Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Sah Menjadi Istri Seutuhnya


__ADS_3

Dimansion mewah keluarga Danuarta tengah diliputi kebahagiaan. Iya kebahagiaan karena akhirnya putri yang baru saja mereka temukan akan dilamar oleh pujaan hatinya.


Dion Wijaya, lelaki yang sangat mencintai putrinya itu. Yang mampu menerima putrinya yang dulu hanya dibesarkan di sebuah panti asuhan. Tidak hanya Dion saja, bahkan Ayah dan Bunda nya pun juga menyayangi putrinya itu melebihi anaknya sendiri.


Daddy Steven sangat bersyukur. Putri nya yang dibesarkan disebuah panti asuhan, yang menerima keterbatasan kasih sayang karena harus berbagi dengan anak lainnya. Akhirnya mendapatkan kasih sayang yang ia harapkan dari orang tua kekasihnya sebelum mereka bertemu.


Apa lagi melihat kedekatan antara putrinya dengan Bunda nya Dion, kedua orang tua Anggi sangat bersyukur.


Malam ini adalah malam yang penuh dengan kebahagiaan bagi keluarga Danuarta dan keluarga Wijaya. Walau pun tadi juga ada sedikit suasana haru dan air mata. Tetapi tidak menutupi kalau kebahagiaan yang mereka rasakan sangat besar.


Bahkan kedua orang tua Dion masih tidak menyangka. Mereka yang hanya seorang guru PNS bisa diterima dengan baik oleh keluarga pengusaha terkenal seperti keluarga Danuarta.


Ditengah tengah perbincangan mereka, tiba tiba ponsel Daddy Martin pun berdering. Ia melihat nama yang tertera dilayar ponselnya. Keningnya pun seketika mengkerut. Ada apa sahabatnya itu menelponnya.


"Hallo"


"Steven apa kau sibuk lusa?" tanya Papa Doni langsung ketika memdengar suara sahabatnya itu.


"Tidak, ada apa Doni?"


"Benarkah?" tanya Papa Doni tak percaya.


"Iya. Ada apa?" tanya Daddy Steven yang mulai kesal


"Hhaahhaa jangan marah marah nanti kau semakin tua. Tak cocok untuk wajahmu karena kau belum mempunyai cucu" ejek Papa Doni.


"Ada apa Doni Abraham. Aku sedang ada tamu ini" ujar Daddy Steven yang semakin kesal dengan sahabatnya itu.


Dion yang mendengar nama mertua sahabat sekaligus atasannya pun langsung menatap kearah Daddy Steven.


"Baiklah baiklah. Lusa aku mau mengundangmu makan malam dirumah menantuku. Aku ingin merayakan sesuatu bersama sahabat sahabatku dulu" ucap Papa Doni dengan semangat.


"Kenapa harus dirumah menantumu? Kenapa tak dirumah mu?" tanya Daddy Steven yang merasa ada sesuatu yang aneh.


"Iya tidak kenapa kenapa. Aku hanya mau disana saja. Jadi kau harus datang bersama dengan putri cantikmu itu" ucap Papa Doni tegas dan tak mau menerima penolakan.


"Kau selalu seperti ini Doni. Baiklah aku akan datang bersama dengan keluarga calon besan ku. Uda iya aku sibuk" ucap Daddy Steven yang kesal dengan jawaban sahabatnya itu, kemudian ia mematika teleponnya sepihak.


"Kenapa Dad? Apa mertua dan mennatu itu membuat ulah lagi?" tanya Dion yang sangat penasaran.


Huuuufffttt


"Kau bemar Dion. Mereka sangat cocok. Mertua dan menantu yang sangat serasi. Suka sekali membuat ulah. Kau tau dia mengundang Daddy keacara makan malam bersama sahabatnya. Tetapi dia malah mengatakan mengadakan acara itu dirumah menantunya. Apa itu masuk akal buatmu Dion?" omel Daddy Steven.


"Itu tidak masuk akal Dad. Tuan Doni seharusnya membuat acara makan malam bersama itu dirumahnya. Bukan dirumah Dayyan Dad" ucap Dion yang diangguki oleh Daddy Steven.


"Alamat aku kerja lembur ini Dad kalau dibuat dirumah Dayyan" keluh Dion dengan wajah sedihnya. Yang sukses membuat semua yang ada diruang keluarga itu tertawa melihat Dion yang akan tersiksa.


...----------------...

__ADS_1


Sementara itu di rumah kediaman Doni Abraham tepat nya dikamar pasangan pengantin baru itu. Terlihat Breena yang sedang bermanja manja didalam pelukan sang suami.


"Mas. Akhirnya keluarga kita dan keluarga Anderson berbaikan juga. Breena bahagia banget Mas. Uda nggak ada lagi permusuhan diantara kedua keluarga" ucap Breena dengan binar bahagianya.


"Mas juga sayang. Lebih bahagia lagi kalau lihat kamu selalu bahagia" ucap Dayyan sambil mendusel duselkan kepalanya dileher jenjang istri nya itu.


"Mas, geli iiihhh" protes Breena.


"Sayang"


"Iya Mas"


"Bolehkah Mas meminta hak Mas malam ini?" tanya Dayyan dengan tatapan nya yang sayu.


Breena yang melihat tatapan suaminya pun meneguk saliva nya susah payah. Ia tak sampai hati melihat suaminya yang sudah hampir satu bulan menikahinya, namun belum mendapatkan hak nya sebagai suami.


Dengan malu Breena menganggukkan kepala nya. Dayyan yang melihat itu langsung mengecup singkat bibir Breena.


"Kita ambil wudhu dulu iya, kita sholat sunnah dulu" ajak Dayyan dengan senyum sumringah nya.


"Iya Mas"


Dayyan dan Breena bergantian mengambil air wudhu. Mereka pun melaksanakan sholat sunnah sebelum melakukan ibadah halal nya.


Selesai sholat Dayyan tak lupa membacakan doa di ubun ubun istrinya. Lalu mengecup puncak kepala Breena lembut.


Dayyan pun memberikan ciuman diseluruh wajah istri nya itu. Breena yang mendapat perlakuan seperti itu hanya mengulas senyumnya.


"Boleh sekarang kan sayang?" tanya Dayyan setelah melakukan pemanasan.


Breena hanya menganggukkan kepalanya. Setelah mendapatkan jawaban dari Breena. Dayyan pun memulai malam pertama mereka. Malam pertama yang tertunda karena Dayyan menunggu hingga Breena membalas cintanya. Dan malam ini Dayyan dan Breena melakukan ibadah halal mereka.


"Terima kasih sayang sudah menjaganya, dan menjadikan Mas orang pertama yang melakukannya" ucap Dayyan ketika mereka telah selesai melakukan ibadah halal itu di jam 02:00 pagi.


Breena yang sudah kelelahan pun hanya menampilkan senyum manisnya.


Dayyan dengan perhatian nya mengambil air hangat dan handuk untuk membersihkan tubuh Breena yang kelelahan.


Dapat Dayyan lihat di seprei yang mereka gunakan ada bercak darah keperawanan Breena. Senyum Dayyan pun semakin mengembang.


Selesai membersihkan tubuh istrinya, Dayyan pun merebahkan tubuhnya disamping sang istri yang sudah tertidur pulas. Dayyan pun membawa Breena kedalam pelukannya.


"Selamat istirahat sayang. Mas sangat mencintaimu" ucap Dayyan kemudian ia mencium kening Breena. Dayyan pun juga ikut masuk kedalam mimpi bersama Breena.


...----------------...


Breena terbangun ketika mendengar suara adzan subuh. Ia menatap kearah suaminya yang masih terlelap. Seketika wajah nya memanas ketika mengingat apa yang telah ia dan suaminya lakukan tadi malam.


"Mas, bangun yuk uda adzan subuh" ucap Breena lembut sambil mengelus pipi Dayyan.

__ADS_1


Dayyan yang merasa ada yang menyentuhnya pun membuka matanya. Ia tersenyum menatap istrinya.


Cup


"Morning kiss sayang"


"Ayo bangun Mas, uda adzan subuh. Kita juga belum mandi"


"Mandi bareng yuk Yank" ajak Dayyan yang sukses membuat Breena membulatkan matanya.


"Nooo, mandi sendiri sendiri Mas" tolak Breena. Karena ia masih malu.


"Biar menghemat waktu sayang"


"Nggak ada Mas. Uda sana Mas mandi duluan" ucap Breena sambil mendorong tubuh suaminya.


Dayyan pun langsung berjalan menuju kekamar mandi. Sedangkan Breena langsung memakai bajunya dan langsung menyiapkan peralatan untuk mereka sholat berjamaah.


Setelah Dayyan keluar dari kamar mandi, gantian Breena yang langsung masuk. Menunggu beberapa menit Breena pun keluar dari kamar mandi dan langsung menggunakan mukenah nya.


Dayyan pun langsung memulai sholat subuh mereka. Selesai sholat Dayyan membalikkan tubuhnya dan mengulurkan tangannya yang langsung dicium oleh Breena. Dan Dayyan pun mencium kening istrinya.


"Mas mau sarapan apa nanti?" tanya Breena ketika ia sedang melipat mukenah nya.


"Sayang, boleh Mas minta buatkan nasi goreng seafood, sama ayam goreng bumbu?" tanya Dayyan hati hati, takut istrinya tak akan mau membuatkannya.


Breena pun tersenyum lalu ia memeluk suaminya itu.


"Boleh Mas. Iya uda Breena buatkan dulu iya" ucap Breena lembut.


"Terima kasih sayang"


Breena pun keluar dari kamar nya menuju ke dapur. Di dapur ia melihat Mama nya yang sudah berkutat bersama beberapa pelayan.


"Mah"


"Iya sayang. Kok uda keluar?"


"Iya Mah mau buatkan sarapan untuk Mas Dayyan. Dia minta nasi goreng seafood sama ayam goreng bumbu. Mama mau masak apa?"


"Mama juga mau masak nasi goreng sayang. Iya uda kalau gitu kamu aja yang masak iya"


"Iya Mah. Mama kekamar aja temeni Papa"


"Iya uda Mama tinggal iya sayang"


Breena hanya menganggukkan kepalanya. Ia mulai membuat bumbu untuk nasi goreng dan ayam gorengnya. Sedangkan seafood sudah dibersihkan terlebih dahulu oleh pelayan.


Breena pun fokus memasak untuk sarapan keluarganya. Tak lupa iya juga memasak lebih untuk para pelayan juga.

__ADS_1


__ADS_2