Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 68


__ADS_3

"Apa maksudmu?" tanya Kayla heran.


Kayla yang ingin memberitahukan Raffa dan meminta Raffa mencari solusi masalah yang dihadapi Rayna semakin bingung dengan permintaan sang adik.


"Kak, aku mohon cukup kakak yang mengetahui masala ini." Rayna memohon pada sang kakak dengan mengatupkan kedua telapak tangannya.


Kayla kembali mendekati sang adik, dia menghela napas kasar.


"Katakan, sekarang apa yang kamu pikirkan?" tanya Kayla ingin mengetahui rencana Rayna.


"Kak, Satya akan melamarku secepatnya. Aku mohon pada kakak, bantuin aku untuk membujuk Ayah, agar ayah menerima lamaran itu." pinta Rayna sukses membuat Kayla memutar bola matanya tak percaya.


Kayla tampak berpikir sejenak.


"Baiklah, tapi aku harus bicara dengan Satya," ujar Kayla.


Kayla pun beranjak keluar dari kamar Rayna.


Dia langsung masuk ke dalam kamarnya memikirkan masalah yang sedang dihadapi oleh sang adik.


Kayla duduk di atas tempat tidur sambil memeluk sebuah bantal.


"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dan bantu kami menyelesaikan masalah ini," gumam Kayla di dalam hati.


Kayla pun membenamkan wajahnya di bantal yang dipeluknya.


"Hei, ada apa, Sayang?" tanya Raffa yang baru saja masuk kamar bingung melihat istrinya.


Kayla mendongakkan kepalanya, Raffa melihat dengan jelas wajah sembab sang istri yang baru saja menangis.


"Ada apa?" tanya Raffa cemas.


Kayla menggelengkan kepalanya, dia sudah berjanji pada adiknya tidak akan menceritakan masalah ini pada sang suami.


"Tidak ada apa-apa," lirih Kayla.


Dia meraih pinggang sang suami yang masih berdiri di sampingnya.


"Aku kangen kamu," lirih Kayla mengalihkan pembicaraan.


Raffa mengernyitkan dahinya. Dia tahu saat ini sang istri tengah menyembunyikan sesuatu darinya.


Raffa mengelus lembut kepala Kayla yang tertutup hijab. Dia mencoba mengerti dengan sikap sang istri saat ini.


Masa liburan selesai, Raffa dan Kayla mulai masuk kuliah. Begitu juga dengan Rayna.


Gadis itu tetap pergi sekolah dan berusaha melupakan kejadian yang telah menimpanya.


Sesuai nasehat Satya, dia harus bersikap seperti biasa. Dia harus menganggap kejadian itu tidak pernah terjadi.


"Hai, Ray," sapa Sandra saat dia mendapati Rayna sudah duduk di bangkunya.


"Hai," balas Rayna dingin.


Rayna tidak bisa bersikap seperti biasanya pada Sandra, karena dia merasa kecewa terhadap sahabatnya itu.


"Ada apa, Ray?" tanya SAndra berusaha bersikap sewajarnya.


"Tidak ada apa-apa," ketus Rayna.


Rayna pun berpindah duduk ke belakang.


"Ran, bolehkah aku duduk di sampingmu," tanya Rayna pada Rani yang duduk sendiri di bagian belakang.

__ADS_1


Rani hanya mengangguk, pertanda dia mengizinkan.


Rayna duduk di samping Rani, dia sengaja membuka buku pelajaran agar dia dapat mengabaikan Sandra yang masih ingin mengajaknya mengobrol.


Saat bel istirahat berbunyi, Rayna dan Rani melangkah ke kantin.


"Ray, kamu ada masalah apa sama Sandra?" tanya Rani pada Rayna.


Rayna dan Sandra sudah dikenal teman-temannya sebagai dua sahabat yang tak dapat dipisahkan.


Namun, dengan sikap Rayna yang cuek pada Sandra membuat Rani bertanya-tanya.


"Mhm, entahlah. Aku hanya tak ingin berteman dengan teman makan teman," jawab Rayna ambigu.


"Oh," lirih Rani.


Mereka terus melangkah hingga akhirnya mereka sampai di kantin.


Baru saja Kayla dan Rani masuk kantin.


Brukk


Seorang adik kelas yang membawa es teh di tangannya menabrak Rayna.


"Ma-maaf, Kak," lirik sang adik kelas takut.


"Aduh," gerutu Rayna kesal.


Kini pakaiannya setengah basah dan kotor bekas es teh yang tumpah di bajunya.


"Huhhfft, Ran, kamu duluan aja, deh. Aku harus ke toilet dulu," ujar Rayna.


Rayna melangkah menuju toilet dengan pakaian yang sudah kotor. Buru-buru dia masuk ke dalam toilet yang terletak di pojokan gedung sekolah.


Di toilet, Rayna menghidupkan keran dan membersihkan bajunya yang kotor.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Rayna kaget.


"Sayang," bisik sang pria yang kini memaksa Rayna berada dalam Kungkungannya.


"Lepaskan!" bentak Rayna.


Dengan susah payah, Rayna melepaskan pelukan pria itu.


Pria itu membalikkan tubuh Rayna hingga gadis itu dapat melihat dengan jelas siapa yang tengah menyentuhnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Rayna mulai takut.


"Aku menginginkan dirimu, Sayang," bisik pria yang bernama Jordy.


"Kau masih ingat, bagaimana kau mencum*buku? Lakukanlah hal itu sekarang juga," ujar Jordy membuat Rayna semakin ketakutan.


"Tolong!" teriak Rayna berusaha mencari bantuan.


Bergegas Jordy membungkam mulut Rayna dengan tangannya.


"Jangan berteriak! Kalau kau berteriak maka aku akan mengirimkan video panas kita, Sayang," ancam Jordy.


Rayna berpikir keras, video apa yang disimpan oleh pria yang hendak berniat jahat padanya.


Jordy mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan rekaman video Rayna yang tengah menggila malam itu di dalam mobil Jordy.


"Aku tahu, kamu sudah bukan perawan lagi. Untuk itu bersenang-senanglah denganku," bisik Jordy membuat bulu kuduk Rayna berdiri.

__ADS_1


Rayna semakin takut dengan ancaman yang diberikan oleh Jordy.


"Jika kamu tidak mau rekaman itu menyebar, turuti kemauanku!" ancam Jordy lagi.


Jordy mulai melepaskan tangannya dari tubuh Rayna.


"Aku menginginkan ini," lirih Jordy menyentuh dada Rayna.


Setelah itu Jordy pun pergi meninggalkan Rayna yang terdiam terpaku di toilet.


Rayna menangis mengingat kejadian yang baru saja dialaminya.


Dia tak menyangka Jordy akan memperlakukan dirinya seperti ini.


Rayna menangis di toilet seorang diri, dia tidak peduli bel masuk kelas telah berbunyi.


Pikirannya kacau, hatinya hancur. Dia merasa dirinya sangat kotor dan hina.


Setelah satu jam dia melewati pelajaran yang sudah berlangsung, Rayna berdiri. Dia membasuh mukanya, lalu dia keluar dari toilet.


Rayna melangkah keluar dari sekolah, dia terus berjalan tanpa mempedulikan orang-orang di sekelilingnya.


Saat ini di dalam pikirannya hanya terngiang jelas ancaman dari pria yang sudah menjebak dirinya dalam pembuatan dosa.


Rasa takut, rasa malu dan terhina membuat dirinya terpojok. Rayna merasa tidak sanggup lagi menjalani hidupnya yang sudah hancur ulah perbuatan sahabatnya sendiri.


"Kamu jahat Sandra!" teriak Rayna tengah berada di atas jembatan yang di bawahnya mengalir air sungai yang deras.


"Aku benci kamu! Kamu jahat!" pekik Rayna terus menggila.


Dia terus memaki Sandra yang telah membawa dirinya dalam dunia yang penuh kehancuran baginya.


Dia tak dapat mengontrol dirinya. Kawasan yang sepi membuat Rayna bisa mengeluarkan semua sesak yang ada di dadanya.


"Arrrrggghhh," teriak Rayna.


Rayna terduduk lemas setelah lelah memaki-maki temannya. Dia bersandar di tiang jembatan dalam kondisi yang sangat kacau.


Tiba-tiba seorang pria menghampirinya, pria itu langsung memeluk tubuh Rayna.


"Jangan sentuh aku! Aku wanita baik-baik!" bentak Rayna penuh ketakutan.


bersambung . . .


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa . . .


- like


- komentar


- hadiah


dan

__ADS_1


-vote


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2