Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
51


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Raffa panik.


Penumpang yang berada di dalam mobil yang dikendarai oleh Satya terperanjat kaget. Jantung mereka berdetak kencang cemas.


"Lihat, Bro?" Satya menunjuk ke arah depan.


Dari posisi mereka terlihat ada jalanan yang berlubang dalam tanpa adanya peringatan apa pun.


Dan lubang itu sangat membahayakan bagi kendaraan yang hendak menurun.


"Cari tempat aman untuk berhenti," titah Raffa pada Satya.


Satya mencari jalanan yang datar, lalu mereka pun turun memperhatikan jalanan rusak itu.


"Bro, kita harus lakukan sesuatu agar tidak ada yang celaka," ujar Raffa pada Satya.


Mereka berusaha mengedar pandangan ke sekeliling mereka yang dipenuhi tumbuhan pinus dan emak belukar.


Raffa melihat sebatang bambu yang terbaring di pinggir jalan.


"Bro, ada kain lap di dalam mobil kan?" tanya Raffa pada Satya.


"Ada," jawab Satya lalu melangkah menghampiri mobil.


Kayla dan Rayna hanya diam di dekat mobil melihat kedua pria itu memberi petunjuk bahaya pada jalanan yang berlubang.


Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Puncak Lawang.


Di taman nan indah dan bersih, Raffa dan Kayla menikmati kebersamaan mereka tanpa menghiraukan dua insan yang selalu adu mulut.


Rayna yang awalnya menyukai Satya, mulai kesal dengan sikap dingin yang diberikan pria itu terhadapnya.


Rayna yang merasa suntuk memilih duduk di sebuah bangku taman yang panjang seorang diri.


"Kak, telur asin, kacang, tahu, tempe," seorang anak remaja laki-laki menghampiri Rayna.


Dia menjajakan barang dagangannya di hadapan Rayna berharap Rayna mau membeli.


"Maaf, Dek. Aku masih kenyang." Rayna mencoba menolak dengan halus.


"Ayolah, Kak." Si anak remaja itu terus memaksa Rayna untuk membeli barang jualannya.


Rayna menoleh pada anak remaja itu, dan tersenyum sejenak.


"Aku udah kenyang, bisa jajakan ke tempat lain," ujar Rayna masih fokus dengan ponsel yang ada di tangannya.


Di saat Rayna lengah, si anak remaja itu menarik ponsel Rayna yang ada di tangannya.


"Woi, hape gue!" teriak Rayna kaget seketika.


"Tolong!" teriak Rayna lagi meminta pertolongan.


Namun, berhubung mereka datang ke tempat itu di hari kerja maka tak banyak pengunjung di sana.


Rayna juga tak melihat batang hidung Satya, sementara itu Kayla dan Raffa tengah terbang menikmati pemandangan Danau Maninjau menggunakan paralayang yang disediakan oleh pihak tempat wisata.


Rayna bingung harus bagaimana, dia mencoba mengejar anak itu, tapi apa boleh buat si anak berlari dengan kencang.


"Apes banget sih, gue," lirih Rayna kesal.


Kehilangan hape bukan masalah terbesar baginya, tapi di dalam ponsel itu banyak data pelajaran dan berbagai hal yang penting baginya.

__ADS_1


"Makanya, kalau di tempat seperti ini harus hati-hati," ujar Satya yang tiba-tiba datang menghampirinya.


Rayna menatap Satya ketus. "Bukan urusan, Lu!" bentak Rayna kesal.


"Bukannya bantuin malah ceramahin gue," gerutu Rayna semakin kesal.


"Gue untung apa coba bantuin lu," ketus Satya.


Rayna hanya memanyunkan bibirnya mendapat tanggapan yang menyebalkan dari supir pribadi kakak iparnya.


"Kak, ponselku dimaling orang." Rayna mengadukan apa yang baru saja menimpa dirinya saat melihat Raffa dan Kayla melangkah mendekati mereka.


"Lho, kok bisa? Gimana ceritanya, Dek?" tanya Kayla panik.


Rayna pun menceritakan kronologi kejadian yang telah membuat ponselnya raib begitu saja.


Raffa menatap ke arah Satya meminta penjelasan. Namun, Satya hanya mengedikkan bahunya pertanda tidak tahu dan tidak peduli.


"Ya udah, tapi kamu nggak apa-apa, 'kan?" tanya Raffa memastikan keadaan adik iparnya.


"Gak apa-apa sih," jawab Rayna.


"Ya sudah, bukan rejeki. Jadikan saja ini pelajaran buat kamu," nasehat Kayla pada adiknya.


Satya hanya tersenyum licik melihat penderitaan yang dialami oleh wanita yang telah mengusik hari-harinya.


"Udah masuk waktu dzuhur, kita shalat dulu habis itu makan dan lanjutkan perjalanan," ajak Raffa mengalihkan pembicaraan.


Setelah menyelesaikan shalat dzuhur mereka pun masuk ke sebuah restoran yang terdapat di sana untuk makan siang.


"Kak pinjam hape kamu, dong," rengek Rayna saat dia baru saja menghabiskan makanan di piringnya.


"Buat apa?" tanya Kayla pada Rayna.


"Nih," ujar Rayna merogoh saku gamisnya lalu mengeluarkan benda pipih miliknya.


Dia menyodorkan ponselnya ke arah Rayna.


Rayna langsung meraih ponsel tersebut, lalu mencoba untuk menghubungi sang ayah.


Niat hati Rayna dapat langsung meminta ganti ponsel yang baru pada ayahnya. Namun, dua kali panggilan, Bram belum mengangkat ponselnya.


"Ayah ke mana, sih," gerutu Rayna mengerucutkan bibirnya.


"Ya udah, nanti coba dihubungi lagi. Yuk, kita lanjut berangkat!" ajak Raffa.


Satya langsung berdiri untuk membayar tagihan makanan mereka. Lalu mereka semua keluar dari restoran.


Mereka masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju Payakumbuh.


Di tengah perjalanan, Raffa meminta Satya untuk berhenti di sebuah counter hape besar.


"Ngapain berhenti, Sayang?" tanya Kayla pada suaminya.


"Turun aja dulu!" ajak Raffa.


Mereka pun turun dan masuk ke sebuah counter hape yang tergolong besar di daerah itu.


"Pilihlah ponsel yang kamu sukai!" perintah Raffa pada adik iparnya.


"Sayang, jangan! Biar Rayna ganti hapenya nanti aja kalau udah di Bandung," bantah Kayla dia tidak ingin merepotkan suaminya.

__ADS_1


Membawa Rayna ikut dalam perjalanan ini saja sudah menjadi hal yang merepotkan menurut istri pria tampan itu.


"Iya, Mas. Aku nanti minta ganti hapenya sama ayah saja." Rayna mencoba menolak pemberian sang kakak ipar dengan halus.


"Sudahlah, jangan banyak omong. Kamu mau yang mana?" tanya Raffa.


"Kak, tolong carikan tipe ponsel keluaran terbaru dan terbaik!" pinta Raff pada sales cantik yang berdiri di sana dengan ramah.


"Mau merk apa, Tuan?" tanya si sales cantik.


"Terserah, yang paling bagus!" perintah Raffa.


Akhirnya si sales cantik mengeluarkan beberapa merk android terbaik yang ada di toko mereka.


"Pilihlah mana yang kamu suka," ujar Raffa pada Rayna.


Rayna menoleh ke arah sang kakak meminta persetujuan. Akhirnya Kayla mengangguk pertanda setuju.


Rayna memilih android keluaran terbaru. Dia terlihat bahagia langsung mendapatkan ganti hapenya yang baru saja dicuri.


Raffa membayar ponsel yang dipilih Rayna dengan kartu kredit tanpa batas miliknya.


"Makasih, Mas. Untung banget nih punya kakak ipar kaya," celetuk Kayla riang.


Kayla langsung mencubit pinggang adiknya yang pecicilan dan ceplas-ceplos.


"Sakit, Kak," gerutu Rayna.


"Udah, yuk!" ajak Raffa.


Mereka pun keluar dari counter hape itu, dan kembali melanjutkan perjalanan menuju objek wisata Jepang-Korea milik Sumatera Barat.


Sesampai di lokasi yang dituju, waktu ashar sudah masuk. Mereka melakukan shalat ashar terlebih dahulu lalu menikmati keindahan alam air terjun Harau yang memiliki tebing nan tinggi, serta berselfie ria di miniatur Jepang-Korea yang tersedia di sana.


Raffa memilih untuk menginap satu malam di Payakumbuh, setelah itu mereka akan melanjutkan perjalanan esok hari.


Malam semakin larut, Raffa dan Kayla kembali memadu kasih. Sementara itu Satya berbaring di atas tempat tidur di kamarnya.


Dia mengeluarkan suatu benda dari saku celananya, lalu tersenyum smirk dengan tatapan yang penuh arti.


Bersambung . . .


.


.


.


.


Hai readers, terima kasih sudah membaca karya AuthorπŸ™πŸ™πŸ™


Tetaplah dukung Author dengan meninggalkan jejak berupa . . .


- Like


- Komentar


- Hadiah


dan

__ADS_1


-Vote


Terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2