
"Kayla," gumam pria itu kaget saat mengetahui bahwa wanita yang ditolongnya adalah Kayla.
Pria itu langsung membawa Kayla keluar dari mall, dia membawa Kayla menuju rumah sakit.
Seketika hatinya merasa sedih melihat kondisi wanita yang selalu membuat jantungnya berdetak lebih kencang terkulai lemas di dalam gendongannya.
"Dokter, tolong!" teriak Alex saat dia sudah berada di rumah sakit.
Seorang perawat datang menghampiri Alex.
"Sini, Tuan." perawat itu menuntun Alex untuk membawa Kayla ke sebuah tempat tidur yang kosong.
"Baringkan di sini!" ujar si perawat.
Alex membaringkan Kayla di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati.
"Apa yang terjadi?" tanya seorang Dokter jaga yang datang menghampiri Alex yang terlihat cemas dengan kondisi Kayla.
"Saya tidak tahu, wanita ini tiba-tiba jatuh pingsan," jawab Alex memberi penjelasan pada sang Dokter.
"Saya akan periksa terlebih dahulu," ujar sang Dokter.
Alex menunggu di luar, sementara itu dokter mencoba memeriksa Kayla.
"Maaf, apa hubungan Anda dengan pasien?" tanya Dokter setelah memeriksa kondisi Kayla.
"Mhm, sa-saya hanya temannya," jawab Alex.
"Mhm, pasien sudah sadar, tapi kondisinya masih lemah. Mari masuk!" ajak Dokter tersebut.
Alex dan dokter masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
"A-alex," lirih Kayla lemah melihat sosok datang menghampirinya.
"Kamu sudah sadar, Kayla?" tanya Alex pada Kayla.
Kayla mengangguk.
"Sesuai hasil pemeriksaan yang sudah kami lakukan, Nona Kayla positif hamil dengan usia kandungan 7 minggu," ujar Dokter memberi informasi tentang kesehatan Kayla saat ini.
Alex mengernyitkan dahinya, dia tak percaya melihat wanita di hadapannya tengah mengandung.
"Selamat, Nona," ujar sang Dokter.
Kayla meletakkan tangannya di atas perutnya yang masih rata. Ada bahagia yang terselip di hatinya, tapi seketika buliran bening mulai membasahi pipinya.
Dia sedih mendapatkan kabar gembira di saat hubungannya dengan sang suami sedang tidak baik-baik saja.
"Kalau begitu saya tinggal dulu, nanti silakan ambil vitamin di apotik!" ujar sang Dokter.
Lalu dia pun keluar dari ruangan itu, tinggallah Alex dan Kayla di sana.
Alex duduk di sebuah kursi yang tersedia di samping tempat tidur.
"Kenapa menangis?" tanya Alex terus terang.
Dia tidak suka melihat Kayla bersedih karena hatinya juga ikut sedih.
"Lex, jangan beritahu siapa pun kondisiku saat ini, termasuk Irene," pinta Kayla tanpa menghiraukan pertanyaan Alex.
Alex menatap dalam pada wanita yang kini sedang terbaring di hadapannya.
Ada ruang di hatinya ikut terluka saat melihat wanita itu menangis, dia merasakan kesedihan yang saat ini dirasakan wanita itu.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan merahasiakannya," ujar Alex memberi sebuah senyuman membuat hati Kayla merasa lebih baik.
"Ya sudah, aku ke apotik dulu mengambil vitamin untukmu," ujar Alex.
Alex hendak beranjak dari duduknya.
"Lex," lirih Kayla.
Alex menghentikan langkahnya dan noleh ke arah Kayla.
"Terima kasih," ucap Kayla.
Alex tersenyum.
"Tidak masalah, mulai saat ini anggaplah aku sebagai temanmu," ujar Alex melempar senyuman manisnya.
Alex pun melangkah keluar dari ruangan Kayla.
"Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi antara aku dan pria asing itu? Setiap kali aku berada di dekatnya, aku merasa nyaman." Kayla bermonolog di dalam hati.
Setelah selesai mengambil obat,. Alex kembali masuk ke dalam ruangan Kayla.
"Kamu sudah kuat jalan?" tanya Alex.
Kayla mengangguk.
"Yuk, aku antarkan kamu pulang!" ajak Alex
Merekapun melangkah keluar dari rumah sakit, Alex membukakan pintu mobil untuk Kayla saat mereka telah berada di tempat parkir.
"Silakan!" ujar Alex.
Sementara itu di tempat lain, Raffa baru saja selesai bimbingan dengan dosennya.
Ponselnya berdering tanpa panggilan masuk dari Gita.
"Bang, Kayla Bang!" pekik Gita cemas.
Seketika jantung Raffa berdegup kencang, dia ikut cemas mendengar ucapan Gita.
"Apa yang terjadi dengan Kayla," ujarnya dengan dada yang bergemuruh.
"Kayla hilang, Bang," ujar Gita.
"Hilang? Kenapa bisa hilang?" tanya Raffa panik.
"Kami juga tidak tahu, tapi sebelum kami masuk wahana permainan, Kayla terlebih dahulu melangkah menuju toilet. Setelah itu kami menunggunya di sana tapi dia tak kunjung datang," jelas Gita.
Raffa mematikan ponselnya, dia langsung menghubungi Satya dan meminta orang suruhannya langsung mencari Kayla.
"Kayla, kamu di mana?" gumam Raffa panik.
Dia mencobanya menghubungi ponsel Kayla tapi tidak diangkat sama sekali, hal itu membuat Raffa semakin cemas dengan kondisi sang istri.
Satya yang masih bingung menghadapi kondisi Rayna ditambah bingung dengan menghilangnya istri majikannya.
Dia hanya bisa menyuruh beberapa anak buahnya untuk mencari Kayla.
Gita, Lisa dan Dian tengah duduk lemas di teras mall. Mereka lelah mencari Kayla di sekeliling Mall.
"Andai tadi aku enggak ngajakin kalian pergi jalan, pasti Kayla enggak akan hilang," ujar Gita menyesal.
"Ish, jangan ngomong seperti itu! Pamali," ujar Dian.
__ADS_1
"Terus sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Lisa bingung.
"Kita hanya bisa berdo'a semoga Kayla baik-baik saja." Dian menengahi perdebatan di antara mereka.
"Nona, saya sudah berusaha mencari Nona Kayla tapi belum bisa menemukannya. Tuan Raffa menyuruh saya untuk mengantarkan kalian pulang terlebih dahulu," ujar seorang pria yang tadi membawa mereka.
Ketiga sahabat Kayla itu pun mengangguk, mereka melangkah menuju tempat parkir mengikuti langkah sang pria.
"Ya Allah, lindungi sahabat kami," lirih Gita.
Akhirnya mereka pun kembali ke asrama.
Sesampai di asrama mereka belum juga mengetahui keberadaan Kayla saat ini.
"Kay, kondisi kamu masih lemah. Kita makan dulu, ya!" ajak Alex.
"Terserah saja," lirih Kayla menanggapi ajakan Alex.
Alex pun membelokkan mobilnya masuk ke sebuah rumah makan Padang yang terletak tidak jauh dari kawasan Universitas Al-Azhar.
Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah makan tersebut.
Alex mengajak Kayla duduk di bagian pojok karena kondisi rumah makan tersebut tengah ramai pengunjung, hanya bagian pojok yang terlihat kosong.
Mereka duduk dan menunggu pelayan menghidangkan makanan di atas meja mereka.
Tak berapa lama, berbagai menu masakan Padang terhidang di hadapan mereka.
"Kamu boleh makan sepuasnya, agar baby kamu sehat," ujar Alex setelah makanan siap di santap.
Kayla tersenyum, dia pun mengambil makanan kesukaannya.
Mereka asyik menikmati hidangan yang disajikan sambil mengobrol saling mengenal satu sama lain.
Alex juga banyak menceritakan hubungannya dengan Irene. Kayla merasa senang bisa kenal dan dekat dengan Alex.
Entah mengapa dia merasa ada ikatan dengan pria yang ada dihadapannya. Namun dia tidak tahu ikatan apa yang terjalin di antara mereka berdua.
Saat asyik makan sambil mengobrol, tiba-tiba.
"Kayla!" teriak Raffa dengan tatapan tajam yang ditujukannya pada sang istri.
bersambung . . .
.
.
.
.
hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπππ
tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa
- like
- komentar
- hadiah
dan
__ADS_1
-vote
terima kasih atas dukungannya πππ