
Satu bulan berlalu dari masalah yang menimpa rumah tangga Dayyan dan Breena. Kini hari hari mereka sudah kembali seperti semula. Kebahagiaan terus mereka rasakan. Apa lagi sebentar lagi baby twins mereka akan lahir kedunia ini.
Dayyan dan Breena sangat sangat bersyukur, banyak yang sayang sama mereka. Sehingga mau membantu mereka berdua untuk menyelesaikan segala masalah yang di buat oleh Hana.
Saat ini Hana sudah mendapat kan hukuman nya. Ia di serah kan ke kantor polisi setelah satu minggu berada di dalam mansion mewah yang menjadi markas Daddy Steven.
Sebenar nya Breena tak setuju Hana di jeblos kan ke penjara. Alasan nya hanya satu karena Hana juga sedang hamil. Ia takut ketika Hana berada di dalam sel penjara, akan berdampak ke kesehatan nya. Tapi karena bujukan dari yang lain nya, akhir nya Breena pun memilih setuju untuk melapor kan Hana ke polisi.
Setelah di periksa ternyata Hana memang mengidap gangguan kejiwaan. Obsesi nya yang terlalu besar untuk mendapat kan Dayyan berujung pada kejiwaan nya yang sedikit terganggu.
Jadi Hana saat ini di tahan di rumah sakit jiwa dengan pantauan ketat dari polisi dan anak buah Daddy Steven.
Bagaimana dengan Hamza? Ya, Bianca tidak jadi menceraikan Hamza. Alasan nya karena ia masih sangat mencintai Hamza. Terlepas dari apa yang telah Hamza lakukan di belakang nya. Rasa cinta nya tak bisa mengalah kan segala rasa sakit yang ia rasakan.
Surat gugutan perceraian yang pernah di tanda tangani oleh Hamza pun tak langsung di serah kan Bianca ke pengadilan. Tetapi Bianca merobek nya. Bianca hanya menggertak Hamza. Bianca ingin melihat bagaimana kesungguhan Hamza ketika jauh dari Bianca.
Hamza pun membukti kan nya. Ia yang awal nya berniat tinggal di rumah peninggalan kedua orang tua nya. Justru memilih tinggal di sebuah pesantren di daerah Bandung. Ya Hamza datang ke pesantren Al-Hidayah milik Abah Arsya.
Disana Hamza menceritakan semua nya kepada Abah Arsya. Apa saja yang telah di perbuat nya sampai ia di gugat cerai oleh istri nya. Hamza juga memceritakan masalah nya yang membantu seorang wanita yang ingin menjebak seorang pria yang beristri karena obsesi nya.
Abah Arsya yang sudah mengetahui siapa Hamza pun menuntun Hamza untuk bertaubat dan lebih mendekat kan diri kepada sang Pencipta.
Melihat kesungguhan Hamza, Abah Arsya pun memberitahukan kepada nya, kalau lelaki yang ingin di jebak itu adalah putra nya. Hamza yang mengetahui itu pun langsung memohon ampun dan meminta maaf kepada Abah Arsya. Ia sungguh malu untuk bertemu dengan Abah Arsya.
__ADS_1
Awal nya Hamza berpikir kalau Abah Arsya akan membenci nya. Namun apa yang ia pikir kan itu salah. Abah Arsya justru membantu nya untuk menjadi lebih baik lagi.
Hamza juga mendapat kan maaf dari Dayyan, Breena dan keluarga Papa Doni. Ia snagat menyesali apa yang telah ia perbuat demi membahagiakan wanita yang baru saja ia kenali.
Ketika ia masih mendekatkan dirinya kepada sang Pencipta. Bianca beserta kedua anak nya datang ke pesantren itu. Betapa terkejut nya Hamza mendapati istri dan anak nya berada disana.
Hamza langsung memeluk kedua anak nya. Ia meminta maaf kepada kedua anak nya karena telah gagal menjadi Ayah dan kepala rumah tangga. Setelah mendapat kan maaf dari kedua anak nya. Pandangan Hamza pun beralih menatap Bianca yang memandang nya penuh kerinduan.
Hamza pun juga melakukan yang sama. Tapi beda nya Hamza menatap Bianca dengan raut penyesalan nya.
Mata Hamza berkaca kaca melihat betapa cantik nya Bianca. Cantik fisik dan hati nya. Ia pun merasa rendah diri karena telah gagal menjadi seorang suami. Hamza hanya tersenyum melihat Bianca. Lalu ia beralih menatap kedua anak nya.
Bianca yang tak kuat menahan kerinduan nya lagi pun langsung menghampiri Hamza. Ia langsung memeluk Hamza erat. Bahkan isak tangis nya pun terdengar sangat pilu di telinga Hamza.
"Maafin Mas, Dek. Maafin kesalahan Mas" ucap Hamza disela isak tangis nya.
Bianca semakin mengeratkan pelukan nya. Ia bahkan sudah sesenggukan didalam pelukan suami yang di rindukan nya.
"Maafin Bianca juga Mas. Maaf sudah membuat Mas menderita selama sebulan ini. Ini semua Bi lakukan untuk merubah Mas. Maaf kalau kesan nya Bi membuang Mas. Tapi perlu Mas ketahui, Bi melakukan ini karena Bi ingin Mas berubah jadi lebih baik lagi. Jadi Daddy yang baik dan pantas untuk di contoh kedua anak kita. Maafin Bi Mas"
"Kamu nggak salah Dek. Ini semua memang pantas Mas dapat kan. Terima kasih sudah membuat Mas sadar dengan kesalahan yang sudah Mas lakukan" ucap Hamza lalu melepas pelukan nya.
"Maaf kalau Mas lancang sudah memeluk mu Dek. Seharus nya kita tidak melakukan itu. Karena kita sudah bukan suami istri lagi" lanjut Hamza dengan wajah kecut nya.
__ADS_1
Mendengar itu Bianca mencium pipi Hamza. Ia juga menciumi punggung tangan Hamza.
"Mas masih suami Bi. Bi nggak benar benar menceraikan Mas. Itu semua palsu Mas. Kembali lah Mas. Anak anak merindukan Daddy nya. Mereka ngambek sama Bi karena Daddy nya tak kunjung pulang" ucap Bianca dengan senyum manis nya, yang selalu menghangat kan hati Hamza.
"Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih sudah memberikan hamba istri yang sangat baik hati ini. Maafin Hamba yang telah banyak menyakiti hati istri hamba ya Allah" lirih Hamza.
...----------------...
Saat ini Breena dan Dayyan sedang berada di Mall milik keluarga Anderson. Mereka akan berbelanja baju baju untuk baby twins mereka.
Dengan semangat empat lima Breena sedari pagi sudah merengek kepada suami nya untuk menemani nya membeli semua keperlu baby twins akan segera lahir. Kandungan Breena sudah memasuki bulan ke sembilan. HPL nya sekitar dua minggu lagi.
Mama Ratih sudah menyarankan Breena untuk operasi. Namun Breena dengan tegas menolak nya. Karena dari hasil pemeriksaan nya yang terakhir. Breena di nyatakan bisa melahirkan secara normal. Jadi karena itu lah Breena ngotot mau melahirkan normal.
Breena dan Dayyan pergi tidak hanya berdua, tetapi bersama dengan Mama Ratih dan Umma Hanum. Kedua calon nenek itu pun juga merengek kepada Dayyan untuk mengizinkan mereka ikut juga.
Alhasil Dayyan hanya bisa mengangguk kan kepala nya mengizinkan mereka juga ikut berbelanja.
Sesampai nya di Mall. Dayyan langsung mengajak ketiga wanita kesayangan nya itu untuk menuju ke toko kebutuhan bayi.
Mereka pun membagi tugas. Dayyan akan bersama dengan Breena. Sementara Mama Ratih dan Umma Hanum akan pergi bersama untuk mencari apa yang akan mereka beli untuk kedua cucu nya.
Mama Ratih akan memilih kan baju untuk cucu laki laki nya. Sedangkan Umma Hanum akan memilih baju untuk cucu perempuan nya.
__ADS_1