Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 81


__ADS_3

Setelah acara akad nikah, Rayna keluar dari kamar dengan digandeng oleh Kayla menuju lantai satu tempat acara akad nikah tadi berlangsung.


Raffa mengikuti langkah Kakak beradik itu dari belakang.


Semua mata tamu yang hadir mengekori langkah dua wanita anggun itu, tak ketinggalan Satya juga ikut menatapi wajah anggun dan polos sang istri yang kini melangkah menuruni anak tangga.


"Woi," gumam Raffa menyenggol lengan Satya saat mereka telah berada di hadapan mempelai wanita.


Satya tersentak dari lamunannya saat raffa menyenggol lengannya.


"Mhm," gumam Satya malu.


"Silakan kepada mempelai pria memberikan mahar pada sang istri," ujar Penghulu.


Satya mengambil mahar yang disodorkan Raffa padanya. Lalu pria itu memberikan bukti janji suci yang diucapkannya pada Rayna yang kini sudah sah menjadi istrinya.


Rayna meraih mahar tersebut, lalu menyalami serta menciumi punggung tangan sang suami.


Satya mengecup lembut puncak kepala wanita belia itu.


"Aku akan menjagamu hingga maut memisahkan kita," gumam Satya di dalam hati.


Bram dan Rita meneteskan air mata haru. Walaupun mereka belum siap untuk menikahkan putri mereka yang masih berumur 17 tahun, tapi dengan sikap dewasa Satya yang akan mengayomi putri mereka membuat mereka terharu dan yakin Satya tidak akan menyakiti putri mereka.


Setelah acara akad nikah, para tamu dipersilakan menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh tua rumah.


"Satya, sore ini Papa dan Mama akan berangkat, masalah resepsi pernikahan, akan kita laksanakan setelah Rayna benar-benar sembuh. Saat ini fokuslah pada kesembuhan istrimu," ujar Arumi saat semua tamu sudah pulang.


"Iya, Ma. Terima kasih Mama dan Papa sudah mendukung keputusan Satya," ujar Satya pada Arumi.


"Kamu adalah anak Mama dan Papa, kami bertanggung jawab tas segala sesuatu yang menjadi pilihan hidupmu." Arumi tersenyum.


Setelah itu, Satya melangkah menuju kamar Rayna, sedangkan Arumi dan Surya bercengkrama dengan kedua besan mereka sebelum mereka berangkat ke Padang.


"Rayna," lirih Satya saat dia membuka pintu kamar sang istri.


Rayna yang sedang duduk di meja rias menoleh ke arah suara pria tampan dan berwibawa yang kini tengah melangkah menghampirinya.


Satya meraih lengan Rayna agar wanita itu berdiri di hadapannya.


"Sayang," lirih Satya.


Rayna menatap dalam pada pria yang sempat dikaguminya.


"Aku sudah memenuhi janjiku padamu untuk bertanggung jawab atas yang sudah aku lakukan padamu. Mulai hari ini kamu adalah milikku seutuhnya," ujar Satya sungguh-sungguh.


Rayna memeluk tubuh kekar Satya.


"Apakah kamu melakukan h ini hanya atas dasar bertanggungjawab?" tanya Rayna meragukan kesungguhan Satya.


"Tidak, aku juga menyukaimu sebelum aku mengetahui kamu mengagumi diriku," lirih Satya membuat wajah Rayna bersemu merah.


Gadis itu mengingat semua tingkah konyolnya dalam mengagumi pria yang kini sudah sah menjadi suaminya.


"Mulai hari ini takkan ada yang akan bisa menyakitimu,karena aku akan selalu menjaga dirimu," ujar Satya.


"Tidak! Pergi! Jangan sentuh aku!" teriak Rayna sambil mendorong tubuh Satya.

__ADS_1


Tiba-tiba Rayna teringat dengan perlakuan Jordy di toilet pada dirinya.


"Ray, ini aku Satya," bujuk Satya perlahan mendekati Rayna yang melangkah mundur menjauhinya.


Perlahan tapi pasti, Satya menangkap tubuh Rayna dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Kamu tenang, ya! Aku di sini bersamamu," ujar Satya mengelus lembut punggung Rayna hingga akhirnya Rayna kembali tenang.


Satya membawa Rayna menuju tempat tidur.


"Kamu minum obat dulu, ya," bujuk Satya sambil memberikan obat penenang pada istrinya.


Rayna pun mulai mengantuk setelah dia meminum obat, akhirnya dia pun tertidur dengan pulas.


Satya keluar dari kamar setelah memastikan Rayna tertidur.


Satya melihat Raffa dan Kayla sedang duduk di sofa luar kamar lantai 2 sambil menonton televisi.


"Bro, sini!" ajak Raffa.


Satya tersenyum lalu melangkah menuju sofa, ikut bergabung dengan Raffa dan Kayla.


"Selamat, Bro," ucap Raffa menggoda Satya.


"Selamat buat apa?" tanya Satya pura-pura tidak paham dengan perkataan yang dilontarkan oleh Raffa.


"Hahahaha," tawa Raffa pecah mendengar ucapan Satya.


Kayla mencubit pinggang sang suami.


"Dasar! Lu, memang tidak mau kalah sama gue," ledek Raffa membuat wajah Satya berubah merah seketika karena malu.


Satya melempar bantal sofa ke arah Raffa.


"Dasar bocah!" ketus Satya pada Raffa.


"Sudah-sudah!" Kayla menghentikan tingkah konyol dua pria yang berada satu ruangan dengannya.


Setelah itu, mereka pun mengobrol santai membicarakan berbagai hal rencana selanjutnya untuk ke depan.


Satya akan mengurus sekolah Rayna, dia akan meminta homeschooling pada pihak sekolah agar Rayna bisa belajar di rumah hingga ujian akhir diadakan.


Sambil melakukan pengobatan, Satya akan terus mencari tahu siapa yang menyebabkan Rayna mengalami trauma.


Drrrt drrrt drrrt.


Terdengar ponsel Raffa bergetar tanda panggilan masuk.


Raffa melihat nomor tak dikenal di layar ponselnya, dia pun berdiri dan melangkah menjauh dari dua makhluk bersamanya untuk mengangkat panggilan itu meninggalkan Satya dan Kayla di ruangan tersebut.


"Hallo," ujar Raffa memulai pembicaraan saat panggilan sudah tersambung.


"Raffa, kamu di mana?" tanya seorang wanita diseberang sana.


"Maaf, ini dengan siapa?" tanya Raffa sopan.


"Aku, Zahra. Beberapa hari ini aku mencarimu," rengek Zahra di seberang sana.

__ADS_1


Semakin hari, Zahra semakin manja pada Raffa. Seolah-olah dia tidak peduli dengan hati Kayla yang terluka. Entah saat ini dia tahu pria yang dikejarnya sudah beristri atau tidak.


"Maaf, Zahra. Aku sedang sibuk, tolong jangan ganggu aku," ujar Raffa tegas lalu dia pun mematikan panggilan dari Zahra.


Baru saja panggilan terputus Zahra pun mulai mengirimi Raffa berbagai pesan.


πŸ’Œ Raffa, tolong aku. Aku membutuhkanmu.


πŸ’Œ Aku sedang di luar kota Jakarta. Aku tidak bisa membantumu.


πŸ’Œ Kamu di mana? Beritahu aku di mana kamu sekarang?


Zahra terus menghujani ponsel Raffa dengan berbagai permintaan konyol dan pertanyaan yang membuat kepala Raffa pusing.


Sementara itu, Kayla dan Satya mengobrol tentang masalah yang kini tengah dihadapi oleh Rayna.


Apa yang akan kamu lakukan untuk mencari solusi permasalahan Rayna?" tanya Kayla memulai pembicaraan dengan Satya.


"Aku akan menyuruh orang kepercayaanku untuk menyelidiki masalah yang tengah dihadapi oleh Rayna," ujar Satya.


"Bagaimana caranya?" tanya Kayla ikut bingung.


"Aku belum tahu, aku harus mencari siswa di sana yang bisa aku andalkan untuk mengorek berbagai informasi dari sekolah Rayna," jawab Satya.


"Oh, iya. Aku ingat sesuatu. Terakhir Rayna pergi dengan Sandra. Rayna sempat cerita padaku, mungkin saat itu Sandra atau teman laki-lakinya memberikan Rayna sebuah obat yang membuat dirinya hilang kendali." Kayla kembali mengingat cerita Rayna pada dirinya.


"Apa lagi yang Rayna ceritakan padamu?" tanya Satya pada Kayla mencari informasi.


"Aku ingat, Rayna sempat menyebut nama seorang pria. Setelah itu dia berteriak histeris." Kayla mengingat lagi curhatan sang adik beberapa hari yang lalu.


"Siapa nama pria itu?" tanya Satya penasaran.


bersambung . . .


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan


-vote


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2