Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 85


__ADS_3

"Kita mau ke mana, Bang?" tanya Kayla penasaran.


"Ke mana, ya?" Raffa menjawab pertanyaan Kayla dengan pertanyaan juga.


Kayla memanyunkan bibirnya.


"Ih, Bang Raffa yang ngajakin pergi mana aku tahu mau ke mana?" gerutu Kayla manja.


Raffa melirik istrinya yang cemberut. Dia mencubit pipi Kayla yang temben.


"Kamu lucu kala cemberut seperti itu," goda Raffa.


"Ih, Bang Raffa usil," lirih Kayla sambil mencubit pinggang sang suami.


"Auw, sakit," pekik Raffa mengelus pinggangnya.


"Hah? Sakit? Masa, sih? Aku nyubitnya pelan kok?" tanya Kayla merasa tidak enak hati.


"Hehehe, kamu itu," lirih Raffa mengelus lembut pipi sang istri.


Seketika pipi Kayla memerah, dia tersipu malu dengan perlakuan sang suami.


"Kamu makin cantik," puji Raffa menggoda sang istri.


Kayla melirik Raffa dengan malu, Raffa menarik lengan Kayla lalu menyuruh Kayla merebahkan kepalanya di lengan kekarnya.


"Sayang, aku bahagia banget hari ini," tutur Raffa jujur.


"Benarkah? Kenapa?" tanya Kayla.


Dia masih merebahkan kepalanya di lengan kekar sang suami.


"Karena aku berada di dekatmu," jawab Raffa asal.


"Ih, Bang Raffa nyebelin," gerutu Kayla sembari mengangkat kepalanya.


"Benar, entah mengapa aku senang sekali melihat senyuman manis di bibirmu," ujar Raffa jujur.


"Gombal," gumam Kayla yang masih dapat didengar oleh Raffa.


"Kita main ke mall aja, ya," ajak Raffa.


"Terserah," jawab Kayla.


Raffa pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sebuah mall di kota Jakarta.


Mobil Raffa memasuki kawasan parkir sebuah mall seelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit.


Raffa memarkirkan mobilnya, lalu turun dari mobil, dia melangkah mengitari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk sang istri.


"Makasih, Sayang," ucap Kayla dengan senyuman manisnya.


Raffa pun meraih tangan Kayla dan menggenggam erat tangan wanitanya. Kayla dengan senang hati bergelayut manja di lengan kekar suaminya.


"Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat, ayo!" ajak Raffa.


Mereka melangkah masuk ke dalam Mall. Raffa langsung mengajak Kayla ke sebuah toko perhiasan.


Di toko itu terpajang berbagai model perhiasan mahal.


"Kita ngapain ke sini, Bang?" tanya Kayla bingung pada sang suami.


"Menurut kamu kita mau ngapain kesini?" tanya Raffa membalikkan pertanyaan istrinya.


"Mhm," gumam Kayla merasa bingung.

__ADS_1


"Kamu pilih saja perhiasan mana yang kamu suka, aku ingin membelikanmu perhiasan," ujar Raffa.


"Sayang, perhiasan mahar kita saja jarang aku pakai," ujar Kayla mencoba menolak tawaran Raffa dengan halus.


"Sayang, aku mau memberikan hadiah ini untukmu sebagai permintaan maaf atas kesalahanku," bujuk Raffa pada Kayla.


"Baiklah, tapi aku mau kamu yang memilihkan untukku," pinta Kayla.


"Oke, ayo!" Raffa menarik tangan Kayla menghampiri seorang pramuniaga yang berdiri di seberang etalase.


"Mbak, saya mau yang limited edition," ujar Raffa pada seorang gadis penjaga toko perhiasan itu.


"Sebentar ya, Mas." Pramuniaga itu mengeluarkan satu set perhiasan keluaran terbaru dan limited edition yang ada di toko mereka.


"Ini, Mas," ujar si Pramuniaga menyodorkan perhiasan yang dipilihnya tadi.


"Bagaimana, kamu suka?" tanya Raffa pada sang istri.


"Kalau Bang Raffa suka, aku juga suka," jawab Kayla.


"Ya sudah, Mbak. Saya ambil ini," ujar Raffa pada si Pramuniaga.


"Baiklah, satu set perhiasan ini harganya 20 juta rupiah, Mas." Pramuniaga itu menyodorkan total harga satu set perhiasan tersebut.


"Apa? Mahal banget, Bang. Enggak usah yang tadi, ya," rengek Kayla merasa tidak enak membeli barang dengan harga semahal itu.


"Kenapa? "perhiasannya bagus, kok," ujar Raffa bingung dengan penolakkan sang istri.


"Tapi, Bang," bantah Kayla.


"Tidak ada tapi-tapian, bungkus ya, Mbak," pinta Raffa pada sang Pramuniaga.


Pramuniaga itu pun membungkus perhiasan yang dipilih Raffa tadi.


"Sayang, kenapa harus membeli barang semahal itu?" keluh Kayla pada sang suami.


Kayla hanya bisa menghela napasnya,dia tak menyangka akan diperlakukan istimewa oleh suaminya.


Hingga saat ini, Kayla juga tidak tahu seberapa banyak kekayaan yang dimiliki oleh suaminya.


"Ini, Mas." Pramuniaga menyodorkan kemasan perhiasan yang sudah dipesan Raffa tadi.


Raffa mengeluarkan sebuah blackcard lalu mengulurkan kartu tersebut pada si Pramuniaga untuk membayar tagihan perhiasan yang sudah dipesannya.


"Tunggu sebentar," ujar Pramuniaga lalu dia pun memproses belanjaan Raffa.


"Aku mau, kamu memakai perhiasan ini di saat kamu bersamaku," bisik Raffa di telinga sang istri sambil menunggu si Pramuniaga memproses belanjaannya.


Kayla hanya menunduk malu mendengar ucapan sang suami, pikirannya melayang ke sebuah kenangan indah yang mereka lakukan menyatukan rasa cinta yang menggelora.


"Bang Raffa," lirih Kayla malu.


"Ini, Mas." Pramuniaga mengembalikan kartu pamungkas milik Raffa.


Setelah itu mereka pun keluar dari toko perhiasan.


"Kamu mau ke mana lagi?" tanya Raffa pada Kayla.


"Kita main di Gamezone, yuk!" ajak Kayla.


Kayla memang hobi main di Gamezone bersama teman-temannya.


Kali ini dia akan mengajak Raffa untuk happy-happy di Gamezone.


"Boleh, yuk!" ajak Raffa.

__ADS_1


Raffa menggandeng tangan istrinya dengan mesra,dia seakan tak ingin melepaskan tangan sang istri walaupun satu detik.


Sesampai di Gamezone yang terletak di lantai 4, Raffa dan Kayla langsung melangkah menuju counter pembelian koin, Kayla mengeluarkan kartu Gamezone miliknya dan mengisi ulang kartu tersebut supaya mereka dapat menikmati berbagai wahan permainan yang tersedia di Gamezone tersebut.


Kayla menarik tangan Raffa ke wahana permainan basket.


"Kita main basket yuk, Bang!" ajak Kayla.


"Emangnya kamu bisa main basket?" tanya Raffa meragukan kemampuan sang istri.


"Bisa dong, aku kan sering main di sini sama teman-temanku," jawab Kayla dengan pe-de.


"Ya udah kita tanding, ya!" Raffa menantang kemampuan sang istri.


"Boleh!" jawab Kayla bersemangat.


Mereka pun bersiap-siap untuk memulai pertandingan di antara mereka.


Dengan semangat Kayla ingin mengalahkan Raffa. Raffa melihat Kayla yang bersemangat akhirnya memilih untuk mengalah pada istrinya agar senyuman itu tetap mengembang di wajah polos wanita yang mulai dicintainya.


"Hore, aku menang!" teriak Kayla bersemangat.


"Ternyata kamu jago maen basket, ya?" puji Raffa pada istrinya.


Raffa juga tak menyangka kemampuan Kayla di luar kepribadiannya yang sangat anggun dengan busana tertutup yangs selalu dikenakannya.


Setelah puas bermain basket, Raffa dan Kayla bermain berbagai permainan yang tersedia di sana, mulai balapan mobil, hingga permainan mengambil boneka.


Sore itu merek habiskan dengan kebahagian yang terpancar di wajah sepasang suami istri tersebut.


"Bagaimana, kamu capek?" tanya Raffa pada istrinya yang sudah susah mengatur napasnya.


Kayla hanya bisa mengangguk. Raffa mengajak Kayla duduk di sebuah bangku yang tersedia di tengah-tengah berbagai wahana permainan.


"Kamu tunggu, di sini! Aku beli minuman dulu," ujar Raffa pada Kayla.


Kayla mengangguk. Setelah Raffa pergi Kayla beristirahat sambil mengedarkan pandangannya ke berbagai wahana yang tengah dimainkan oleh pengunjung.


Tanpa disangka, mata Kayla melihat sosok yang tidak asing baginya dengan wanita yang sudah berani mendekati istrinya.


"Zahra dan ...." Kayla menggantung kata-katanya.


bersambung . . .


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan


-vote

__ADS_1


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2