Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 151


__ADS_3

Kayla dan Alita menoleh ke arah pintu luar, mereka melihat Alex telah berdiri di sana. Alita kaget saat melihat kakak sepupunya itu juga datang ke rumah kakaknya.


Alita terlihat pucat melihatAlex di sana.


“Apayang dilakukan Bang Alex di sini? Apakah dia mengetahui apa yang aku rencanakan?” gumam Alita di dalam hati.


“Alex?” Kayla menautka kedua alisnya bingung.


Entah apa lagi yang akan terjadi di rumahnya setelah ini.


“Kak, maaf jika aku datang ke sini mengganggu kakak,” ujar Alex mendekati sang kakak.


“Enggak apa-apa, Lex. Kamu datang ke sini,--?” Kayla menggantung ucapannya.


“Aku ke sini mau ketemu Alita, Kak,” jawab Alex mengerti arah pertanyaan Kayla.


“Mhm,” gumam Kayla.


Alex pun menatap tajam kepada Alita.


“Al, bawa barang-barang kamu dari sini sekarang juga atau aku akan laporka semua kelakuamu ada Om Rahman!” ancam Alex secara langsung.


“Tapi, Bang. Aku hanya ingin tinggal bersama Kak Kayla,” bantah Alita.


“Terserah, jika kamu memang menginginkan Om Rahman tahu bagaimana tingkah keponakan kesayangannya,” ujar Alex kembali mengancam Alita yang masih saja bersikeras berada di rumah Kayla.


“Kak, bantu aku. Izinkan aku tinggal di sini!” rengek Alita pada Kayla memohon.


Kayla hanya diam, dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa, ada rasa senang di saat dia mengetahui kedatangan Alex ke rumahnya untuk membawa Alita pergi.


“Alita, kamu tidak pantas tinggal di sini!” ujar Alex tegas.


Alita masih menatap memohon ke arah sang kakak. Sedangkan Kayla masih saja diam bergeming di tempatnya.


“Al, jangan tunggu kesabaranku habis!” bentak Alex.


Alex pun menarik tangan Alita dan menyeret gadis itu keluar dari rumah kakaknya.


“Kak, tolongin aku. Aku mau tinggal bersama kakak, Kak!” teriak Alita memohon pada Kayla.


Mendengar suara heboh-heboh dari luar Raffa, Satya dan Rayna keluar dari kamarnya, mereka menyaksikan perlakuan Alex terhadap Alita.


Mereka kaget melihat sikap Alex yang kasar terhadap adik sepupunya, saat itu Kayla masih diam. Dia sendiri bingung harus berbuat apa.

__ADS_1


Alex menyeret Alita masuk ke dalam mobilnya. Lalu mengurung Alita di dalam mobil itu. Alex kembali membawa barang-barang adik sepupunya.


Sebelum itu, dia menghampiri Kayla.


“Kak, aku sudah tahu apa yang dilakuka Alita pada kakak selama ini, jadi aku harap kakak tidak marah padaku dengan sikapku pada Alita. Sebagai seorang kakak laki-lakinya aku memiliki tanggung jawab untuk mendidiknya,” ujar Alex pada Kayla.


Kayla hanya mengangguk, dia belum mengerti apa yang dimaksudkan oleh Alex.


“Kalau Alita kembali mengganggu kakak, Kak Kayla jangan segan-segan untuk memberitahukannya padaku,” ujar Alex lagi, sebelum dia benar-benar pergi membawa Alita.


Alex meninggalkan rumah Kayla, lalu mebawa Alita pulang ke rumah kontrakannya.


Kayla duduk menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu, sesaat dia lega dengan maslah yang menegangkan hari ini.


Akhirnya Kayla bisa bernapas lega untuk sementara, perbuatan Alita hari ini mengurastenaga Kayla.


“Ya Allah, kuatkan hamba dalam menjalani berbagai cobaan yang kau berikan,” lirih Kayla.


“Aamiin,” sahut Raffa yag tiba-tiba datang menghampiri istrinya.


“Alhamdulillah, tumben anak itu bisa menyelesaikan masalah kita,” ujar Raffa.


“Anak itu Alex, Bang. Dia itu adik aku,” ujar Kayla membenarkan ucapan Raffa yag masih kesal dengan Alex.


Tak berapa lama Rayna dan Satya ikut bergabung duduk di sofa ruang tamu.


“Sepertinya Alita Cuma takut sama Alex,” ujar Satya megeluarkan pendapatnya.


“Kelihatannya begitu,” sahut Raffa setuju dengan dengan pendapat Satya.


Kayla hanya diam, dia sedang tidak mood menanggapi ocehan dua pria yang ada di hadapannya.


Rayna menangkap raut wajah kakaknya yang terlihat lelah dengan masalah yang diciptakan oleh Alita. Hati Rayna mulai kasihan melihat sang kakak.


Sementara itu, Alex baru saja menghentikan mobil teat di depan rumah kontrakannya. Alex menyuruh Alita keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.Dengan langkah malas Alita masuk ke dalam rumah kontrakan milik Alex. Alita bergegas masuk ke dalam kamarkhusus untuk dirinya jika berada di rumah itu.


“Al!” teriak Alex saat melihat Alita hendak memasuki kamarnya.


Seketika ALita menghentikan langkahnya.


“Duduk di sini!” perintah Alex pada adik sepupunya itu.


Alita membalikkan tubuhnya, lalu melagkah menuju sofa ruang keluarga tempat Alex yang sudah duduk di sana.

__ADS_1


Dia menekuk wajahnya, menunggu kata-kata yang akan dilontarkan oleh Alex.


“Alita, kamu sadar apa yang kamu lakukan sudah diluar logika! Kamu sadar, Kayla itu kakak kandungmu. Sosok yang selama ini kita rindukan,” ujar Alex berusaha membuka hati Alita yang sudah tertutup oleh perasaan cinta.


“Bang, aku hanya ingin berada di dekat Kak Kayla, tidak lebih dari itu,” bantah alita.


“kamu tidak bisa membohongi aku, Al. Aku sudah tahu semua yang kamu lakukan pada Kayla. Kamu berusah merusak rumah tangga Kayla dan Raffa dengan menipu Raffa. Kamu mengaku bahwa kamu adalah Zahra. Benar, kan?” ujar Alex.


“Aku sudah mengtahui semuanya, Al. Jika kamu macam-macam aku akan memberitahukan semua tingkah lakumu pada Om Rahman, dan aku yakin Om Rahman akan marah besar padamu.” Alex kembali mengancam Alita.


Kali ini Alex tidak bisa diam dengan sikap Alita, karena wanita yang mau disakiti Alita adalah saudara yang sangat disayangi Alex.


Akhirnya Alita memilih diam dari pada berdebat dengan Alex. Sampai kapan pun berdebat dengan Alex, Alita tidak akan pernah menang.


“Mas, kita masuk ke kamar, yuk. Aku mau istirahat,” ujar Rayna pada Satya.


Tiba-tiba Rayna merasa tidak enak badan. Dia merasa pusing, dan ingin beristirahat.


“Ya udah, yuk.” Satya berdiri.


Dia merangkul pundak Rayna dan membaa istrinya masuk ke dalam kamar.


“Sayang, kita juga masuk ke kamar, yuk!” ajak Raffa pada Kayla.


Kayla mengangguk, lalu mereka pun melangkah masuk ke dalam kamar. Raffa membantu Kayla untuk berdiri, karena badan Kayla yang semakin berisi membuat dirinya susah untuk berdiri.


“Anak kita berat ya, Sayang?” tanya Raffa pada istrinya yang mulaikesusahan melangkah.


Perut Kayla yang semakin membesar membuat Kayla lebih mudah merasakan capek dan lelah.


“Makasih ya, Sayang,” lirih Raffa saat merka melangkah menuju kamar.


“Makasih buat apa, Sayang?” tanya Kayla heran.


“Makasih kamu sudah menggendong ketiga anakku ke mana-mana,” ujar Raffasambil mengembagkan senyumannya pada sanag istri.


Kayla tersenyum mendengar perkataan sang suami.


“Sayang, masa-masa seperti inilah yang akan dirindukan oleh setiap wanita,” ujar Kayla bahagia.


“Banyak di luar sana, wanita-wanita yang ingin merasakan apa yang saat ini aku rasakan tapi Allah belum mengizinkannya,” tambah Kayla.


“Iya, Sayang. Aku tahu, aku bersyukur bisa berjodoh denganmu, seorang wanita yang sholehah dan ternyata jodohku adalah cinta pertamaku yang selama ini aku cari-cari,” ujar Raffa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2