Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Keterkejutan Ansel dan Anita


__ADS_3

Breena sampai tak bisa berkata kata melihat kedatangan kedua orang yang baru saja memasuki kamar rawat inap nya. Ansel dan Anita.


"Kalian, apa kalian memiliki hubungan? Nita bukan nya kamu sudah bertunangan? Lalu apa ini?" tanya Breena beruntun.


"Jangan salah paham gitu princess" ucap Ansel santai.


"Salah paham gimana. Jelas jelas kalian datang berdua" ucap Breena yang masih tak percaya.


"Kamu tau Bree, Kakak mu ini datang ke rumah sakit Papa. Sampai disana Kakak ke ruangan Mama. Dan baru tau kalau kamu di rawat di sini bukan disana" ucap Ansel kesal.


"Apa Kakak nggak nanya dulu sama Mommy, dimana Bree di rawat?"


"Gimana mau nanya kalau ponsel kakak aja mati. Uda gitu kakak di tinggal gitu aja tadi. Iya uda kakak langsung ke rumah sakit Papa. Sampai sana kakak malah salah rumah sakit. Pas kakak mau kesini, rupa nya ini anak satu mau kerja. Iya uda kakak bawa aja kemari sekalian"


"Benar begitu Mom?" tanya Daddy Calvin.


"Heheheh iya Dad. Mommy lupa mau bilang nya tadi" ucap Mommy Gantari dengan senyum yang di buat semanis mungkin.


Daddy Calvin hanya bisa menggeleng kan kepala nya. Istri nya ini suka sekali menjahili anaks satu satu nya itu.


"Oke uda iya. Sekarang mana keponakan ku?"


Breena hanya menunjuk kan tiga box bayi yang di kerubungi oleh para emak emak disana. Ansel pun menerobos nya langsung.


Setelah melihat tiga bayi itu, Ansel langsung terdiam. Ia terkejut melihat ada tiga bayi disana.


"Bukan nya Bree hamil twins? Kenapa jadi triplet?" tanya Ansel tak percaya.


"Bree, lo nggak nyulik anak orang kan?",


Pertanyaan bodoh Ansel membuat nya mendapatkam lemparan bantak dari Breena tepat di wajah nya. Breena mendengaus kesal ke arah kakak nya itu.


"Gimana mungkin aku nyulik bayi orang, sedangkan aku aja melahirkan sama Mama" ucap Breena ketus.


"Terus kenapa bisa tiga?"


"Karena baby Kalandra sembunyi di belakang baby Kadeera El" ucap Mama Ratih yang baru saja datang bersama Papa Doni.


Ansel pun langsung mengambil alih Baby Kadeera yang sedang tertidur. Tanpa ras canggung dan gugup Ansel menimang baby Kadeera. Serta memberikan ciuman ciuman di seluruh wajah baby Kadeera.


"Dduuhh uda pantas itu punya bayi" ucap Mommy Rianti.


"Bener banget Mom" sambung Breena.


Ansel tak menjawab, dia hanya tersenyum. Tapi dibalik senyuman nya, ia membayang syeril yang sedang menggendong anak ny.

__ADS_1


Ansel langsung menggeleng kan kepala nya. Bagaimana bisa dia membayangkan wajah Syeril. Perempuan yanh tidak sengaja di timpa nya tadi di ruangan Mama Ratih.


Anita pun juga tak mau kalah, ia mengambil Baby Kalandra. Wajah ganteng nya membuat Anita berniat menjadikan Baby Kalandra jadi menantu nya.


"Duuhh ganteng banget sih Bree anak lo. Nanti kalau uda besar Kalandra jadi mantu Gue iya" ucap Anita asal.


"Enak aja. Malas Gue besanan sama Lo"


"Lo kok gitu sih Bree. Gue nggak mau tau yang penting Kalandra,. Gue tandai jadi calon mantu Gue"


"Lo sadar nggak sih, gimana Kalandra mau jadi mantu Lo. Kalau lo nya aja belum nikah. Belum punya anak juga. Sinting memang Lo Nit" omel Breena.


Semua orang yang berada disana tertawa mendengar omelan nya Breena. Sedangkan Anita mengerucutkan bibir nya.


Lama Anita berada di rumah sakit menjenguk Breena. Hingga akhirnya dia pamit pulang.


"Bree, gue pulang dulu iya" pamit Anita


"Lo pulang sama siapa Nit? Kan tadi Lo datang kesini sama Kakak Ansel"


"Gampang Gue naik taksi online aja"


"No. Bahaya Nita. Malam malam gini naik taksi online"


"Uda nggak papa. Aman itu"


"Ya uda ayok Kak"


Ansel dan Anita pun pamit terlebih dahulu. Karena Ansel akan mengantarkan Anita pulang ke rumah nya.


Di perjalanan Ansel dan Anita pun tak pernah diam. Mereka selalu menanyakan apa pun yang ingin mereka tanya kan. Hingga tiba tiba pertanyaan Ansel membuat Anita berpikir, apakah ia akan mengatakan nya atau tidak.


"Nit, gimana kabar nya Windy? Pasti dia sekarang uda hamil iya?" tanya Ansel dengan senyum kecut nya.


Anita diam. Dia masih bimbang antara menjawab atau tidak.


"Kenapa diam Nit?" tanya Ansel yang penasaran.


"Bingung Kak, antara mau menjawab nya atau nggak"


"Iya kalau bingung ya nggak usah di jawab. Kakak juga nggak maksa kok" ucap Ansel santai.


"Sebenar nya Windy nggak jadi nikah Kak" ucap Anita pelan.


Ansel pun yang mendengar nya terdiam. Bagaimana bisa mantan kekasih nya itu tidak jadi menikah. Sedangkan mereka aja uda menyebarkan undangan pernikahan mereka.

__ADS_1


"Kok bisa?" tanya Ansel yang semakin penasaran.


"Cerita nya panjang Kak. Nita bingung mau cerita yang mana duluan"


"Kalau bingung langsung ke inti nya aja"


"Setau Nita, setelah acara wisuda kemarin, Windy, Ibu nya dan calon suami nya datang ke mansion Kak Ansel" ucap Anita yang di angguki oleh Ansel.


"Ya, mereka datang untuk meminta maaf karena sudah menyakiti Kakak"


"Setelah dari mansion kakak, besok nya mereka kembali ke kampung nya Windy. Kita semua tau pernikahan nya seminggu lagi. Mereka pun juga menjalani yang nama nya di pingit. Seminggu tak bertemu dan tak bertukar kabar, begitu hari H pernikahan nya. Belum selesai calon suami nya mengucapkan ijab kabul, datang seorang wanita dengan perut yang sudah sedikit buncit" jeda Anita. Dia jadi teringat bagaimana wajah Windy ketika bercerita dengan nya.


"Terus"


"Wanita itu mengaku hamil anak nya calon suami Windy, Kak. Awal nya calon suami nya mengelak. Tapi lama kelamaan dia mengaku juga kalau sebenar nya wanita itu istri siri nya kak. Disitu Ibu nya Windy jatuh pingsan dan langsung di bawa ke rumah sakit. Sedangkan Windy langsung membatal kan pernikahan nya"


"Terus bagaimana keadaan Ibu nya sekarang?"


"Ibu meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Kak. Dokter bilang Ibu kena serangan jantung"


"Windy nya sendiri gimana?" tanya Ansel yang khawatir.


"Windy uda kembali ke Jakarta Kak. Dia KOAS di rumah sakit umum"


"Apa Breena tau?"


"Nggak. Windy nggak ada ngasih tau Breena. Bukan karena tak lagi menganggap Breena sahabat nya. Tapi Windy malu sama Breena Kak"


"Malu kenapa?" tanya Ansel bingung.


"Mungkin karena uda nyakitin Kakak dan Mommy" ucap Anita asal.


"Kasih tau Kakak tempat tinggal nya Nit. Kakak mau ketemu sama dia"


"Kakak yakin?" tanya Anita ragu.


"Ya" ucap Ansel mantap.


"Nanti Nita kirim ke wa Kakak iya"


Setelah sampai di depan rumah nya, anita pun langsung turun.


"Makasih iya kak. Kakak nggak mau mampir dulu?" tawar anita.


"Nggak deh. Kakak mau langsung pulang aja. Badan kakak juga masih terasa capek nya" tolak Ansel.

__ADS_1


"Iya uda. Kalau gitu aku masuk dulu Kak. Makasih tumpangan nya.


Setelah Anita masuk ke dalam rumah nya. Ansel pun langsung melajukan mobil nya menuju ke mansion Daddy Calvin.


__ADS_2