
Kayla juga kaget saat mengetahui pria di sampingnya adalah kekasih Irene.
Seketika jantung mereka berdetak dengan kencang yang mereka sendiri tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka.
"Kamu, Alex?" tanya Kayla pada pria itu memastikan bahwa dia tidak salah orang.
"Iya," jawab Alex.
Tiba-tiba ponsel Alex berdering.
"Maaf," lirih Alex lalu dia mengangkat panggilan dari ponselnya.
"Kita pulang!" ajak Raffa yang sudah berada di samping Kayla.
"Yuk!" lirih Kayla.
Dia berdiri dari duduknya, dia menoleh ke arah pria yang sempat mengajaknya bicara. Kayla memegangi jantungnya yang masih berdegup dengan kencang.
Raffa menggenggam tangan Kayla dan melangkah menuju parkiran.
"Ya Allah, ada apa dengan pria itu. Sejak awal berjumpa dengannya jantungku selalu berdegup dengan kencang?"gumam Kayla di dalam hati.
Dia bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya saat berjumpa dengan kekasih sepupunya.
"Sayang," panggil Raffa.
Raffa melambaikan tangannya di depan wajah Kayla.
"Eh," lirih Kayla.
"Kamu melamun?" tanya Raffa heran.
"Mhm, enggak," jawab Kayla.
"Kamu baik-baik saja, kan?" tanya Raffa khawatir.
"Aku baik," jawab Kayla pelan.
"Kalau kamu kurang enak badan, kita langsung pulang aja," tawar Raffa.
"Enggak, aku gak apa-apa, kok," ujar Kayla.
"Kamu yakin?" tanya Raffa mengelus lembut kepala sang istri.
Kayla mengangguk.
"Ya udah, yuk naik!" ajak Raffa yang sedari tadi sudah membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Kayla pun masuk ke dalam mobil, diikuti oleh Raffa masuk lewat pintu kemudi.
"Kamu mau ke mana?" tanya Raffa menawarkan.
Berhubung hari masih siang, mereka masih bisa bersantai sekadar mengunjungi beberapa tempat.
"Ke mana, ya? Aku sendiri bingung mau ke mana?" jawab Kayla.
"Mhm, bagaimana kalau kita pergi ke Pantai Air Manis," ajak Raffa.
"Boleh," sahut Raffa menyetujui.
Raffa pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan kawasan Bandara.
Perjalanan dari Bandara ke Pantai Air Manis di tempuh sekitar satu jam perjalanan.
__ADS_1
Mereka sampai di Pantai air manis tepat waktu dzuhur masuk, sebelum mereka bersantai dan berjalan-jalan sambil menikmati keindahan pantai, mereka melaksanakan shalat dzuhur terlebih dahulu.
Usai shalat dzuhur, Raffa dan Kayla mulai melangkah santai menuju batu Malin kundang.
Mereka melangkah sambil bergandengan tangan dengan mesra.
Rasa cinta yang sudah tumbuh mekar membuat hubungan mereka semakin indah. Indahnya berpacaran setelah menikah kini dirasakan oleh Raffa dan Kayla.
"Kamu mau makan siang apa?" tanya Raffa pada Kayla yang sudah mulai merasa lapar.
"Terserah kamu saja, Sayang," jawab Kayla manja.
"Ya sudah, di sana dekat batu Malin kundang ada pondok lesehan, bagaimana kalau kita makan di sana?" ajak Raffa.
Kayla mengangguk setuju, dia bergelayut manja di lengan kokoh suaminya.
Raffa tersenyum bahagia melihat sikap manja sang istri.
"Tunggu!" Raffa berhenti tiba-tiba.
"Ada apa?" tanya Kayla heran.
Raffa meraba saku celana dan kantong bajunya.
"Ponselku ketinggalan di mobil," ujar Raffa.
"Lalu bagaimana?" tanya Kayla.
"Kamu tunggulah di sini! Aku akan mengambil ponselku di mobil," ujar Raffa.
"Oh ya udah, Aku tunggu Bang Raffa di sini." Kayla mengangguk.
Raffa pun bergegas berbalik arah dan melangkah menuju parkiran mobil.
Siang ini akan ada konsultasi jadwal seminar untuk bulan depan, makanya Raffa merasa sangat membutuhkan ponselnya.
Dia melihat sebuah pondok yang tidak jauh dari tempat dia berdiri. Kayla melangkah menuju pondok itu tanpa memperhatikan kiri dan kanan.
Seorang anak berumur 10 tahun tengah mengendarai motor ATV dengan kecepatan di atas rata-rata dan kelihatannya anak itu sedang kehilangan kendali dalam mengendarai motornya.
Kayla yang tidak memperhatikan jalannya hampir tertabrak oleh anak
"Awas!" teriak seseorang menarik tangan Kayla sehingga Kayla terjatuh ke tanah di samping pria yang sudah menolongnya.
Brakk, terdengar suara hempasan benda keras pada batu yang terdapat tidak jauh dari posisi Kayla terjatuh.
"Ibu, sakit! Tolong aku, tolong! Sakit!" suara tangisan anak kecil mengiringi bunyi hantaman keras itu.
Kayla menutup wajahnya takut, perlahan dia membuka wajahnya dan dapat melihat pria yang sudah menolongnya.
"A-alex," lirih Kayla.
Seketika jantungnya kembali tak terkendali. Getaran jantungnya membuat dada Kayla terasa sesak dan dia pun tak sadarkan diri.
Alex menatap dalam pada wajah wanita yang ada di hadapannya. Hatinya yang mendadak berdebar tak karuan membuatnya semakin bingung apa yang terjadi dengan dirinya.
Setiap berjumpa dengan Kayla, Alex merasa pernah dekat dengan wanita itu. Dia merasa ada ikatan yang tak dapat di pisahkan.
"Astaghfirullah, aku harus menolongnya," gumam Alex.
Alex bergegas berdiri, dia mengangkat tubuh Kayla ke sebuah pondok yang tidak jauh dari tempat mereka terjatuh.
Sementara itu para pengunjung berduyun-duyun menghampiri anak kecil yang baru saja terjatuh dari motor ATV yang biasa digunakan oleh pengunjung untuk berkeliling di Pantai Air Manis.
__ADS_1
Sementara itu, di tempat Alex dan Kayla hanya mereka berdua berada di pondok itu.
Alex membaringkan tubuh Kayla di atas pondok yang beralaskan selembar tikar.
"Kayla, bangun," seru Alex panik berusaha membangunkan Kayla yang masih tak sadarkan diriku.
Kayla masih saja terpejam, h ini membuat Alex panik dan khawatir.
"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan," gumam Alex.
Alex melihat keadaan disekelilingnya berusaha untuk mencari pertolongan. Namun, tak seorang pun terlihat karena perhatian orang-orang di sana tengah tertuju pada kecelakaan yang baru saja terjadi terhadap anak kecil itu.
Alex menatap dalam pada wanita yang tengah terbaring di hadapannya.
"Ya Allah, apa hubunganku dengan wanita ini? Setiap kali aku berada di dekatnya hati ini selalu bergetar tak karuan. Siapa sebenarnya wanita ini?" gumam Alex di dalam hati sambil menatap wajah polos wanita cantik dan anggun di hadapannya.
Sementara itu Raffa kebingungan mencari Kayla di tengah kerumunan para pengunjung yang melihat keadaan si anak kecil yang terjatuh dari motor ATV.
"Kayla!" teriak Raffa sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling kerumunan pengunjung yang semakin ramai.
"Ke mana Kayla?" Raffa bermonolog dengan dirinya sendiri.
Satu per satu dia memperhatikan wajah orang-orang di sana tapi masih belum menemukan sang istri.
Raffa mulai cemas, dia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap istrinya.
"Kayla, kamu di mana?" Raffa mengusap wajahnya kasar.
Raffa pun menjauh dari kerumunan para pengunjung. Dia pun mulai mengedar pandangannya ke sekelilingnya.
Saat itu, dia melihat seorang pria yang duduk di sebuah pondok, Raffa melihat gamis Kayla yang terjuntai di pinggiran pondok.
Raffa yakin Kayla tengah berada di sana.
Dia melangkah dengan cepat, mendekati posisi Alex dan Kayla.
"Apa yang kau lakukan pada istriku!" bentak Raffa pada Alex tiba-tiba.
Raffa melihat Kayla yang terbaring langsung emosi dan memukul wajah Alex tanpa memberi waktu pada Alex untuk memberikan penjelasan.
"Hentikan!" teriak Kayla tiba-tiba.
bersambung . . .
.
.
.
.
hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπππ
tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa . . .
- like
- komentar
- hadiah
dan
__ADS_1
-vote
terima kasih atas dukungannya πππ