Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Bab 30. Breaking News


__ADS_3

Setelah para wartawan mendapatkan berita yang sanngat menarik. Mereka pun segera kembali kekantor mereka masing masing. Dan berita tentang kedatangan dua keluarga pengusaha itu pun menjadi tranding topic disemua media elektronik dan media sosial.


- **KELUARGA DANUARTA TELAH KEMBALI KE INDONESIA!


- JET PRIBADI MILIK KELUARGA DANUARTA TELAH MENDARAT DI BANDARA SOEKARNO - HATTA TADI MALAM!


- TUAN STEVEN DANUARTA DAN NYONYA RIANTI AULIA KEMBALI KE INDONESIA SETELAH 26 TAHUN PERISTIWA PENCULIKAN PUTRINYA!


- KEMBALINYA TUAN STEVEN DANUARTA, SELAIN BERSAMA ISTRINYA. IA JUGA MEMBAWA SEORANG PRIA BERUSIA SEKITAR 20 TAHUNAN. SIAPAKAH PRIA ITU?


- APAKAH PRIA YANG BERSAMA DENGAN TUAN STEVEN DANUARTA ADALAH ANAK KEDUANYA YANG DISEMBUNYIKAN**?


Banyak komentar komentar yang bertebaran di media sosial tentang berita kedatangan keluarga Danuarta yang secara tiba tiba.


Mereka yang tidak mengenal siapa Tuan Danuarta pun hanya bisa mengikuti berita itu saja.


Tidak hanya berita tentang keluarga Danuarta saja yang menjadi perbincangan masyarakat +62 yang mengetahui tentang penculikan anaknya.


Tetapi berita tentang Brian Anderson pun juga ikut dalam berita yang tranding topic di dunia bisnis.


- **TUAN MARTIN ANDERSON KEMBALI DARI LIBURANNYA DI JERMAN. IA MEMBAWA SERTA TUAN BRIAN ANDERSON!


- SIAPAKAH GADIS KECIL YANG ADA DIGENDONGAN TUAN BRIAN ANDERSON?


- SETELAH GAGAL BERTUNANGAN DENGAN KEKASIH DAHULU TANPA KEJELASAN YANG PASTI. TUAN BRIAN KEMBALI KE INDONESIA BERSAMA SEORANG ANAK PEREMPUAN. SIAPAKAH IBU DARI ANAK ITU?


- APAKAH INI ALASAN MENGAPA PERTUNANGAN ANTARA AURELLIA ABREENA DENGAN BRIAN ANDERSON GAGAL DILAKSANAKAN, KARENA ADANYA ORANG KETIGA**?


Itulah berita yang sedang tranding dari kedua keluarga pengusaha itu. Diberita tentang kedatangan Brian, para wartawan tak segan segan untuk menampilkan foto Breena juga diberita mereka.


...----------------...


Dirumah Dayyan dan Breena.


Saat ini kedua pasangan pengantin baru itu sedang berada diruang tengah. Mereka sedang melihat berita yang sedang viral.


Diawal berita yang menampilkan keluarga Danuarta, Dayyan memfokuskan pandangannya ketika melihat sepasang paruh baya dan pria muda yang umurnya baerusia sekitar 20 tahunan.


Kemudian fokusnya teralihkan lagi, ketika melihat jet pribadi keluarga Danuarta yang terdapat tulisan Anggita M Danuarta. Dan yang semakin membuat Dayyan penasaran adalah ketika Tuan Danuarta meminta do'a semoga ia dapat bertemu dengan putrinya yang telah diculik 26 tahun lalu.


Dari raut wajahnya terlihat Dayyan tengah berfikir keras. Dia menyambungkan antara berita tentang keluarga Danuarta yang kehilangan anaknya karena diculik dengan Anggi sekretarisnya yang sedang mencari keberadaan orang tua kandungnya selama 26 tahun ini.


Dan yang menjadi fokus Dayyan sekarang adalah nama Anggi dan nama yang tertera dibody jet pribadi itu sama.

__ADS_1


Setelah meyakinkan pemikirannya benar, Dayyan pun segera mencari keberadaan ponselnya. Namun sudah lebih dari sepuluh menit mencari, ia tetap tak menemukan dimana ponselnya.


"Sayang, kamu tau dimana ponsel Mas?" tanya Dayyan yang masih sibuk mencari keberadaan ponselnya.


"Mas sejak keluar dari ruang kerjakan memang nggak ada bawa ponsel. Mungkin ketinggalan diruang kerja Mas" jawab Breena sambil menikmati salad buah diatas piringnya.


"Adduuhhh lama sayang kalau harus ngambil keruang kerja dulu. Mas pinjam ponsel kamu aja boleh nggak?" tanya Dayyan yang sudah mulai panik.


"Apa ada sih Mas, kamu kok panik gitu? Ini pake aja ponsel Breena dulu" ucap Breena sambil menyerahkan ponselnya ke Dayyan.


"Terima kasih sayang nanti Mas ceritakan" jawab Dayyan yang sudah mulai mencoba menelpon Dion.


Sudah panggilan yang ketiga kali, namun Dion masih tidak mengangkat telponnya. Dayyan pun masih terus mencoba menelpon Dion.


"Aduuhh anak ini kebiasaan kebo banget. Pasti masih tidur ini" omel Dayyan.


Setelah panggilan yang kesepuluh kali, barulah Dion mengangkatnya.


"Hallo" jawab Dion dengan suara serak khas orang baru bangun tidur dan dengan mata yang masih terpejam.


"Bangun Dion. Lo mau nikahin Anggi nggak. Cepat lihat berita sekarang tentang keluarga Danuarta. Gue curiga kalau Anggi itu anak dari keluarga Danuarta yang diculik 26 tahun yang lalu" bentak Dayyan dengan suara yang naik satu oktaf.


Sedangkan Dion yang mendapatkan suara Dayyan naik satu oktaf pun akhirnya langsung sadar dari ngantuknya.


Ia langsung menyalakan televisi yang ada didalam kamarnya. Dion pun sama seperti Dayyan, menyambungkan semua yang berhubungan dengan Anggi dan keluarga Danuarta. Bahkan Dion dapat melihat wajah Anggi yang sedikit mirip dengan wajah Nyonya Rianti. Bahkan wajah Anggi lebih dominan ke wajah Tuan Steven Danuarta.


Akhirnya Dion memutuskan bersiap dan pergi ke apartemen Anggi. Ia ingin memastikan kondisi Anggi sekarang.


Di apartemen Anggi


Anggi pun sama seperti Dion dan Dayyan. Setelah melihat berita tentang keluarga Danuarta ia pun meneteskan air matanya.


Sungguh ia tak mau banyak berharap. Tapi ada setitik harapan kalau mereka memang lah keluarganya.


"Apa mereka keluargaku? Apa mereka beneran orang tua kandungku? Wajah dan namaku sama dengan Tuan Steven Danuarta" ucap Anggi disela tangisnya.


Dadanya terasa sesak melihat berita itu. Tangannya tak henti menghapus air matanya yang terus mengalir. Lalu ia memegang kalung liontin yang terus dipakainya selama ini.


"Tuhan kalau memang mereka keluarga kandungku, apa yang harus aku lakukan? Bagaimana caranya agar mereka tau kalau aku anaknya?


Anggi masih saja terus menangis.


Empat puluh menit berada dijalan membela jalanan yang macet akhirnya Dion sampai di apartemen Anggi. Tanpa memencet bell, Dion langsung membuka pintu apartemen Anggi. Karena Dion mengetahui passwordnya.

__ADS_1


Dapat Dion lihat Anggi sedang duduk didepan televisi yang masih menyiarkan berita tentang keluarga Danuarta.


Anggi duduk menekukkan kakinya diatas sofa dan menenggelam kepalanya ditumpuan kakinya. Badannya bergetar karena ia terus saja menangis.


Disela sela tangisnya Anggi merasakan sebuah pelukan. Anggi pun mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang memeluknya.


"Mas" ucap Anggi yang langsung membalas pelukan Dion.


"Mas apa mereka keluarga kandungku? Apa mereka kembali untuk mencariku Mas? Mereka keluarga konglomerat Mas. Aku ingin bertemu dengan mereka. Tapi aku takut mereka tidak mempercayai kalau aku anaknya. Aku tidak memiliki bukti apa pun Mas untuk meyakinkan mereka" ucap Anggi terbata didalam pelukan Dion.


"Kita cari tau nanti iya sayang. Mas akan bantu kamu mencari tahu informasinya. Nanti kita tanyakan lagi sama Ibu panti iya. Apakah selain kalung, ia masih ada menyimpan barang berharga kamu waktu dia menemukan kamu dulu. Uda iya jangan nangis lagi iya. Ada Mas yang selalu ada untuk kamu. Ada Ayah sama Bunda juga" ucap Dion yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Anggi.


"Aku harus meminta bantuan sama Dayyan. Mana tau dia bisa membantuku sama Anggi untuk bertemu dengan keluarga Danuarta" ucap Dion dalam hati.


Hening tak ada lagi suara isak tangis Anggi yang terdengar. Dion kemudian melihat kekasihnya. Ia takut kalau Anggi pingsan karena syok melihat berita tadi.


Namun yang ia dapati justru Anggi sedang tertidur dipelukannya. Dion pun membawa Anggi kedalam kamarnya dan meletakkan Anggi di kasurnya.


Ketika ia ingin meninggalkan Anggi, justru Anggi malah menahan tangannya.


"Jangan pergi Mas. Temani Anggi kali ini aja" pinta Anggi dengan wajah memohonnya.


Tak tega melihat kondisi Anggi saat ini. Dion pun dengan terpaksa menyetujui permintaan Anggi.


Dion merebahkan tubuhnya disampinh Anggi. Kemudian membawa Anggi kedalam pelukannya. Membiarkan Anggi tertidur berbantalkan tangannya.


Sedangkan dimansiom keluarga Danuarta.


Mommy Rianti beserta suami dan anaknya juga sedang melihat berita tentang mereka.


"Dad, semoga saja Anggi melihat berita kita iya. Dan berpikir kalau memang dialah yang kita cari" ucap Mommu Rianti dengan wajah sendunya.


"Mommy sabar iya. Nanti kita cari keberadaan Anggi dipanti asuhan yang dikasih tau anak buah Daddy"


"Iya Dad. Mommy sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya Dad" ucap Mommy Rianti yang kembali menangis setiap mengingat putrinya yang telah diculik.


Bukan Mommy Rianti tak bersyukur dan sayang akan hadirnya Thomas. Mommy Rianti pun juga sangat menyayangi Thomas. Tetapi karena rasa bersalahnya lah yang membuat Mommu Rianti selalu seperti ini setiap kali mengingat putrinya.


Thomas pun memaklumi sikap Mommy nya. Ia tak cemburu kalau saja nanti kakaknya ketemu. Karena ia sudah merasakan bagaimana kasih sayang Mommy nya. Berbeda dengan kakak nya yang hanya mendapatkan kasih sayang dari Ibu panti.


...----------------...


Sementara itu disebuah apartemen yang sama dengan apartemen Anggi. Dilantai yang berbeda seorang wanita berusia 24 tahun sedang menatap layar ponselnya yang menampilkan berita tranding topic disosial medianya.

__ADS_1


Ia menatap sendu dan penuh rindu pada seorang anak perempuan berusia hampir 3 tahun didalam gemdongan seorang pria. Pria itu menutupi wajah anak perempuan itu agar tak terlihat oleh para wartawan.


"Quin" ucapnya lirih bersamaan dengan air matanya yang menetes membasahi pipinya.


__ADS_2