Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 90


__ADS_3

"Kau?" bentak Jordy mengingat samar-samar pria yang berada dihadapannya saat ini.


"Apa kau mengingatku?" tanya Satya datar dengan tatapan yang tajam pada anak muda yang masih berusia 18 tahun itu.


"Cih, kau pria yang sudah,--" Jordy belum menyelesaikan ucapannya.


"Diam kau!" bentak Satya.


"Aku yang memberi umpan, kau yang memakannya," ejek Jordy menghina Satya.


Satya sadar dengan apa yang dimaksud Jordy saat ini.


"Sekarang di mana kau sembunyikan wanita ja*lang itu?" tanya Jordy tidak sopan pada Satya.


"Kau tidak perlu banyak bicara, atau aku pastikan kau dikeluarkan dari sekolah ini," ancam Satya pada Jordy dengan emosi yang dipendamnya.


Jordy terdiam, dia tak mengerti dnegan apa yang diucapkan oleh Satya.


Satya pun melangkah meninggalkan Jordy yang masih bingung.


Satya kembali melanjutkan langkahnya menuju kantin sekolah, yang mana di sana Fitri mata-mata yang disuruh Satya.


"Hai, Bang. Apa kabar?" sambut Fitri saat melihat sosok Satya.


Fitri merupakan salah satu karyawan di cafe yang dikelola Satya dan Raffa. Dia sengaja menyuruh Fitri untuk mencari informasi tentang Sandra dan Jordy karena Fitri merupakan anak yang cerdas.


"Baik," ujar Satya lalu dia pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Fitri.


"Bang Satya mau pesan apa?" tanya Fitri pada Satya.


"Tidak usah, aku hanya sebentar. Katakan!" pinta Satya.


"Malam itu, Sandra sengaja memasukkan obat perangsang di minuman Rayna, dan dia meminta Jordy untuk mengantarkan Rayna pulang,agar dia bisa melakukan niat busuknya pada Rayna," jelas Fitri.


"Lalu?" Satya tidak sabar untuk mengetahui informasi yang lain.


"Jordy menyimpan video Rayna yang tengah mencum*bu dirinya saat dia tak sadarkan diri di dalam mobil. Jordy menggunakan video itu untuk mengancam Rayna agar Rayna melakukan apa yang diinginkannya, tapi usahanya sia-sia karena Rayna tak kunjung lagi datang ke sekolah."Fitri menjelaskan informasi yang didapatnya.


Satya mengangguk paha dengan apa yang dikatakan oleh Fitri.


"Kamu tahu di mana Jordy menyimpan video itu?" tanya Satya.


Fitri mengangguk.


"Bisakah kamu pastikan dapat mengambil video itu dan berikan padaku," perintah Satya pada Fitri.


Fitri mengangguk paham.


"Kerjakan tugasmu dengan cermat dan teliti." Satya memerintahkan dengan tegas.


"Siap, Bang," sahut Fitri.


"Ya sudah, aku pergi. Langsung kabari aku jika tugasmu sudah selesai!" ujar Satya pada.


Fitri mengangguk, Satya pun berdiri dan melangkah meninggalkan Fitri.


Satya langsung pulang ke rumah setelah semua urusannya selesai.


****


"Sayang, besok kamu akan memulai homeschooling," ujar Satya pada Rayna saat Satya sudah berada di kamar Rayna.


"Iya, Bang." Rayna mengangguk paham dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.


"Karena besok kamu mulai belajar, hari ini aku akan membawamu jalan-jalan. Kamu mau?" tanya Satya pada istrinya.


Mata Rayna berbinar bahagia.

__ADS_1


"Benarkah? Mas Satya mau bawa aku ke mana?" tanya Rayna pada suaminya.


"Bersiaplah! Nanti kamu akan tahu kita akan ke mana," ujar Satya sambil mengacak rambut Rayna.


"Siap, Bos!" sahut Rayna memasang gaya hormat.


Satya tersenyum melihat istrinya yang masih bersikap seperti anak kecil.


Rayna pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap-siap untuk pergi bersama pria yang kini sudah menjadi suaminya.


"Bu, aku mau minta izin bawa Rayna keluar sebentar sekadar mengajaknya refreshing," ujar Satya meminta izin pada Rita sebelum berangkat.


"Iya, Nak. Hati-hati di jalan, Ibu berterima kasih sama kamu sudah mengerti dan menjaga Rayna. Kamu benar-benar pria terbaik untuk putri ibu," ujar Rita.


Rita bersyukur mendapatkan menantu seperti Satya, walaupun masih ada rasa iri pada Kayla yang mendapat suami seperti Raffa.


Namun, dia tetap bahagia melihat Rayna bahagia bersama Satya.


"Yuk, kita berangkat!" ajak Satya pada Rayna.


Satya meraih tangan Rayna lalu menggandengnya keluar dari rumah.


"Silakan," ujar Satya sambil membungkukkan tubuhnya melayani Rayna bagaikan seorang ratu.


Rayna menautkan kedua alisnya heran dengan sikap sang suami.


"Kenapa liatin aku seperti itu?" tanya Satya ikut heran.


"Aneh," lirih Rayna.


Satya bingung mendengar ucapan Rayna, tapi dia mengabaikannya lalu melangkah mengitari mobil dan masuk ke dalam mobil melalui pintu kemudi.


"Sayang, biasakan sebelum kita berangkat untuk menggunakan sabuk pengaman," nasehat Satya lalu dia meraih sabuk pengaman dan memasangkannya di tubuh sang istri.


Rayna hanya diam, dia terpesona pada ketampanan wajah sang suami yang kini berada tepat di depan wajahnya.


Jantungnya berdebar saat merasakan hembusan napas segar yang keluar dari mulut pria tampan yang sangat memukau mata setiap kaum hawa.


"Jangan lihatin aku seperti itu," keluh Satya setelah mengecup lembut bibir Rayna.


"Ih, kamu, mmhpp--" Rayna menghentikan ucapannya saat bibir Satya membungkam mulutnya.


"Sekali lagi kamu protes aku akan menghukummu," ancam Satya.


"Kamu menyebalkan," gerutu Rayna.


Satya hanya terkekeh melihat Rayna kesal.


"Yuk, berangkat!" ujar Satya seolah tidak terjadi apa-apa dengan mereka barusan.


Satya mulai melajukan mobil meninggalkan kediaman keluarga Bramantyo.


Satya fokus mengendarai mobilnya, sedangkan Rayna hanya diam memandangi keramaian kota Bandung dari balik jendela.


"Alhamdulillah, Rayna sudah mulai stabil, dia tidak mengamuk saat aku menyentuhnya," gumam Satya dalam hati sambil melirik ke arah Rayna.


Dia bersyukur, sikap Rayna sudah kembali seperti awal dia berjumpa dengan gadis itu.


"Kita makan siang dulu, ya," ujar Satya mengajak Rayna mengobrol.


"Boleh, tapi mau makan di mana?" tanya Rayna.


"Kamu tenang saja, aku akan mengajak kamu ke cafe terbaik di kota ini," jawab Satya.


"Mhm, cafe apa yang terbaik di kota ini?" Rayna bertanya dengan polos.


Dia memang tidak tahu tentang perkafean di kota Bandung karena dia memang tergolong anak rumahan dan jarang ke luar kecuali saat bersama Kayla, itu pun yang mereka tahu hanya mall.

__ADS_1


Tak berapa lama menempuh perjalanan, Satya mulai memarkirkan mobilnya di depan sebuah kafe yang di depa kafe tersebut tertulis 'SatRa's cafe'.


Sebuah kafe yang di desain seunik mungkin yang menyediakan tempat duduk VVIP dan lesehan


Sehingga pengunjung bebas memilih tempat duduk mana yang mereka sukai.


"Wow, kafe ini keren juga," celetuk Rayna memuji desain dan penataan ruangan kafe yang sangat nyaman.


"Yuk, masuk!" Satya mengabaikan pujian yang dilontarkan oleh Rayna.


"Selamat siang, Tuan," sapa salah satu pelayan di kafe itu.


"Siang," ucap Satya santai.


"Saya mau makan dengan istri saya," ujar Satya pada dua pelayan yang tadi menghampiri sepasang suami istri itu.


"Baik, Tuan," ujar sang pelayan.


Satya mengajak Rayna duduk di meja VVIP yang terkesan lebih privasi.


"Mau pesan apa, Sayang," tanya Satya pada istrinya sambil menyodorkan list menu yang tersedia di atas meja.


"Mhm, menunya lezat semua,"p ujar Rayna kagum saat melihat list menu.


"Kamu mau pesan semuanya?" tanya Satya pada istrinya.


"Ya enggaklah, nanti nggak habis mubazir," jawab Rayna mengerucutkan bibirnya manja.


"Aku mau pesan makanan spesial yang ada di sini," ujar Rayna.


"Sediakan makanan spesial yang ada di sini, sediakan beberapa menu dengan porsi mini agar istri saya dapat merasakan semua makanan yang lezat di kafe ini," perintah Satya pada pelayan yang sedari tadi mengikuti langkah mereka.


"Baik, Tuan." Si pelayan pun meninggalkan pasangan suami istri itu lalu menyediakan pesanan yang diminta oleh Satya.


"Pelayan di sini ramah sekali." Lagi-lagi Rayna melontarkan pujian pada kafe yang dikunjunginya saat ini.


Satya hanya tersenyum mendengar pujian dari sang istri


"Sayang, aku tinggal sebentar, ya." Satya minta izin pada istrinya untuk pergi sebentar.


"Jangan lama-lama," ujar Rayna.


Baru saja Satya menghilang dari pandangan Rayna, seorang pria datang menghampiri Rayna.


"Kau!" Suara Rayna tercekat karena kaget.


bersambung . . .


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan

__ADS_1


-vote


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2