
Hari ini raffa baru saja menyelesaikan acara wisuda S2, semua keluarga berkumpul di kafe SatRa.
Sebagai ucapan syukurnya, dia menggratiskan semua makanan dan minuman bagi pelanggan yang datang ke semua kafe miliknya termasuk kafe cabang.
Dia juga tidak lupa mengirimkan beberapa kotak makanan pada panti asuhan yang ada di kota Jakarta dan Bandung.
Terlihat 3R di atas kereta bayi kembar dan single. Raja dan Ratu di kereta kembar sedangkan Ratu di kereta bayi yang single.
Kafe sudah di dekorasi khusu untuk keluarga besar dan teman-teman Raffa yang juga ikut berkumpul di kafe tersebut.
“Assalamu’alaikum,” ucap Raffa hendak menyampaikan sepatah kata atas rasa syukurnya.
“Wa’alaikumsalam,” jawab semua orang.
Semua mata orang yang ada di kafe itu pun menatap kagum pada putra satu-satunya dari keluarga Surya Atmaja.
“Alhamdulilah segala puja dan puji untuk Allah yang telah memberikan rahmat yang tak terkira kepada saya sendiri serta seluruh keluarga. Saya ucapkan terima kasih yangs sedalam-dalamnya pada Mama dan Papa yang selalu kasih support Raffa dalam berbagai hal, dan yang terkhusus buat wanita berharga dan menjadi penyemangat bagiku dalam menjalani hari-hari untuk terus menjadi lebih baik untuk diri sendiri, keluarga dan semua orang yang ada di sekeliling Raffa.” Raffa mulai mengucapkan rasa terima kasihnya pada semua orang yang ada di kafe tersebut.
Raffa menarik tangan Kayla, lalu melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
“Terima kasih, Sayang. Kamu adalah wanita terbaik dalam hidupku, dan kamu adalah ibu terbaik untuk anak-anakku. Kami tidak akan ada apa-apanya tanpa kehadiranmu, Sayang,” ucap Raffa pada sang istri di hadapan semua orang.
Raffa mengecup lembut puncak kepala sang istri dengan di tonton oleh semua orang.
Kayla menunduk dan terharu dengan perlakuan yang di dapatkannya dari sang suami. Dia tersipu malu saat sadar semua mata menatap kagum dengan keharmonisan keluarga kecilnya.
Semua orang bertepuk tangan, terpukau melihat sikap Raffa yang sangat menghargai dan mencintai istrinya di hadapan semua orang.
“Bagi Raffa, Kayla adalah wanita terbaik dalam hidupnya. Sementara itu, bagiku kamu adalah wanita terbaik dalam hidupku,” bisik Raymond di telinga Alita.
Wajah Alita langsung memerah saat mendengarkan pujian dari suaminya yang kini sudah mulai mengisi semua ruang hatinya. Raymond menggenggam erat tangan istrinya seolah menyalurkan rasa cintanya.
Surya memeluk istrinya terharu melihat kebahagiaan putra dan menantunya. Dia masih mengenang perjalanan yang berat harus mereka lewati hingga Raffa berada di posisi saat ini.
Begitu juga dengan Hurry, dia merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya. Hurry bersyukur bisa menyaksikan kebahagiaan yang didapat oleh putrinya yang sudah hilang bertahun-tahun.
“Dek, lihatlah kebahagiaan putrimu. Maafkan kakak yang sudah sempat kehilangan dirinya. Kakak yakin kamu juga dapat merasakan kebahagian putri sulungmu, Dek,” gumam Hurry di dalam hati mengingat adiknya yang sudah terlebih dahulu pergi meninggalkan tiga putri yang sangat disayangi Hurry saat ini.
Hurry juga melirik ke arah Alita yang kini juga terlihat bahagia bersama Raymond.
“Sebagai bentuk syukur aku dan keluarga kami akan memberikan makanan dan minuman gratis satu hari ini di seluruh kafe SatRa yang ada di Jakarta dan Bandung,” ucap Raffa lalu mempersilakan semua orang untuk menyantap makanan dan minuman yang sudah terhidang.
__ADS_1
“Ray, Alex, Nick! Persiapkan proposal pembagian bonus seluruh karyawan yang ada di kafe SatRa, lalu persiapkan sistem pengeluarannya!” perintah Satya pada ketiga manager kafe yang sangat mereka andalkan.
“Siap!” sahut Raymond, Alex, dan Nick.
Satya tersenyum melihat tanggapan yang diberikan 3 orang kepercayaan mereka. Setelah itu mereka pun mulai menyantap semua makanan.
“Sayang, aku mau disuapin kamu,” bisik Rayna pada suaminya dengan manja.
Semenjak Rayna hamil 5 bulan, dia selalu makan minta disuapi sang suami. Jika tidak dari tangan suaminya dia tidak akan mau makan.
Dengan telaten Satya menyuapi istrinya sementara itu semua orang sudah lahap menikmati makanan mereka masing-masing.
“Kalau kamu mau makan, makan aja dulu,” lirih Rayna merasa kasihan pada sang suami.
“Tenang saja, aku akan makan nanti,” ujar Satya.
Dia ingin memastikan sang istri makan dengan lahap dan kenyang terlebih dahulu, setelah itu dia pun makan dengan tenang.
Nick dan Gita selalu mencuri-curi pandang. Mereka yang sudah saling mencintai. Namun, masih adalah pembatas di antara mereka karena Nick belum sanggup menghalalkan gadisnya itu.
Nick melirik ke arah Lisa yang terlihat murung duduk di samping Gita, Nick dapat membaca raut wajah Lisa yang sering melamun dan tidak fokus dengan apa yang kini terjadi di hadapannya.
Usai mereka menyantap makanan, mereka mulai bercengkrama.
Raffa, Kayla, Satya, Rayna, Agung, Dian, dan Lisa pun asyik bermain dengan 3R sambil berbincang-bincang.
Sementara itu Gita dan Nick mengobrol berdua, mereka saling merindu Karena jarak yang memisahkan mereka.
“Gita, ada apa dengan Lisa?” tanya Nick penasaran melihat sikap Lisa.
Gita mengangkat bahunya.
“Aku tidak terlalu tahu pasti apa permasalahan yang tengah dihadapinya. Hanya saja saat ini dia kecewa pada Reza yang tidak berterus terang kalau Reza merupakan pemilik resort tempat kita berlibur waktu itu. Dia merasa minder dengan status sosial Reza yang jauh di atas dirinya.” Gita mulai menceritakan masalah Gita pada Nick.
Nick mengangguk paham dengan apa yang diceritakan oleh Gita.
“Kenapa kita tidak berusaha untuk membantunya?” tanya Nick pada Gita.
“Bagaimana cara kita menghubunginya?” tanya Gita.
Gita sendiri juga bingung bagaimana membantu sahabatnya itu. Tiba-tiba nick mengingat sesuatu.
__ADS_1
“Kita bisa cari kontak Reza dari nama resort yang dia miliki? Kamu masih ingat kan resort milik Reza?” tanya Nick pada Gita.
“Iya, kalau enggak salah Mandeh Resort,” ujar Gita bersemangat.
“Ya udah kalau gitu, aku coba cek di g**gle dulu, ya,” ujar Nick.
Setelah itu Nick pun membuka ponselnya dan mengotak-atiknya ponselnya mencari nama resort yang baru saja disebutkan oleh Gita.
“Nah, ini ada nomor kontaknya. Aku coba hubungi terlebih dahulu, ya,” ujar Nick lalu menekan tombol memanggil.
Gita hanya diam menunggu Nick mencari tahu keberadaan Reza dan kabar pria itu setelah beberapa bulan tidak berkomunikasi.
“Halo, selamat siang. Kami dari Mandeh Resort ada yang bisa kami bantu,” ujar seorang wanita dari seberang sana.
“Iya, Mbak. Saya mau pesan beberapa kamar di Mandeh Resort, bisakah saya berkomunikasi langsung dengan pemilik resort ini?” tanya Nick berbohong agar dia bisa mendapatkan nomor ponsel Reza.
“Iya, tunggu sebentar,” ujar wanita itu.
“Halo.” Terdengar suara yang samar-samar dikenali oleh Nick.
“Reza? Lu masih ingat gue? Nick, temannya Raffa,” ujar Nick bersemangat saat mendengar suara wanita sudah berganti dnegan suara Reza.
“Nick? Iya, gue ingat,” sahut Reza di seberang sana.
“Syukurlah kalau lu ingat,” ujar Nick.
“Apa kabar lu?” tanya Reza mulai mengenang masa-masa kebersamaan mereka yang berlangsung sangat singkat.
Kebersamaan yang terjalin dengan perkumpulan orang-orang yang hampir memiliki kepribadian yang sama membuat waktu yang singkat itu menjadi ajang mempererat silaturrahmi di antara mereka.
“Alhamdulillah, gue baik. Lu, apa kabar?” tanya Nick sekedar basa-basi sebelum melanjutkan tujuannya menghubungi Reza.
“Alhamdulillah, seperti itulah,” ujar Reza tampak tak bersemangat.
Berbicara dengan Nick membuat Reza kembali mengingat masa lalu singkat yang meninggalkan goresan luka di hatinya.
“Bro, ada yang mau gue bicarakan.” Ujar Nick mulai mengarahkan pembicaraan pada tujuannya.
Nick mulai perlahan menceritakan keadaan Lisa saat ini pada Reza, dia juga menyatakan alasan Lisa sudah menjauhi Reza.
Reza hanya terdiam mendengar penjelasan dari Nick.
__ADS_1
Bersambung…