Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 249


__ADS_3

"Maaf, Tuan," ujar salah satu polisi yang datang menyapa Raymond.


"Ya, ada apa?" tanya Raymond penasaran.


"Apakah benar ini rumahnya Tuan Raymond Adinegara?" tanya Pak Polisi pada Raymond.


"Ya, benar," jawab Raymond.


Raymond mencoba menerka-nerka apa yang akan terjadi.


"Kami dari kantor polisi mendapat instruksi untuk menangkap tersangka yang bernama Raymond atas penyebab kecelakaan yang menimpa Tuan Alvaro Fernandez," ujar Pak Polisi.


Jantung Raymond langsung berdegup dengan kencang, keringat dingin langsung mengalir di pelipisnya.


"Bisakah kami bertemu dengan Tuan Raymond?" tanya Pak Polisi.


"Saya sendiri yang bernama Raymond," jawab Raymond gugup.


Dengan sekuat tenaga Raymond berusaha untuk tetap tenang, walau bagaimanapun dia tidak salah melakukan tindakan tersebut.


Dia hanya ingin menyelamatkan Irene yang di sandera oleh Varo.


"Siapa, Sa,--" Alita datang menghampiri Raymond.


Dia kaget saat dua orang petugas Polisi tengah berada di rumahnya.


"Sayang, ada apa? Kenapa pak Polisi ada di sini?" tanya Alita.


Seketika Alita merasa cemas, dia takut Polisi akan membawa suaminya pergi darinya.


"Maaf, Tuan. Kami terpaksa membawa Tuan ke kantor sekarang juga," ujar Pak Polisi menjawab pertanyaan Alita.


"Ngapain suami saya dibawa ke kantor polisi, Pak?" tanya Alita tidak suka.


"Kami akan meminta keterangan darinya terkait peristiwa yang menimpa Tuan Alvaro," jelas Pak Polisi.


"Tapi suami saya tidak salah, Pak," bantah Alita langsung.


"Salah atau tidak salahnya kita bisa putuskan nanti di kantor," ujar Pak Polisi.


"Tidak, kalian tidak bisa bawa suami saya," bentak Alita mulai panik.


Raymond langsung merangkul pundak istrinya.


"Sayang, kamu tenang dulu, ya. Semuanya pasti akan baik-baik saja," ujar Raymond berusaha menenangkan istrinya.

__ADS_1


Raymond merangkul pundak sang istri yang terlihat mulai cas dan panik.


"Gimana aku bisa tenang kalau kamu mau ditangkap polisi," protes Alita.


"Sayang, kamu dengarkan aku. Tidak akan terjadi apa-apa," ujar Raymond lagi.


"Pak, saya akan ikut dengan bapak ke kantor polisi, tapi saya minta tolong menunggu sebentar. Kami hanya tinggal berdua di rumah ini, saya tidak mungkin meninggalkan istri saya di sini seorang diri, saya harus menghubungi teman saya untuk menjemput atau menemani isteri saya," ujar Raymond meminta pengertian dari pak Polisi.


"Baiklah, kalau begitu," ujar Pak polisi.


" Kalau begitu silakan masuk dulu," ajak Raymond.


Kedua polisi yang datang itu masuk ke dalam rumah Raymond dan duduk di sofa ruang tamu.


Alita semakin panik, dia tidak ingin berpisah dengan suaminya. Di saat dia baru saja ingin memulai rumah tangganya dengan sang suami tiba-tiba cobaan datang menghampiri.


Raymond mengambil ponselnya lalu menghubungi Raffa, Raymond meminta tolong pada Raffa untuk menjemput Alita agar Alita menginap di rumah Raffa atau di rumah sakit tempat Alex di rawat.


Saat ini hanya Raffa yang bisa menjadi tempat Raymond meminta tolong, Nick berada di Bandung sedangkan Satya istrinya sedang hamil tidak mungkin Satya meninggalkan Rayna seorang diri.


Sedangkan Raffa, di rumah mereka ada Mama Arumi dan Mak Ijah yang menemani Kayla dan tiga putra-putrinya.


"Sayang, sebentar lagi Raffa akan datang. Dia akan jemput kamu ke sini, kamu mau menginap di rumah Kayla atau rumah sakit terserah kamu. Aku harus selesaikan dulu masalah ini," ujar Raymond berusaha menenangkan hati sang istri.


"Tapi, Sayang." Alita belum bisa menerima apa yang saat ini dihadapi oleh suaminya.


Alita tak bisa berkata apa-apa lagi, dia pun memeluk erat tubuh kekar milik sang suami.


Dia enggan untuk melepaskan pria yang kini sudah menguasai hatinya.


Raymond membalas pelukan istrinya dengan erat, sejujurnya dia juga tak ingin melepaskan istrinya.


Baru hari ini hati mereka bersatu, Alita sudah mengakui cintanya pada Raymond dan mereka akan memulai kehidupan layaknya sebuah rumah tangga bahagia, kini ujian datang melanda.


Ujian yang tengah menguji kekuatan cinta yang ada di antara mereka berdua.


Tak sampai setengah jam, Raffa sampai di kediaman Raymond.


"Assalamu'alaikum," ucap Raffa saat dia masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikummussalam," jawab Raymond dan Alita bersamaan.


Raffa masuk ke dalam rumah dan menyapa kedua polisi yang sedang duduk.


Raffa menjabat tangan mereka dengan santun.

__ADS_1


"Maaf, Pak. Bolehkah saya melihat surat tugas penangkapannya?" tanya Raffa setelah dia sudah duduk di sebuah sofa samping kedua polisi tersebut.


Salah satu polisi menyodorkan selembar kertas berisi surat tugas penangkapan Raymond.


Raffa mengambil surat tugas itu lalu membacanya dengan seksama.


"Ini artinya, Raymond sudah dinyatakan sebagai tersangka dalam peristiwa ini?" tanya Raffa mulai mempelajari situasi.


"Iya, Pak. Sesuai dengan penyelidikan dan saksi mata, kami memutuskan Tuan Raymondlah penyebab kecelakaan tersebut," jelas Pak Polisi.


"Baiklah, tapi kami akan mencari pengacara terbaik untuk membebaskan Raymond," ujar Raffa.


"Itu terserah, Tuan. Kami hanya melaksanakan tugas kami untuk menangkap Tuan Raffa," ujar Pak Polisi tegas.


"Baiklah, kalau begitu apakah kita sudah bisa berangkat sekarang?" tanya polisi yang satu lagi.


"Baiklah," lirih Raffa.


Raymond melepaskan pelukannya dari tubuh sang istri.


"Kamu jangan takut, mulai hari ini dekatkan dirimu pada Allah. Hanya pada Allah kita memohon bantuan dan pertolongan. Allah tidak akan tidur dengan apa yang kita hadapi saat ini," ujar Raymond sebelum meninggalkan sang istri.


"Enggak, aku enggak mau pisah sama kamu," ujar Alita manja.


Raymond memegang lengan Alita, dia menatap mata Alita yang kini tanpa khawatir agar kehilangan dirinya.


"Sayang, kamu harus tenang. ini hanya sementara, kamu harus tetap berjuang semua masalah ini akan diselesaikan secepatnya, sabar ya, Sayang," ujar Raymond.


Raymond berusaha membuat Alita mengerti dengan situasi yang saat ini tengah mereka hadapi.


"Semua keluarga akan membantu Raymond keluar dari penjara," ujar Raffa menambahkan.


Raffa yang dulunya membenci Alita dan tak bisa memaafkan adik iparnya itu kini sudah mulai memaafkan perbuatan Alita.


Kebencian di hati Raffa terhadap adik iparnya sirna berkat nasehat-nasehat yang diberikan oleh Kayla.


Kayla selalu mengingatkan pada sang suami untuk tetap memaafkan setiap kesalahan siapa pun pada diri kita karena Allah saja maha pemberi maaf maka kita sebagai seorang hamba sudah seharusnya mengikuti sifat Allah yang maha pemberi Maaf.


Begitulah Kayla yang selalu menasehati sang suami sehingga rasa bencinya mulai terkikis habis. Raffa pun kini sudah menganggap Alita sebagai adiknya.


Pada situasi seperti ini Alita sangat membutuhkan dukungan dari keluarga besarnya, Raffa selaku kakak ipar akan membantu Alita sebisanya.


"Baiklah, Ray. Aku akan langsung menghubungi pengacara terbaik untuk menyelesaikan masalahku ini," ujar Raffa pada Raymond sebelum Raymond dibawa oleh Polisi.


Alita terpaku saat melihat suaminya digiring polisi masuk ke dalam mobil milik petugas tersebut.

__ADS_1


"Kamu aku antarkan ke mana?" tanya Raffa menawarkan.


Bersambung...


__ADS_2