Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 147


__ADS_3

Mereka tak percaya mendengar apa yang diminta oleh Kayla.


“kak, itu tidak mungkin,” bantah Rayna tak setuju degan permintaan sang kakak.


“Kenapa, Dek. Alita itu adik kandung kakak, kamu bisa tinggal di sini kenapa Alita adik kandungku tidak bisa tinggal di sini?” tanya Kayla.


Rayna terdiam, dia menatap Satya. Hatinya terluka saat mendnegar ucapan sang kakak. Sedangkan Kayla tak menyadari perkataannya barusan membuat hati Rayna terluka.


Mata Rayna mulai berkaca-kaca, dia masih berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi pipinya.


Raffa melihat ekspresi Rayna yag bersedih ulah perkataan istrinya. Raffa menghela napasnya panjang. Dia pun menatap istrinya.


“Sayang, tolong jangan bahas ini dulu. Kita harus memikirkan baik dan buruknya keberadaan Alita di rumah ini,” ujar Raffa tegas.


“Apa yang harus dipikirkan, Bang. Kalau dia tinggal di sini, dia bisa satu kamar dengan Fitri, atau kita mungkin bisa tambah satu kamar lagi di rumah ini?” bantah Kayla.


“Maaf, Sayang. Aku sedang tidak ingin membahas masalah ini,” ujar Raffa.


Raffa pun berdiri, dia melangkah keluar dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.


Rayna dan Satya pun berdiri, mereka pun bersiap untuk berangkat ke kampus, begitu juga dengan Fitri.


Kayla yang merasa di cuekin, ikut berdiri. Dia melangkah keluar, di sana dia melihat Raffa duduk di kursi teras rumah tengah menunggu istrinya.


“Bro, kami duluan,” ujar Satya sebelum melajukan mobil miliknya.


Raffa tersenyum dan mengangguk.


Kayla berdiri di samping sang suami, Raffa menoleh ke sebelahnya.


“Yuk, berangkat!” ajak Raffa pada Kayla.


Raffa berdiri, lalu dia membukakan pintu mobil pada istrinya, Kayla masih cemberut tapi dia masih mengikuti apa yang dikatakan oleh Raffa. Setelah itu Raffa pun masuk ke dalam mobil melalui pintu kemudi. Seperti biasa Raffa akan memasangkan sabuk pengaman di tubuh istrinya sebelum melajukan mobil miliknya. Hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi Raffa untuk menjaga keselamatan sang istri. Berkali-kali Raffa mengingatkan Kayla untuk selalu memasang sabuk pengaman, tap istrinya memang sangat ceroboh.


Raffa melajukan mobilnya meninggalkan rumah menuju kampus. Mobil Raffa berhenti tepat di depan Fakultas Syari’ah. Sebelum Kayla turun dari mobil suaminya, Raffa menggenggam erat tangan sang istri. Dia menatap dalam pada wajah wanita yang sangat dicintainya itu.


“Sayang, tolong mengertilah. Bukan aku tak mengizinkan Alita tinggal bersama kita, tapi kamu harus ingat siapa Alita sebelum kamu tahu bahwa dia adalah adik kandungmu,” ujar Raffa berharap Kayla mengerti apa yang dikhawatirkannya.

__ADS_1


“Bang, aku yain Alita sudah berubah. Dia tidak mungkin merusah hubungan rumah tangga kita, dia tidak mungkin menyakiti aku sebagai kakak kandungnya,” bantah Kayla.


“Ya udah, sekarang jangan pikirkan maslah ini dulu, kamu harus fokus dengan kuliahmu. Kamu sudah terlalu banyak ketinggalan pelajaran,” ujar Raffa sebelum membiarkan Kaylakeluar dari mobil.


“Baiklah,” lirih Kayla.


“Aku tidak mau, kuliahmu terganggu hanya karena masalah nanti kita bahas lagi di rumah, oke?” ujar Raffa.


Kayla mengangguk, dia pun meraih tangan suaminya lalu menciumi punggung tangan sang suami. Seperti Raffa mengecup lembut puncak kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.


Kayla turun dari mobil, seketika ketiga sahabatnya datang menghampiri Kayla, penampilan Kayla terlihat lebih berisi dan padat, perutnya yang mulai membesar sekilas dapat terlihat mwskipun Kayla sudah memakaigamis yang besar dan hijab yang lebar.


“Kayla!” teriak ketiga sahabat Kayla yang datang langsung memeluknya.


“Kangen tau,” seru Gita penuh semangat.


“Aku juga kangen sama kalian,” ujar Kayla.


“Bagaimana keadaan kamu sekarang?” tanya Dian.


Ketiga sahabat Kayla sudah mengetahui semua yang terjadi pada dirinya. Kayla menceritakan semuanya di grup chat mereka sehingga taka da satu pun rahasia yang tersimpan tentang dirinya dari sang sahabat.


“Kami ikut senang, kamu sudah menemukan jati dirimu, Kay,” ujar Dian.


“Makasih, kalian memang sahabta terbaikku,” ujar Kayla.


“Kak!” Terdengar seseorang memanggil Kayla dengan sebutan kakak.


Empat wanita yang hendak melangkah menuju kelas langsung menghentikan langkahnya. Mereka membalikkan tubuh mereka dan melihat Alita berdiri tak jauh dari posisi mereka.


Alita melangkah menghampiri keempat wanita itu, dia mengabaikan tatapan tidak suka dari ketiga sahabat kakaknya.


“Ada apa, Al?” tanya Kaylapada Alita.


“Bagaimana, Kak? Apakah kakaksudah menanyakan permintaanku kemarin pada Bang Raffa?” tanya Alita mendesak Kayla.


“Mhm, sudah. Bang Raffa saat ini tengah memikirkan yang terbaik, jadi kalau dia sudah mengambil keputusan, kakak akan langsung memberitahukannya padamu,” jawab Kayla merasa bersalah pada adikya.

__ADS_1


“Kak, aku jadi iri dengan Rayna, yang jelas-jelas tidak ada ikatan darah apa pun di antara kalian. Diabisa tinggal bersama kakak, sementara itu aku tinggal seorang diri,” ujar Alita memasang wajah sendu.


“Kenapa kamu bilang seperrti itu, Dek?” tanya Kayla merasa sedih mendengar ucapan Alita.


“Tapi benar kan, Kak? Rayna itu sudah jelas bukan saudara kita, Kak,” jawab Alita.


“Tapi, Dek. Rayna adalah adik aku sejak aku bertemu dengan ayah Bram, jika saat itu ayah Bram tidak membawaku, aku tidak tahu harus bagaimana, setidaknya Rayna sudah aku anggap seperti adikku sendiri,” jelas Kayla.


“Itu artinya kamu lebih sayang sama dia dari pada aku, adik kandungmu sendiri,” bantah Alita.


Kayla menghela napas panjang, saat ini dia benar-benar bingung harus berbuat apa. Dia tidak ingin menyakiti Alita.


“Aku tidak mau tahu, Kak. Jika kakak tidak mengizinkan aku tinggal bersama kakak, itu artinya kakak bukanlah kakak kandungku,” ancam Alita.


Alita pun merajuk, dia meninggalkan Kayla dalam keadaan bingung.


Ketiga sahabat Kayla yang mendengar pembicaraan kakak dan adik itu pun megelus lembut punggung Kayla.


“Kay, kamu sabar, ya. Aggap saja ini cobaan buat kamu,” ujar Dian menghibur sahabtanya.


“Kenapa dia ngotot ingin satu rumah dengan kamu, Kay?” tanya Gita penasaran.


“Jangan-jangan dia ingin mendekati Raffa, Kay. Kamu harus hati-hati,” ujar Lisa mengingatkan sahabatnya.


Kayla menatap Lisa, dia terlihat tidak suka dengan ucapan Lisa.


“Maafin aku, Kay. Kalau salah ngomong, tapi sebagai sahabatmu. Aku hanya ingin kamu berhati-hati menghadapi sikap adikmu,” ujar Lisa merasa tidak enak hati.


“Udah, yuk kita ke kelas dulu. Bentar lagi dosen masuk, nanti kita telat,” ujar Dian menengahi.


Dian sengaja mengajak sahabatnya untuk ke kelas agar tidak terjadi kesalah pahaman antara Kayla dan Lisa.


Akhirya keempat wanita itu melanjutkan langkah mereka menuju kelas, sedangkan Alita sudah pergi jauh meninggalkan posisi Kayla tadi.


“Bagaimana pun caranya, aku harus bisa tinggal satu atap dengan mereka,” lirih Alita dengan seyuman liciknya.


“Aku takkan membiarkanmu merusak hubungan rumah tangga mereka,” lirih seseorang yang melihat perdebatan di antara Kayla dan Alita tadi.

__ADS_1


__ADS_2