Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Restu Dari GrandMa Cloe


__ADS_3

Hari ini Ansel berniat mengajak Windy pergi ke rumah Breena. Dia mendapat kabar dari Papa Doni kalau Breena serta anak anak nya sudah berada di rumah.


Ansel yang sudah beberapa hari ini tinggal di apartemen nya pun tengah bersiap siap kembali ke mansion orang tua nya.l, untuk menjemput Windy terlebih dahulu.


"Oke uda ganteng maksimal. Sekarang tinggal jemput pujaan hati. Duuhh kalau jodoh memang nggak akan kemana. Walau pun uda di lamar orang, dan uda pergi ke luar negeri juga. Tetap aja ujung ujung nya nikah juga." gumam Ansel memuji dirinya sendiri.


Setelah selesai bersiap, Ansel pun segera keluar dari apartemen nya. Ia berjalan sambil bersiul menuju ke lobby. Karena mobil nya sudah terparkir cantik di depan lobby apartemen.


Ya, apartemen yang di tempati Ansel adalah salah satu apartemen milik Bagaskara Grup. Jadi, ketika Ansel akan keluar. Ia hanya tinggal menelpon resepsionis dan meminta mereka menyiap kan mobil nya.


Sesampai nya di lobby, Ansel melihat seseorang yang sangat di kenal nya. Iya seorang lelaki yang sudah menyakiti dan mempermalukan orang tersayang nya dulu. Lelaki itu tak lain adalah Andri. Direktur pemasaran di perusahaan cabang nya di daerah Sumatera.


Ansel pun segera menghampiri laki laki itu yang sedang bersama dengan seorang wanita sexy. Tapi bukan wanita yang mengaku istri siri nya Andri.


"Duuhh sekali nya brengsek iya tetap aja brengsek. Sekali nya play boy ya selama nya jadi play boy. Kasihan banget perempuan nya yang di jadikan mainan. Kaya juga nggak, kok sok sok'an jadi play boy. Apa coba yang di pamer kan, jabatan nya yang seorang direktur pemasaran itu? Baru jadi direktur pemasaran aja uda sombong. Apa lagi kalau jadi CEO nya. Bisa bisa semua perempuan di jadikan nya mainan" ucap Ansel ketika berjalan di belakang Andri dan wanita itu.


Andri yang mendengar itu pun langsung berbalik. Ia terkejut melihat Ansel ada di belakang nya. Apa lagi Andri lihat pakaian antai Ansel yang bermerek semua nya dari atas sampai bawah.


"Kaget iya saya ada disini? Kamu berharap nya saya masih di Belanda gitu. Jangan harap. Ingat jabatan kamu kapan saja bisa saya berikan untuk orang lain"


Setelah mengatakan itu Ansel pun kembali melangkah kan kaki nya. Namun baru empat langkah, Ansel kembali menatap Andri dengan tatapan membunuh nya.


"Mbak jangan mau sama dia. Dia ini uda punya istri. Mungkin juga anak nya uda lahir. Dulu dia mau menikahi mantan kekasih saya eehh bukan deh calon istri saya. Hanya karena ingin status istri siri nya sama dengan status istri sah nya. Duuhh kasihan banget iya istri siri nya itu di selingkuhi terus. Ganteng nggak, kaya nggak, tapi tukang selingkuh. Dan mulai besok kamu saya pindah kan di bagian divisi keamanan. Jadi mulai besok kamu jadi scurity bukan direktur pemasaran lagi. Surat resmi kepindahan kamu ada di HRD. Selamat menikmati hasil perbuatan mu" ucap Ansel pedas seperti ayam geprek level 30.


Mendengar itu Andri langsung mengejar Ansel yang sudah berjalan menuju ke mobil mewah nya yang sudah terparkir cantik.


Sedangkan wanita yang bersama Andri, dia segera meninggal kan Andri. Ia tak mau di jadikan mainan oleh Andri.


Ansel yang berada di dalam mobil pun tertawa puas melihat wajah pucat nya Andri. Ia sangat bahagia telah mempermalukan Andri di depan banyak orang penghuni apartemen.

__ADS_1


Ansel pun mengambil ponsel nya dan menelpon Windy.


"Hallo" sapa Windy dengan suara lembut nya.


"Iya Sayang. Hubby uda jalan ke mansion iya. Sayang siap siap iya, Hubby mau ajak sayang ke rumah nya Breena lihat Baby triplet"


"Iya Hubby"


Setelah mendapat kan jawaban dari Windy, Ansel pun mengakhiri panggilan nya. Ia kembali fokus pada jalanan yang sedang macet.


Sedangkan di mansion Bagaskara, saat ini Windy sedang berkumpul bersama dengan Mommy Gantari dan GrandMa Cloe. Mereka sedang bercanda tawa di gazebo halaman belakang.


"Siapa sayang?" tanya Mommy Gantari.


"Kak Ansel Mom. Mau ngajak ke rumah nya Breena jengukin baby triplet"


Setelah mendapat perintah dari Mommy Gantari, Windy pun berpamitan untuk bersiap.


Sepeninggal Windy, GrandMa mulai menanyakan apa pun tentang Windy.


"Apa dia yang dulu nya meninggalkan El, Tari?"


"Iya Mom. Dia pun juga terpaksa meninggal kan El. Karena ada nya perjanjian perjodohan yang di buat oleh Almarhum Ayah nya" jelas Mommy Gantari.


"Terus kenapa kalian membawa dia kesini?"


"Ceritanya panjang Mom" ucap Mommy Gantari sambil menghembuskan nafas nya kasar.


"Ceritakan" ucap tegas GrandMa Cloe.

__ADS_1


Dan mengalir lah cerita Mommy Gantari tentang Windy. Tentang yang dialami Windy saat berpisah dengan El. Saat Windy yang gagal nikah dan berakhir kehilangan orang tua satu satu nya. Dan tentang Windy yang saat ini sedang KOAS di salah satu rumah sakit Umum di Jakarta. Juga tentang rencana El yang akan menikahi Windy.


Mendengar semua yang di ceritakan Mommy Gantari membuat GrandMa Cloe merasa iba dengan gadis mungil itu. Ia sangat tau bagaimana sakit nya ketika di tinggal oleh kedua orang tua.


"Jadi kapan pernikahan itu di adakan?"


"Rencana nya setelah baby triplet sudah lebih besar Mom. Juga setelah Ansel menyelesaikan semua pekerjaan nya yang ada di Belanda"


"Terus tentang KOAS nya Windy bagaimana?"


"Masih di usahakan sama Doni Mom agar Windy pindah ke rumah sakit Abraham"


"Mommy setuju. Jadi pesan Mommy, kamu jaga dia baik baik Tari. Dia sekarang yatim piatu. Mommy tau rasa nya bagaimana menjadi anak yatim piatu. Mommy lihat dia ceria tapi kita tidak tau bagaimana di dalam hati nya. Bisa saja dia masih merasakan sakit nya kehilangan itu. Hibur dia Tari. Dan menikah kan dia dengan El itu adalah ide yang bagus. Kalau bisa besok pun bisa mereka menikah"


"Mom. Kau serius?" tanya Mommy Gantari tak percaya.


"Iya. Mommy mau besok mereka menikah. Tidak ada penolakan. Biar semua nya di urus sama Daddy dan suami mu" ucap tegas GrandMa Cloe yang tidak mau ada nya penolakan.


Ansel yang sedari tadi mendengar apa yang di bicarakan Mommy dan GrandMa nya pun tersenyum senang. Ternyata bukan Mommy dan Daddy nya saja yang setuju tentang rencana nya yang akan menikahi Windy. Tapi GrandMa nya yang terbilang susah dekat dan percaya dengan orang lain pun setuju dengan pilihan nya.


"GrandMa, I Love You." ucap Ansel yang langsung menghambur kepelukan GrandMa nya.


"Love you too boy. Kebahagiaan mu adalah yang utama buat GrandMa. Kalau tidak besok, yang penting dalam minggu ini kalian menikah. GrandMa tidak mau menunggu terlalu lama lagi"


"Siap laksana kan GrandMa. Nanti setelah dari rumah Breena. Kami cari cincin dan baju pengantin kami" ucap Ansel dengan binar bahagia nya.


"Oke kalau gitu El pamit dulu. Bye Mom, Bye GrandMa. Love you" pamit Ansel sambil mencium pipi Mommy Gantari dna GrandMa Cloe bergantian.


Kedua wanita kesayang Ansel itu pun tersenyum bahagia melihat kebahagiaan nya Ansel. Mereka berdua selalu berharap , anak dna cucu nya itu selalu tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2