Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 275


__ADS_3

Kepergian Reza setelah meminta maaf padanya membuat Lisa semakin sedih dan sangat kecewa.


"Tuhan, Apakah ini petunjuk dari-Mu?" lirih Lisa semakin yakin bahwa dia dan Reza tidak berjodoh.


Mungkin saja pria lumpuh itu akan menjadi pendamping hidup terbaik dalam hidup Lisa nantinya.


Lisa pun masuk ke dalam rumah dengan hati yang tak menentu.


"Kamu yakin kan, Dek, dengan keputusan kamu?" tanya Merry setelah dia sampai di rumah kakaknya.


"Iya, aku serahkan semuanya sama kakak," ujar Reza menjawab pertanyaan kakaknya.


"Ya udah, kalau begitu. Kakak sama Abangmu akan menyiapkan semuanya," ujar Merry pada sang adik.


Dua minggu kemudian, acara pernikahan Lisa dan pria lumpuh itu akan diadakan di rumah sederhana milik orang tua Lisa di desa.


Pada acara pernikahan Lisa ini, Raffa dan Kayla berangkat ke Yogyakarta pagi-pagi sekali, mereka meninggalkan 3R di rumah bersama Arumi dan Mak Ijah.


Begitu juga dengan Agung dan Dian mereka sama-sama berangkat dengan Raffa dan Kayla.


Gita dan Nick juga berangkat dari Bandung menuju Yogyakarta pagi sekali.


Semua teman-teman Lisa sampai di rumah Lisa sebelum acara akad nikah dilaksanakan.


Para pria menunggu kedatangan mempelai pria di ruang tamu, sementara itu para wanita langsung masuk ke dalam kamar Lisa.


Lisa kini sedang di makeover oleh MUA terkenal di kampungnya.


"Lisa, kami datang," seru Gita saat mereka masuk ke dalam kamar Lisa.


Lisa menoleh ke arah teman-temannya, dia tersenyum sejenak lalu mempersilahkan teman-temannya untuk masuk ke dalam kamar sederhana miliknya.


"Sini duduk." Lisa mempersilahkan teman-temannya duduk di atas tempat tidur yang ada di kamar tersebut.


ketiga wanita itu langsung melangkah masuk dan duduk di atas tempat tidur sambil melihat Lisa yang sedang di make over oleh MUA.


"Lis, kamu yakin mau nikah dengan pria lumpuh itu?" tanya Gita khawatir dengan pilihan yang sudah diputuskan oleh sahabatnya.


Lisa terdiam sejenak mendengar pertanyaan dari sahabatnya.


"Aku memilih pria itu dengan cara shalat istikharah, aku yakin pria itu adalah jodoh terbaik untukku," jawab Lisa.

__ADS_1


"Lalu kamu tidak ingin memperjuangkan cintamu dengan Reza?" tanya Gita pada sahabatnya.


Gita memang kecewa dengan keputusan sahabatnya, karena setahu dia saat ini dia masih bisa berjuang untuk meraih cinta pertamanya.


"Git, semua takdir sudah aku serahkan kepada Tuhan, dan kini aku hanya ingin menjalani apa yang sudah ditunjuki oleh-Nya," lirih Lisa yakin dengan keputusannya.


"Lis, masih ada waktu jika kamu ingin menolak pernikahan ini," ujar Gita memaksa Lisa untuk berpikir ulang.


"Tidak, Lis. Aku ikhlas dengan takdirku kali ini," ujar Lisa teguh.


Tak berapa lama sang MUA sudah menyelesaikan pekerjaannya, dia keluar dari kamar Lisa.


Lisa dan teman-temannya pun mulai asik mengambil foto untuk mengabadikan kenangan bagi sahabatnya.


Saat mereka masih asik berselfie ria, dari luar terdengar suara kedatangan mempelai pria.


"Eh, mempelai pria nya sudah datang, aku penasaran dengan calon Lisa," ujar Dian.


Dian dan Gita bersiap hendak keluar dari kamar Lisa.


"Eh, kita tunggu di sini saja. Di sini akad nikahnya hanya dilakukan oleh mempelai pria," ujar Kayla menghalangi langkah kedua sahabatnya.


Menurut tradisi di desa Lisa, saat akad nikah hanya dihadiri oleh mempelai pria dan mempelai wanita menunggu di kamarnya.


Mereka melihat seorang pria yang duduk di atas sebuah kursi roda didampingi oleh kedua orang tuanya serta keluarganya yang lain.


"Aduh, enggak jelas." Gita dengan susah payah ingin melihat wajah sang mempelai pria.


Dia penasaran dengan wajah calon suami sahabatnya itu.


"Iya nih, ketutupan sama ayahnya ih," gerutu Dian kesal karena tidak berhasil melihat wajah sang mempelai pria.


"Kalau lihat postur tubuhnya, kayaknya mempelai pria itu ganteng deh," terka Kayla.


Iringan mempelai pria sudah masuk ke dalam rumah dan kini duduk di ruang tamu yang sudah disulap menjadi tempat akad nikah yang akan segera berlangsung.


Semua pria ikut masuk ke dalam rumah untuk menyaksikan acara akad nikah yang akan dilaksanakan.


"Lis, kamu enggak penasaran dengan calon suamimu?" tanya Gita heran melihat sikap sahabatnya yang terlihat cuek.


"Aku sudah serahkan semuanya pada Tuhan, jadi aku tidak akan mengingkari apapun kehendak yang sudah diputuskannya," ujar Lisa membuat ketiga sahabatnya terpana dengan keteguhan hatinya.

__ADS_1


"Sudahlah, Git. Mungkin Lisa sudah mengambil hikmah dengan apa yang sudah terjadi pada dirinya dan Reza beberapa tahun yang lalu. Tidak semua orang yang kita cintai menjadi jodoh kita, dan saat ini kita hanya bisa berdo'a supaya Rumah tangga Lisa menjadi ladang ibadah buat nya," nasehat Kayla pada Gita yang seolah ingin memaksakan Lisa memperjuangkan cintanya terhadap Reza.


"Iya, Kay. Aku hanya merasa kasihan dengan nasib Reza harus kehilangan wanita yang dicintainya," ujar Gita.


Lisa tersenyum mendengar penuturan sahabatnya, Lisa menghampiri Gita lalu memeluknya dengan erat.


"Terima kasih, Gita. Kamu memang sahabat terbaikku," ujar Lisa pada Gita.


"Lalu kami sahabat???" protes Dian dan Kayla memasang wajah kesal.


"Kalian adalah sahabat terbaikku," lalu mereka pun saling berpelukan.


Mereka terharu dengan kedekatan yang terjalin di antara mereka.


Di ruang tamu acara akad Nikah baru saja selesai, kini pria lumpuh itu sudah sah menjadi suami Lisa.


Semua tamu sudah mulai menikmati makanan yang sudah terhidang di atas meja sebagai ucapan terimakasih dari tuan rumah.


"Sekarang waktunya mempelai pria memasuki kamar mempelai wanita," ujar salah satu tokoh adat di desa.


Ibu dan ayah Lisa berdiri dan melangkah menghampiri pria yang sudah sah menjadi menantunya.


"Kamu sudah siap untuk bertemu dengan putri kami?" tanya Ibu Lisa.


Sang mempelai pria mengangguk, ibu mempelai pria itu menyodorkan pegangan kursi roda pada besannya


"Bagaimana, Nak? Kamu siap untuk bertemu dengan istrimu?" tanya Ibu Lisa pada menantunya.


Ibu Lisa sangat senang dengan jodoh yang di dapatkan oleh putrinya, setahunya pria yang menjadi menantunya adalah pria yang sholeh.


Ibu Lisa mendorong kursi roda dan membawa menantunya itu menuju kamar Lisa.


"Lisa, suamimu mau ke sini," seru salah satu saudara sepupu Lisa.


"Eh, ayo keluar. Calon suami Lisa mau datang," ajak Kayla.


Ketiga sahabat Lisa yang sejak tadi menemaninya berdiri dan bersiap melangkah keluar dari kamar Lisa.


Mereka berdiri di depan pintu kamar Lisa menunggu kedatangan suami Lisa yang kini sedang menuju ke kamar Lisa.


Ketiga sahabat Lisa sudah tidak sabar ingin mengetahui rupa suami sahabatnya.

__ADS_1


Ibu Lisa datang membawa suami Lisa yang duduk di kursi roda, Kayla, Dian dan Lisa menutup mulutnya tak percaya saat melihat suami sahabatnya.


Bersambung...


__ADS_2