
Alex mengernyitkan dahinya melihat cara Raymond memperlakukan adiknya.
Ada rasa kesal di hati Alex melihat Raymond membentak adiknya tepat dihadapannya.
"Ayo! Atau kamu mau tinggal di sini?" ancam Raymond.
Akhirnya dengan berat hati Alita melangkah mengikuti langkah pria yang kini berstatus sebagai calon suaminya.
Raymond dan Alita pun meninggalkan Alex dan Irene yang masih asyik berduaan di pulau Kapo-kapo itu.
"Semoga hati Alita bisa terbuka lebar dan dapat menerima Raymond, aamiin," lirih Alex setelah kepergian mereka.
"Aamiin," sahut Irene.
Irene juga berharap hal yang sama dengan apa yang diharapkan oleh suaminya. Kalau tidak, dia tidak akan ikut andil dalam rencana yang dijalankan sang suami dan sahabatnya itu.
Di pulau lainnya, yang biasa disebut para pengunjung sebagai pulau Setan rombongan lainnya tengah asyik bermain wahana air yang tersedia di sana.
Gita, Lisa, Nick, dan Reza juga berada di sana. Mereka asyik menaiki donut boat, yang di tarik oleh petugas yang mengendarai jet sky.
Keseruan mereka bermain air di pulau Setan membuat mereka lupa waktu, waktu Dzuhur pun masuk. Seperti yang sudah direncanakan oleh Reza semua rombongan keluarga Raffa akan menikmati makan siang di pulau Cubadak.
Reza melirik jam di tangannya.
"Eh, kayaknya sudah waktunya shalat Dzuhur dan makan siang. Sesuai rencananya kita akan shalat dan makan siang di pulau Cubadak, yuk kita berangkat ke sana," ajak Reza.
Mereka pun turun dari donut boat setelah berada di pinggir pantai, lalu mengajak rombongan lainnya untuk berangkat menuju Pulau Cubadak.
Mereka berangkat menuju Pulau Cubadak dengan menggunakan speed boat yang tersedia.
Saat Gita hendak menaiki speed boat tak sengaja dia terpeleset dan jatuh tepat di tubuh Nick.
Tatapan mata mereka beradu, sesaat mereka saling menatap dalam menyelami lautan cinta yang terpancar di bola mata mereka masing-masing.
"Gita!" tegur Lisa.
Nick tersadar dari lamunannya, dia pun menurunkan tubuh Gita yang tadi jatuh di gendongannya.
"Astaghfirullah," lirih Gita dan Nick bersamaan.
"Istighfarnya kencang banget, dosa nikmat," ledek Lisa sambil berbisik di telinga Gita.
"Ah, jangan gitu dong. Kayak kamu enggak gitu aja," gerutu Gita membalas ledekan Gita.
__ADS_1
Lisa pun tertunduk malu, mereka tahu saat ini hubungan mereka dengan pria yang mereka kagumi belum halal sama sekali maka masih banyak dosa yang melekat di diri mereka setiap kali bersama dengan pria yang sudah mulai mengisi hati dua gadis itu.
"Astaghfirullah," ucap kedua gadis itu serentak.
Nick dan Reza saling melempar pandangan heran mendengar dua gadis itu mengucapkan istighfar.
Merekapun berangkat menuju pulau Cubadak dengan rombongan lainnya.
Kali ini Gita dan Lisa duduk berdekatan dan sedikit menjauh dari kedua pria yang sejak awal berada di kawasan Mandeh selalu mendampingi mereka.
Hanya butuh waktu 15 menit mereka pun sampai di Pulau Cubadak.


Para keluarga besar sudah berkumpul di sana, sesuai rencana yang sudah diatur Reza, semua hidangan sudah terhidang di ruang makan sebuah bungalow yang berdiri kokoh di atas air laut.
Seluruh keluarga kini duduk di kursi yang melingkar di sebuah meja panjang, di depan mereka hidangan seafood dengan berbagai menu yang menggugah selera.
Reza sudah menyediakan pelayanan terbaik untuk semua keluarga sahabatnya, karena dialah pemilik resort.
"Silakan dinikmati," ujar Reza mempersilakan tamu terhormatnya.
"Keren abis, Za. Gue senang banget bisa datang ke sini dan menikmati berbagai fasilitas yang ada di Resort ini," puji Raffa pada Reza di sela-sela menyantap hidangan makan siang yang sangat lezat.
"Syukurlah, kalau begitu lain kali kalau mau liburan lagi, kalian tinggal hubungi gue aja," ujar Reza dengan penuh percaya diri.
Lisa sedikit heran mendengar ucapan Reza, seolah dia sangat mengetahui berbagai hal di kawasan Mandeh ini.
Usai makan siang, rombongan berkeliling di pantai Pulau Cubadak. Sebagian lagi ada yang menikmati snorkeling menyelami lautan dan menyaksikan biota laut yang sangat indah dan mengagumkan.
Sebagian lagi mereka duduk-duduk di jembatan panjang yang menyatukan pinggiran pantai dengan beberapa bungalow yang berdiri di atas air laut.
Menjelang petang mereka pun kembali ke penginapan untuk beristirahat.
Satu hari berada di kawasan Mandeh membuat mereka benar-benar lelah, sehingga setelah makan malam tak seorang pun yang bersantai di taman depan penginapan seperti biasanya.
Sebelum tidur sebuah pesan masuk ke ponsel Lisa, pesan dari Reza yang meminta gadis itu untuk menemuinya sejenak di taman depan penginapan.
"Lis, besok kamu berangkat ke Padang. Mungkin aku tidak bisa menemui kamu sebelum kalian berangkat," ujar Reza memulai pembicaraan setelah mereka duduk di gazebo taman.
"Oh, tidak apa-apa." Lisa mengangguk paham.
__ADS_1
"Mhm, sebelum kamu pergi ada sesuatu yang ingin aku katakan sama kamu," ujar Reza lagi.
"Mhm, apa?" lirih Lisa penasaran.
"Sebelum kamu pergi, bisakah kamu menjaga hatimu untukku?" tanya Reza terus terang.
Hati Lisa berdegup kencang mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh pria yang baru saja beberapa hari dikenalnya.
Dia tak menyangka Reza akan secepat itu mengungkapkan perasaannya.
Reza menatap dalam pada gadis yang sudah mulai mengisi hatinya.
Dia melihat wajah gadis yang duduk di hadapannya mulai memerah. Gadis itu tersipu dan tersanjung dengan ucapannya.
"Bagaimana, Lisa? Apakah kamu mau menjaga hatimu untukku, hingga aku bisa meminang dirimu?" tanya Reza mengulangi pertanyaannya.
Lisa menunduk sejenak, tak berapa lama dia mengangkat wajahnya, menatap dalam bola mata kecoklatan milik Reza. Lisa mencari sebuah ketulusan dan kesungguhan di manik kecoklatan itu.
Lisa yakin, Reza benar-benar yakin dengan pertanyaannya. Akhirnya Lisa mengangguk pelan sambil tersenyum, gadis itu berdiri lalu meninggalkan Reza yang sudah berbunga-bunga saat mendapat jawaban yang diberikan oleh Lisa.
Artinya saat ini Lisa sudah menerima ungkapan rasa yang dipendam Reza beberapa hari ini.
Reza hanya tersenyum melihat tingkah Lisa yang masih malu terhadap dirinya.
****
Tiga hari berada di Pesisir Selatan, semua keluarga pun bersiap-siap untuk kembali ke Padang.
Tiga hari itu waktu yang cukup bagi mereka menikmati keindahan alam nagari Pesisir Selatan yang bagaikan surganya dunia.
Mata yang selalu dimanjakan dengan berbagai keindahan alam yang terbentang di lautan lepas.
****
Liburan dan traveling di kabupaten Pesisir Selatan usai. Mereka pun kembali melaksanakan berbagai aktivitas yang telah mereka tinggalkan beberapa hari yang lalu.
Seperti Surya, pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kantor karena banyak pekerjaan yang sudah ditinggalkannya.
Hurry dan Agung juga mulai sibuk dengan kegiatan di butik, kali ini dia ikut menantu ibu dan anak itu.
Sedangkan Gita, Lisa, dan Nick langsung kembali ke Jakarta dan pulang ke kampung mereka masing-masing.
Nick mang sengaja bergegas kembali ke Jakarta karena pekerjaannya semakin bertambah, karena Raymond masih berada di Padang untuk mempersiapkan pernikahan mendadak antara dia dan Alita.
__ADS_1
Bersambung...