan Menantu


__ADS_3

Di mansion Anderson sejak pagi setelah sarapan Mommy Aletha tengah sibuk mempersiapkan penyambutan menantu bungsu nya. Dari memilih makanan yang akan di suguhkan untuk menantu nya. menghias mansion nya. Hingga mendekor ulang kamar Brian sesuai dengan warna kesukaan menantu nya. Semua di lakukan Mommy Aletha untuk menghargai kedatangan menantu nya. Dan tentu saja agar menantu nya nyaman berada di mansion mereka.


Bahkan Mommy Aletha sendiri yang nanti nya akan memasak makanan kesukaan menantu nya juga. Ia banyak bertanya pada Umma Hanum apa saja yang menjadi kesukaan menantu nya.


Sudah siang hari Mommy Aletha mendapat kan kabar kalau anak dan menantu nya akan berangkat dari Bandung Ba'da Dzuhur. Jadi bisa dipasti kan kalau anak dan menantu nya akan sampai sore nanti. Jadi ia akan menyiapkan makanan nya sekalian untuk makan malam.


Sementara itu dua mobil yang melaju dari Bandung ke Jakarta saat ini sedang berhenti di reat area jalan tol. Sebab bumil kembar mengatakan kalau ia lapar. Jadi mau tidak mau, kedua mobil mewah itu pun berhenti untuk mengisi perut bumil kembar yang cantik. Berbeda dengan Ani, Brian dan Dayyan. Mereka hanya memesan minuman dan cemilan saja.


Setelah hampi satu jam berhenti untuk mengisi perut dan memulihkan tenaga, akhir nya mereka pun melanjut kan kembali perjalanan mereka.


Keluar dari area pintu tol, mobil kedua pun menuju ke mansion Anderson. Dayyan dan Breena yang awal nya akan langsung pulang ke rumah mereka pun, akhir nya juga ikut ke mansion Anderson. Ani yang merajuk dan memaksa mereka untuk ikut juga mengantar nya. Sebab Umma Hanum dan Abah Arsya yang tak ikut ke Jakarta. Dan Paman Aska nya yang sedang sibuk bekerja. Jadi tak bisa mengantarkan Ani ke rumah mertua nya.


Satu jam kedua mobil itu membelah jalanan Ibu Kota akhir nya sampai di mansion Anderaon. Ani yang baru pertama kali melihat mansion mewah milik Ayah suami nya itu pun melongo.


Gerbang yang tinggi menutupi bangunan mansion. Rumah yang berdiri megah dan mewah. Jarak antara rumah dan gerbang yang lumayan jauh. Ada taman, kolam dan air mancur di halaman depan mansion mewah itu.


Di depan pintu utama ada dua pengawal yang berjaga. Begitu kedua mobil itu berhenti. Kedua pengawal itu pun langsung membuka kan kedua pintu mobil mewah itu.


"Selamat datang Tuan Muda dan Nona Muda" sambut kedua pengawal itu sambil membungkuk kan setengah badan nya.


"Hmm" jawab Brian dan Dayyan bersamaan dengan wajah datar nya.


"Terima kasih Pak" jawab Breena dan Ani dengan senyum manis mereka.


Brian dan Dayyan pun kompak melingkarkan sebelah tangan nya di pinggang istri istri mereka. Lalu kedua pasangan itu pun berjalan menuju ke pintu utama yang sudah terbuka lebar dan berjejer pelayan pelayan mansion mewah itu untuk menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang Tuan Muda dan Nona Muda" ucap Kepala pelayan di ikuti oleh pelayan yang lain nya.

__ADS_1


Brian dan Dayyan hanya memasang wajah datar dan dingin nya. Berbeda dengan Ani dan Breena yang menyambut ucapan mereka dengan senyum ramah nya


Di ujung ruang tamu itu Daddy Martin dan Mommy Aletha sudah berdiri menyambut kedatangan anak dan menantu nya. Di ikuti poleh Ibra serta istri dan anak nya.


Sedangkan Quin sendiri masih berada di dalam kamar nya. Ia masih tertidur jadi tidak bisa ikut menyambut kedatangan Daddy dan Bunda nya.


"Selamat datang sayang" ucap Mommy Aletha yang langsung memeluk tubuh Ani.


"Terima kasih Mommy" ucap Ani sembari membalas pelukan Ibu mertua nya.


"Selamat datang Nak. Selamat datang di mansion Anderson. Selamat bergabung di keluarga kami" ucap Daddy Martin dengan ramah nya.


"Terima kasih Daddy. Terima kasih sudah menerima Ani di keluarga Daddy" ucap Ani dengan mata yang berkaca kaca.


"Kenapa kau mau menangis seperti itu Nak? Apa kau tak bahagia menikah dengan anak Daddy?" tanya Daddy Martin yang melihat mata Ani yang sudah tergenang air mata nya.


"Bukan Daddy. Ani bahagia menikah dengan Mas Brian. Ini air mata bahagia Daddy. Ani di terima dengan baik di keluarga kalian"


Kemudian Daddy Martin pun membawa mereka ke ruang keluarga untuk berbincang sebelum makan malam.


"Kenapa kalian baru sampai setelah Ashar Nak?" tanya Daddy Martin memulai pembicaraan.


"Maaf Daddy. Tadi di rest area kami berhenti dulu, karena Breena merasa lapar" ucap Dayyan merasa tak enak.


"Oohh tidak apa apa Dayyan. Kami memaklumi nya. Sebab Ibu hamil memang sering merasa lapar. Apa lagi yang mengandung anak kembar. Itu akan lebih cepat merasa lapar nya" ucap Mommy Aletha yang memaklumi kondisi Breena.


"Mommy benar. Breena cepat sekali lapar nya Mom. Pada hal tadi sebelum berangkat kami uda makan siang dulu. Di jalan pun Breena juga makan buah dan cemilan lain nya" ucap Breena membenar kan apa yang di kata kan oleh Mommy Aletha.

__ADS_1


Obrolan pun berlanjut. Mommy Aletha mengajak kedua menantu nya dan Breena ke halaman belakang. Sedangkan kedua anak Ibra sedang bermain di ruang bermain pribadi mereka.


Para pria semua membahas masalah bisnis nya. Terutama masalah yang sedang di alami oleh perusahaan Dayyan.


"Jadi bagaimana Dayyan? Perlu bantuan Daddy?" tanya Daddy Martin.


"Terima kasih Daddy atas tawaran nya. Semua nya sudah di bereskan sama Dion dan Prima. Besok Dayyan akan menangkap mereka dan membongkar semua kejahatan mereka di depan semua karyawan Dayyan" ucap Dayyan disertai seringai senyuman licik nya.


Brian yang melihat senyuman Dayyan seperti itu untuk pertama kali nya pun merasa heran.


"Wooww ternyata seorang Gus anak Kyai besar,. Ustadz juga bisa senyum seperti itu juga ternyata. Kamu dapat sisi kejam mu dari siapa Mas?" sindir Brian.


"Semua orang pasti punya sisi kejam nya Mas Brian. Tidak terkecuali anak Kyai besar. Hanya saja tidak di perlihat kan di tempat umum. Hanya sesekali saja untuk menunjuk kan bagaimana mengatasi para pengkhianat" ucap Dayyan tenang.


"Dayyan benar Bri, sesekali kita juga perlu menunjuk kan sisi kejam kita. Agar orang orang yang bekerja di perusahaan kita tidak sembarangan melakukan tindakan. Apa lagi kalau melihat kita yang terlalu baik sama mereka. Mereka pasti akan melunjak dan berpikir kalau kita pasti bisa di tindas sama mereka" jelas Daddy Martin.


Pembicaraan mereka pun berhenti ketika Mommy Aletha meminta mereka untuk segera ke meja makan. Di meja makan semua sudah berkumpul, tinggal menunggu para pria.


Ani melayani Brian dan Quin dengan baik. Bahkan Quin dengan manja meminta di suapi oleh Ani. Ani yang memang penyayang pun dengan senang hati menyuapi Quin tanpa memikir kan kalau ia juga lapar.


Brian yang melihat itu pun juga ikut menyuapi Ani. Ani yang terkejut melihat sendok yang mengarah ke mulut nya pun dengan malu malu menerima suapan dari Brian.


"Terima kasih Mas" ucap Ani setelah menelan makanan nya.


"Sama sama Dek"


Brian pun melanjutkan suapan nya. Mereka makan bergantian dengan satu sendok yang sama. Sebab Ani masih menyuapi Quin.

__ADS_1


Semua orang dewasa melihat itu pun tersenyum bahagia. Terutama Breena. Ia bahagia karena mantan kekasih nya telah menemukan pendamping hidup yang baik. Tentu nya yang sholehah.


Begitu pun dengan kedua orang tua Brian. Melihat senyum bahagia anak bungsu nya. Mereka pun juga ikut bahagia. Sebab setelah berakhir nya hubungan Brian dengan Breena. Brian menjalani hidup nya dengan penyesalan. Pada hal dulu ada Nova dan Quin di hidup nya. Namun tetap aja, kebahagiaan Brian terlihat setelah mendapatkan maaf dari Breena dan keluarga nya. Bahkan kebahagiaan Brian seakan lengkap setelah memperistri Ani.


__ADS_2