Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 209


__ADS_3

Alex dan Raymond kaget melihat gelagat Alita.


Tadinya Raymond hendak menahan Alita tapi dia terlambat meraih tangan sang istri.


Alex dan Raymond bersiap siaga jika Alita membuat kericuhan.


“Kak, maafkan aku!” lirih Alita.


Alita meraih tangan Kayla lalu menundukkan kepalanya. Kayla kaget melihat apa yang dilakukan oleh Alita. Namun, dia langsung menarik tubuh Alita lalu memeluk tubuh adik kandungnya itu.


Raffa menatap jijik pada Alita, dia mengingat ucapan Alex. Di dalam pikiran Raffa Alita adalah wanita ular yang licik, entah mengapa kini hati Raffa sangat membenci adik iparnya itu.


“Kak, ini semua gara-gara aku. Seandainya tingkah lakuku yang buruk tidak membuat Om Rahman marah hal buruk ini tidak akan menimpamu dan Bang Raffa,” ujar Alita mengakui kesalahannya.


“Sudahlah, Dek. Kakak tidak menyalhkanmu, karena ini semua terjadi karena kehendak Tuhan. Kita tidak boleh menyalahkan takdir,” ujar Kayla.


Raymond dan Alex saling melempar pandang, mereka tersenyumn melihat Alita yang mulai menyadari sifatnya.


“Mulai hari ini dan selanjutnya aku takkan mengganggu rumah tanggamu lagi,” ujar Alita berjanji di depan semua keluarga yang ada di sana.


Agung, Arumi, dan Surya mengernyitkan dahinya. Dia bingung mendengar ucapan Alita. Ingin rasanya Arumi mempertanyakan maksud Alita tapi dia memilih untuk diam karena tidak ingin merusak suasana.


Arumi melihat kea rah putranya, Arumi dapat melihat tatatpan penuh benci di mata sang putra.


“Apa sebenarnya yang terjadi antara Raffa, Kayla dan Alita?” gumam Arumi di dalam hati.


Alita melepaskan pelukan sang kakak, lalu dia menoleh kea rah Raffa yang sedang duduk di sandaran tempat tidur. Mereka beradu pandang sekilas, secepat mungkin Raffa memalingkan wajahnya. Sedikitpun ayah 3 anak itu tidak ingin melihat wajah wanita yang pernah mengacaukan rumah tangganya.


Bahkan wanita itu juga ingin mencelakai istrinya dengan menyuruh orang untuk memperkaos istrinya.


Alita menundukkan kepalanya melihat reaksi Raffa, Alita sadar takkan mudah bagi Raffa untuk memaafkan dirinya, karena banyak kelakuannya yang sudah mengganggunya.


Raymond merasa kasihan terhadap istrinya, dia pun menghampiri Alita yang masih menundukkan kepala.


“Al, yuk kita pulang dulu. Masih banyak barang-barang yang harus kita siapkan untuk berangkat besok,” ujar Raymond mengajak Alita keluar dari ruang rawat Raffa dan Kayla.


Raymond tahui saat ini, Raffa tidak suka bahkan marah melihat istrinya. Dia tak ingin permintaan maaf istrinya pada Raffa dan Kayla merusak kehangatan yang baru saja mereka rasakan.

__ADS_1


ALita hanya diam.


“Bun, Yah, kami pulang terlebih dahulu,” ujar Raymond pamit.


Raymond juga berpamitan dengan yang lainnya lalu menggiring Alita yang masih diam keluar dari ruang rawat Raffa dan Kayla.


“Hati-hati ya, Ray,” ujar Bunda Hurry sebelum sepasang suami istri itu keluar dari ruang rawat Raffa dan Kayla.


Raymond membawa Alita keluar dari rumah sakit dan melangkah menuju parkiran, sesampai di parkiran Raymon membuka pintu mobil untuk Alita. Dalam diam Alita masuk ke dalam mobil. Raymond dan Alita menggunakan mobil Alex menuju rumah sakit,


Alex membawa Alita ke rumah Bunda Hurry karena selama mereka di Padang, mereka tinggal di rumah Bunda Hurry.


Sesampai di rumah Alita melangkah masuk ke dalam kamar, dia masih saja diam tak bersuara sama seperti saat berada id rumah sakit.


“Sudahlah, Al. Aku rasa wajar Raffa masih marah padamu karena apa yang kamu lakukan sudah membuat Kayla terluka.” Raymond berusaha menghibur Alita.


“Apakah semua kesalahanku tak pantas dimaafkan?” tanya Alita pada Raymond.


“Bukannya tidak pantas, mungkin saja saat ini Raffa belum bisa memaafkan. Mungkin dengan beriringnya waktu serta perubahan sikapmu menjadi lebih baik akan membuat hati mereka luluh dan memaafkanmu,” ujar Raymond.


“Kamu pasti menertawakan dengan sikap Raffa yang sangat membenciku!” Alita menuduh Raymond yang bukan-bukan.


“Kenapa kamu berpikiran seperti itu?” tanya Raymond.


“Ya iyalah, kamu pasti senang pria yang selama ini aku sukai sudah membenciku,” jawab Alita asal.


“Terserah kamu mau berpendapat seperti apa,” ujar Raymond cuek.


Raymond pun melangkah menuju kamar mandi, karena tubuhnya sudah terasa sangat lengket makanya dia lebih memilih untuk membersihkan dirinya dari pada berdebat dengan istrinya.


Begitulah kehidupan Raymond dan Alita, jika mereka sudah berdua akan selalu berdebat tanpa ujung. Namun, di saat mereka berada di tengah-tengah keluarga besar maka mereka terlihat sebagai sepasang suami istri yang akur.


Tak berapa lama, Raymond keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk di bawah pinggang. Dia memamerkan body six pack yang sangat memukau. Perutnya berbentuk kotak-kotak bagaikan roti sobek.


Alita yang sedang asyik membuka ponselnya untuk menghilangkan rasa sedihnya karena sikap Raffa padanya tak sengaja mendengar pintu kamar mandi dibuka. Dia mendongakkan kepalanya, dengan jelas matanya menangkap pemandangan yang sangat memukai bagi setiap kaum hawa.


Bentuk tubuh Raymond yang sangat sempurna berhasil menghipnotis Alita, dia terdiam sambil melototkan mata melihat tubuh sempurna milik sang suami.

__ADS_1


“Hei,” panggil Raymond sambil melambaikan tangannya tepat di wajah sang istri.


Hal itu berhasil membuat Alita tersadar dari lamunannya akan tubuh sempurna sang suami.


“Ish, apaan sih?” gerutu Alita kesal.


Wajah Alita langsung berubah merah saat menyadari dirinya tadi menatap penuh kagum pada tubuh eksotis milik sang suami.


“Apakah tubuhku begitu sempurna sehingga kau begitu terpesona melihatnya?” ujar Raymond sengaja menggoda sang istri.


“Apa yang kau bilang? Mimpi!” ujar Alita menahan rasa malu.


Alita bergegas berdiri dari tempat tidur dan hendak melangkah menuju kamar mandi.


Dengan cepat Raymond menahan tahan Alita, sehingga langkah istrinya terhenti. Satu kali hentakan berhasil membuat Alita kini berada tepat di dalam dekapannya.


Dengan jelas Alita dapat merasakan aroma mint yang sangat menyegarkan dari mulut Raymond di saat pria itu bernapas.


Aroma wangi maskulin juga menyeruak masuk ke dalam hidung Alita, sehingga lagi dan lagi Alita kembali mengagumi pria yang kini sudah sah menjadi suaminya.


“Makanya, kalau mandi itu langsung pake bajunya di kamar mandi,” gerutu Alita.


Alita mendorong tubuh Raymond saat dia sadar bahwa pesona suaminya sudah membuat otaknya oleng.


“Auww,” pekik Raymond.


Pria itu terjatuh ke atas tempat tidur, membuat handuk di pinggangnya terlepas.


“Aaaaa,” teriak Alita saat melihat sesuatu yang tak seharusnya dilihat oleh matanya.


Alita langsung bergegas berlari masuk ke dalam kamar mandi.


“Astaghfirullah,” Raymond pun panik langsung mengambil handuk yang terjatuh di lantai.


Dia kembali membalutkan handuk di pinggangnya, dan menutupi benda pusaka yang sempat dilihat oleh istrinya, lalu dia tersenyum lucu mengingat kejadian yang baru saja di alaminya.


Peristiwa yang sangat memalukan, tapi untung saja wanita yang melihat benda berharganya adalah wanita yang sudah sah menjadi istrinya.

__ADS_1


Raymond pun melangkah mendekati lemari untuk mengambil pakaiannya lalu mengenakan kaos oblong dan celana pendek di atas lutut.


Bersambung…


__ADS_2