
Kayla dan Raffa beranjak dari tempat tidur, mereka melangkah menuju kamar mandi, sampai di depan pintu kamar mandi, Kayla menghentikan langkahnya.
Raffa menautkan kedua alisnya bingung.
"Ada apa?" tanya Raffa heran.
"Bang Raffa tunggu di sini saja," ujar Kayla pada sang suami yang hendak ikut masuk ke dalam kamar mandi bersama sang istri.
"Lho, aku kan suamimu," protes Raffa.
"Walaupun, aku kan malu," lirih Kayla tersipu.
"Kenapa harus malu? Aku sudah melihat semuanya," bisik Raffa di telinga Kayla menggoda sang istri.
"Ish, kamu," gerutu Kayla.
Kayla pun masuk ke dalam kamar mandi lalu menutup pintunya, membiarkan Raffa berdiri mematung menunggunya.
Kayla melakukan petunjuk yang tertera di kemasan alat tes tersebut.
Setelah menunggu lima menit Kayla dapat melihat hasil tes tersebut.
Kayla membulatkan matanya tak percaya, di sana terlihat garis dua berwarna merah.
"Alhamdulillah," lirihnya.
Tok tok tok.
Raffa yang sedari tadi tak sabar menunggu hasilnya mengetuk pintu kamar mandi.
"Sayang, kenapa lama sekali? Sudah belum?" tanya Raffa sambil berteriak dari luar kamar mandi.
"Sebentar," seru Kayla
Kayla pun membukakan pintu kamar mandi dan menyodorkan hasil tes yang dilakukannya.
Raffa melihat dengan seksama hasil tes yang sudah dilakukan oleh istrinya.
"Ini artinya,--" Raffa menatap dalam pada istrinya.
Kayla mengangguk malu.
"Kamu positif hamil, Sayang?" lirih Raffa memastikan.
Kayla kembali mengangguk lalu dia memeluk sang suami.
"Alhamdulillah, sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah. Kita akan menjadi orang tua, Sayang," ujar Raffa bahagia.
Raffa dan Kayla pun langsung melangkah sujud syukur atas nikmat yang telah mereka dapatkan.
"Mulai hari ini, aku akan menjagamu dengan baik. Aku akan menjadi suami siaga untukmu," Janji Raffa pada istrinya.
"Ya sudah, kamu mandi duluan. Kita masih sempat shalat tahajud," lirih Raffa pada istrinya.
Kayla mengangguk, lalu dia kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak berselang lama, Kayla keluar dari kamar mandi, setelah itu Raffa pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Mereka bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah sunat menjelang waktu subuh masuk.
Berkali-kali sepasang suami istri itu terus mengucapkan syukur atas kehadiran buah hati mereka yang ada di rahim Kayla.
"Sayang, aku lapar," lirih Kayla pada suaminya setelah mereka menyelesaikan ibadah shalat subuh.
"Ya udah kita turun ke bawah, yuk. Aku akan buatkan sarapan buat kamu," ujar Raffa dengan percaya diri.
"Memangnya kamu bisa masak, Bang?" tanya Kayla penasaran.
"Bisa, dong," jawab Raffa.
"Ya udah, yuk!" ajak Kayla.
Kayla membuka mukena yang dipakainya, dan menggantinya dengan hijab.
Mereka pun keluar dari kamar, dan melangkah menuruni anak tangga.
__ADS_1
"Pelan-pelan, kamu harus hati-hati." Raffa menunjukkan sikap perhatiannya pada sang istri.
"Iya, Sayang. Aku tahu," ujar Kayla.
"Nanti aku akan bilang mama, untuk memindahkan kamar kita di lantai 1. Aku takut kamu kecapekan naik turun tangga," ujar Raffa penuh perhatian.
"Enggak perlu, Sayang. Lagian kita di sini cuma waktu libur aja, kok," bantah Kayla
Kayla tidak mau merepotkan mertuanya hanya karena dirinya sedang hamil.
"Perlu, mana tahu tahun ini kamu cuti kuliah dulu," ujar Raffa.
"Tidak perlu cuti kuliahnya sampai satu tahun, Bang. Satu semester saja mungkin cukup," bantah Kayla.
Kayla tidak mau kuliahnya terganggu karena kondisinya yang kini tengah hamil.
Kayla juga tidak mau bermanja-manja hanya dengan alasan dia tengah mengandung.
"Iya, Sayang. Nanti kita bahas masalah ini," ujar Raffa.
Tak terasa mereka pun sampai di dapur.
"Eh, ada hantu datang hantu," seru Bi Sari yang kaget melihat kedatangan Kayla dan Raffa yang tiba-tiba masuk ke dapur.
"Ya ampun, Tuan, Nona. Bikin kaget Bibi saja," seru Bi Sari.
"Maaf ya, Bi. Kayla mau makan, katanya lapar," ujar Raffa pada wanita paruh baya yang sejak kecil sudah menjadi pelayan di rumahnya.
"Hah? Lapar, Non?" BI Sari mulai panik.
"Kenapa, Bi?" tanya Raffa.
"Bibi belum masak apa pun, Tuan," ujar Bi Sari merasa bersalah.
"Enggak apa-apa, Bi. Aku mau bikin sandwich aja buat Kayla," ujar Raffa.
"Jangan, Tuan. Biar Bibi saja yang bikin, Nona dan Tuan duduk di sini dulu, ya," ujar Bi Sari.
Wanita paruh baya itu langsung memasakkan 2 buah sandwich untuk Kayla dan Raffa.
Sambil menunggu sandwichnya masak, Raffa membuatkan secangkir teh buat Kayla untuk mengganjal rasa laparnya.
"Raffa, Kayla? Kalian ngapain di sini?" tanya Arumi yang baru saja masuk dapur.
"Biasa, Ma. Kayla kelaparan," jawab Raffa santai.
"Kalian sudah coba alat tes kemarin?" tanya Arumi penasaran.
"Udah, Ma." Raffa mengangguk dengan senyuman bahagia terpancar di wajahnya.
"Lalu bagaimana hasilnya?" tanya Arumi tak sabar ingin mengetahuinya.
"Mamaku yang cantik ini positif akan menjadi Oma," jawab Raffa sumringah.
"Alhamdulillah," seru Arumi bahagia.
Arumi langsung memeluk menantu kesayangannya.
"Selamat ya, Sayang. Kamu akan menjadi seorang ibu," ujar Arumi ikut bahagia.
"Mama harus kasih tahu kabar bahagia ini sama papa," seru Arumi bahagia.
Arumi pun langsung melangkah keluar dari ruang makan, dia kembali menuju kamarnya untuk memberitahu suaminya kabar gembira yang baru saja didapatnya dari anak dan menantunya.
"Sayang, hari ini kita dapat kabar gembira dari Kayla dan Raffa." Arumi langsung berbicara saat dia baru saja masuk ke dalam kamar.
"Kabar apa, Sayang?" Surya heran melihat istrinya sumringah dan bahagia di pagi hari ini.
Surya yang sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantor mulai penasaran.
"Sebentar lagi kita akan. jadi Opa dan Oma," ujar Arumi dengan wajah yang berbinar.
Surya masih belum mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh istrinya.
"Maksud kamu?" tanya Surya.
__ADS_1
Arumi mendekati sang suami, lalu merapikan dasi Surya.
"Menantu kesayangan mama sekarang sedang hamil," jelas Arumi.
"Benarkah?" Surya ikut bahagia.
"Iya, Sayang," jawab Arumi.
"Alhamdulillah," sahut Surya ikut bahagia.
Setelah itu mereka pun ikut bergabung dengan Kayla dan Raffa yang masih berada di ruang makan.
"Raffa, Kayla, selamat ya, Nak," ucap Surya saat dia sudah berada di ruang makan.
"Semoga, kali ini calon bayi kalian tumbuh dengan sehat hingga lahiran," ucap Surya lagi.
" Terima kasih, Pa," ucap Raffa dan Kayla serentak.
"Apa, kakak kamu hamil?" tanya Rayna saat dia baru memasuki ruang makan.
Semua mata beralih ke arah Rayna. Kayla mengangguk menjawab pertanyaan dari sang adik.
"Alhamdulillah," ucap Rayna ikut bahagia.
Pagi ini mereka menikmati sarapan pagi dengan suasana yang penuh suka cita.
Setelah sarapan, Surya berangkat ke kantor. Sementara itu Raffa langsung membawa Kayla ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi sang istri saat ini.
Di rumah sakit, dokter melakukan USG terhadap Kayla.
Di sana dokter melihat janin yang ada di dalam rahim Kayla.
Sang Dokter melototkan bola matanya saat melihat layar monitor.
"Ada apa, Dok?" tanya Raffa khawatir.
bersambung . . .
.
.
.
.
hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπππ
tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa
- like
- komentar
- hadiah
dan
-vote
terima kasih atas dukungannya πππ
Hai...hai Readers...
Di sini author akan memberi tahukan hadiah dari event yang akan Author adakan...
Juara 1 \=>> Pulsa 50 rb
Juara 2\=>> Pulsa 25 rb
Juara 3\=>> Pulsa 10 rb
Syarat pemenang sudah Author jelaskan di pengumuman sebelumnya.πππ
Yang belum paham langsung gabung di GC GHINS LOVER πππ
__ADS_1