
Breena pun di bantu oleh Syeril untuk menimbang berat badan nya, kemudian Syeril pun memeriksa tensi Breena. Dan ternyata berat badan Breena sudah naik hampir 10 kg Sementara tensi nya normal 120/80.
Setelah selesai Breena kemudian menghampiri keluarga nya, dan ia duduk di sebelah suami nya. Sedangkan syeril mencatat berat badan Breena dan tensi nya di buku pink milik Breena.
"Bagaimana sayang?" tanya Dayyan lembut.
"Naik hampir 10 kg Mas" ucap Breena sambip cengengesan.
"Nggak papa sayang. Itu wajar karena kamu kan lagi hamil. Kembar lagi kan" ucap Dayyan.
"Ian benar sayang. Wanita hamil pasti akan mengalami kenaikan berat badan. Yang jadi masalah itu kalau hamil tapi justru berat badan nya menurun" jelas Mama Ratih.
"Iya Mah"
"Iya uda ayo kita lihat dedek nya" ajak Mama Ratih.
Mereka semua pun beranjak dan menuju ke ranjang pasien yang ada di ruang poli kandungan. Breena dibantu oleh Dayyan berbaring. Sementara itu Syeril membantu menaik kan gamis Breena, lalu menutup nya dengan selimut sampai bawah perut Breena.
Syeril pun langsung mengoles kan jel ke perut Breena. Mama Ratih yang sudah mengambil duduk di samping Breena pun segera memegang doppler, alat untuk melakukan USG.
Tangan Mama Ratih bergerak perlahan lahan sambil melihat di layar monitor yang ada di hadapan nya. Terlihat jelas calon calon cucu nya di dalam sana.
"Lihat lah mereka sedang tidur sambil menghisap jari jempol nya" ucap Mama Ratih yang terlihat berbinar menatap monitor nya.
Tak berbeda jauh Dayyan, Papa Doni dan Breena pun juga melakukan hal yang sama.
"Ohhh lihat lah Princess, cucu Papa yang satu nya lagi merenggangkan tangan nya sambil menguap" ucap Papa Doni antusias.
Dayyan dan Breena pun tersenyum melihat keantusiasan Papa Doni.
Mama Ratih kemudian mencari detak jantung bayi kembar anak nya itu.
"Coba kalian dengar kan ini"
Deg Deg Deg
"Itu suara apa Mah?" tanya Breena.
__ADS_1
"Itu suara detak jantung twins"
Mata Breena, Dayyan dan Papa Doni makin berbinar. Mereka tak menyangka di pemeriksaan bulan ini bisa mendengar kan detak jantung dedek twins.
"Ini uda memasuki minggu ke-17, untuk ukuran nya sudah sebesar buah alpukat dengan panjang 13 cm dan berat 140 gram. Tapi untuk bayi ke dua nya panjang nya sudah 14 cm dan berat nya 149 gram" ucap Mama Ratih.
"Mah kenapa bisa berbeda seperti itu?" tanya Dayyan yang heran.
"Karena kembar jadi ukuran tubuh mereka pun bisa saja berbeda. Tapi ada kemungkinan juga karena beda jenis kelamin jadi beda berat badan dan besar nya" jelas Mama Ratih yang masih fokus menggerak kam doppler nya.
"Ada yang mau lihat wajah nya?" tawar Mama Ratih.
"Iya Mah, Papa mau lihat wajah cucu cucu Papa" jawab Papa Doni.
Mama Ratih pun kembali menggerak kan doppler nya dan mencari letak wajah cucu cucu nya. Namun ketidak beruntungan berpihak sama Papa Doni.
"Waahh sayang sekali. Opa belum di perbolehkan melihat wajah dedek. Lihat lah mereka menyembunyikan wajah wajah mereka" ucap Mama Ratih terkekeh.
"Waahhh kalian curang sayang. Pada hal Opa ingin melihat wajah kalian" ucap Papa Doni berpura pura sedih.
"Tidak masalah Opa. Tapi lihat lah ini" ucap Mama Ratih.
"Ini jenis kelamin nya"
Dayyan, Breena dan Papa Doni tidak mengerti dengan tampilan yang ada di layar monitor yang mereka lihat.
Mama Ratih yang melihat mereka yang mengernyitkan alis nya pun justru tertawa.
"Oke baik lah kamu akan punya cucu perempuan dan laki laki Pah. Yang bayi satu perempuan, bayi dua laki laki" jelas Mama Ratih.
Mengetahui anak nya perempuan dan laki laki pun membuat Breena dan Dayyan tersenyum bahagia. Begitu pun dengan Papa Doni ia justru berteriak senang.
"Alhamdulillah Ya Allah. Aku langsung punya cucu sepasang" teriak Papa Doni.
Melihat kebahagiaan dari orang orang tersayang nya membuat Breena semakin bahagia. Ia tak menyangka kehamilan nya begitu di nanti kan oleh keluarga nya. Breena pun tanpa terasa menitikan air mata nya.
Dayyan yang melihat istri nya menangis pun langsung memeluk sang istri.
__ADS_1
"Kenapa menangis sayang?" tanya Dayyan sambil menghapus air mata Breena.
"Breena bahagia Mas. Breena bahagia melihat kebahagiaan Mama Papa. Breena bersyukur Papa menerima pinangan kamu dulu Mas. Terima kasih sudah memilih Breena jadi istri Mas, dan Ibu dari anak anak Mas" ucap Breena dengan suara bergetar nya.
"Mas yang seharus nya berterima kasih sayang. Terima kasih sudah mau menerima Mas, dan mau berjuang menghilang kan trauma kamu dulu nya. Mas benar benar sangat menyayangi dan mencintai kamu sayang" ucap Dayyan, lalu ia mengecup kening Breena lama.
Interaksi kedua nya pun tak luput dari pandnagan semua yang ada di dalam ruangan itu. Mereka bahagia melihat pasangan Breena dan Dayyan.
"Oke sudah selesai" ucap Mama Ratih.
Kemudian Dokter Syeril pun membersihkan jel yang ada di perut Breena. Setelah selesai Breena di bantu Dayyan turun dari tempat tidur nya. Mereka kembali duduk di kursi depan meja kerja Mama Ratih.
"Semua nya sehat iya sayang. Ingat jangan terlalu banyak mengkonsumsi cokelat dan minuman yang berkafein. Karena itu tidak baik untuk kehamilan kamu" ucap Mama Ratih dengan menahan senyum nya.
"Tapi kalau sekali sekali boleh kan Mah. Masa Breena disuruh stop makan cokelat sih" rengek Breena.
"Emmm untuk bumil yang satu ini boleh deh. Tapi jangan banyak banyak dan terlalu sering iya"
"Siap Oma" ucap Breena menyerupai suara anak kecil.
"Baik lah ini uda Mama resepin obat nya iya. Nanti di tebus di apotek. Dan ingat harus di habis kan"
"Iya Mah. Iya uda kalau gitu kami keluar dulu iya Mah. Breena mau ke ruangan Dokter Doni. Mau dinas. Kalau terlambat takut di marahi" canda Breena.
"Hei princess, kamu mau kemana? Dokter Doni nya masih ada disini" ucap Papa Doni menimpali candaan anak nya itu.
"Ohh iya lupa kalau Dokter Doni nya lagi ikut lihat perkembangan nya cucu cucu nya. Duuhh bahagia banget iya Dok. Yang mau punya cucu kembar sepasang"
Godaan Breena sukses membuar ruangan poli kandungan itu ramai dengan tawa.
"Uda ach canda nya. Breena mau ke ruangan Papa ini. Mau lanjut baca data pasien yang mau di operasi nanti. Ayo Mas, kita ke ruangan Papa" ajak Breena.
Dayyan dan Breena pun menyalami dan mencium tangan Mama Ratih. Sedang kan Papa Doni pun ikut juga keluar dari ruangan istri nya itu.
"Dadahh Oma. Dadahh Aunty Syeril. Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam" jawab Mama Ratih dan Syeril berbarengan.
__ADS_1
Mama Ratih geleng geleng kepala melihat tingkah anak nya yang seperti anak anak itu. Pada hal ia sudah mau menjadi Ibu dari dua anak.
"Begitu lah Syeril kalau kamu nanti memanjakan anak anak mu. Mau dia sebesar apa pun dia akan tetap menjadi anak anak dimata kita. Apa lagi memang tingkah nya Breena yang manja sama siapa pun. Dia pasti akan bertingkah seperti anak kecil yang manja" ucap Mama Ratih ketika ia melihat Syeril yang mematap putri nya itu dengan pandangan yang sulit di arti kan.