Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 103


__ADS_3

Kayla terus memperhatikan pria yang mengendarai sepeda motor gede yang baru saja melintas.


"Kamu liatin apa, Sayang?" tanya Raffa pada istrinya.


"Eng-enggak apa-apa, Bang," jawab Kayla.


"Bang, terima kasih, ya. Udah mau nemanin aku ketemu sama Bunda Hurry. Hari ini aku benar-benar bahagia," ujar Kayla dengan wajah berseri-seri.


"Sama-sama, Sayang. Aku ikut senang kalau kamu senang," ujar Raffa mengelus kepala Kayla.


Sesampai di rumah, Arumi sudah menunggu pasangan suami istri itu.


"Kalian lama sekali," keluh Arumi yang sudah tidak sabar ingin mengetahui berita kehamilan menantunya.


"Maaf ya, Ma. Bunda Hurry ngajakin kami ngobrol sampai kami lupa waktu," ujar Kayla memberi Alasan pada sang ibu mertua.


"Enggak apa-apa, Sayang. Lalu bagaimana keadaan kamu. Apa yang dikatakan dokter?" tanya Arumi sudah tak sabar.


Raffa tersenyum, dia mendekati mamanya lalu merangkul pundak wanita yang disayanginya itu dengan lembut.


"Mama sebentar lagi akan punya cucu, sekaligus dapat 3 orang," ujar Raffa memberitahu berita bahagianya.


"Hah? 3 orang? Kayla hamil kembar 3?" tanya Arumi memastikan.


"Iya, Ma," jawab Raffa.


"Alhamdulillah," ucap Arumi senang.


Arumi langsung memeluk tubuh menantu kesayangannya.


"Allah maha besar, Sayang. Dia sudah mengganti lebih dari yang hilang," ujar Arumi bahagia.


"Iya, Ma." Kayla menyetujui ucapan ibu mertuanya.


"Ma, kami masuk ke kamar dulu, mau shalat ashar," ujar Raffa minta izin ke kamarnya.


"Iya, Sayang. Hati-hati, jagain Kayla naik tangga," pesan Arumi.


"Iya, Ma." Raffa menggandeng tangan istri menaiki anak tangga menuju kamar mereka.


"Oh iya, Ma, besok kamar Raffa dipindah ke lantai satu aja ya, Ma. Raffa khawatir Kayla naik turun tangga," ujar Raffa pada mamanya saat baru saja berada di tangga keempat.


"Iya, kamu benar. Nanti mama bilangin sama papa, supaya bisa suruh orang pindahin barang-barang kamu ke bawah." Arumi menyetujui perkataan Raffa.


Raffa dan Kayla kembali melangkah menuju kamarnya.


"Kamu mandi duluan ya, Sayang. Setelah itu kita shalat ashar berjamaah," perintah Raffa pada istrinya.


Kayla mengangguk, dia pun mulai membuka hijabnya, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah Kayla selesai, gantian Raffa untuk mandi.

__ADS_1


Setelah itu mereka pun melakukan shalat ashar berjamaah. Mereka bersyukur dengan hadirnya calon bayi yang kini ada di dalam rahim Kayla.


Raffa dan Kayla memilih untuk bersantai di balkon kamar sambil menunggu waktu maghrib masuk.


"Sayang, kamu mau punya anak berapa orang?" tanya Raffa memulai pembicaraan di sela-sela waktu mereka bersantai.


Kayla menoleh ke arah Raffa, dia memperhatikan setiap inci wajah tampan milik suaminya itu.


"Mhm, Bang Raffa maunya berapa?" tanya Kayla membalikkan pertanyaan sang suami.


"Kenapa malah balik tanya?" Raffa menautkan kedua alisnya.


"Hehehe," kekeh Kayla merasa lucu melihat ekspresi Raffa.


"Kenapa tertawa?" tanya Raffa heran.


"Aku mau punya anak sebanyak-banyaknya, tapi apakah kita akan sanggup membesarkan mereka nantinya?" tanya Kayla meminta pendapat sang suami.


"Aku yang sejak kecil cuma punya saudara satu orang, merasa sangat kesepian, aku juga pengen punya anak yang banyak, tapi aku kasihan melihat kamu mengandung anak-anak kita," tutur Raffa jujur.


Sekarang saja dia merasa kasihan membayangkan istrinya akan membawa ketiga calon buah hatinya ke mana-mana sebelum melahirkan.


"Aku bahagia, Allah mengizinkanku untuk merasakan menjadi seorang ibu," lirih Kayla jujur.


"Kamu memang wanita sholehah, Sayang," lirih Raffa memuji istrinya.


Raffa semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri.


Di sebuah kafe, Rio duduk bersama seorang wanita.


"Bagaimana dengan misi kamu, sudah bisa mendekatinya?" tanya Rio pada wanita yang ada di hadapannya.


"Sulit, sekarang hatinya terikat dengan wanita yang disebutnya sebagai seorang istri," keluhnya pada Rio.


"Aku tidak tahu harus bantuin kamu apa lagi," ujar Rio.


"Kamu tahu kan, aku sudah mencintai Raffa sejak kelas 1 SMA. Sekarang di saat aku mulai memiliki kesempatan mendekatinya, dia malah sudah punya istri," ujar wanita itu.


"Aku tahu, menyamar sebagai Zahra adalah satu-satunya jalan buat meluluhkan hati Raffa, tapi saat ini Raffa sudah menghapus nama Zahra di hatinya demi istrinya," ujar Rio.


Sebagai sahabat Raffa dia sangat tahu dalamnya cinta Raffa pada Zahra, tapi dia tak menyangka wanita yang dijodohkan dengannya dapat menggantikan posisi Zahra di hati sahabatnya itu.


"Entahlah, aku sudah mengaku padanya kalau aku adalah gadis kecil yang selama ini dicarinya, tapi kelihatannya dia tak lagi memikirkan Zahra. Dia hanya terlihat bersimpati dengan nasibku yang tidak memiliki orang tua," ujar wanita yang bersama Rio itu menceritakan segala usaha penyamaran dirinya sebagai Zahra selama ini.


"Aku sudah tidak tahu bagaimana cara membantumu untuk dekat dengan Raffa," ujar Rio mulai menyerah.


Rasa cintanya pada gadis yang ada di hadapannya membuatnya rela melakukan apa saja agar wanita itu bahagia.


"Aku harus memikirkan cara lain, kamu masih mau membantuku?" tanya sang gadis pada Rio.

__ADS_1


"Apa pun akan aku lakukan, demi kebahagiaanmu," ujar Rio.


"Alita," panggil Alex saat melihat adik sepupunya duduk bersama seorang pria.


"Bang Alex," lirih wanita yang di panggil Alex dengan Alita.


"Ngapain kamu di sini?" tanya Alex tidak suka melihat Alita bersama seorang pria bersamanya.


"A-aku cuma santai di sini, Bang. Kamu ngapain di sini?" tanya Alita pada kakak sepupunya.


Alex menarik lengan gadis yang bernama Alita itu menjauh dari Rio.


"Apa harus kamu berduaan dengan seorang pria di sini, Dek? Kamu lupa apa yang dibilang sama Paman Rahman, beliau tidak suka melihat keponakannya menjalin hubungan dengan lawan jenis sebelum kuliah kalian selesai," ujar Alex mengingatkan adik sepupunya.


Alita adalah gadis yang sangat mencintai Raffa. Dia sengaja menyamar sebagai Zahra saat dia mengetahui kunci kelemahan hati Raffa adalah gadis kecil yang bernama Zahra.


Alita mengetahui hal itu dari ponsel Raffa yang pernah hilang dan ditemukan oleh Alita.


Di dalam ponsel itu Raffa mengungkapkan semua rasa dan rahasianya bersama Zahra selama ini sehingga Alita berpikir untuk menyamar sebagai seorang Zahra dengan bantuan Rio.


Alita juga sengaja membuat kalung berinisial ZR untuk mengelabui Raffa agar Raffa yakin bahwa dirinya adalah gadis kecil yang selama ini dicari oleh Raffa.


"Aku tidak punya aku hubungan apapun dengan pria itu, Bang. dia hanya teman biasa tidak lebih dari itu." Alita mencoba menjelaskan hubungannya dengan Rio pada kakak sepupunya.


Pada saat Alex menasehati Alita, tak sengaja Kayla melihat kedekatan antara Alex dengan gadis yang mengaku sebagai Zahra.


"Apa yang dilakukan Alex dengan Zahra di sini?" gumam Kayla di dalam hati.


bersambung . . .


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan

__ADS_1


-vote


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2