
Alex mulai meradang.
"Ren, ayo kita pulang! lebih baik kita menginap di rumah Bunda," ajak Alex.
Alex berdiri dan menarik tangan istrinya.
"Tapi," lirih Irene melihat ibunya yang tampak sedih di saat Alex ingin membawa Irene pergi dari rumah itu.
"Aku datang ke sini karena ingin menjaga perasaan ibumu, bukan untuk dihina. Mereka tidak ada hak untuk menghinaku," ujar Alex menatap tidak suka ke arah ibu angkat kakaknya.
Irene tampak ragu untuk ikut atau tinggal.
"Ren, kamu jangan pergi dulu. Ibu masih kangen sama kamu," bujuk Lina angkat suara.
Saat adiknya menghina sang menantu, dia hanya diam tak membela dan juga tak membantah. Sehingga Irene dan Alex tidak tahu apa yang dipikirkan oleh ibunya tentang pernikahan yang sudah terjadi di antara mereka.
Alex menatap aneh pada ibu mertuanya.
"Ibu masih meminta Irene untuk tinggal setelah adik ibu menghinaku tak keruan, seharusnya kalian bersyukur aku masih kekeuh untuk menikahi Irene. Apakah kalian suka melihat Irene menjadi istri ketiga dari pria yang sudah berumur?" ujar Alex meluapkan kekesalannya.
"Ren, ayo kita pergi. Kita tidak bisa menginap di sini!" ujar Alex tegas pada istrinya.
Alex menarik tangan Irene, mau tidak mau Irene terpaksa mengikuti langkah suaminya ke luar rumah, tapi dia masih saja menoleh ke belakang.
Irene tak tega meninggalkan ibunya yang terlihat bersedih.
"Masuk!" perintah Alex pada istri nya.
Dia menyuruh Irene masuk ke dalam mobil.
Mau tak mau Irene masuk ke dalam mobil tanpa sepatah katapun.
Alex pun masuk ke dalam mobil setelah Irene duduk diam di dalam mobil, setelah itu dia melajukan mobil meninggalkan kediaman keluarga Wisnu.
Kebetulan di saat itu Wisnu tidak ada di rumah, bisa jadi cacian dari Rita ditambahi oleh Wisnu karena dia juga tidak suka putrinya menikah dengan Alex.
Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Irene masih saja diam tak menggubris sedikitpun.
Dia masih sedih karena niat ingin berkumpul dengan keluarganya gagal begitu saja, padahal dia sudah membayangkan akan menikmati makan malam bersama keluarganya dengan bercerita berbagai hal tentang liburan mereka.
__ADS_1
Keluarga Wisnu memang tidak ikut dalam acara liburan itu, apalagi Rita. Dia tidak akan Sudi bergabung dengan Raffa dan Kayla terlebih semua biaya di tanggung oleh mertua Kayla.
Tak berapa lama Alex menghentikan mobilnya di depan rumah kedua orang tuanya.
Alex turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Irene yang masih duduk di mobil.
Akhirnya Irene pun turun dari mobil dengan kesal. Dia masuk ke dalam rumah mertuanya mengikuti langkah Alex yang sudah terlebih dahulu masuk ke kamar.
Di dalam kamar Alex mengambil travel bag lalu menyiapkan barang-barang miliknya.
"Sayang, kamu mau ke mana?" tanya Irene.
"Seharusnya hari ini kita berangkat ke Jakarta, tapi demi permintaan orang tua kamu aku mengundur keberangkatan kita. Tapi apa yang diberikan keluargamu padaku?" jawab Alex dengan emosi.
"Sayang, kita bisa bahas ini dengan baik-baik. Kita tidak perlu mendengarkan ucapan Tante Rita," ujar Irene berusaha membujuk suaminya yang sudah mulai emosi.
"Ren, selama ini aku tidak pernah dapat penghinaan sedikit pun dari keluargaku. Tapi, tantemu sudah menghina aku secara terang-terangan, tanpa memikirkan perasaanku sedikitpun," ujar Alex mengungkapkan kekesalannya pada sang istri.
"Yang membuat aku kesal, ibumu hanya diam. Sama sekali dia tidak membelaku, dia menganggap aku siapa?" bentak Alex dengan nada semakin tinggi.
"Siapkan pakaianmu, kita berangkat sekarang!" perintah Alex.
"Tapi, Lex. Kita tidak bisa pergi dalam keadaan seperti ini." Irene belum ingin meninggalkan kota Padang.
Irene juga belum siap untuk jauh dari keluarganya.
"Kamu mau ikut aku atau tinggal di sini?" ujar Alex mulai emosi.
Alex kecewa dengan istrinya yang masih saja ingin tetap tinggal padahal adik dari ibunya sudah menghina suaminya.
Irene kaget saat mendengar ucapan dari Alex, dia tak menyangka Alex akan berkata seperti itu pada dirinya.
Selama ini mereka tidak pernah bertengkar, sejak mereka pacaran hingga menikah tak ada permasalahan yang membuat mereka saling membenci.
"Lex, kamu kenapa ngomong seperti itu? Apakah kamu sudah tidak mencintai aku lagi," tanya Irene dengan mata mulai berkaca-kaca.
"Ini bukan masalah cinta tapi masalah harga diri, Ren. Aku melakukan semua ini untuk memperjuangkan cintaku sama kamu," ujar Alex lagi.
"Tapi, Lex. Seharusnya kamu juga mengerti perasaanku. Aku masih belum siap pergi, terlebih kita pergi dalam situasi seperti ini," ujar Irene mengungkap apa yang dirasakannya.
__ADS_1
"Ren, selamanya keluargamu tidak akan pernah menghargai aku, jika kita masih tetap berada di sini. Kita harus pergi sekarang juga." Alex mengambil keputusan secara sepihak.
Irene masih dia mematung, dia tampak mulai berpikir apa yang harus dilakukannya saat ini.
Alex menghela nafas panjang, dia menghampiri Irene yang masih saja terdiam di tempatnya.
Alex menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya.
"Sayang, aku tidak marah sama kamu, aku hanya kesal dengan keluargamu," ujar Alex mulai menurunkan emosinya.
"Kita harus berangkat ke Jakarta sekarang juga, jika mereka memang menyayangimu mereka pasti akan berusaha untuk menghargai diriku sebagai suamimu," ujar Alex.
Alex berusaha meminta pengertian dari istrinya agar paham dengan apa yang saat ini dirasakannya.
Buliran bening kini mulai jatuh di pipi Irene. dia masih tidak terima dengan keputusan Alex yang sepihak tanpa memikirkan perasaannya yang masih ingin berada di Padang.
"Ayo, siapkan barang-barangmu, kita berangkat sekarang juga," perintah Alex.
Mau tidak mau iren pun menyiapkan beberapa barang-barang yang akan dibawanya.
Dengan berat hati dia terpaksa mengikuti keinginan sang suami.
Setelah mereka selesai menyiapkan barang-barang mereka, sepasang suami istri itu pun keluar dari rumah lalu masuk ke dalam mobil.
Alex mulai melajukan mobilnya menuju rumah sakit, di perjalanan menuju Rumah sakit dia meminta Agung untuk mengantarkannya ke Bandara.
Tak berselang waktu lama Alex dan Irene pun sampai di rumah sakit. di rumah sakit Agung dan Dian sudah berada di sana, mereka asyik bermain dengan Raja dan Raju, terlihat dua jagoan Raffa itu sangat menyukai Agung dan Dian.
"Assalamu'alaikum," ucap Alex saat mereka masuk ke dalam ruang rawat Raffa dan Irene.
"Wa'alaikumsalam," jawab Hurry.
Hurry dan Hendra saling lempar pandangan sambil menautkan kedua alis mereka.
Mereka heran dengan keberadaan Alex dan Irene di rumah sakit. Setahu mereka Alex dan Irene akan pergi ke rumah kedua orang tua Irene setelah mengantar Raymond dan Alita ke bandara.
"Ada yang ketinggalan, Nak,?" Hurry dengan lembut.
"Tidak, Bun. Aku dan Irene akan berangkat ke Jakarta hari ini juga," jawab Alex.
__ADS_1
"Apa?" Hurry kaget tak percaya.
Bersambung...