Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 160


__ADS_3

“Makanya, Sayang. Bunda sama Ayah ke sini mau carikan jodoh buat Agung, jadi Alex bisa menikah dengan Irene tanpa melangkahi abangnya,” tutur Hurry akhirnya memberikan tujuan kedatangannya ke Jakarta.


“Hah? Serius, Bun? Kenapa sampai jauh-jauh ke Jakarta?” tanya Kayla kaget.


“Kebetulan di sini ada anak teman Bunda, eh kalau enggak salah itu teman kamu deh, Kay,” ujar Hurry.


Kayla mengernyitkan dahinya penasaran.


“Siapa, Bun?” tanya Kayla.


“Kalau enggak salah namanya Dian,” ujar Hurry.


“Hah? Dian? Sahabat aku jadi kakak ipar aku?” seru Kayla tak percaya.


Hurry mengangguk.


“Kok bisa, Bun. Kapan mereka ketemunya?” Kayla semakin semangat membahas masalah perjodohan Agung.


“Bunda juga enggak tahu, tapi Agung yang awalnya enggak mau dijodohkan setelah ketemu sama Dian, dia langsung setuju. Katanya Dian itu cinta pertamanya,” ujar Hurry sambil mengangkat bahu.


“Alhamdulillah kalau gitu, terus bagaiman Alex mau melamar Irene, Bun? Kalau seandainya ayahnya Irene minta uang atau bentuk kerja sama?” tanya Kayla khawatir.


Alex menundukkan kepalanya, saat ini dia juga pusing memikirkan hal ini, kalaupun dia memiliki tabungan. Dia yakin tabungannya itu tidak cukup bagi Ayah kekasihnya.


“Entahlah, kami akan mencari solusi masalah ini setelah berada di Padang.” Hurry menghela napas panjang.


Sementara itu di tempat lain Agung membawa Dian ke sebuah taman yang lumayan ramai pengunjung. Agung tidak berani membawa Dian ke tempat yang sepi karena dia takut setelah mereka berdua akan datang yang ketiga untuk merusak imannya.


“Kau masih kuliah, kan?” tanya Agung memulai pembicaraan mereka dengan rasa canggung.


“Iya, sekarang sudah semester 5,” jawab Dian.


“Iya, aku tahu. Kamu temannya Kayla, kan?” tanya Agung lagi.


Dian menoleh ke arah Agung, dia mengernyitkan dahinya heran.


“Kamu kenal Kayla dari mana?” tanya Dian penasaran.


“Hm, Kayla itu adik aku,” jawab Agung santai.


“Hah?” Dian membulatkan matanya tak percaya.


“Iya, kita pernah ketemu beberapa kali sebelum ini, waktu itu kamu bareng Kayla,” ujar Agung jujur.


“Di mana?” tanya Dian yang merasa belum pernah sama sekali bertemu dengan pria yang akan dijodohkan dengannya.

__ADS_1


“Berarti selama ini hanya aku yang memperhatikanmu,” lirih Agung.


Dian menautkan kedua alisnya, dia masih penasaran di mana Agung melihatnya.


“Sudahlah, itu tidak penting, sebelum kita lanjutkan perjodohan ini. Aku boleh bertanya sesuatu?” tanya Agung pada Dian.


“Mhm,” gumam Dian sebagai jawaban iya.


“Kenapa kamu menerima perjodohan ini, kalau selama ini kamu tidak pernah kenal dan melihat aku?” tanya Agung terus terang.


“Aku menerima perjodohan ini sebagai baktiku kepada kedua orang tuaku yang sudah membesarkanku,” jawab Dian simple.


“Lalu, kamu belum mencintaiku?” tanya Agung.


“Mungkin saat ini belum ada cinta untukmu, semoga beriring berjalannya waktu cinta itu tumbuh di dalam hatiku,” jawab Dian.


Agung tersenyum mendengar jawaban gadis pujaannya, dari jawabannya dapat menunjukkan bahwa sang gadis merupakan wanita baik-baik dan memiliki prinsip yang kuat dalam hidupnya.


“Terima kasih, semoga kita bisa berjodoh hingga maut memisahkan kita nanti. Mungkin setelah ini kita tidak akan bertemu sementara hingga pernikahan diselenggarakan. Apakah kamu bisa menjaga hatimu untukku?” tanya Agung dengan serius pada Dian.


Dia menatap wajah anggun gadis yang ada dihadapannya. Dian mendongakkan kepalanya melihat manik hitam milik pria yang kini berstatus sebagai calon suaminya.


Dian dapat melihat ketulusan cinta pria sholeh yang ada di hadapannya, dia pun mengangguk setuju dengan permintaan Agung. Entah mengapa hatinya berdegup dengan kencang saat melihat manik hitam yang begitu mempesona.


Dian mengangguk setuju dengan ucapan Agung. Mereka pun berdiri dari tempat duduk yang ada di taman tersebut. Mereka melangkah keluar dari taman. Agung memesan taksi online untuk mengantarkan Dian ke asramanya.


****


Setelah shalat isya, Kayla dan Raffa duduk bersantai di atas tempat tidur. Kayla merebahkan kepalanya di dada bidang milik suaminya.


“Bang,” lirih Kayla.


“Mhm,” gumam Raffa.


“Aku takut, Alex mendapatkan masalah untuk mendapatkan Irene,” ujar Kayla mengungkap beban pikirannya sejak kepergian keluarganya tadi sore.


“Maksud kamu apa?” tanya Raffa bingung.


“Kamu kan tahu, Bang. Waktu itu dia rela menjodohkan Irene demi membantu bisnisnya, kalau seandainya kali ini orang itu menjanjikan kerja sama yang besar otomatis mereka akan mengalami kesulitan saat melamar Irene nanti,” ujar Kayla.


Kayla dapat merasakan kerisauan hati sang adik. Dia tahu betapa besarnya cinta Alex pada sepupunya itu sehingga dia rela membawa Irene kabur waktu itu. Kayla merasa kasihan pada adiknya.


“Lalu, kita harus bagaimana, Sayang? Kita juga tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Raffa masih cuek.


Raffa tahu apa yang ada dipikiran istrinya saat ini, tapi dia pura-pura tak memahaminya.

__ADS_1


“Ih, kamu itu menyebalkan,” gerutu Kayla saat melihat sikap Raffa yang cuek dengan permasalahan yang tengah dihadapi oleh adiknya.


Kayla mengangkat kepalanya dari dada bidang sang suami.


“Lho, kamu kenapa jadi marah sama aku, sih?” ujar Raffa heran.


“Ya setidaknya kamu kasih respon apa kek, ini kelihatannya cuek banget,” gerutu Kayla sambil mengerucutkan bibirnya.


Melihat aksi Kayla, Raffa langsung mengecup bibir mungil itu. Kayla semakin kesal dengan sikap Raffa.


“Ish, kamu apa-apaan sih, Bang.” Kayla memasang aksi merajuk.


“Istriku jangan ngambek, dong,” bisik Raffa sambil memeluk erat tubuh Kayla.


“Ah, aku tahu kamu pasti masih cemburu dengan keakraban aku sama Alex, makanya kamu cuek.” Kayla mengungkap kekesalannya.


“Enggaklah, toh aku sama Alex lebih tampan aku,” jawab Raffa dengan percaya diri.


“Pe-de banget sih kamu, Bang.” Kayla memanyunkan bibirnya.


“Kalau kamu seperti itu, aku semakin terobsesi melihat bibir seksi kamu,” bisik Raffa menggoda sang istri.


“Kamu nyebelin, nyebelin banget,” gerutu Kayla memukul-mukul dada bidang sang suami.


“Hehehe.” Raffa terkekeh melihat tingkah sang istri yang mengamuk.


“Kamu itu lucu banget, lagian itu masalah Alex bukan masalah kita, kenapa kamu yang pusing?”ujar Raffa meledek sang istri.


“Ya iyalah, Bang, aku pusing. Alex itu adik aku. Irene itu sepupu aku, aku kasihan sama mereka kalau mereka tidak bisa bersatu aku juga ikut sedih,” bantah kayla.


“Sayang, itu berarti ujian cinta mereka. Biarin aja mereka yang menyelesaikannya,” nasehat Raffa.


“Tapi, Bang. Klu Bunda sama Ayah ikut susah, aku kasihan sama mereka.” Kayla terlihat bersedih saat membayangkan lamaran Ayah dan Bundanya ditolak mentah-mentah oleh orang tua Irene.


“Ya udah, kita do’akan semoga mereka memiliki solusi dalam menghadapi masalah ini, ya,’ ujar Raffa membujuk sang istri.


Kayla menatap sang suami, Raffa pun mengangguk sambil mengelus punggung sang istri.


Tak berapa lama ponsel Kayla berdering pertanda panggilan masuk, Kayla pun mengangkat panggilan itu.


“Halo,” lirih Kayla.


“Kayla, tolong,--“


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2