Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 124


__ADS_3

Pukul 00.30.


Kayla terbangun dari tidurnya, dia meraba kasur yang ada di sampingnya.


Dia mendongakkan kepalanya melihat wajah tampan sang suami yang masih terlelap dalam mimpinya.


"Aduh, aku lapar," gumam Kayla di dalam hati.


Kayla melepaskan tangan Raffa yang masih melingkar di pinggangnya.


"Bang, bangun!" lirih Kayla membangunkan sang suami.


Dia mengguncang tubuh Raffa agar Raffa terbangun dari tidurnya.


"Bang, bangun dong!" lirih Kayla lagi masih berusaha membangunkan sang suami


Kayla ingin makan, tapi dia takut untuk melangkah ke dapur seorang diri.


"Bang." Kayla mulai menaikkan sedikit suaranya agar Raffa terbangun dari tidurnya.


"Mhm," gumam Raffa yang merasa terusik.


Raffa masih memejamkan matanya, walaupun dia sudah bangun tapi malas untuk membuka matanya.


"Bang, aku lapar," bisik Kayla berusaha berkomunikasi dengan sang suami yang masih setengah sadar.


"Bang, bangun dong." Kayla kembali mengguncang tubuh Raffa.


Akhirnya dengan malas Raffa mulai mencoba membuka matanya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Raffa dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Bang, aku lapar. Aku mau cari makanan ke dapur," ujar Kayla.


"Mhm, kemarin kamu kan enggak masak. Mana ada persediaan makanan kita di dapur," ujar Raffa


"Kita lihat di kulkas dulu, mana tahu ada yang bisa dijadikan makanan lezat," ujar Kayla merengek.


Raffa bangkit dan menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur.


"Kamu benar-benar lapar?" tanya Raffa memastikan.


Matanya yang masih mengantuk membuat Raffa malas untuk bangun dan melangkah menuju dapur.


"Iya, Bang. Masa iya aku pura-pura lapar, sih," gerutu Kayla mengerucutkan bibirnya.


"Tumben tengah malam seperti ini?" tanya Raffa yang terlihat dengan jelas malas untuk berdiri.


"Kamu enggak mau temani aku ya, Bang?" tanya Kayla merajuk.


"Ya udah, kalau kamu enggak mau temanin aku ke dapur biarin aja anak-anakmu kelaparan," gerutu Kayla.


Dia membalikkan tubuhnya lalu berbaring membelakangi Raffa.


Entah mengapa beberapa hari terakhir Kayla sering bersikap tak seperti biasanya.


Hal itu membuat Raffa bingung dan serba salah.


Mata Raffa yang tadi sangat mengantuk kini dia menyala dengan terang. Rasa kantuk hilang begitu saja.


Raffa mendekati Kayla.


"Sayang, ayo aku temani ke dapur," ajak Raffa membujuk Kayla.


"Enggak, aku sudah tidak lapar," jawab Kayla ketus.

__ADS_1


"Ayolah, Sayang. Maafkan aku, cuma lagi ngantuk saja." Raffa membujuk Kayla yang kini tengah merajuk.


"Aku udah kenyang liat kamu enggak peduli sama aku dan anak kita, seketika nafsu makanku hilang begitu saja," ketus Kayla.


"Huhfft," Raffa menghela napasnya panjang.


Raffa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya Allah, apakah tingkah istri hamba ini salah satu pengaruh dari hormon kehamilannya?" gumam Raffa di dalam hati.


"Sayang," lirih Raffa melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.


"Aku minta maaf, ya. Tadi aku ngantuk banget, sekarang kamu mau makan apa biar aku yang masakin," bisik Raffa terus membujuk sang istri.


Tiba-tiba Kayla langsung bangkit dari tidurnya.


"Benarkah?" tanya Kayla dengan wajah yang sumringah.


Raffa mengernyitkan dahinya melihat tingkah sang istri yang tak bisa dimengerti.


"Iya, apa pun yang kamu mau aku akan masakin buat kamu," ujar Raffa bersemangat agar sang istri tak lagi merajuk.


"Ya udah, yuk!" ajak Kayla


Dia bergegas turun dari tempat tidur. Raffa menatap bingung dengan suasana hati sang istri.


"Ayo! Aku udah lapar banget," rengek Kayla.


Raffa pun pasrah, dia juga ikut turun dari tempat tidur. Lalu mereka pun melangkah menuju dapur.


"Sayang, aku mau sandwich, ya. Habis itu aku mau mie rebus," ujar Kayla meminta dengan manja pada Raffa.


"Kamu yakin?" tanya Raffa khawatir sang istri tak akan sanggup menghabiskan makanan yang dimintanya.


"Yakin, dong. Aku kan lapar banget, padahal aku juga mau nasi goreng," tambah Kayla.


"Oke, aku akan buatkan semuanya untuk kamu," ujar Raffa terpaksa mengalah.


Dia tak ingin terjadi drama merajuk di tengah malam ini.


Sesampai di dapur, Raffa mengeluarkan bahan-bahan yang akan dimasaknya.


Raffa bersiap-siap untuk memasak sandwich terlebih dahulu.


Dia mengambil roti dan telur lalu mulai memasaknya. Kayla duduk di meja makan menopang dagunya dengan kedua tangannya setia menunggu masakan suami selesai.


"Selesai! Silakan, Nona," seru Raffa bagaikan chef-chef terkenal di tanah air.


Kayla tersenyum. Lalu mulai menyantap sandwich yang sudah dimasak oleh suaminya, di saat Kayla memakan sandwichnya Raffa pun bersiap-siap untuk mulai memasak mie rebus yang tadi sempat diminta oleh sang istri.


Baru saja Kayla menghabiskan sandwich miliknya, Raffa pun menyajikan mie rebus di hadapan sang istri.


"Masih mau?" tanya Raffa.


" Masih, dunk," sahut Kayla bersemangat.


Matanya berbinar binar melihat semangkuk mie rebus yang dihidangkan oleh sang suami.


Kayla pun mulai melahap mie rebus yang masih panas tersebut.


"Enak banget, Bang," puji Kayla.


Tanpa malu, Kayla melahap semangkuk mie tersebut tanpa menawarkan mie tersebut pada Raffa.


"Kamu masih mau nasi goreng?" tanya Raffa.

__ADS_1


"Enggak, aku udah kenyang." jawab Kayla sambil memegangi perutnya yang sudah mulai membuncit.


Raffa melihat gerak gerik sang istri, dia pun mendekati Kayla lalu ikut memegangi perut sang istri.


"Sudah kenyang, Sayang?" ujar Raffa mengajak Buah hatinya berbicara.


Tak berapa lama dia menyentuh perut sang istri, Raffa merasakan gerakan dari dalam rahim sang istri.


"Sayang, anak kita bergerak!" seru Raffa bahagia.


Kayla tersenyum melihat ekspresi sang suami.


"Itu tandanya anak kita mulai mengenali ayahnya," ujar Kayla sumringah.


Raffa berjongkok mensejajarkan wajahnya tepat di depan perut Kayla.


"Sayang, kalian mau makan apa lagi?" tanya Raffa mengajak buah hatinya berbicara.


"Nasi goreng, yah." Kayla menirukan suara anak kecil menanggapi ucapan sang suami.


"Siap, ayah akan siapkan," sahut Raffa sambil memasang gaya hormat.


Kayla terkekeh melihat Raffa yang sangat menyayangi buah hatinya.


"Bang, nasi goreng nya untuk besok pagi aja," lirih Kayla menghentikan ancang-ancang Raffa yang hendak beranjak membuat nasi goreng untuk sang istri.


Malam semakin larut, sepasang suami istri itu masih saja bercengkrama menikmati makan tengah malam sambil sesekali terdengar suara tawa Kayla dan Raffa menghiasi ruang makan.


****


Dian, Gita, dan Lisa melangkah menuju kelasnya. Sementara itu, Kayla sudah berada di kelas menunggu ketiga sahabatnya.


"Hai, Kay," sapa Gita saat mereka melihat sosok Kayla sudah sedari tadi.


"Hai," sahut Kayla melambaikan tangannya.


"Yan, kamu bawain tugas kemarin yang aku minta, tanya Kayla pada Dian.


"Astaghfirullah, aku lupa," ujar Dian sambil menepuk jidatnya.


Bersambung


.


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan


-vote

__ADS_1


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2