
Mendapati pertanyaan tersebut Selvi pun bingung untuk menjelas kan nya. Tetapi kalau tidak di jelas kan bisa saja Ibu nya itu akan bertanya terus terusan. Dan bisa saja Ibu nya itu terus terpikir kan dengan hadiah hadiah yang dia dapat kan.
Apa lagi tadi kalau keluarga Juan menggunakan mobil mobil mewah, serat para pelayan yang juga ikut, dan beberapa bodyguard yang terlihat menjaga mereka.
"Nak jawab pertanyaan Ibu. Apa mereka orang kaya? Karena dari pakaian mereka dan mobil mereka saja sudah terlihat kalau mereka dari keluarga kaya"
Huuffttt
Selvi menghembuskan nafasnya pelan. Mau tak mau ia tetap harus menjelaskan kepada Ibu nya.
"Ibu dengar Selvi baik baik iya. Jangan potong omongan Selvi setelah ini" ucap Selvi yang di angguki oleh Ibu nya.
"Abang itu anak angkat dari Martin Anderson dan Aletha Kanaya. Daddy Martin adalah pemilik perusahaan AD Grup dan pemilik rumah sakit Anderson Hospital. Yang sekarang di pegang oleh Brian anak bungsu nya, suami nya Ana yang ngasih Selvi gelang berlian tadi. Mbak Ana pewaris perusahaan Admaja Corporation. Daddy Martin punya anak dua. Yang sulung nama nya Mas Ibra dan istri nya Mbak Wilna yang ngasih sepatu. Mas Ibra yang pegang rumah sakit mereka"
"Kalau yang hamil besar yang mau melahirkan itu, anak dari Doni Abraham dan Ratih. Papa Doni dan Mama Ratih itu seorang dokter. Papa Doni juga pemilik rumah sakit Abraham. Bukan hanya pemilik rumah sakit, tapi Papa Doni juga main saham di beberapa perusahaan besar. Breena nama anak nya, dia juga seorang Dokter. Tapi Breena masih dokter KOAS. Suami nya Breena bernama Dayyan. Dia CEO Pratama.Corp. Suami nya Breena anak Kyai dan pemilik pesantren di Bandung"
"Sedangkan Mommy Rianti adalah istri dari Steven Danuarta. Daddy Steven punya anak dua. Yang sulung bernama Anggi, menikah dengan Dion anak dari teman Selvi ngajar. Daddy Steven pemilik perusahaan DN Grup. Selvi juga baru tau kalau Mommy Rianti itu desainer perhiasan dan pemilik perusahaan perhiasan terkenal itu"
Penjelasan itu membuat Ibu Sisil merasa kecil ketika mengingat bagaimana akrab nya mereka tadi berbincang. Bahkan mereka bercanda tawa tadi. Seketika wajah nya berubah sedih.
"Bu kenapa?" tanya Selvi yang melihat raut wajah Ibu nya yang berubah.
"Ibu hanya sedang berpikir, bagaimana bisa mereka begitu akrab nya ketika berbincang tadi dengan Ibu. Bahkan mereka tidak membahas tentang kekayaan mereka atau yang lain nya. Tidak seperti teman teman arisan Ibu. Baru di belikan mobil sama suami nya aja uda pamer, pada hal mobil nya masih kredit"
Ucapan terakhir Bu Sisil membuat tawa mereka pecah. Bagaimana tidak ucapan Bu Sisil yang awal nya minder malah justru menyindir teman arisan nya.
"Aduuhh Tante kalau ngomong jangan terlalu jujur lah. Kan jadi ketahuan. Hahahhaha" ucap Nindi yang tak bisa menahan tawa nya.
Wanita yang bekerja sebagai pramugari itu tertawa pecah. Sama dengan yang lain nya. Tawa mereka pecah mendengar ucapan Bu Sisil.
__ADS_1
"Iya gitu lah Bu. Mereka memang merendah. Tidak suka mengumbar kekayaan mereka. Pada hal kalau mereka mau iya, tiap hari bisa berbelanja di Mall atau belanja keluar negeri. Orang mereka punya Jet Pribadi. Kecuali Papa Doni. Mereka cuma punya Helikopter, tapi mereka juga punya pilot pribadi juga"
"Bagaimana pun kaya nya mereka. Yang pasti Ibu bahagia, anak Ibu di terima dengan baik oleh mereka. Nanti kalau sudah menikah dengan Juan, kamu baik baik iya nak. Anggap mereka seperti keluarga mu sendiri, walau pun nanti nya kamu hanya sebagai orang luar di keluarga mereka. Karena seperti yang kita ketahui kalau Juan adalah anak angkat mereka. Tapi Ibu yakin kalau mereka tidak akan membeda bedakan kamu dengan para menantu nya" nasehat Bu Sisil yang di balas anggukan oleh Selvi.
"Kalau bisa kamu juga nanti yang masak untuk suami mu nak" ucap Bu Sisil tiba tiba.
"Eemmm mungkin kalau itu akan susah Bu. Karena di mansion Anderson memiliki koki khusus yang memasak menu makanan mereka. Setiap gizi yang mereka makan itu sudah di timbang bu berapa jumblah gizi dan kalori nya"
"Horang kaya memang beda iya" ucap Bu Sisil tiba tiba yang lagi lagi membuat mereka tertawa.
...----------------...
Di sebuah Bandara terlihat seorang pria tengah berlari bersama asisten nya menuju ke get keberangkatan. Tadi ia harus bertemu dengan client nya terlebih dahulu.
Di pintu masuk keberangkatan terlihat GrandMa dan GrandFa nya sudah menunggu kedatangan nya dan asisten nya itu.
"Maaf GrandMa. Tadi Ansel bertemu dengan Client dulu" ucap Ansel lembut.
"Iya sudah Ayo kita masuk. Pesawat nya sudah mau berangkat."
Keempat orang itu pun segera memasuki pesawat. Mereka duduk di kursi bisnis. Setelah seluruh penumpang nya sudah masuk. Pesawat mereka pun langsung melakukan take off.
Selama berada di atas langit, Ansel selalu melihat kearah luar jendela. Pikiran nya melayang pada seorang wanita yang sebenarnya masih sangat di cintai nya itu.
"apa kabarmu Windy? Apa kamu bahagia bersama dengan pilihan orang tua mu? Aku harap kamu selalu bahagia walau pun tak bersama ku. Semoga nanti kita tak bertemu ketika disana. Bukan aku membencimu tapi aku masih berusaha untuk melupakan mu dan menyembuhkan luka ini" ucap nya dalam hati.
Setelah itu Ansel nya memilih beristirahat, untuk menyegarkan pikiran nya.
...****************...
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan selama 14 jam nonstop tanpa transit terlebih dahulu. Akhir nya Ansel menginjak kan lagi kaki nya di Indonesia.
Terlihat senyum kebahagiaan nya. Karena akan bertemu dengan Mommy dan Daddy nya. Serta kedua keponakan kembarnya.
Ya, Ansel belum mengetahui kalau anak Breena adalah Triplet alias kembar tiga.
Tak berbeda jauh dengan Bagaskara Putra. GrandFa nya itu pun terlihat sangat bahagia. Setelah puluhan tahun tak menginjak kan kaki nya di Indonesia. Hari ini ia kembali. Kembali ke tanah kelahiran nya.
Senyum bahagia tak lepas dari bibir nya. Ia berjalan sambil menggandeng tangan istri tercinta nya. Istri Bule nya yang asli keturunan Belanda.
Di pintu kedatangan terlihat Mommy Gantari dan Daddy Calvin sudah menunggu kedatangan anak nya. Mereka hanya berpikir kalau hanya anak nya lah yang kembali.
Ketika Ansel keluar dari pintu kedatangan bersama dengan Reihan, senyum manis Mommy Gantari pun tercetak jelas. Tetapi ketika melihat Ibu serta Ayah mertua nya juga berjalan di belakang anak nya. Mommy Gantari langsung berlari menghampiri Ibu mertua nya.
Ansel yang merasa Mommy nya berlari karena ingin memeluk nya pun segera merentangkan kedua tangan nya dan tersenyum bahagia. Namun senyum nya hilang ketika Mommy nya justru memeluk GrandMa nya.
"Mommy" lirih Mommy Gantari dengan suara bergetar.
Ia menangis bahagia. Ibu mertua nya mau menginjakkan lagi kaki nya ke negara suami nya. Ia begitu merindukan Ibu mertua nya itu.
"Apa kabar Mom? Kenapa tidak bilang kalau mau ikut kesini juga?" tanya Mommy Gantari ketika ia melepas pelukan nya.
"Kejutan sayang. Mommy begitu merindukan mu. Mommy juga merindukan princess Mommy. Mommy dengar kalau dia sudah melahirkan" ucap GrandMa Cloe sambil menghapus air mata menantu kesayangan nya.
"Iya dia sudah melahirkan bayi bayi yang lucu. Ayo Mom kita ke rumah dulu. Mommy sama Daddy istirahat dulu pasti Mommy capek anis perjalanan jauh. Baru nanti kita ke rumah sakit" ucap Mommy Gantari.
Setelah melepas pelukan nya Mommy Gantari pun ingin memeluk Ayah mertua nya. Namun ucapan seseorang menghentikan aksi nya.
"Apa Mommy tak merindukan aku?"
__ADS_1