Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 190


__ADS_3

Kayla keceplosan, dia lupa selama ini dia merahasiakan kasus yang dialami oleh Rayna sebelum menikah.


"Mhm, enggak apa-apa," lirih Kayla.


"Ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Raffa pada Kayla.


Raffa merasa sang istri menyembunyikan sesuatu darinya.


"Mhm,--"


Kayla pun menceritakan apa yang terjadi di antara Rayna dan Satya sebelum mereka menikah.


"Semua itu di luar kendali kamu, Sayang. Jadi semua bukan kesalahan kita sebagai seorang kakak," ujar Raffa.


"Begitulah setan memperdaya kita sebagai seorang hamba. Naudzubillah min dzalik, semoga jauh dari kita dan keturunan kita yang seperti itu," ujar Raffa lagi.


"Aamiin," lirih Kayla.


"Bang, kamu makan juga, ya," ujar Kayla pada sang suami.


Raffa tersenyum, dia tahu istrinya adalah wanita yang mudah memaafkan. Kayla tidak akan marah padanya dalam jangka waktu yang lama.


Semua orang sudah berkumpul di depan bus yang sudah terparkir di depan penginapan.


Raffa dan Kayla tidak mau ketinggalan, begitu juga dengan Rayna dan Satya.


Pulau Cingkuak merupakan sebuah pulau yang terdapat di seberang pantai Carocok, pengunjung harus menggunakan boat untuk sampai di pulau itu.


Keluarga besar itu, satu persatu mulai menaiki bus. Mereka seakan lupa d Ngan peristiwa yang baru saja terjadi.


Sementara itu suasana hati Alita yang masih kacau memilih untuk tetap berdiam di penginapan. Saat ini dia sedang tidak ingin ke mana-mana.


Alex membiarkan Alita untuk tinggal tetapi dia tidak lupa menyuruh seseorang untuk tetap menjaga adik sepupunya itu agar tidak berbuat hal yang aneh-aneh.


Bus mulai melaju setelah semua keluarga masuk ke dalam bus. Hanya menempuh perjalanan sekita 20 menit dari penginapan, merekapun sampai di pantai Carocok.



(Author sengaja menampilkan keindahan pantai Carocok karena ada beberapa readers yang memintaπŸ™πŸ™πŸ™)


Di pantai Carocok mata mereka disambut oleh pemandangan yang sangat Indah.


"Sayang lihatlah, jembatan itu!" tunjuk Kayla pada sang suami.



"Nanti kita ke sana setelah kembali dari pulau Cingkuak," ujar Raffa yang ingin mengabadikan kebersamaannya dengan sang istri di tempat yang indah itu.


Kayla tersenyum mendengar ucapan sang suami, keinginannya untuk berfoto di sana langsung disambut sang suami tanpa dia mengutarakan keinginannya.

__ADS_1


Beberapa perahu boat sudah terparkir di pinggir pantai, mereka akan menyeberangi lautan dengan menggunakan perahu boat sederhana itu untuk menyeberang menuju pulau Cingkuak.


Kayla dan Raffa menaiki perahu mengikuti keluarga lainnya yang naik ke atas perahu tersebut.


Keluarga besar itu hanya membutuhkan 2 buah perahu untuk mengantarkan mereka ke pulau Cingkuak.


Setelah semua anggota keluarga yang ikut sudah berada di atas perahu, si pengemudi perahu pun mulai melajukan perahunya menuju Pulau tujuan mereka.


Mereka menempuh perjalanan hanya sekitar 10 hingga 20 menit menuju pulau Cingkuak.


Di atas kapal Raffa mengambil beberapa foto keluarga yang menikmati hembusan angin laut yang sejuk.


Kayla hanya memandangi tingkah Raffa yang menikmati perjalanan, Kayla tak berani bergerak banyak di atas perahu itu, karena kondisinya saat ini yang tengah hamil besar.


Sesampai di pulau Cingkuak semua rombongan keluarga turun dari perahu, mereka pun berhamburan di pinggir pantai.


Pinggiran pantai pasir putih nan indah serta air laut yang sangat jernih membuat pesona pulau Cingkuak sulit dilupakan.




Di Pulau Cingkuak ini terdapat beberapa wahana air berupa boat atau banana boat yang akan di tarik oleh speed boat mengelilingi pinggiran pantai pulau Cingkuak.


Kedalaman pantai yang landai membuat pengunjung tidak takut tenggelam di pantai ini.


Para orang tua memilih mencari pondok yang tersedia di pinggir pantai sambil menikmati es kelapa muda membiarkan para muda-mudi menikmati keceriaan dalam berwisata kali ini.


Kayla, Raffa, Rayna, dan Satya ikut bergabung dengan para orang tua duduk di sebuah pondok.


"Sayang, kamu enggak usah ikut wahana begituan ya, Kayla, Rayna," ujar Arumi mengingatkan kedua menantunya yang kini tengah mengandung calon cucunya.


"Iya, Ma," sahut Kayla dan Rayna serentak.


Mereka berdua tersenyum melihat perhatian Arumi terhadap mereka.


"Rayna, kamu jangan minum es kelapa muda, ya. Kamu minumnya jus jeruk atau jus buah naga." lagi-lagi Arumi mengingatkan Rayna.


Wanita paruh baya itu ingin menjaga calon cucu yang kini baru tumbuh di dalam rahim menantunya.


"Iya, Ma." Rayna mengangguk.


"Kalau kamu, Kay. Malah di anjurkan buat minum kelapa muda, biar lahirannya mulus. Kata orang tua-tua dulu, minum kelapa muda biar kulit bayi jadi bersih dan halus," ujar Arumi mengingat pesan dari orang tuanya saat mengandung Raffa.


"Begitu ya, Ma?" tanya Kayla tidak percaya.


"Iya, mama waktu mengandung Raffa begitu kata neneknya, dan ternyata memang Raffa lahir kulitnya bersih dan ganteng," ujar Arumi semangat.


Raffa hanya tersenyum mendengar ocehan sang suami.

__ADS_1


Surya dan yang lainnya ikut tersenyum mendengar Arumi yang sedang menasehati kedua calon ibu itu.


Mereka pun mulai asyik duduk di pondok tersebut sambil mengobrol.


Dua pasang suami istri itu mulai bosan mendengar obrolan para orang tua.


"Ray, kita jalan-jalan, yuk!" ajak Kayla pada sang adik.


Rayna menoleh ke arah Satya seolah dia meminta izin pada sang suami.


"Ya udah, yuk!" ajak Satya.


Satya pun berdiri dari duduknya, diikuti oleh Kayla dan Rayna.


"Kalian mau ke mana?" tanya Raffa heran saat melihat mereka berdiri.


"Jalan keliling aja, Bang," jawab Kayla.


Tadi Kayla segan untuk mengajak Raffa karena dia sedang terlibat mengobrol dengan para orang tua.


"Ya udah, aku ikut," seru Raffa.


Mereka pun melangkah menyisiri pantai pulau Cingkuak yang memiliki pasir putih dan indah.


Duluan calon ibu itu pun berpose dan meminta calon ayah mengambil fotonya.


Berbagai pose dilakoni kedua wanita tersebut, terlihat Kayla dan Rayna sangat kompak.


Aksi kedua wanita ini membuat Raffa dan Satya merasa kagum dengan keakraban mereka dalam bersaudara.


Setelah ragam pose kakak adik, sekarang mereka pun berpose dengan pasangan masing-masing dengan bergantian mengambilkan fotonya.


Keseruan mereka berfoto, membuat mereka lupa bahwa waktu Dzuhur sudah masuk.


Mereka pun melangkah mencari tempat shalat di pulau itu.


Usai shalat dzuhur, Surya dan yang lainnya mengajak rombongan untuk makan siang seadanya di pulau itu.


Sejenak yang tadinya sedang asyik seru-seruan pun menghentikan kegiatan mereka.


Mereka pun membersihkan diri terlebih dahulu yang tadinya sempat bermain air dan berenang, setelah itu melaksanakan shalat mereka pun ikut bergabung dengan para orang tua yang sudah selesai menikmati makan siang.


"Pa, kita jalan, yuk!" ajak Arumi tiba-tiba.


Semua mata yang ada di sana melihat ke arah Arumi yang bersikap manja pada sang suami.


Mereka tersenyum, ikut bahagia dengan kemesraan suami istri yang sudah tergolong tidak muda lagi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2