Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 169


__ADS_3

"Hei, Ray. Kamu di sini?" tanya Alex menyambut kedatangan temannya.


Raymond menoleh ke arah Alita, dia melihat ekspresi tidak suka dengan kedatangan dirinya, tapi Ray berusaha untuk cuek.


Raymond sengaja menghampiri Alex dan Alita saat dia melihat gadis yang disukainya bersama temannya.


Dia penasaran dengan hubungan antara Alex dan Alita, mana tahu Alita kekasih dari temannya itu, dia ingin memastikan hubungan mereka agar dia bisa melangkah untuk selanjutnya.


"Eh, Ray. Kenalkan ini adik aku," ujar Alex memperkenalkan Alita pada Raymond.


"Hai," sapa Raymond santai.


Alita hanya cuek, dia tidak mau membalas sapaan bosnya, karena dia sudah tahu, Raymond memiliki perasaan terhadap dirinya.


"Apakah pria yang waktu itu di taman adalah Alex? Kalau mereka kakak adik, aku masih ada peluang buat deketin dia," gumam Raymond di dalam hati.


"Kamu mau makan apa, Ray?" tawar Alex pada Raymond.


"Enggak, aku udah makan. Tadi kebetulan liat kamu, makanya aku samperin. Oh iya, minggu depan kamu sudah mulai kerja, ya. Kabari aku jam kosong kamu, biar aku bisa sesuaikan jadwal lainnya supaya aku bisa jelaskan ke kamu pekerjaan yang harus kamu lakukan," ujar Raymond panjang lebar.


"Siip, nanti aku kirim lewat WhatsApp aja, ya," sahut Alex bersemangat.


Raymond mengangguk sambil tersenyum.


"Alita, kamu enggak mau kerja lagi?" tanya Raymond pada Alita.


Alex mengernyitkan dahinya melihat Raymond mengajak Alita mengobrol dengan akrab.


Gadis yang diajak mengobrol itu pun menoleh ke arah Raymond.


"Enggak, aku mau fokus kuliah dulu," jawab Alita cuek.


"Kalian kenal?" tanya Alex penasaran.


"Iya, Alita sempat kerja di kafe beberapa bulan. Tapi tak beberapa lama dia mengundurkan diri," jawab Raymond.


"Oh gitu, kamu ngapain kerja segala, Al. Memangnya uang yang dikasih Om Rahman kurang, ya?" tanya Alex heran.


Setahu dia, Om Rahman selalu mencukupi kebutuhan Alita. Apa pun yang diinginkannya selalu dipenuhi oleh Om Rahman.


"Cari kesibukan aja, Bang," jawab Alita santai.


Alex merasa curiga pada Alita, tapi rasa curiganya saat ini dipendamnya terlebih dahulu.


"Oh iya, aku izin balik duluan," ujar Raymond.

__ADS_1


Raymond terpaksa balik lebih awal karena ada urusan yang harus dikerjakannya.


"Oh, its okay," ujar Alex.


****


Hurry dan Arumi mulai sibuk mempersiapkan pernikahan Agung dan Alex, demi membahagiakan menantunya, Arumi dan Surya memutuskan akan bertanggung jawab dalam acara pernikahan kakak dan adik Kayla. Mereka akan mengadakan akad nikah Agung dan Dian di Bandung di kediaman Hidayat, sementara itu akad nikah Alex dan Irene akan dilaksanakan di kediaman Wisnu.


Sebagai rasa syukurnya, Hurry sengaja mendesain pakaian pernikahan untuk dua pasang calon pengantin serta pakaian seragam untuk seluruh keluarga besar.


Resepsi pernikahan akan dilaksanakan di sebuah gedung ternama di Kota Padang. Setelah acara pernikahan selesai Surya berencana akan mengajak semua keluarga besar untuk berlibur bersama.


Hari-hari terus berlalu, hingga liburan semester pun sudah di depan mata. Sesuai rencana yang dipersiapkan oleh seluruh keluarga. Di liburan semester ini, akan dilaksanakan prosesi akad nikah antara Agung dan Dian serta Alex dan Irene.


Sehari menjelang liburan, Agung datang ke Jakarta untuk mengajak Dian menyiapkan berbagai hal yang mereka butuhkan untuk acara pernikahan mereka nantinya.


“Assalamu’alaikum,” ucap Agung menyapa empat wanita yang kini tengah duduk santai di gazebo depan fakultas syari’ah.


“Wa’alaikumsalam,” jawab keempat wanita itu.


“Bang Agung!” seru Kayla senang melihat sang kakak sedang berada di kampusnya.


Sementara itu, jantung Dian mulai berdegup dengan kencang saat calon suaminya tengah berdiri di samping sahabatnya.


“Apa kabar, Dek?” tanya Agung pada Kayla,


“Aku baik,” jawab Kayla.


“Mhm, aku mau ngajakin kalian jalan, boleh?” tanya Agung pada adiknya.


“Ke mana, Bang?” tanya Kayla


"Aku mau mengajak Dian menyiapkan beberapa keperluan di acara akad nantinya, tapi karena kami belum muhrim, tidak baik bepergian hanya berdua. Aku boleh minta waktu kalian untuk menemani kami?" tanya Agung pada Kayla, Gita, dan Lisa


"Wah, pria sholeh, Yan. Kamu beruntung sekali jadi kakak iparnya Kayla," puji Gita.


"Iya, Gita benar. Takut jatuhnya zina ya, Bang?" celetuk Lisa ikut menimpali.


Agung tersenyum mendengar ocehan sahabat adik dan calon istrinya.


"Bagaimana, kalian ada waktu?" tanya Agung meminta jawaban.


"Ada, Bang. Dengan senang hati kami mau jadi pengawal Bang Agung sama Dian," ujar Gita bersemangat.


"Ya udah, kalau gitu. Kita bisa berangkat sekarang?" tanya Agung lagi.

__ADS_1


"Oh, bisa," seru Lisa.


"Mhm, maaf, Bang. Aku harus minta izin Bang Raffa dulu," ujar Kayla.


"Oh, ya udah kamu hubungi dia aja," ujar Agung.


"Siap!" sahut Kayla.


Kayla pun mengambil ponselnya lalu menghubungi Raffa.


"Bagaimana?" tanya Agung setelah Kayla memutuskan sambungan telponnya.


"Bang Raffa kasih izin, dia masih ada urusan. Nanti dia nyusul aja," jawab Kayla.


"Ya udah, yuk!" ajak Agung.


Mereka pun berdiri dan melangkah menuju mobil yang dibawa Agung.


Selama Agung berada di Jakarta, dia selalu menggunakan mobil milik adiknya. Alex memakai mobilnya hanya saat ada keluarganya datang dan dalam perjalanan jauh. Alex lebih hobi menggunakan sepeda motor ke mana pun dia pergi.


Saat mereka sudah berada di dekat mobil yang dibawa Agung, keempat wanita itu bersiap untuk masuk mobil di bangku belakang.


“Kalau kalian di belakang semua, aku jadi sopir taksi online, dong,” ujar Agung bercanda.


“Mhm, Kayla. Kamu duduk di depan aja bareng Bang Agung, ya.” Dian meminta Kayla.


“Iya, Dek. Kamu aja di depan di samping aku, enggak enak kalau Dian di samping aku. Kami belum muhrim,” ujar Agung lagi.


Agung memang pria yang sangat menjaga pergaulan, berbeda dengan Alex yang selengekkan. Itupun Alex masih untung melaksanakan shalat 5 waktu. Bunda Hurry dan Ayah Hendra memang mendidik kedua putranya menjadi pria yang baik.


Agung membawa keempat wanita itu ke sebuah mall terbesar di kota Jakarta. Sesampai di parkiran mall. Mereka turun dari mobil, lalu melangkah masuk ke dalam mall tersebut.


“Mau cari apa aja, Bang?” tanya Kayla pada sang kakak.


“Mau beli perhiasan dulu deh kayaknya,” jawab Agung.


“Ya udah, ikut aku, yuk!” ajak Kayla.


Kayla pun mengajak Agung dan teman-temannya ke toko perhiasan tempat Raffa membelikannya satu set perhiasan waktu itu.


“Kamu tahu, toko yang bagus, Dek?” tanya Agung.


“Iya, Bang.” Kayla pun menarik lengan sang kakak.


Dian dan dua temannya mengikuti langkah abang dan adik itu. Hati Dian saat ini tengah berbunga-bunga. Dia tak menyangka pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya ingin menyiapkan sesuatu untuk hari pernikahannya.

__ADS_1


“Mbaknya ganti suami, ya?” tanya salah satu pegawai toko saat melihat Agung dan Kayla masuk ke dalam toko perhiasan.


Bersambung…


__ADS_2