Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 94


__ADS_3

Hari terus berlalu bergulir menyisakan kenangan-kenangan indah yang terus dilewati oleh dua pasang suami istri yang berbahagia.


Kayla yang semakin hari merasakan kebahagiaan bersama Raffa,dan Rayna sang adik juga menjalani hari-hari dengan dilindungi oleh Satya.


Sementara itu di tempat lain Zahra tidak terima melihat kebahagiaan yang didapat oleh Kayla. Dia berpikir keras untuk menghancurkan hubungan Kayla dengan Raffa.


"Ini saatnya aku mengungkapkan siapa diriku pada Raffa, dengan kebenaran itu, Raffa pasti akan bertekuk lutut padaku," lirih Zahra dengan senyuman sinis terpancar di wajahnya.


"Selamat, Bang. Akhirnya Bang Raffa menyandang status sarjana," ujar Kayla pada sang suami sambil memeluk tubuh kekar Raffa.


"Terima kasih, sayang. Ini semua berkat dukungan kamu," ujar Raffa mengecup lembut puncak kepala Kayla.


Raffa baru saja menyelesaikan sidang komprehensif yang harus dilewati setiap mahasiswa untuk dapat menyandang status sarjana.


"Selamat, Bro." Nick menyalami sahabatnya setelah Raffa melepaskan pelukannya dari tubuh sang istri.


"Makasih, Bro. Do'ain gue untuk besok, semoga gue bisa melewati sidang gue lebih baik dari lu," ujar Nick sambil terkekeh.


"Aamiin," sahut Kayla dan Raffa serentak.


"Terus do'ain juga, semoga gue bisa deketin sahabat bini loe, dan diterima sebagai calon suaminya," bisik Nick di telinga Raffa yang masih dapat didengar jelas oleh Kayla.


"Aamiin," sahut Kayla setuju sahabat suaminya mendekati sahabatnya.


"Hah?" Nick menggaruk dahinya yang tidak gatal.


Wajahnya seketika berubah memerah menahan rasa malu.


"Nanti biar, aku bantuin deh," tawar Kayla menggoda Nick.


Wajah Nick semakin tambah merah mendengar ucapan dari istri sahabatnya.


"Nah, lu bisa gunakan kemurahan hati istri gue tuh buat dekat sama Gita," ledek Raffa.


"Lu apaan sih, Fa," dengus Nick kesal.


"Hehe." Kayla dan Raffa terkekeh melihat wajah Nick yang semakin merah bagaikan udang rebus.


"Ah, suami istri sama aja nyebelin," keluh Nick.


"Udah, makasih ya, Bro. Lu udah datang buat kasih support gue hari ini,"ujar Raffa pada Nick.


Dia tidak tega menjahili sahabatnya yang sudah susah menahan rasa malunya.


Nick mengangguk.


"Yuk, kita pulang. Lu harus persiapkan buat sidang besok," ajak Raffa.


"Selamat, Bang Raffa," seru Gita, Lisa dan Dian serentak.


Mereka yang baru saja datang tak sabar untuk mengucapkan selamat pada suami sahabatnya yang selalu memberikan kemakmuran bagi mereka selama ini.


Raffa dan Kayla tersenyum melihat kedatangan 3 gadis yang selalu menemani istrinya selama dia tidak bersama sang istri.


Nick terdiam, dia menatap Gita dalam mengagumi kecantikan gadis itu.


"Woi, zina mata," bisik Raffa di telinga Nick yang masih terdengar oleh 4 wanita bersamanya.


"Hehehe." Kayla, Lisa dan Dian terkekeh mendengar ucapan Raffa.


Sedangkan Gita menunduk malu, dia merasa gugup berada di dekat pria yang mengaguminya.


"Ya udah, gue cabut dulu," ujar Nick semakin kesal.


Dia pun berlalu, tapi sebelum meninggalkan Raffa dan 4 wanita itu, Nick menyempatkan diri untuk melirik gadis pujaannya.


"Kamu sangat mengagumkan, semoga kita berjodoh," gumam Nick di dalam hati.

__ADS_1


Lisa dan Dia menyikut lengan Gita.


"Cie cie," ledek Lisa pada sahabatnya.


"Apaan sih?" ketus Gita.


"Eh iya, Bang. Kita tunggu traktirannya nih," ujar Gita mengalihkan pembicaraan.


Dia tidak mau teman-temannya terus-terusan meledek dirinya.


"Iya, Bang. Kita tunggu traktirannya," sahut Lisa setuju dengan ucapan Gita.


"Ya udah, kalian mau maka apa?" tanya Raffa langsung menyetujui permintaan sahabat istrinya.


"Terserah Bang Raffa aja, kami ikut Bang Raffa aja," jawab Dian menanggapi pertanyaan Raffa.


"Oke, kita senang-senang di kafe terbaik di kota Jakarta, gimana?" usul Raffa.


"Kafe terbaik? Di mana, Bang?"p tanya Kala penasaran.


"Ya udah, yuk!" ajak Raffa.


Mereka pun mulai melangkah keluar dari gedung tempat Raffa menjalani sidang kompre tadi.


Mobil Raffa terparkir tak jauh dari gedung tersebut, mereka langsung naik ke dalam mobil mewah milik Raffa.


Setelah memastikan Kayla dan teman-temannya berada di dalam mobil, Raffa pun ikut masuk ke dalam mobil.


Sebelum melajukan mobilnya, Raffa menoleh ke arah istrinya.


"Sayang, kamu selalu saja lupa memasang sabuk pengaman," ujar Raffa sambil mendekatkan tubuhnya ke Kayla lalu memasangkan sabuk pengaman ditubuh istrinya.


"Duh, Bang Raffa romantis banget, sih," ujar Gita memuji Raffa.


"Iya nih, Bang Raffa perhatian banget sama Kayla," tambah Lisa.


"Semoga ketiga sahabatku ini, mendapatkan jodoh lebih baik dari Bang Raffa, aamiin," ujar Kayla menanggapi pujian teman-temannya.


"Aamiin," seru 3 gadis itu.


Raffa hanya tersenyum mendengar ocehan empat wanita yang ini berada di dalam mobilnya.


"Kita berangkat, ya," ujar Raffa.


Raffa pun mulai melajukan mobilnya menuju kafe yang terletak tak jauh dari Universitas Al-Azhar.


Raffa memarkirkan mobilnya di parkiran khusus pemilik kafe.


"Kenapa parkir di sini, Bang?" tanya Kayla heran saat melihat tulisan yang tertulis di depan mobil Raffa.


"Enggak apa-apa, yuk turun!" ajak Raffa mengabaikan pertanyaan istrinya.


Kayla dan teman-temannya turun dari mobil. Mereka melangkah masuk ke dalam kafe yang memiliki tulisan 'SatRa's cafe' di pintu masuknya.


"Ini pertama kalinya Raffa mengajak Kayla ke kafe miliknya.


Raffa sengaja menyembunyikan berbagai usahanya karena dia ingin memberikan berbagai bisnisnya secara perlahan pada istrinya.


Beberapa pelayan yang berjumpa dengan Raffa membungkukkan badannya sebagai penghormatan pada pemilik tempat mereka bekerja.


"Sediakan ruang VVIP untuk kami!" pinta Raffa pada salah satu pelayan yang menghampiri Raffa menyambut kedatangannya.


"Baik, Tuan," sahut pelayan tersebut.


Ketiga sahabat Kayla semakin kagum melihat suami sahabatnya begitu dihormati di kafe ini.


Mereka mengira Raffa merupakan pelanggan setia di kafe mewah ini.

__ADS_1


Kafe yang memiliki desai perpaduan klasik dan modern yang membuat suasana kafe semakin menarik, serta kafe tersebut menyediakan tempat duduk lesehan dan ruangan VVIP yang dibutuhkan oleh beberapa bisnisman untuk melakukan meeting atau pertemuan penting yang bersifat privasi.


"Silakan, Tuan," ujar seorang pelayan mengajak Raffa menuju ruangan VVIP yang sudah mereka siapkan untuk Raffa dan teman-temannya.


"Sediakan makanan dan minuman terbaik di kafe ini!" perintah Raffa pada pelayan.


"Baik, Tuan." Si pelayan pun mengangguk paham.


Lalu si pelayan keluar dari ruangan itu untuk menyiapkan pesanan dari Raffa.


"Bang, kenapa enggak pesan menu yang tertera saja?" protes Kayla.


DIa baru saja hendak melihat berbagai menu yang tersedia di kafe itu.


"Kamu tenang saja, kalau ada yang kamu suka tidak disediakan pelayannya, kita pesan lagi, ya," ujar Raffa.


Mereka pun duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu. Di ruangan VVIP juga tersedia fasilitas karaoke.


"Kita bisa karaokean di sini?" tanya Lisa sambil menyalakan DVD karaoke di ruangan itu.


"Kalian bisa karaokean sepuas-puasnya di sini," ujar Raffa pada Lisa.


Sambil menunggu makanan, Lisa mulai bernyanyi dengan semangat. Lisa tidak malu dengan adanya Raffa di ruangan itu.


Gadis itu menganggap Raffa sebagai kakak laki-lakinya sehingga dia tetap santai bernyanyi.


Tak berapa lama, pelayan datang membawakan banyak makanan dengan berbagai menu yang tersedia di kafe itu.


"Silakan, Tuan," ujar pelayan sebelum dia keluar dari ruangan itu.


"Wah enak semua," teriak 4 gadis itu lalu menyerbu makanan dan minuman yang tersedia.


Raffa tersenyum senang melihat wajah sumringah di wajah istri dan teman-temannya.


Kayla dan teman-temannya mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka.


Di saat mereka asyik menikmati makanan, mereka berhenti makan dan menatap Kayla yang makan dengan lahapnya.


Ketiga sahabat Kayla heran melihat sahabatnya makan dengan lahapnya dan bersemangat tidak seperti biasanya.


"Kayla?" lirih ketiga sahabat itu bingung.


bersambung . . .


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan


-vote


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2