Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Penangkapan


__ADS_3

Setelah menikmati makan malam mereka bersama seluruh anggota keluarga Anderson, Breena dan Dayyan pun berpamitan pulang. Sebab hari sudah semakin malam. Dan Breena yang tengah hamil tentu saja kelelahan. Walau pun ia tak mengatakan nya. Tetapi sang suami yang peka itu pun tentu saja tau bagaimana kondisi istri nya itu.


"Kapan kapan main lagi kesini iya Bree. Kamu uda lama banget loh nggak main kesini. Apa nggak kangen sama masakan Mommy?" ucap Mommy Aletha ketika mengantat Dayyan dan Breena ke depan.


"Hehehe kangen sih Mom. Tapi memang Breena lagi sibuk sibuk nya Mom. Setelah ini aja Breena mau wisuda. Terus lanjut KOAS. Iya walau pun KOAS nya di rumah sakit Papa" jelas Breena dengan senyuman cengiran nya.


"Iya kalau Mommy mengerti. Apa Mommy di undang di acara wisuda mu sayang?"


"Tentu saja Mom. Breena mau wisuda di hadiri semua keluarga. Terutama keluarga Anderson, Danuarta, Bagaskara dan tentu nya keluarga di pesantren. Biar semakin ramai Mom kalau lagi foto" ucap Breena antusias.


"Baik lah Mom dan keluarga pasti akan datang sayang"


"Iya uda kami pulang dulu iya Mom" pamit Breena sambil memeluk lalu mencium tangan Mommy Aletha dan bergantian dengan yang lain.


Kemudian Breena memeluk Ani, yang di balas Ani dengan erat.


Dayyan pun melakukan hal yang serupa. Kemudian Dayyan berdiri di hadapan Ani. Ia tersenyum menatap wajah adik angkat nya itu.


"Semoga kamu selalu bahagia Dek. Mas selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu. Jadi lah istri sholehah dan penurut dengan suami. Kalau ada masalah, segera di selesai kan dengan kepala dingin iya" ucap Dayyan sambil mengelus puncak kepala Ani dengan sayang.


"Terima kasih Mas" ucap Ani dengan isak tangis nya. Ia kehabisan kata kata untuk kebaikan Dayyan dan keluarga nya.


Dayyan dan Breena pun memasuki mobil nya. Mobil Dayyan melaju meninggalkan mansion mewah Anderson.


Melihat kepergian Dayyan dan Breena, Ani langsung memeluk suami nya. Brian merasakan dada nya yang basah karena tangisan Ani.


"Tenang sayang. Disini semua menyayangi mu. Mas tau ini pertama kali nya kamu tinggal terpisah dengan keluarga Mas Dayyan. Tapi percaya lah. Mas akan berusaha untuk terus membahagiakan kamu sayang" ucap Brian lembut, lalu mencium puncak kepala Ani lama.


Ani hanya bisa mengangguk, setelah tangis nya redah Brian membawa Ani masuk ke dalam kamar pribadi nya.


"Ini kamar Mas?" tanya Ani tak percaya.


"Emmm iya. Ini kamar Mas. Kamu suka sama kamar nya sayang?" tanya Brian yang menggiring Ani ke ranjang mereka.


Ani menatap ke sekeliling ruangan besar itu. Kamar nya yang ada di ndalem saja rasa nya sudah sangat besar. Ini di mansion Anderson, kamar Brian bahkan lebih besar dari kamar nya.


"Suka banget Mas. Ini siapa yang dekor Mas? Terus ini warna cet kamar nya memang warna ini dari dulu Mas?" tanya Ani penasaran.

__ADS_1


"Ini Mommy yang dekor ulang sama di cet ulang sayang. Semua ini kerjaan nya Mommy" ucap Brian sambil tersenyum.


"Iya uda ayo kita istirahat sayang" ucap Brian dengan senyum menyeringai nya.


Brian langsung memeluk tubuh mungil istri nya itu dan mengendus leher sang istri. Ani yang mendapat serangan seperti itu pun hanya bisa pasrah menghadapi suami nya yang mulai mesum.


Menyadari kepasrahan istri nya, Brian pun melancarkan aksi nya. Ia mulai membuka hijab sang istri, kemudian dilanjut dengan pakaian mereka. Dan terjadi lah ibadah halal mereka yang kesekian kali nya.


...****************...


Ke esokan hari nya, Dayyan sudah bersiap memakai pakaian kerja nya. Selesai bersiap Dayyan pun keluar kamar dan menuju ke ruang makan. Di sana Breena sedang menata masakan nya. Sebab pagi ini mode manja suami nya sedang keluar.


"Selamat pagi Umi. Selamat pagi anak anak Abi" sapa Dayyan sambil mencium kening dan perut Breena bergantian.


"Selamat pagi Abi" jawab Breena menirukan suara anak kecil.


"Ayo kita serapan sayang. Perut Abi sudah lapar. Kangen sama masakan Umi kalian" ajak Dayyan sambil mengelus perut Breena.


"Ayo Abi. Dedek juga uda lapar"


Breena pun melayani suami nya. Ia mengambil kan nasi goreng dan ayam bumbu ke dalam piring Dayyan. Lalu ia mengambil untuk diri nya sendiri.


"Abi berangkat kerja dulu iya sayang. Kalian jangan nakal iya. Jangan buat Umi kalian muntah muntah iya sayang" pamit Dayyan di hadapan perut sang istri. Membuat Breena menebarkan senyuman manis nya.


"Iya Abi. Abi hati hati iya di jalan nya"


Setelah mendapatkan jawaban dari Breena. Dayyan pun melajukan mobil nya menuju ke perusahaan nya.


30 menit berselang Dayyan sampai di perusahaan nya. Tidak ada yang tau kedatangan Dayyan kecuali Dion dan Prima. Sebab semua karyawan nya tau nya kalau Dayyan masih berada di Bandung.


Dayyan memasuki lobby perusahaan nya dengan wajah datar dan dingin nya. Tatapan tajam nya membius semua karyawan yang berpapasan dengan nya. Mereka semua menunduk.


Sesampai nya di ruangan nya. Dayyan memanggil Dion dan Prima keruangan nya. Tak menunggu lama, Dion dan Prima datang dan membawa semua bukti bukti yang sudah mereka siap kan.


"Bagaimana?" tanya Dayyan sambil memeriksa bukti yang di serahkan oleh Prima.


"Aman Tuan. Tinggal eksekusi saja" jawab Prima datar.

__ADS_1


"Jam berapa?"


"Pukul 11:00 Tuan. Kami juga sudah membeku kan rekening mereka Tuan. Dan kami juga sudah menyita semua aset milik mereka" jelas Prima.


"Bagas. Saya suka cara kerja kamu Prima. Setelah ini kamu boleh libur dan saya akan memberikan bonus untuk mu"


"Terima kasih Tuan" ucap Prima sambil membungkuk kan badan nya. Kemudian ia pamit ke ruangan nya terlebih dahulu.


Sekarang tinggal Dion dan Dayyan di dalam rungan itu. Dayyan langsung mengunci ruangan nya dengan tombol yang ada di bawah meja kerja nya.


"Kenapa?" tanya Dion menatap wajah sahabat nya itu.


"Maaf"


"Maaf?" tanya Dion tak mengerti.


"Iya Maaf. Karena masalah ini kamu dan Anggi belum jadi honeymoon nya" ucap Dayyan tak enak hati.


"Santai aja Ian. Kami tak masalah. Lagian bukan karena masalah perusahaan ini aja kami gagal honeymoon, tapi juga karena kecelakaan Bunda Ayu. Kamu tau sendiri bagaimana Anggi sama Bunda nya itu. Ia akan mendahului Bunda nya dari pada urusan pribadi nya sendiri" jelas Dion.


Dion tau kalau Dayyan merasa bersalah karena yang seharus nya ia cuti nikah. Tetapi ia harus masuk ke kantor untuk menyelesai kan masalah penggelapan dana proyek.


"Setelah masalah ini selesai. Kamu dan Anggi boleh ambil cuti lagi untuk honeymoon kalian."


"Beneran boleh?" tanya Dion tak percaya.


"Iya boleh"


"Baik lah. Jatah cuti itu akan aku ambil nanti setelah Bunda Ayu sudah sembuh total. Kami akan pergi ke London bersama Mommy dan Daddy serta Thomas. Kami ingin mengunjungi mansion yang ada di London"


"Terserah sama mu. Yang pasti jadwal cuti mu nanti tak bentrok sama jadwal Breena wisuda dan resepsi nya Brian"


"Kalau itu kamu jangan khawatir. Pasti kami akan ada di setiap acara acara keluarga. Apa lagi wisuda nya Breena. Bahkan kami sudah mendapatkan teror dari nya. Agar kami tak kemana mana. Dan harus datang ke acara wisuda nya" ucap Dion yang tak abis pikir dengan tingkah bumil satu itu.


"Itu lah hebat nya seorang perempuan. Apa lagi perempuan itu adalah istri ku. Hahahhaa" ucap Dayyan bangga.


Obrolan mereka berlanjut sampai jam menunjuk kan pukul 11:00 siang. Dayyan dan Dion pun berjalan menuju ke ruang rapat yang sudah di penuhi oleh para petinggi perusahaan nya, investor, dan penanggung jawaban proyek yang sedang dalam masalah. Dan yang terutama, di dalam ruang rapat itu ada sang istri.

__ADS_1


Kehadiran Breena lah yang membuat nya tenang dalam menghadapi masalah ini.


__ADS_2