
Di luar ruang persalinan, Ibra berdiri sambil menyandar kan tubuh nya di dinding sebelah pintu ruang persalinan.
Ia tadi sudah menghubungi kedua orang tua nya, serta istri nya. Kalau Ani berada di rumah sakit dan akan melahir kan.
Ibra masih menunggu kedatangan keluarga nya. Sejujur nya Ibra sangat khawatir dengan kondisi istri adik nya itu. Ibra pun menunggu dengan mulut yang terus berdoa agar istri dan anak adik nya selamat kedua nya.
Lima belas menit menunggu, akhir nya keluarga nya datang semua. Ibra pun mulai sedikit tenang.
"Ibra bagaimana?" tanya Mommy Aletha panik.
"Masih di tangani Mom"
"Tadi Mommy meninggalkan nya dalam keadaan yang baik. Dia juga nggak ada mengeluh sakit. Tapi kenapa tiba tiba kamu menelpon kalau Ani sudah pembukaan sempurna dan pecah ketuban?"
"Ibra juga nggak tau Mom. Tadi Brian datang sambil menggendong Ani. Begitu di periksa ternyata kebutan sudah pecah selama lebih dari dua puluh menit, dan juga sudah pembukaan sempurna. Maka nya dokter kandungan langsung membawa Ani ke ruang persalinan" jelas Ibra.
"Yang penting kita do'a kan saja, Ani dan anak nya lahir dengan selamat" ucap Daddy Martin mencoba menenangkan istri nya.
Ooeeekk
Ooeeekkk
Mereka semua mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruang persalinan. Tangis kebahagiaan pun terlihat dari wajah Mommy Aletha.
"Cucu kita Dad. Cucu kita uda lahir" ucap Mommy Aletha dengan derai air mata.
Tak lama Brian pun keluar dari ruang persalinan setelah selesai mengadzani anak nya.
"Bri" lirih Mommy Aletha.
Brian langsung memeluk tubuh Mommy nya. Ia juga menangis di pelukan sang Mommy.
"Anak Brian uda lahir Mom. Dia terlihat sangat tampan" ucap Brian dengan suara bergetar.
"Selamat sayang. Selamat kamu mendapatkan anak laki laki"
Daddy Martin yang melihat kebahagiaan di wajah anak bungsu nya pun menepuk bahu sang anak. Ia sangat tahu bagaimana perasaan anak nya itu.
Dulu sewaktu Quin lahir, ia tak melihat raut wajah bahagia nya. Namun Brian tetap berusaha menerima takdir nya. Sekarang terlihat jelas di wajah Brian kebahagiaan nya.
Mommy Aletha melerai pelukan nya. Ibra kemudian memeluk adik nya.
__ADS_1
"Selamat dek. Akhir nya di keluarga kita ada penerus Anderson yang laki laki juga. Sayang Mbak mu uda nggak mau hamil lagi. Kalau mau Mas mau program bayi biar dapat anak laki laki juga" canda Ibra agar adik nya tidak menangis lagi.
Dan benar saja, Ibra langsung mendapat kan cubitan dari istri nya. Serta pelototan dari Mommy nya. Membuat Brian pun akhir nya tertawa disela tangis kebahagiaan nya.
...----------------...
Saat ini Ani sudah berada di salah satu kamar VVIP. Semua keluarga nya berkumpul. Ani sangat bersyukur, walau pun ia sudah tak memiliki orang tua lagi. Tapi kedua mertua nya dan ipar nya sangat menyayangi nya.
Ani sangat bersyukur bisa berada di dekat orang yang menyayanginya tanpa melihat siapa dirinya.
"Mas, kamu uda kasih kabar sama Paman Aska?" tanya Ani tiba tiba.
"Astafirullah. Mas lupa sayang" ucap Brian sambil menepuk kening nya.
Ani pun seketika mengerucutkan bibir nya. Sedangkan Brian langsung nyengir. Karena lupa mengabarkan ke Paman Aska dan yang lain nya.
Brian langsung membuka ponsel nya, dan menulis pesan di grup keluarga mereka. Mengabarkan kalau Ani sudah melahir kan dan menyertakan foto anak nya.
Tak sampai sepuluh menit, grup keluarga itu sudah ramai dengan ucapan selamat. Dan mereka akan segera ke rumah sakit.
...----------------...
"Mbak, Mbak Ani uda melahirkan" ucap Breena memberitahu karena Anggi sedang fokus menyetir.
"Benar kah?" tanya Anggi tak percaya.
"Iya Mbak, baru aja Mas Brian mengirimkan info nya di grup keluarga" ucap Breena sambil menunjuk kan pesan yang di kirim Brian.
"Oke kalau begitu ayo kita ke rumah sakit sekarang. Mumpung kita masih di jalan. Kalau nanti uda sampai rumah. Rasa nya pasti kita malas keluar lagi. Apa lagi suami kita nggak ada" ajak Anggi.
"Breena setuju. Kalau gitu ayo kita cari hadiah untuk anak nya. Eeehh tapi anak nya apa iya?"
"Mbak juga nggak tau. Uda deh yang penting kita datang dulu aja. Soal hadiah belakangan. Nunggu suami kita pulang" ucap Anggi yang di setujui oleh Breena.
Sesampai nya di rumah sakit, Breena dan Anggi langsung menuju ruangan Ani. Mereka tadi bertanya terlebih dahulu di resepsionis.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
"Assalamualaikum" ucap Breena dan Anggi memberi salam berbarengan.
"Wa'alaikum salam. Ayo masuk" ucap Mommy Aletha menyambut kedatangan kedua anak sahabat nya itu.
Di dalam ruangan itu ternyata sudah sangat ramai. Tanpa kedua nya menduga ternyata kedua orang tua mereka sudah datang terlebih dahulu.
"Mama Papa Mommy sama Daddy, uda disini?" tanya Breena ketika melihat kedua ornag tua nya dan orang tua Anggi.
"Uda baru sekitar sepuluh menitan. Kalian berdua dari mana? Terus mana cucu Mama?" tanya Mama Ratih yang tak melihat kedatangan Breena bersama ketiga anak nya.
"Kami dari Bandara Mah. Abis ngantar suami kami ke Jepang" jawab Breena sambil menyalami dan mencium tangan para tetua.
"Ngapain ke Jepang?" tanya Brian heran.
"Biasa urusan kerjaan. Ada sedikit masalah sama perusahaan yang disana. Mana anak nya?" tanya Breena yang celingukan mencari dimana bayi yang baru saja lahir itu.
"Tunggu bentar lagi di antar kesini kok. Nggak sabaran banget mau lihat menantu" goda Ani yang membuat mata Breena melotot.
"Apaan menantu. Baru juga lahir uda di klaim menantu aja"
"Kita lihat aja nanti. Mana tau kan orang tua nya yang nggak jodoh. Bisa jadi anak nya yang berjodoh" ucap Ani santai.
Breena dan Brian yang mendengar nya justru terdiam. Mereka menatap ke arah Ani tak percaya. Bagaimana bisa Ani yang baru saja melahir kan berkata seperti itu.
"Kamu sadar nggak sih Yank ngomong seperti itu?" tanya Brian tak percaya.
"Sadar dong Mas. Kenapa sih?"
"Nggak papa sih. Tapi aneh aja dengar kamu ngomong seperti itu, seperti tanpa beban aja."
"Emang kenapa Mas?" tanya Ani yang justru kembali heran dengan tingkah suami nya.
"Dengar iya Mbak Ani ku sayang. Kalau istri istri lain itu pasti akan susah untuk mengatakan yang Mbak bilang tadi. Dengan gampang nya Mbak bilang begitu. Emang Mbak nggak merasa apa gitu di hati nya" ucap Breena.
"Mbak biasa aja. Lagian kita juga uda bahagia sama kehidupan kita masing masing. Mbak yakin kalau di antara kalian berdua uda nggak ada lagi tuh yang nama nya sayang dan cinta. Mungkin masih ada rasa sayang. Tapi bukan untuk perasaan antar wanita dan pria. Tapi sayang yang ke adik dan abang. Uda nggak usah di pikir kan. Tuhh lihat si ganteng uda datang" ucap Ani.
"Waahhh ganteng banget" puji Breena dan Anggi berbarengan setelah melihat wajah tampan nya anak Brian dan Ani.
"Siapa nama nya Mbak?" tanya Breena.
"Keenan Aladrick Anderson" jawab Brian dan Ani berbarengan.
__ADS_1