Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 188


__ADS_3

Alex membelalakkan matanya tak percaya, dia menghampiri pria yang baru saja terbangun dari tidurnya dengan telanjang dada.


Bugh...


Alex memukul wajah sang pria yang berada di samping Alita.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Alex dengan nada penuh emosi di dadanya.


"A-aku tidak tahu apa-apa, dia yang menarikku masuk ke dalam kamar ini dan akhirnya dia memaksaku untuk,--" lirih sang pria membantah tuduhan pada dirinya.


"Stop!" teriak Alita saat menyadari pria yang tidur di sampingnya bukanlah Raffa, pria yang diincarnya selama ini melainkan Raymond.


"Tanyakan pada adikmu apa yang sudah dilakukannya," ujar Raymond.


"Kau tak bisa mengelak lagi, kau harus bertanggung jawab terhadap adikku!" bentak Alex pada Raymond.


"Aku siap untuk bertanggung jawab terhadap adikmu, meskipun dia yang memaksaku untuk melakukannya," ujar Raymond santai.


Alita tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Raymond, memang tadi malam dia sengaja matikan lampu kamar agar Raffa tidak menyadari siapa dirinya.


Alita juga teringat dengan apa yang sudah dilakukannya tadi malam dengan laki-laki ini.


Dia mengingat bagaimana buasnya Raymond melahap bi*birnya.


Mereka melakukan adegan panas dengan perasaan saling suka karena Alita berpikiran bahwa pria yang berada di dalam kamar itu adalah Raffa yang sudah terangsang dengan obat yang sudah diberikannya pada sang kakak ipar.


"Ada apa ini?" tanya Agung yang ikut masuk ke dalam kamar Alita.


Dian juga ikut masuk ke dalam kamar adik iparnya itu. Dian menutup mulutnya tak percaya apa yang kini sedang terjadi di hadapannya.


Sementara itu Kayla terdiam, dia melangkah mundur tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Air matanya bercucuran dengan deras, dia merasa telah gagal menjadi kakak.


Dia teringat apa yang telah menimpa Rayna, dan kini adik kandungnya juga melakukan hal yang tak pantas dilakukan.


Dian melihat Kayla yang terpukul, dia langsung memapah tubuh Kayla yang hampir saja jatuh ke lantai.


"Kenakan pakaian kalian, hal ini kita bicarakan di penginapan sebelah!" perintah Agung d Ngan bijak.


Agung tidak mau semakin banyak orang yang masuk ke dalam kamar adik sepupunya itu.

__ADS_1


Alex melihat Kayla, dia langsung menghampiri sang kakak.


"Kak," ujar Alex khawatir.


Alex menghampiri Kayla, dan langsung mengangkat tubuh Kayla dan membawanya keluar dari kamar Alita menuju kamar sang kakak.


"Hei, apa yang kau lakukan?" bentak Raffa yang tiba-tiba datang.


Raffa tidak terima melihat Alex menggendong sang istri walau dia tahu bahwa Alex adalah adik istrinya.


Alex mengabaikan ucapan Raffa dia bergegas melangkah membawa Kayla ke dalam kamarnya.


Alex melihat sang kakak tengah lemah, dia semalaman tidak bisa tidur karena sang suami tidak ada kabar sama sekali.


Saat pagi datang dia pun melihat kejadian yang membuatnya sangat terpukul.


Raffa mempercepat langkahnya, dia masuk ke dalam kamar lalu bersiap-siap untuk memukul Alex.


"Bang," lirih Kayla sambil menggelengkan kepalanya.


Kayla memohon pada Raffa untuk tidak memukul adiknya.


"Hei, lu ke mana aja, Bro?" tanya Alex mengintimidasi.


"Gue dari penginapan sebelah, ada yang perlu gue omongin dengan papa," jawab Raffa santai.


"Seharusnya lu kasih kabar istri lu, supaya dia tidak seperti ini. Gue sudah ingatkan sama lu, sekali saja lu menyakiti Kakak gue, lu bakalan berurusan dengan gue," ujar Alex lalu dia pun keluar dari kamar kakaknya.


Dia tidak ingin lagi memperkeruh suasana. Alex mengerti saat ini Kayla sangat sedih.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Raffa khawatir.


Kayla hanya menangis, dia tidak menjawab sama sekali pertanyaan sang suami.


Ada rasa kecewa menyelinap di hatinya, saat sang suami pergi tanpa ada kabar sedikitpun.


Kayla hanya membalikkan tubuhnya membelakangi Raffa, untuk saat ini dia tidak ingin berbicara dengan siapa pun.


"Sayang, maafkan aku! Tadi malam, Agung nyuruh aku ke penginapan sebelah di suruh mama. Mau kasih kabar ke kamu malah hp aku habis baterai," ujar Raffa mencoba membujuk sang istri.


Kayla hanya diam, sekian lama mereka menikah Raffa tidak pernah melakukan hal seperti ini, dia selalu kasih kabar.

__ADS_1


Malam ini Raffa sudah membuat istrinya cemas dan lelah karena tidak bisa beristirahat dengan tenang.


"Oke, kalau kamu marah sama aku. Aku paham kok, tapi please jangan cuekin aku, aku bersedia kamu hukum apa saja," ujar Raffa pada sang istri.


Kayla masih belum menggubris ucapan sang suami.


Raffa menghela napasnya panjang.


Dia pun ikut naik ke atas kasur dan berbaring di samping Kayla lalu Raffa memeluk tubuh sang istri dengan erat.


"Maafkan aku, ya," bisik Raffa.


Kayla hanya diam tapi dia tidak menolak pelukan dari sang suami karena saat ini dia juga butuh dada bidang sang suami untuk meluapkan rasa sesak yang ada di dadanya.


Kayla menangis dalam dekapan sang suami, hal itu membuat Raffa semakin merasa bersalah dengan apa yang sudah dilakukannya malam ini.


Raffa benar-benar menyesal sudah membuat sang istri khawatir dan terluka.


"Mulai hari ini aku janji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi," ujar Raffa lagi masih membujuk sang istri.


Raffa saat ini hanya tahu alasan istrinya menangis adalah ulah dirinya, padahal Kayla menangis karena mengingat kejadian yang menimpa adik kandungnya.


Sementara itu di ruang tengah semua orang sudah berkumpul. Hendra dan Hurry juga ikut berada di sana atas permintaan Alex, begitu juga dengan Surya dan Alex.


Alita dan Raymond saat ini sedang duduk di tengah-tengah keluarga besar dengan wajah tertunduk. Mereka bagaikan terdakwa yang sedang disidang atas perbuatan yang telah mereka lakukan.


Alex tersenyum melihat wajah Alita yang tertunduk tak berkutik sama sekali. Saat ini Alita tidak mungkin lagi lepas dari hukuman yang akan diberikan oleh Hendra dan Hurry.


"Alita, atas alasan apa kamu melakukan hal ini?" tanya Hendra kecewa dengan putri kecilnya yang sangat disayanginya.


Alita hanya diam, dia tidak bisa menjawab apa pun, karena dia tidak ingin mengatakan bahwa sesungguhnya dia hendak menjebak Raffa bukan Raymond.


"Ray, jelaskan pada om apa sebenarnya yang telah terjadi?" tanya Hendra pada Raymond.


Alex mendongakkan kepalanya, dia pun melirik ke arah Alex. Mereka berdua tersenyum seolah menyimpan sesuatu.


"Maaf, Om dan Tante. Tadi malam aku tak sengaja lewat lorong depan kamar Alita, entah mengapa aku merasa ditarik oleh seseorang masuk ke dalam kamarnya. Alita mengunci pintu, dia merayuku dan meminta aku melakukannya, Om sendiri tahu kan apa yang akan saya lakukan jika dihadapkan dengan hal seperti itu," jelas Raymon panjang lebar.


Hendra dan Hurry mengerti dengan penjelasan Raymond, bahwa di saat seperti ini Alitalah yang sudah menggoda Raymond dan dia pantas untuk disalahkan.


"Baiklah, kalau begitu kalian berdua harus menikah secepatnya," ujar Hendra mengambil keputusan.

__ADS_1


"Apa?" pekik Alita tak percaya.


Bersambung...


__ADS_2