Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 215


__ADS_3

“Iya, Bun. Aku dan Irene datang ke sini ingin pamit,” ujar Alex.


“Tapi kenapa jadi mendadak? Bukannya,--“


“Ya udah, kalian hati-hati, ya. Kalau ada apa-apa langsung kasih kabar kami di sini,” ujar Hendra memotong ucapan sang istri.


Hendra dapat membaca ada sesuatu yang sudah terjadi sehingga Alex memutuskan berangkat lebih awal. Hendra juga dapat melihat raut waja Irene, mungkin mereka tengah memiliki masalah.


“Iya, Yah. Nanti kalau kami sudah sampai di Jakarta, aku akan langsung mengabari Ayah dan Bunda,” ujar Alex.


“Bro, gue berangkat,” ujar Alex pada Raffa.


Alex sengaja mengalihkan perhatian Bundanya yang terlihat khawatir dengan dirinya. Sudah dipastikan Bunda Hurry ingin mengetahui alasan Alex mengambil keputusan mendadak seperti itu.


“Lex,” lirih Kayla.


Kayla juga dapat melihat ada sesuatu yang salah terjadi di antara mereka berdua.


“Kak, aku berangkat, ya.” Ujar Alex langsung tanpa menghiraukan tatapan penuh tanya dari Kayla.


Alex langsung mendekati Agung yang berdiri di samping box Raja dan Raju.


“Om berangkat dulu ya, Sayang,” ujar Alex sambil mencubit pipi Raja dan Raju bergantian. Dua jagoan Raffa itu pun menatap Omnya dengan gaya yang menggemaskan. Setelah itu Alex mengecup puncak kepala mereka.


Alex juga pamit dengan Arumi dan Surya. MEreka semua penasaran dengan masalah apa yang sedang dihadapi oleh Alex tapi mereka memilih untuk bungkam demi menjaga perasaan Alex dan Irene.


“Om Agung anterin Om Alex dulu, ya. Jagoan Om Agung enggak boleh rewel, jangan nyusahin nenek, ya,” ujar Agung sebelum dia keluar dari ruang rawat Raffa dan Kayla.


“Bun, aku dan Dian anterin Alex dulu, ya,” ujar Agung ikut pamit.


Mereka hanya mengangguk.


“Semoga saja tidak ada masalah yang berat yang tengah mereka hadapi,” lirih Hurry mencemaskan putranya.


“Aamiin,” sahut,” Hendra, Arumi, dan Surya.

__ADS_1


Arumi dan Surya dapat mengerti kekhawatiran yang kini dirasakan oleh Hurry.


Sesampai di Bandara, Alex langsung memesan tiket keberangkatan ke Jakarta, ternyata pesawat yang akan berangkat ke Bandara sekitar 2 jam lagi. Alex dan Irene terpaksa menunggu di ruang tunggu dengan diam tanpa banyak bicara.


Irene bingung harus bagaimana, sejak mereka berpacaran Alex tidak pernah mendiamkan dirinya selama ini. Irene merasa Alex sudah banyak berubah.


“Apakah karena dia sudah mendapatkan diriku seutuhnya, dia bisa berbuat sesuka hatinya padaku?” gumam Irene di dalam hati.


Dalam diam Irene pun meneteskan air matanya. Irene membuka ponselnya menscroll layar ponselnya dari atas ke bawah berusaha menutupi tangisnya. Begitu juga dengan Alex, dia memilih membuka ponselnya untuk mengalihkan rasa bosannya menunggu pesawat.


2 jam berlalu begitu lama bagi sepasang suami istri itu, hanya ponsel yang bisa menghibur mereka. Saking bosannya Irene pun membuka salah satu aplikasi novel online yang sering menjadi sasaran Irene menghabiskan waktu kosongnya.


Irene membuka aplikasi noveltoon di sana dia menemukan sebuah cerita yang menarik, yang berjudul Petaka dalam rumah tanggaku, cerbung ini begitu menarik bagi Irene. Memang dari penampilannya cerbung ini ditulis oleh seorang penulis pemula, tapi gaya bahasa dan penyampaian penulis sangat sederhana sehingga Irene senang membacanya.


2 jam berlalu dihabiskan Irene dengan membaca novel tersebut, dia mengabaikan Alex yang masih kesal. Sikap Irene membuat Alex semakin kesal, karena Irene benar-benar sanggup mendiamkan dirinya selama mereka menunggu pesawat berangkat.


Mereka berdiri dan melangkah memasuki pesawat setelah mendengar pengumuman keberangkatan dari bagian informasi.


Alex dan Irene sampai di Jakarta setelah maghrib, Alex memesan taksi online untuk mengantarkan mereka ke rumah kontrakan Alex yang saat ini hanya dihuni oleh Mak Ijah.


Mak Ijah bergegas membuka pintu rumah saat mendengar suara Alex mengucapkan salam.


“Nak Alex, kalian sudah datang?” seru Mak Ijah bersemangat.


“Iya, Mak.” Alex menyalami Mak Ijah, begitu juga Irene.


“Ya ampun, Nak Irene ternyata cantik banget, pantesan Nak Alex galau waktu dapat kabar Nak Irene mau dinikahkan sama,--“


“Mak, aku lapar.” Alex mengalihkan pembicaraan.


Saat ini Alex malu, jika Irene mengetahui betapa kacaunya dirinya saat mendapat kabar bahwa kekasihnya akan dinikahkan dengan pria beristri 2 itu.


“Oh, iya. Yuk! Mak Ijah udah masakin masakan kesukaan Nak Alex,” ujar Mak Ijah .


Seketika Mak Ijah lupa kegumannya pada Irene yang terlihat anggun dengan hijab sederhana yang dikenakannya. Irene memang mengenakan hijab, tapi caranya memakai hijab berbeda dengan Kayla yang mengenakan hijab lebar sehingga lekuk tubuhnya tersembunyi oleh hijab lebarnya.

__ADS_1


Irene mengenakan hijab sederhana, dikatakan pendek tidak dan dikatakan panjang juga tidak.


Mereka melangkah masuk ke dalam rumah, Mak Ijah membantu Irene membawakan barang-barangnya masuk ke dalam kamar Alex.


Di kamar Alex terdapat satu ranjang berukuran sedang tapi masih muat uuntuk dua orang, serta sebuah lemari tiga pintu yang selama ini berisi semua pakaian dan barang-barang Alex.


Irene terlihat bingung saat berada di kamar itu, kamar yang begitu kentara bahwa penghuninya selama ini adalah seorang pria.


“Kenapa?” tanya Alex heran melihat ekspresi Irene.


Irene hanya menggelengkan kepala, dia masih kesal dengan sikap Alex padanya yang sejak tadi mengabaikan dirinya.


“Mandilah terlebih dahulu, aku akan menunggumu. Setelah itu kita makan malam,” ujar Alex.


Irene melakukan perintah Alex tanpa memberikan sebuah tanggapan. Usai mandi Irene mengenakan piyama panjang tangan dan menggeraikan rambut panjangnya yang sudah tersisir dengan rapi.


Irene tidak mengenakan hijab di rumah itu karena dia tahu di rumah itu hanya ada Mak Ijah seorang, jadi tidak perlu baginya menggunakan hijab.


Alex hanya menatap istrinya dengan perasaan bersalah, dia sadar tak seharusnya dia mengabaikan Irene sejak berada di bandara hingga mereka sampai di Jakarta.


“Irene pasti merasa kesal dan marah padaku karena aku sudah mengabaikannya sejak tadi, tapi aku benar-benar kesal dengan mulut tante Rita, ya Allah, bagaimana Kak Kayla selama ini menghadapi tante Rita yang mulutnya selalu menyakiti hati orang lain?” gumam Alex.


Dia benar-benar sudah membenci ibu angkat Kayla, bersyukur saat ini ibu angkatnya itu tidak menysahkan kakaknya karena tante Rita memilih untuk tinggal di kampungnya setelah sang suami meninggal dunia.


Alex pun masuk ke dalam kamar mandi setelah Irene keluar dari kamar mandi. Saat Alex selesai mandi, di atas tempat tidur sudah tersedia pakaian yang akan dikenakan oleh Alex tentunya Irene yang menyiapkan pakaian tersebut.


Saat Alex selesai mandi Irene tak lagi berada di kamar. Dia sudah di dapur membantu Mak Ijah menyiapkan makan malam untuk mereka.


Usai makan malam, Irene langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia kembali melanjutkan cerbung yang tadi dibacanya.


“Ren,” lirih Alex memanggil sang istri.


“Ada apa?” sahut Irene dengan nada kesal.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2