
“Siapa?” tanya Akifa semakin penasaran.
“Mhm, gadis itu memiliki tahi lalat khas di bawah matanya,” jawab Farhan menatap dalam pada Akifa.
“A-apa?” lirih Akifa tak percaya dengan jawaban Farhan.
“Gadis itu juga pernah terjatuh dari batu ini dan aku menolongnya,” ujar Farhan menambahkan.
“Apa yang kamu bilang itu benar?” tanya Akifa tak percaya.
Ingatan Akifa kembali pada lembaran kenangan beberapa tahun yang lalu. Dia kembali mencoba mengingat pria yang sudah membantunya waktu itu.
“Apakah kamu yang menolongku waktu itu?” gumam Akifa di dalam hati tak percaya.
“Lalu kenapa kamu menceritakan itu padaku?” tanya Akifa berpura-pura tidak mengerti maksud Farhan.
“Karena gadis belia itu sudah sah menjadi istriku, tapi sayang dia mencintai pria lain,” ujar Farhan.
Farhan kembali menatap lautan lepas, dia tak lagi berbicara sepatah kata pun, dia membiarkan Akifa berpikir dengan apa yang diharapkan Farhan saat ini.
Akifa terdiam lama setelah mendengar ucapan Farhan, lalu dia pun mengeluarkan sebuah scarf dari dalam tasnya, dia selalu membawa scarf itu ke mana pun dia pergi.
“Apakah ini milikmu?” lirih Akifa sambil mengulurkan scarf tersebut pada Farhan.
Sebuah scarf yang di sana terdapat sebuah ukiran nama berupa kata ‘Hans’. Farhan menoleh dan melihat scarf tersebut. Farhan meraih dan membuka pelan scarf itu.
“Scarf ini yang aku gunakan untuk membalut luka gadis belia yang menjadi cinta pertamaku,” tutur Farhan jujur.
“Jadi pria yang membantuku waktu itu adalah kamu?” tanya AKifa memastikan.
Farhan mengangguk. Tiba-tiba Akifa memeluk Farhan dengan erat.
“Aku tak menyangka ternyata kamu adalah pria yang aku cari selama ini, dan aku bersyukur bisa berjodoh dengan cinta pertamaku,” ujar Akifa bahagia.
“Lihatlah, akhirnya mereka pun menyadari bahwa mereka sudah salin mencinta jauh dari perjodohan mereka,” lirih Alex sambil menunjuk pada pasangan suami istri itu.
Alex merangkul pundak sang istri.
“Aku thau semua ini karena sejak kecil aku selalu memantau adik-adikku,” ujar Alex lagi pada snag istri.
__ADS_1
“Kamu memang saudara yang baik buat saudara perempuanmu, Sayang,” puji Irene pada suaminya.
Irene semakin kagum dan simpati terhadap suaminya yang memiliki kharisma tersendiri dalam dirinya.
Farhan dan Akifa pun larut dalam rasa yang mereka sendiri tidak mengerti dengan apa yang mereka rasakan saat ini.
Akifa pun menyadari bahwa pria yang bernama Hansel bukanlah cinta pertamanya, dan kini Akifa pun mulai menghapus nama Hansel di hatinya.
“Aku tak menyangka ternyata kamu adalah cinta pertamaku,” tutur Akifa bahagia.
Farhan pun mengelus lembut kepala istrinya. “Ternyata kamu juga menyukai aku saat itu,” lirih Farhan membuat Akifa menjadi malu.
“Lalu bagaimana dengan kesepakatan kita?” tanya Farhan pada Akifa.
“Mhm, kita buang saja ke laut,” jawab Akifa santai.
Setelah matahari tenggelam, Farhan mengajak istrinya untuk menunaikan shalat maghrib di salah satu masjid yang terdapat di pantai Padang tersebut.
Farhan bersyukur akhirnya dia mendapatkan cinta istrinya, dia juga tak menyangka bahwa dirinya adalah pria yang dicintai sang istri sejak lama.
“Habis ini kita mau ke mana?” tanya Akifa pada suaminya setelah mereka berada di dalam mobil.
“Ya udah, aku juga lapar,” ujar Akifa.
Seketika Akifa yang awalnya masih malu-malu pada Farhan, sekarang berubah. Dia pun mulai bersikap seperti sikapnya biasa saat berkumpul dengan keluarganya. Akifa memang memiliki pribadi yang unik dan sulit dimengerti.
Farhan tersenyum melihat wajah Akifa, kini jelas di mata istrinya bahwa cinta itu teruntuk pada dirinya.
Farhan melajukan mobilnya menuju sebuah resto terkenal di kota Padang. Alex pun mengikuti mobil adik iparnya itu. Alex masih memantau keadaan Akifa dan Farhan.
Dikarenakan Irene yang sedang hamil, Alex tidak mau membawa Irene melakukan perjalanan jauh maka dia harus bolak bailk Jakarta Padang sekaligus memantau perkembangan hubungan rumah tangga adiknya.
Farhan dan Akifa masuk ke dalam resto, lalu mereka duduk di bagian pojok belakang resto yang mana di sana terdapat pemandangan aquarium ikan hias yang membuat mereka bisa menikmati makanan ditemani oleh pergerakan ikan hias yang lucu dan indah.
Tak berapa lama mereka duduk seorang pelayan datang sambil membawakan list menu.
“Selamat malam, Bang, Kak. Mau pesan apa?” tanya si pelayan dengan ramah.
“Ayam rica-rica pakai nasi,” jawab Farhan.
__ADS_1
Farhan menoleh pada istrinya yang duduk tepat di sampingnya.
“Kamu mau apa?” tanya Farhan.
“Aku ikut kamu aja,” jawab Akifa.
“Minumnya, Bang?” tanya si pelayan lagi.
“Es lemon tea,” jawab Frahan.
“Aku juga,” ujar Akifa sebelum Farhan bertanya padanya.
“Tunggu sebentar, ya, Bang, Kak.” Si pelayan pun meninggalkan mereka.
“Dasar bodoh! Mencari satu orang saja kamu tidak becus!” terdengar suara seseorang yang berada tepat di bangku belakang Akifa dan Farhan berada.
“Maaf, Tuan. Sangat sulit mencarinya,” ujar si pria yang dibentak.
“Aku harus bisa menemukannya. Aku harus balas dendam pada Hendra,” ujar sang pria dengan nada yang keras sehingga Farhan dan Akifa menoleh ke belakang melihat si pria yang tengah memarahi anak buahnya.
Akifa kaget saat melihat Hansel sedang memeluk seorang wanita yang mengenakan pakaian yang kurang bahan sambil memarahi orang yang ada di hadapannya.
“Cari wanita itu sampai ketemu! Aku harus bisa menghancurkan hidupnya agar aku bisa membalas dendam pada ayahnya.” Lagi-lagi Hansel menyebut kata balas dendam.
Akifa hendak berdiri, tapi Farhan langsung menahannya. Farhan menggelengkan kepalanya. Tak berapa lama Alex dan Irene datang menghampiri mereka.
“Dek,” lirih Alex dnegan suara yang sangat pelan.
Akifa semakin kaget saat melihat abangnya kini sudah ikut duduk di meja yang sama dnegannya.
“Ini ponselmu,” ujar Alex mengembalikan ponsel adiknya yang selama ini disembunyikannya.
Alex memberikan ponsel itu dengan menyalakan sebuah video yang berisi kebusukan Hansel. Akifa menyaksikan semua belang Hansel dari ponselnya, dia menggelengkan kepalanya tak percaya.
“Aku sengaja lakukan ini, agar kamu tidak terjebak dalam cinta palsu yang diberikan Hansel padamu, dan aku juga tahu bahwa cinta pertamamu adalah Farhan,” jelas Alex pada adiknya.
Akifa terharu dengan apa yang sudah dilakukan Alex padanya. Alex benar-benar sosok saudara laki-laki yang selalu menjaga dan melindungi saudara perempuannya.
“Makasih, Bang. Maafkan aku yang sudah berprasangka buruk padamu, Bang.” Akifa merasa malu pada abangnya.
__ADS_1
“Aku tahu kamu tidak akan percaya dengan penjelasanku jika kamu belum melihat dengan mata kepalamu sendiri, makanya aku menunggu kamu tahu segalanya sendiri.” Alex tersenyum lega.