Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 119


__ADS_3

"Kamu?" ujar Raffa menahan amarahnya.


Alex tersenyum melihat ekspresi Raffa yang sudah marah, dia yakin suami kakaknya ini sedang cemburu pada dirinya.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Raffa dengan geram.


"Mhm, menurut kamu, apa yang aku lakukan di sini?" Alex membalikkan pertanyaan Raffa.


Tangan Raffa mulai mengepal, dia bersiap henda memukul pria yang kini terlihat santai di hadapannya yang sedang menahan emosi.


"Siapa, Lex?" tanya Kayla penasaran dengan siapa yang datang sepagi ini.


Raffa melihat istrinya yang kini telah berdiri di samping pria yang dianggapnya sebagai rivalnya.


"Jadi ini alasan kamu menginap di sini?" tanya Raffa menyudutkan Kayla sambil menunjuk ke arah Alex.


Kayla tersenyum melihat suaminya yang tengah cemburu.


"Kamu masuk dulu, ya," ujar Kayla pada Raffa.


Arumi dan Surya hanya dia mencoba memahami apa yang sedang terjadi.


Bugh


Tiba-tiba Raffa memukul perut Alex, dia semakin emosi dengan sikap Alex dan Kayla yang santai saja setelah kedapatan bersamaan di rumah Hurry.


"Raffa!" pekik Arumi dan Surya.


Kayla menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh sang suami.


"Aauww," rintih Alex menahan rasa sakit akibat pukulan kakak iparnya.


"Berani-beraninya kamu mendekati Kayla di belakangku," bentak Raffa.


Raffa pun bersiap-siap untuk menambah pukulannya pada Alex.


"Hentikan, Bang!" teriak Kayla.


Kayla pun memegang lengan Alex.


"Kamu enggak apa-apa, Lex?" tanya Kayla khawatir.


Mata Raffa semakin memanas melihat sikap Kayla yang sangat perhatian pada pria yang selama ini sangat dibencinya.


"Ada apa ini?" tanya Hurry yang juga ikut keluar karena mendengar keributan dari luar rumah.


"Eh, Arumi, ayo masuk!" ajak Hurry sambil melirik putra bungsunya yang memegangi perutnya yang masih sakit.


"Iya," lirih Arumi mengangguk.


Arumi dan Surya bingung dengan situasi yang kini tengah terjadi.


"Alex kenapa, Kay?" tanya Hurry pada putrinya.


"Mhm," gumam Kayla bingung menyampaikannya.


"Bun, apa yang Kayla lakukan dengan pria ini di sini?" tanya Raffa sambil menunjuk ke arah Alex dengan tatapan penuh kebencian.


"Sebentar, mungkin ada kesalahan pahaman di antara kalian," ujar Hurry.


"Ayo kita masuk dulu," ajak Hurry.


Hurry menarik lengan Arumi dan mengajak tamunya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Mereka semua masuk ke dalam rumah kecuali Raffa yang menarik tangan sang istri.


"Kayla, jelaskan padaku apa yang kamu lakukan dengan Alex di rumah ini?" tanya Raffa lagi menyudutkan sang istri.


"Sayang, kamu salah paham. Ayo kita masuk dulu, aku akan jelaskan di dalam," ujar Kayla.


Kayla pun menarik lengan Raffa masuk ke dalam rumah.


Semua keluarga tengah berkumpul di ruang keluarga. Kayla mengajak Raffa duduk di sofa panjang yang diduduki Alex.


Wanita berhijab panjang itu bersiap untuk duduk di samping Alex.


Raffa langsung menahan Kayla, dia menjauhkan istrinya dari Alex sehingga kini Raffa duduk di antara Kayla dan Alex.


Alex semakin tertawa kecil melihat tingkah Raffa yang sangat overprotektif terhadap istrinya.


"Maaf, Hur. Kayaknya Raffa sudah salah paham, apa sebenarnya yang terjadi di sini?" tanya Arumi setelah mereka berbasa-basi menanyakan kabar dan lainnya.


"Oh, tidak apa-apa, Rum. Kami di sini hanya mengobrol bercerita sepanjang hari dengan menantumu, kebetulan Alex pulang. Ternyata mereka sudah saling kenal dan semakin akrab," ujar Hurry menjelaskan.


"Mhm," gumam Arumi.


Arumi masih mempertanyakan sikap Kayla yang sangat perhatian terhadap Alex di hadapan mereka tadi.


"Tapi, kalaupun mereka sudah saling kenal tak seharusnya Kayla bersikap seperti tadi terhadap Alex?" tanya Surya terus terang.


Surya sedari tadi hanya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di hadapannya.


"Ehem, ada satu hal mungkin yang belum kalian ketahui." Hendra yang juga berada di dalam ruang keluarga itu mulai angkat bicara agar kesalahpahaman yang terjadi tak semakin larut.


"Apa maksud, Pak Hendra?" tanya Surya menanti penjelasan.


"Begini, Pak Surya, Buk Arumi. Kemarin Arumi datang ke sini dengan membawa ini." Hendra mengambil album foto yang terletak di atas meja ruang keluarga.


Hendra menyerahkan album itu pada Arumi dan Surya.


Berbagai pose 2 orang gadis kecil yang sangat lucu.


Hurry pun berdiri, dia melangkah menuju lemari pajang yang terdapat di ruangan itu.


Hurry mengambil album yang sempat diperlihatkannya pada Kayla.


Setelah itu Hurry menyodorkan album itu pada Arumi dan Surya.


Suami istri itu pun mulai mencermati dua album tersebut.


"Album ini adalah milik Kayla, yang mana di sana adalah foto Kayla dan Rayna," jelas Hurry.


"Sedangkan album ini adalah foto Agung dan Ara," jelas Hurry lagi sambil menunjuk pada foto Agung dan Ara yang tersenyum dengan lucunya.


"Itu artinya, Kayla adik Agung dan kakak Alex," jelas Hendra dengan penuh keyakinan.


Arumi dan Surya saling berpandangan, mereka percaya dengan penjelasan dari Hendra dan Hurry tapi masih ada sesuatu yang mengganjal di hati mereka.


"Kami sudah menemukan putri kami yang hilang, dan. Kayla juga sudah menemukan keluarganya," jelas Hurry dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Alhamdulillah, kami ikut senang dengan kebahagiaan yang didapat oleh menantu kesayangan kami," ujar Surya bijak.


Saat ini dia tidak ingin merusak suasana hati keluarga Hendra dengan mempertanyakan sesuatu yang masih mengganjal di hatinya.


Raffa menoleh ke arah Alex.


"Walaupun kamu adiknya Kayla, kamu tetap tidak boleh dekat-dekat dengan istriku," ketus Raffa pada Alex.

__ADS_1


Alex hanya tersenyum.


"It's oke, tapi ingat sekali lagi kau menyakiti kakakku, kau akan berurusan denganku," bisik Alex penuh ancaman.


Semua orang di ruangan itu masih dapat mendengar perdebatan Raffa dan Alex.


Mereka hanya menggelengkan kepalanya.


"Ciee, suami aku sedang cemburu," ledek Kayla tersenyum bahagia.


Tawa bahagia pun terdengar menggema di ruangan itu.


Saat ini hati Kayla tengah dihujani kebahagiaan setelah duka mendalam yang baru saja dirasakannya.


Mereka pun menghabiskan waktu dengan bercengkrama dengan penuh kehangatan hingga tak terasa waktu dzuhur datang.


Setelah shalat dzuhur, mereka pun makan siang bersama.


****


3 Hari di Padang membuat wajah Kayla terus berseri-seri bahagia. Raffa ikut bahagia melihat istrinya yang selalu ceria.


"Sayang, aku ikut bersyukur dengan pertemuan kamu dan keluarga kandungmu," ujar Raffa duduk di atas tempat tidur.


Raffa memandangi wajah istrinya yang tengah merapikan barang-barang bawaan mereka dari Padang.


Kayla memisahkan pakaian kotor lalu meletakkannya di tumpukan pakaian kotor, dan pakaian yang bersih kembali di susun di dalam lemari.


Raffa terus memandangi setiap gerakan sang istri.


"Aku tahu kamu mencintaiku sampai matamu tak beralih sedikitpun dariku," ujar Kayla penuh percaya diri.


Raffa tersenyum mendengar ocehan istrinya.


Saat Kayla. mengeluarkan barang-barang dari tasnya, tak sengaja Kayla menjatuhkan sesuatu di lantai.


Raffa melihat benda yang tak asing baginya.


"Itu apa?" tanya Raffa pada Kayla.


Bersambung


.


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan

__ADS_1


-vote


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2