
Kayla dan Raffa membalikkan badannya melihat orang yag berteriak tepat di belakang mereka. Kayla kaget mendapati adiknya.
“Lex? Kamu kapan di sini?” tanya Kayla heran melihat Alex berada di kampusnya.
“Tadi aku lihat kakak melewatiku yang duduk di sana. Dari tadi aku panggil kakak, mungkin karena asik ngobrol sama Bang Raffa, jadi enggak dengar seruanku,” jawab Alex.
“Ada urusan apa kamu ke sini?” tanya Raffa datar pada adik iparnya.
Raffa masih bersikap dingin terhadap Alex, karena masih ada rasa cemburu yang terselip di hatinya saat melihat sang istri akrab dengan pria yang sempat menjadi bulan-bulanan kecemburuannya.
“Aku ke sini mau menumui Alita,” jawab Alex santai.
Meskipun kakak iparnya bersikap dingin terhadapnya Alex tak pernah ambil pusing.
“Oh iya, Kak. Tadi aku dnegar Alita meminta kakak untuk mengizinkan dirinya tinggal satu atap dengan kakak?” tanya Alex mengingat obrolan Kayla da Raffa tadi.
Kayla menoleh ke arah sang suami, lalu dia pun mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Alex.
“Anak itu benar-benar sudah kelewatan, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi,”ujar Alex geram.
Alex tak menyangka Alita akan berbuat senekat ini, Alex yakin Alita tengah merencanakan sesuatu untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
“Ada apa Lex?” tanya Kayla bingung.
“Tidak apa-apa, Kak. Aku hanya khawatir, jika nanti dia membuat ulah,” jawab Alex.
“Mhm, kak. Aku tinggal, ya. Aku harus mencari Alita sekarang juga,” ujar Alex pamit untuk pergi.
Kayla hanya mengangguk, dia tak sempat menjawab ucapan Alex, karena adiknya itu sudah menghilang di seberang jalan.
Raffa dan Kayla pun kembali melanjutkan langkah mereka menuju parkiran. Mereka masuk ke dalam mobil dan memilih langsung kembali ke rumah lebih awal.
Satya yang awalnya ingin balik ke Bandung membatalkan rencananyanya karena saat ini situasi Rayna dan Kayla sedang tidak baik-baik saja, untuk itu dia memilih untuk menemani istrinya beberapa hari ke depan.
Sesampai di rumah, Kayla langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk melaksanakan shalat dzuhur.
Sementara itu Raffa langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur beristirahat sejenak menunggu sang istri selesai.
Setelah Kayla selesai membersihkan diri, dia melihat sang suami tertidur di atas tempat tidur. Kayla kasihan hendak membangunkannya tapi sang suami belum melaksanakan shalat dzuhur.
Akhirnya Kayla mendekati sang suami, dia menggoyangkan tubuh Raffa agar bangun. Namun, Raffa masih saja nyenyak dalam tidurnya.
“Sayang, bangun. Kamu kan belum shalat duzuhur,” lirih Kayla.
__ADS_1
Raffa membalikkan tubuhnya dan kembali tidur degan nyenyak.
“Tumben Bang Raffa tidur senyenyak ini? Apa dia kecapekan, ya?” gumam Kayla.
Kayla tersenyum, dia punya ide cara membangunkan sang suami. Kayla pun mendekatkan wajahnya ke wajah sang suami. Kayla pn mengecup bibir seksi milik suaminya.
“Sayang bangun,” bisik Kayla lagi.
Raffa yang sedari tadi sudah sadar sengaja masih memejamkan matanya ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh sang istri.
“Masih saja belum bangun, huhft,” dengus Kayla.
Akhirnya Kayla kembali mengecup bibir sang suami, kali ini dengan durasi yang lebih lama. Tiba-tiba tangan Raffa meingkar di pinggang Kayla yang masih mengenakan bathrobe.
“Ternyata istriku agresif juga,” bisik Raffa di telinga sang istri.
Kayla memutar bola matanya tak percaya.
“Kamu udah bangun sedari tadi, Bang?” gerutu Kayla kesal.
“Kenapa, Sayang? Aku senang kalau kamu menci*umku terlebih dahulu,” ujar Raffa.
Ucapan Raffa berhasil membuat wajah Kayla berubah memerah sepeti tomat masak menahan malu.
Kayla menautkan kedua alisnya.
“Jadi, kalau aku enggak agresif. Kamu ada niat buat tertarik sama pelakor?” ujar Kayla sambil cemberut.
Dia memasang wajah merajuk, menunjukkan kekesalannya pada sang suami.
“Hehehe.” Raffa terkekeh melihat aksi sang istri yang mulai merajuk.
Raffa pun menarik pelan tubuh Kayla hingga wanita itu jatuh dalam pelukan sang suami.
“Kamu itu lucu, bertahun-tahun aku menjaga hatiku demi seorang Zahra, akankah aku bisa berpaling darinya setelah aku mendapatkan cinta pertama dan terakhirku?” tanya Raffamembuat Kayla merasa tersanjung bahagia.
Kayla pun mengembangkan senyuman bahagia di wajahnya.
“Makasih, Sayang,” lirih Kayla.
“Oh, iya. Bangun, belum shalat dzuhur.” Kayla mengingatkan.
“Oke, Sayang. Kamu tunggu aku, kita shalat jama’ah,” ujar Raffa.
__ADS_1
“Siap, Bos!” seru Kayla sambil memasang gaya hormat di hadapan sang suami.
Raffa pun bangun dan melangkah menuju kamar mandi. Kayla tersenyum melihat tingkah sang suami, setelah itu dia pun bersiap-siap untuk mengenakan pakaiannya.
Sesaat Kayla dan Raffa melupakan maslah yang sedang mereka hadapi. Mereka beristirahat sejenak memikirkan masalah Alita yang membuat suasana hati keduanya tidak baik.
Setelah selesai shalat dzuhur, sepasang suami istri itupun memilih untuk membaringkan tubuh mereka di atas tempat tidur.
Raffa memeluk erat tubuh sang istri yang terlihat mulai berisi. Raffa mengecup lembut puncak kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.
“Sayang,” lirih Raffa.
“Mhm,” gumam Kayla.
“Aku sudah mempertimbangkan masalah Alita, sampai saat ini aku masih menolak keberadaan dia di sini. Tapi, jika kamu bersikeras untuk mengizinkan dia tinggal di sini, dia bisa tinggal di kamar Fitri,” ujar Raffa mengambil keputusan.
Kayla mengernyitkan dahinya tidak paham dengan maksud sang suami.
“Jadi, kamu akan mengizinkan dia tinggal bersama kalau aku yang memaksa?” tanya Kayla memastikan.
“Iya, itu artinya apa pun resiko yang terjadi setelah dia tinggal satu rumah dengan kita menajdi tanggung jawabmu,” ujar Raffa dengan bijak.
“Kenapa harus seperti itu, Bang?” tanya Raffa.
“Mhm, menurutku saat ini Alita masih membenci kamu karena kamu memiliki pria yang selama ini menjadi incarannya, dengan alasan ingin tinggal bersama kamu sebagai kakak kandungnya, dia akan berusaha untuk mendekati suamimu. Aku tidak tahu rencana licik apa yang ada di otaknya. Yang pasti, jika dia melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan aku atau kamu maka rumah tangga kita yang akan jadi tantangannya,” jelas Raffa berharap Kayla mengerti dengan alasan dirinya menolak keberadaan sang adik ipar di rumahnya.
Kayla terdiam mendengarkan ucapan sang suami. Dia juga teringat dengan nasehat-nasehat dari teman-temannya. Semua orang menolak keberadaan Alita satu rumah dengannya.
Kayla tengah berpikir apa yang akan di lakukannya untuk menjawab pertanyaan Alita nantinya. Kayla yakin Alita pasti bersedih, dan menganggap dirinya sebagai seorang kakak yang lebih menyayangi Rayna yang jelas-jelas tidak memiliki ikatan darah dengan dirinya.
Tok tok tok.
Terdengar sebuah ketuka pintu dari luar, Kaylad dan Raffa saling melempar pandangan.
“Siapa yang datang?” tanya Kayla pada sang suami.
Raffa mengangkat bahunya.
“Ya sudah, biar aku yang lihat,” ujar Raffa.
Raffa pun bangun dari tempat tidur, dia melangkah keluar kamar untuk melihat siapa yang datang bertamu ke rumahnya.
Kayla penasaran, dia pun ikut turun dari tempat tidur dan melangkah mengikuti sang suami.
__ADS_1
Raffa membukakan pintu rumah, dia kaget saat melihat tamu yang datang ke rumahnya.