
Raffa menghampiri Hendra lalu menyalami ayah mertuanya.
"Ayo, masuk," ajak Hendra.
Mereka pun masuk ke dalam rumah diikuti Mak Ijah yang sedari tadi menatap haru dengan pemandangan yang menghangatkan hatinya.
"Aku khawatir dengan keadaan Akifa, Bun," ujar Kayla setelah mereka berada di ruang keluarga.
"Alhamdulillah, Akifa baik-baik saja. Luka yang dialaminya tidak terlalu dalam," ujar Hurry memberitahukan keadaan Akifa saat ini.
"Dia sekarang di mana, Bun?" tanya Kayla khawatir pada adiknya.
"Dia sedang istirahat di kamarnya," jawab Bunda Hurry.
"Oh, ya udah biar besok aja aku temui dia," ujar Kayla.
Hurry dan Hendra pun asyik bermain dengan ketiga cucunya di dampingi Mak Ijah, sementara itu Raffa dan Kayla menikmati keseruan mereka hingga malam pun semakin larut.
3R pun kelelahan dan akhirnya tertidur di atas sofa dan lantai beralaskan karpet.
"Mereka sudah lelah," ujar Hurry menatap satu per satu cucunya.
"Iya, Bun. Biar aku pindahkan mereka ke dulu ke kamar," ujar Raffa.
Setelah itu dia mengangkat satu persatu putra dan putrinya menuju kamar.
Hurry dan Hendra pun beralih ke kamarnya untuk beristirahat.
Tinggal Raffa dan Kayla yang masih duduk berdua di ruang keluarga.
Raffa melingkarkan tangannya di pinggang sang suami, dia mengira semua orang sudah tidur.
"Sayang, kamu enggak mau nambah lagi?" tanya Raffa pada istrinya.
"Mhm, kamu serius mau nambah lagi?" tanya Kayla tersipu malu.
"Boleh, yuk kita bikin lagi!" ajak Raffa genit.
"Ish, kamu," lirih Kayla.
Mereka pun saling tatap, cinta mereka kini sudah sangat sempurna dengan hadirnya 3R.
Perlahan Raffa tidak bisa mengendalikan dirinya, dia mulai meraup bib*r sang istri.
"Mhm, Sayang," lirih Kayla malu sambil dengan susah payah untuk bernapas.
Kayla melihat bayang seseorang berdiri di depan ruang keluarga.
Kayla mendorong tubuh sang suami.
"Kenapa?" tanya Raffa heran.
"Lihat itu," lirih Kayla sambil menunjuk pada bayangan tersebut.
"Kakak? Kalian di sini?" tanya Alex yang tak sengaja melihat Kayla dan Raffa di ruang keluarga.
"Mhm, i-iya," lirih Kayla gugup bercampur malu.
Dia membayangkan Alex melihat apa yang baru saja dilakukan suaminya.
"Kamu kapan datang, Lex?" tanya Raffa berusaha mengalihkan perhatian adik iparnya.
Dia berharap Alex tidak sempat melihat apa yang baru saja terjadi di antara dirinya dan sang istri.
__ADS_1
"Tadi siang, Irene pengen ketemu dengan keluarganya. Kebetulan sudah lama tidak pulang," jawab Alex.
Dia berusaha untuk berpura-pura tidak melihat apa-apa.
"Oh, sekarang dia sudah tidur?" tanya Kayla.
"Iya, Kak. Dia sedang kurang sehat," ujar Alex.
"Oh, gitu." Kayla mengangguk.
"Ya udah, Kak. Aku mau ambil minum dulu buat Irene," ujar Alex dan berlalu.
"Kamu sih," gerutu Kayla sambil mencubit pinggang sang suami.
Kayla benar-benar merasa malu pada adiknya karena ulah sang suami.
"Enggak apa-apa, kita kan suami istri," ujar Raffa ngeles.
"Ish, ya udah kita masuk kamar aja, daripada kepergok lagi," gerutu Kayla.
Dia berdiri dan melangkah menuju kamar diikuti oleh sang suami.
Di kamar mereka sudah terbaring ketiga buah hati mereka, Kayla menggelar kasur santai di samping tempat tidur, untuk mereka berdua.
"Sayang," goda Raffa pada istrinya yang sudah berbaring di sampingnya.
Kayla mengambil posisi membelakangi sang suami.
Raffa melingkarkan tangannya di pinggang ramping sang istri.
Raffa mengelus lembut perut istrinya.
"Aku mau punya baby lagi, Sayang," bisik Raffa di telinga sang istri.
"Kamu serius?" tanya Kayla.
Raffa mengangguk lalu dia pun mulai beraksi membuat Kayla kaget perlahan tapi pasti mereka pun hanyut dalam lautan cinta yang semakin hari semakin dalam.
Keesokan paginya, kediaman Hendra sudah heboh dengan keberadaan 3R yang memperebutkan Kakek dan neneknya.
Hurry dan Hendra pun dengan senang hati meluangkan waktu kosong mereka dengan ketiga bocah yang super aktif itu.
Kebetulan hari Sabtu, jadi Hendra bisa meluangkan waktunya untuk cucu-cucunya.
Irene sudah mulai pulih, dia juga ikut bermain dengan 3R sebelum mereka berangkat ke rumah sakit.
Sedangkan Akifa ikut duduk di sofa memperhatikan keramaian 3R agar dia tidak bosan istirahat di kamar.
"Ummi, mau bolu kukus?" tawar Ratu pada Akifa, Akifa memang meminta anak-anak kakaknya memanggil dirinya dengan sebutan ummi.
Ratu membawakan sepiring bolu kukus buatan Bunda Hurry.
"Mau, buat ummi semuanya, ya," ujar Akifa.
"Jangan, Ratu juga mau," tolak Ratu yang tadi sudah meletakkan bolu kukus itu di paha Akifa, dia pun langsung mengambilnya lagi dan membawanya jauh dari Akifa.
"Adek, kok gitu sama Umminya," tegur Kayla.
"Ummi jahat, dia mau semuanya. Nanti aku enggak kebagian," protes Ratu merajuk.
"Hahaha," tawa Akifa pecah melihat Ratu yang merajuk.
"Ummi jahat, Ma. Dia ketawain aku," ujar Ratu mengadu pada Mamanya.
__ADS_1
"Hahaha." Semua orang tertawa melihat Ratu.
"Aaaa, huu huu, hiks," tangis Ratu pecah saat semua orang menertawakan dirinya.
Raffa menghampiri putri kecilnya, lalu menggendongnya.
"Aduh, princess papa siapa yang jahatin?" bujuk Raffa.
"Ummi jahat," ujar Ratu sambil menunjuk ke arah Akifa.
Akifa dan lainnya masih tertawa gemes melihat tingkah Ratu.
"Ummi," tegur Raffa berpura-pura marah pada adik iparnya.
"Week, ummi kena marah," sorak Ratu riang.
Mereka pun kembali tertawa melihat aksi Ratu.
"Princess ummi, mau dong ummi bolu kukusnya," pinta Akifa memelas menatap putri kakaknya.
"Princess papa pintar, dia mau kan kasih Umminya bolu kukus?" bujuk Raffa.
"Princess Papa pintar dan baik hati, adek mau kasih bolu kukus buat ummi," seru Ratu.
Dia meminta papanya menurunkan tubuhnya. Arafah pun langsung menurunkan Putri kecilnya.
Ratu langsung berlari mengambil piring yang berisi bolu kukus dan memberikan piring tersebut pada Akifa.
"Terima kasih, Sayang," ucap Akifa sambil mengelus lembut kepala Ratu.
Raja ikut menghampiri Akifa.
"Aku suapin ummi, ya," tawar Raja dengan tulus.
"Boleh," ujar Akifa tersenyum.
Raju tidak mau ketinggalan, dia juga ikut menyuapi Akifa potongan bolu kukus buat ummi mereka.
"Terima kasih, Sayang," lirih Akifa.
Akifa pun langsung memeluk ketiga bocah kecil itu dengan penuh kasih sayang.
"Ummi senang punya kalian," ujar Akifa sambil tersenyum.
"Aauww," pekik Akifa sambil memegang lehernya.
"Ummi masih sakit, ya?" tanya Raja perhatian pada Akifa.
"Iya, Sayang." Akifa mengelus lembut kepala Raja.
"Ummi cepat sembuh, ya," lirih Raju.
"Ya Allah sembuhkan ummiku secepatnya ya Allah, biar kami bisa main sama ummi," ujar Ratu sambil menengadahkan tangannya berdo'a.
Akifa terharu melihat kasih sayang 3R padanya.
Semua mata memandang haru pada aksi 3R. Akifa memang sering bermain dengan 3R sejak dia menetap di kota Padang.
"Assalamu'alaikum."
Terdengar suara seseorang mengucapkan salam di depan pintu rumah
Bersambung...
__ADS_1