Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Pembalasan Untuk Hana


__ADS_3

Dayyan mendengus mendengar ucapan yang di lontar kan oleh Daddy Steven. Bagaimana tidak. Ia sedang serius tentang rencana yang di buat oleh Daddy Steven. Tetapi justru Daddy Steven lah yang bercanda.


"Oke oke ayo kita serius bahas nya"


"Kita juga akan mengirim kan video itu ke orang tua nya Hana. Mereka harus mengetahui apa yang telah di perbuat oleh anak mereka" ucap Daddy Steven.


"Iya kami setuju. Bagaimana pun ini uda yang ke dua kali nya anak mereka mencari masalah dengan Dayyan dan Breena" ucap Mama Ratih.


"Lalu bagaimana dengan PT. Anugerah?" tanya Dayyan.


"Kalau sama mereka itu gampang. Setelah video nya viral, Daddy akan menarik semua saham Daddy disana. Otomatis perusahaan itu bangkrut" ucap Daddy Steven acuh.


"Daddy juga akan melakukan hal yang sama dengan Daddy Steven" ucap Daddy Martin.


"Doni bukan kah kamu juga memiliki saham di perusahaan itu?" tanya Daddy Martin.


"Seperti nya iya. Aku lupa. Nanti aku tanya dulu sama asisten ku"


"Astaga sangking banyak nya perusahaan yang kau tanami saham sampai sampai kau lupa seperti ini" omel Daddy Martin.


Papa Doni hanya menggedik kan bahu nya.


"Dayyan juga akan membatal kan kerja sama kami. Lalu melapor kan kejahatan nya sama polisi" ucap Dayyan tiba tiba.


"Kita tidak perlu polisi lagi Ian. Biar Daddy yang akan membalas perbuatan mereka" ucap Daddy Steven dengan seringaian nya.


"Baik lah Dad. Semua kami serah kan sama Daddy. Kalau begitu Ian mau izin bawa Breena ke kamar dulu" ucap Dayyan.


"Pergi lah kalian memang perlu berbicara berdua. Sekali lagi maafin Papa Ian" ucap Papa Doni mengizin kan anak dan menantu nya otu ke kamar.


"Tidak apa apa Pah. Ian tau apa yang Papa lakukan ini semua untuk kebaikan kami"


Setelah mengatakan itu Dayyan menggandeng Breena menuju ke kamar Breena.


Sesampai nya di kamar, Dayyan langsung memeluk tubuh istri nya yang sudah dua minggu tidak bisa ia peluk.


Dayyan begitu merindukan sang istri. Dayyan pun menciumi seluruh wajah istri nya. Lalu ia beralih mencium perut buncit Breena. Dia mengelus perut itu lembut.


"Assalamualaikum anak anak Abi. Apa kabar sayang?" tanya Dayyan sambil mengelus perut Breena.


Dug

__ADS_1


Satu tendangan menjawab pertanyaan Dayyan.


"Apa kalian merindu kan Abi nak?" tanya Dayyan lagi.


Dug


Dug


Dayyan pun mendapat kan dua tendangan sekaligus. Seketika senyum Dayyan dan Breena pun terkembang di wajah mereka.


"Abi juga sangat merindukan kalian sayang. Maafin Abi yang baru bisa datang sekarang. Maafin Abi nak" ucap Dayyan dengan suara yang mulai bergetar.


"Setelah ini kita akan terus bersama sayang. Tidak akan ada lagi yang bisa memisah kan kita"


Dayyan kembali menciumi perut buncit Breena. Bahkan sekarang tangis Dayyan pun mulai terdengar. Breena pun hanya mengelus kepala Dayyan.


"Jadi hanya anak anak aja yang di rindukan. Apa Umi tidak di rindukan juga?" ucap Breena merajuk.


"Sudah pasti Abi juga sangat merindukan Umi nya anak anak Abi" ucap Dayyan lalu memeluk Breena.


"Terima kasih sudah mau bertahan menunggu kedangan Mas sayang. Maaf kalau Mas menyakiti kamu lagi"


Dapat Breena lihat tatapan penyesalan tercetak jelas di wajah Dayyan. Breena hanya mengangguk dan memeluk suami nya.


...----------------...


Pagi hari nya dunia media di gempar kan oleh viral nya sebuah video yang tak pantas di lihat oleh anak di bawah umur. Video itu pun lengkap bukan hanya potongan nya saja.


Bahkan video itu juga terdengar jelas semua yang di ucap kan oleh kedua orang itu.


Seketika jagat dunia maya ramai oleh berita itu. Banyak komentar negatif yang di dapat kan oleh wanit dan pria yang ada di dalam video itu.


Di rumah Mama nya Hana.


Ibu Risty yang sedang menikmati waktu santai nya sambil menonton televisi pun seketika di buat terkejut dengan berita yang di lihat nya. Ia langsung menjerit histeris melihat apa yang di lakukan oleh putri nya itu.


Pak Andi yang mendengar istri nya menjerit pun langsung berlari dari ruang kerja nya menuju ke ruang keluarga.


"Mah, kenapa?" tanya Pak Andi khawatir.


"Li–lihat lah Pah, apa yang di lakukan oleh putri kita Pah" ucap Mama Ratih sambil menunjuk ke arah televisi.

__ADS_1


Seketika itu juga respon Pak Andi pun sama dengan Bu Risty. Bahkan ia sampai memegang dada nya karena sesak. Dan tak berselang lama Pak Andi pun jatuh tak sadar kan diri.


Bu Risty kembali berteriak histeris. Sampai mengganggu tidur nya Hana.


"Bu ngapain sih teriak teriak. Uda kaya di hutan saja" omel Hana.


"Diam kamu. Ini semua karena mu!" bentak Bu Risty.


Bu Risty pun berusaha membangun kan suami nya. Namun tak ada tanda tanda suami nya akan bangun. Lalu ia menelpon ambulance untuk datang ke rumah nya.


Hana hanya menatap apa yang di lakukan oleh Mama nya. Ia tak ada niat sedikit pun untuk membantu sang Mama.


Lima belas menit menunggu, akhir nya ambulance pun datang juga. Pak Andi langsung di bawa ke rumah sakit.


Sesampai nya di rumah sakit. Pak Andi langsung di tangani oleh dokter.


Bu Risty menunggu sang suami dengan cemas. Ini pertama kali nya ia melihat suami nya seperti ini.


Tak lama Hana pun datang menyusul Bu Risty. Namun hal tak terduga pun di dapatkan oleh Hana.


Plaaakkkk


Satu tamparan keras melayang di pipi nya. Itu tamparan dari Mama Ristry.


"Apa yang Mama lakukan. Kenapa Mama menampar ku?" tanya Hana.


"Dasar anak tak tau diri. sudah di tolong keluar dari penjara malah kamu membuat hal yang lebih berbahaya lagi. Mau jadi apa kamu nanti nya Hah!!! Bentak Bu Risty.


"Apa maksud nya Mah?" tanya Hana tak percaya.


"Kau!! Bagaimana bisa kau menjadi wanita simpanan suami orang. Dan melakukan hal yang tidak seharus nya kau lakukan!! Kau kembali memfitnah Gus Dayyan lagi Hana!!! Apa yang ada di otak mu Haha!! bentak Mama Risty.


Hana yang mendengar itu membulat kan mata nya. Ini nggak mungkin. Mana mungkin Mama mengetahui apa yang telah ku perbuat" ucap Hana dalam hati.


Belum sempat menjawab, Dokter sudah keluar dari ruangan UGD.


"Dok bagaimana keadaan suami saya?" tanya Mama Risty yang terlihat panik.


"Maaf kan kami Bu. Kami sudah berusaha sekuat tenaga kami. Tapi takdir Allah tidak ada yang tau. Suami Anda meninggal 5 menit yang lalu Bu. Suami Ibu mengalami gagal jantung. Kami turut berduka cita atas meninggal nya beliau" ucap Dokter tersebut lalu berjalan meninggal kan Bu Risty dan Hana yang masih mematung di depan ruang UGD.


Mendengar suami nya meninggal, Bu Risty langsung berlari masuk ke dalam ruangan Pak Andi. Ia menangis sambil memeluk tubuh kaku dan dingin suami nya.

__ADS_1


Berbeda dengan Hana. Ia masih terlihat syok mendengar kabar ini. Ia meremas kuat tangan nya.


'Nggak mungkin. Ini nggak mungkin terjadi. Apa yang sudah membuat Papa seperti ini." monolog Hana yang tak terima.


__ADS_2