Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 179


__ADS_3

Di rumah kediaman Wisnu.


Semua orang sudah sibuk mempersiapkan acara pernikahan Irene dan Alex yang mana akad nikahnya akan dilaksanakan di rumah.


Sebelum acara akan nikah di mulai, Rayna dan Satya lebih dulu datang, karena saat ini posisi Rayna sebagai keluarga Irene.


"Assalamualaikum," ucap Rayna saat dia sudah berada di ambang pintu kediaman keluarga Wisnu.


"Wa'alaikummussalam," jawab Rita yang langsung menyambut kedatangan sang putri.


Rita sengaja datang ke Padang untuk menghadiri acara pernikahan Irene dan Alex.


"Mama," lirih Rayna.


Dia langsung menyalami tangan wanita yang sudah melahirkannya itu.


Rayna memeluk erat tubuh wanita yang semakin hari semakin tua.


Entah mengapa perasaan Rayna menjadi sedih, dia pun menangis sesenggukan di dalam pelukan sang Ibu.


Rita pun juga ikut sedih, sekian lama dia berusaha berbaur dengan masyarakat di kampung agar dia bisa melupakan kesedihannya atas kehilangan pria yang sangat berarti dalam hidupnya.


Rita mengelus lembut punggung putri semata wayangnya.


"Sayang, kenapa kamu menangis?" tanya Rita berusaha menyembunyikan kesedihannya.


Rayna menumpahkan rasa yang ada di dalam hatinya, setelah itu dia pun melepaskan pelukan dari tubuh ibunya.


Raina menghapus air mata yang tadi sempat membasahinya pipinya.


"Ibu sehat?" tanya Rayna masih dengan nada serak.


"Ibu sehat, Sayang. Ibu merasa lebih senang di sini daripada di Bandung." Rita mengungkap perasaannya selama berada di kampung halaman.


"Rayna senang kalau Ibu senang berada di sini, Rayna bisa kuliah dengan tenang," ujar Rayna.


"Alhamdulillah, kalau ibu senang di sini," sahut Satya menyapa ibu mertuanya.


"Iya, Nak. Ini semua atas bantuan kamu yang sudah urus semuanya," ujar Rita.


Rita sangat bersyukur bisa memiliki menantu sebaik dan seperhatian Satya terhadap dirinya dan putrinya. Namun, dia masih tidak suka Kayla mendapatkan pria yang lebih sempurna dari menantunya.


Yang dia tahu saat ini suami Kayla lebih hebat dari Menantunya, dan dia hanya tahu menantunya adalah bawahan dari Raffa.


Setelah itu, Rayna dan Satya masuk ke dalam rumah berbaur dengan keluarga yang lainnya.


Pada pukul 10.00 pagi, rombongan keluarga besar Hendra dan Surya sampai di depan rumah kediaman keluarga Wisnu dengan membawa mempelai pria.


Keluarga besar Wisnu menyambut kedatangan rombongan pengantin pria.


Mereka masuk ke dalam rumah, lalu mengambil posisi di ruang tamu yang sudah disulap menjadi tempat untuk dilaksanakan prosesi akad nikah nantinya.


Kayla masuk ke dalam rumah, dia berpapasan dengan Ibu Rita.

__ADS_1


Kayla langsung menyalami Ibu angkat yang sudah membesarkan dirinya walaupun dengan penuh rasa benci.


"Assalamualaikum, Bu," sapa Kayla ramah.


Kayla menunduk lalu meraih tangan wanita paruh baya yang sudah ikut andil dalam membesarkan selama ini.


"Wa'alaikummussalam," jawab Rita dengan nada ketus.


Dia bersikap dingin pada Kayla, tapi Kayla masih bersikap manis pada ibu angkatnya itu.


Kayla memeluk tubuh wanita itu dengan erat, walaupun Rita sangat enggan mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kayla


Raffa melihat ekspresi ibu mertuanya itu, tapi Raffa menahan diri untuk tidak marah pada wanita paruh baya itu.


Walau bagaimanapun, Rita tetaplah wanita yang harus dihormatinya.


"Bagaimana kabar, Ibu?" tanya Kayla.


"Baik," jawab Rita dingin.


"Aku kangen sama Ibu," ujar Kayla lagi.


"Mhm," gumam Rita.


Seperti apapun dinginnya sikap Rita, Kayla masih saja bersikap sopan terhadap wanita itu.


Setelah berbicara dengan Ibu Rita sejenak, Kayla pun langsung melangkah menuju kamar Irene, sedangkan Raffa ikut bergabung dengan tamu yang lainnya.


"Hai, Ren," ujar Kayla saat dia masuk ke dalam kamar sepupu sekaligus sahabatnya.


Dia yang hendak memasang make up langsung menghambur di pelukan sang sahabat.


"Kay, makasih banyak, ya," ucap Irene merasa berhutang budi pada sahabatnya itu.


Irene merasa sudah banyak berkorban untuk kebahagiaan dirinya. Karena pengorbanan Kayla akhirnya Irene dapat bersatu dengan pria yang sangat dicintainya selama ini.


Kayla mengernyitkan dahinya heran.


"Makasih buat apa?" tanya Kayla heran.


"Makasih buat semuanya, kalau bukan karena kamu sekarang aku takkan bisa menikah dengan Alex," ujar Irene jujur.


"Ya ampun, Ren. Aku juga berterima kasih sama kamu, kalau kamu tidak kabur waktu itu belum tentu akan mendapatkan jodoh sebaik Raffa," tutur Kayla.


Kayla menyadari bahwa ini adalah perjalanan jodohnya.


"Hahaha, kamu bisa aja." Mereka pun tertawa mengingat kejadian waktu itu.


Setelah mereka berbagi cerita Si perias pengantin memulai aksinya untuk menghias Irene bersiap untuk prosesi akad nikah.


"Wow! kamu cantik sekali, Ren," puji Kayla saat melihat sepupunya sudah cantik.


Irene tersenyum, dia tersanjung dengan pujian yang diberikan oleh sahabatnya.

__ADS_1


Setelah semuanya ready, Kayla membawa Irene keluar dari kamarnya.


Dia menggiring pengantin wanita menuju ruang tamu, tempat akan dilaksanakan prosesi akad nikah.


Di sana Alex sudah siap untuk mengikat kekasihnya dengan janji suci di hadapan penghulu dan kedua orang tua kekasihnya.


Semua mata tertuju pada pengantin wanita yang melangkah menuruni anak tangga satu per satu dengan anggunnya.


"Lihatlah, Alex sudah menunggumu untuk mengikatmu dalam ikatan suci," bisik Kayla di telinga pengantin wanita.


Irene hanya tersipu malu mendengar ucapan Kayla, dia sangat bahagia saat mencuri pandang pada pria yang sudah menantinya di bawah sana.


Irene sempat melihat Alex begitu kagum dengan penampilannya saat ini.


Jantungnya mulai berdegup kencang menantikan detik-detik sakral yang akan dilewatinya.


Alex memandang ke arah calon istrinya yang terlihat sangat memukau.


"Ren, calon suamimu tak berkedip melihat calon istrinya." Kayla semakin menjadi ingin menggoda calon adik iparnya itu.


"Kay, kamu sengaja menggodaku?" bisik Irene.


"Hehehe." Kayla terkekeh melihat wajah Irene sudah berubah merah merona bagaikan tomat masak.


Tanpa mereka sadari, kini Irene dan Kayla sudah berada di samping Alex.


"Duduklah di samping calon suamimu," bisik Kayla kembali menggoda Irene.


Dengan malu-malu Irene pun duduk di samping sang calon suami.


Melihat Irene yang sudah duduk di samping mempelai wanita, penghulu pun duduk di hadapan kedua mempelai.


"Untuk mempelai pria, apakah kamu sudah siap untuk menikahi Irene?" tanya Penghulu pada Alex.


"Siap," jawab Alex dengan tegas.


Alex sudah mempersiapkan dari jauh hari berbagai kata-kata yang harus diucapkannya nanti saat ijab kabul.


"Untuk wali mempelai wanita, apakah Anda siap untuk menikahkan putri anda dengan pemuda di sampingnya?" tanya sang penghulu pada Surya yang duduk di samping Penghulu.


Wisnu mengangguk menyatakan persetujuan darinya.


"Baiklah, kalau begitu silakan acaranya dimulai," perintah Penghulu pada pembawa acara yang akan menghandle acara akad nikah tersebut.


Pembawa acara memulai acara dengan bacaan ayat suci.


Urutan acara sudah diselesaikan secara berurutan, hingga sampai pada acara inti yaitu ijab kabul.


Sesuai arahan dari penghulu, Wisnu menjabat tangan Alex sebelum dia mengucapkan janji sucinya.


Namun, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan itu tanpa izin.


"Hentikan!" teriaknya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2