Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Hana. Dan Membantu Mencari Bukti


__ADS_3

Suasana di ruang tamu ndalem masih hening. Tak ada satu pun yang bersuara. Wanita itu menatap satu persatu para pengusaha kaya itu. Namun ketika ia menatap ke Daddy Steven, tatapan tajam dan mengintimidasi lah yang ia dapat kan.


Jujur saja, tatapan itu membuat wanita yang pernah bergelar Ustadzah itu takut. Tapi ia sudah melangkah jauh untuk mendapat kan orang yang di cintai nya. Tak mungkin ia menyerah di tengah jalan seperti ini. Ya cinta, cinta yang berubah menjadi obsesi semata nya.


Ia tak suka melihat orang yang di cintai nya itu bahagia bersama wanita lain. Apa lagi ketika ia mendengar kabar kalau wanita yang menjadi istri pria nya itu tengah hamil anak pria itu.


Hana. Wanita yang pernah mendapat gelar Ustadzah di pondok pesantren Abah Arsya itu lah wanita yang saat ini sedang duduk di antara para pengusaha dan pemilik pondok.


Kenapa tidak ada yang mengenali nya? Jawaban nya hanya satu, saat ini Hana sudah tidak lagi memakai hijab lebar nya. Sejak ia masuk ke dalam penjara beberapa bulan yang lalu, ia melepas hijab nya. Dan Hana saat ini memakai pakaian yang sexy.


Kembali ke masalah yang telah di buat Hana. Abah Arsya dan para pengusaha sedang berembuk untuk mencari jalan keluar yang terbaik untuk rumah tangga anak nya.


"Mau sampai kapan saya menunggu Kyai Arsya? Saya membutuh kan pertanggung jawaban putra anda untuk anak yang sedang saya kandung saat ini" ucap Hana yang sudah lelah menunggu sejak tadi.


"Baik lah. Kami akan membicarakan hal ini terlebih dahulu. Nanti kami akan menghubungi mu" ucap Abah Arsya.


"Kapan?"


"Beri kami waktu satu bulan untuk mempersiap kan semua nya"


"Baik lah kalau begitu saya permisi dulu" ucap Hana sambil beranjak. Namun baru satu langkah ia menghenti kan langkah nya.


"Oiya, long time no see Kyai Arsya"


Setelah mengatakan itu, Hana benar benar pergi meninggal kan pondok pesantren Al-Hidayah.


Abah Arsya tampak berpikir. Siapa sebenar nya wanita tadi.


"Apa Pak Arsya kenal dengan wanita tadi?" tanya Daddy Steven.


"Sebenar nya saya familiar sama wanita tadi. Tapi siapa iya Pak?"


"Benar Pak Arsya tidak mengenali nya?" tanya Daddy Steven memastikan.

__ADS_1


Abah Arsya hanya mengangguk kan kepala nya. Dia benar benar tidak mengenali wanita tadi.


"Dia itu Hana, salah satu Ustadzah yang dulu pernah mengajar di pondok pesantren ini Pak Arsya." ucapan Daddy Steven membuat Abah Arsya menatap nya tak percaya.


"Dari mana Pak Stev tau? Bukan nya dia berada di penjara?"


"Iya saya meminta anak buah saya untuk mencari tau wanita tadi. Dia sudah bebas. Dia hanya di jatuhi hukuman 5 bulan penjara" jelas Daddy Steven.


"Kalau boleh tau apa masalah wanita tadi dengan Dayyan Pak Arsya?" tanya Daddy Martin.


"Dulu dia menjebak Dayyan. Dia pura pura terjatuh dan refleks Dayyan menolong nya. Mereka seperti berpelukan. Dulu karena dia, Breena hampir saja bercerai dengan Dayyan. Namun karena ada bukti dari Ani dan salah satu Ustadz disini, jadi mereka tidak jadi bercerai. Tapi seperti nya obsesi dia untuk mendapat kan Dayyan masih sama seperti dulu" jelas Abah Arsya.


"Bisa jadi ini juga jebakan nya Pak Arsya" tebak Daddy Martin.


"Iya memang ini jebakan nya. Sayang Ratih sudah kembali. Seharus nya ia bisa membantu kita untuk membaca hasil USG nya tadi. Aku sangsi kalau anak yang di kandung nya itu bukan anak nya Dayyan" ucap Daddy Steven.


"Lalu kita harus bagaimana Pak?" tanya Abah Arsya putus asa. Ia tak sanggup melihat anak dan menantu nya terpuruk. Apa lagi menantu nya itu sedang hamil. Itu bisa membahayakan kehamilan nya.


"Kita harus mencari bukti. Kita kumpul kan semua bukti bukti yang ada. Kalau semua nya hanya jebakan dan fitnah, biar anak buah ku yang menghukum nya" ucap Daddy Steven dengan senyum menyeringai nya.


"Ya, darah mafia ku kembali Martin. Apa lagi ini menyangkut Princess kita. Apa pun akan ku lakukan untuk kebahagiaan nya" ucap Daddy Steven tegas.


"Pak Arsya bisa panggil kan Dayyan. Kita perlu bekerja sama dengan nya"


Abah Arsya pun langsung meminta salah satu mbak ndalem untuk memanggil Dayyan. Tak lama Dayyan pun kembali berkumpul dengan para orang tua.


"Dayyan, kapan kamu ke Bogor nya?" tanya Daddy Steven tanpa basa basi.


"Sekitar 3 minggu yang lalu Dad"


"Lalu siapa rekan bisnis yang kamu temui?"


"PT. Anugerah"

__ADS_1


"Kamu nginap di hotel mana?"


"Ian nginap di hotel Cempaka Dad dikamar no 405 lantai 4"


"Baik lah Daddy akan mengusahakan untuk mencari bukti yang kita butuh kan untuk membungkam mulut wanita sialan itu" ucap Daddy Steven.


"Daddy serius?" ucap Dayyan kembali semangat.


"Iya Daddy akan mencari bukti nya. Kamu serah kan semua nya sama Daddy. Dan Daddy minta jangan dulu menghubungi Breena atau pun mertua mu. Biar kan mereka tenang dulu. Apa lagi Breena, jangan sampai dia stres dan berdampak pada calon anak kalian. Daddy harap kamu mau bersabar satu bulan ini. Biar kan wanita itu berada di atas angin dulu setelah itu baru kita hempas kan dia nya" ucap Daddy Steven dengan senyum menyeringai nya. Ia sudah lama tak bermain main dengan orang yang mengganggu keluarga nya.


"Terima kasih Dad" ucap Dayyan yang sudah mulai terisak.


Daddy Steven dan Daddy Martin pun kembali ke istri istri mereka yang masih menunggu mereka sedari tadi.


"Dion ikut Daddy" ucap Daddy Steven dengan aura dingin nya.


Dion yang tak tau apa apa hanya bisa mengikuti kemana Daddy mertua nya itu membawa nya.


"Ada apa Dad?"


"Apa kau ikut bersama Dayyan tiga minggu yang lalu ke Bogor bertemu dengan CEO PT. Anugerah?"


"Tidak Dad. Dion di Jakarta. Karena setau Dion, CEO nya hanya ingin bertemu dengan CEO Pratama.Corp saja. Jadi Dayyan menugas kan Dion untuk mengatasi masalah di kantor saja. Ada apa Dad?" tanya Dion penasaran.


"Apa kau kenal dengan wanita yang bernama Hana. Dia salah satu Ustadzah disini dulu"


"Hana?" tanya Dion tak percaya.


"Hmm"


"Iya Dad. Dion tidak terlalu mengenal nya. Tapi Dion tau wanita itu. Tapi bukan kah dia di penjara Dad?"


"Iya, dia sudah bebas. Dan kau tau saat ini dia kembali memfitnah Dayyan. Dia ingin menghancur kan pernikahan Dayyan dan Breena. Jadi untuk satu bulan ini, kau handel perusahaan dulu. Biar kan Dayyan berada disini untuk sementara. Daddy akan menyuruh anak buah Daddy untuk mencari bukti kalau Dayyan tidak bersalah dan tidak mengkhianati Breena. Kamu Paham?" tanya Daddy Steven tegas.

__ADS_1


"Paham Dad. Terima kasih Daddy sudah mau bersusah payah membantu Dayyan mencari bukti itu."


"Ini semua demi princess kami"


__ADS_2