Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 56


__ADS_3

Semua orang di ruangan itu menatap heran pada Raffa, mereka juga saling berpandangan mempertanyakan ucapan Raffa barusan.


"Siapa Zahra?" tanya Wisnu pada Raffa heran.


"Mhm, i-itu temanku," jawab Raffa asal.


Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal menutupi kegugupannya.


"Ya udah, yuk kita berangkat," ajak Kayla.


"Paman, Bibi, Kayla berangkat dulu," ujar Kayla pamit.


"Sebelum balik ke Bandung mampir lagi ke sini, ya," ujar Lina basa basi.


"Di usahakan, Bi," jawab Kayla.


"Iya, Kay, aku masih kangen sama kamu." Irene menimpali.


"Iya, kalau Bang Raffa sibuk, dan mama Arumi juga sibuk aku main lagi ke sini," ujar Kayla.


Kayla bersalaman dengan Lina dan Irene.


"Kamu jangan nakal di sini, Dek," nasehat Kayla pada Rayna yang juga berada di ruangan itu.


"Iya, tenang aja," jawab Rayna.


"Kalau kamu mau ke rumah Bang Raffa, kamu kabari kakak, biar nanti Satya yang jemput kamu," ujar Kayla memberi pesan pada adiknya.


Seketika wajah Rayna memerah mengingat kejadian tadi pagi bersama Satya.


"Ogah dijemput dia, aku naik gojek aja," ketus Rayna membuat Kayla menautkan kedua alisnya heran.


"Ada apa dengan Satya?" tanya Kayla penasaran.


"Enggak ada apa-apa sih, dia pria aneh," ujar Rayna.


"Terserah kamu, deh, kakak pulang, ya," ujar Kayla berpamitan pada adiknya.


"Paman, Bibi, Irene, Rayna, pamit dulu, ya," ujar Raffa.


Mereka mengangguk, Raffa dan Kayla melangkah keluar rumah keluarga Wisnu.


Raffa membukakan pintu mobil untuk istrinya, setelah Kayla masuk ke dalam mobil Raffa mengitari mobil lalu masuk ke dalam mobil melalui pintu kemudi.


Dia menoleh ke arah Kayla, lalu melajukan mobilnya setelah memastikan sang istri duduk dengan nyaman di sampingnya.


Sepanjang perjalanan, Raffa fokus mengendarai mobil dia tak banyak bicara karena saat ini dalam benaknya terlintas kebersamaannya bersama Zahra seharian ini.


Kayla merasa aneh dengan sikap sang suami. Namun, Kayla tak berani memulai pembicaraan, dia takut suaminya dalam menghadapi masalah.


Sepanjang perjalanan mereka hanya di temani keheningan, hingga akhirnya mereka sampai di depan kediaman keluarga Surya.


Raffa menghentikan mobilnya, lalu keluar dari mobil. Raffa melangkah memasuki rumah, dia melupakan Kayla yang baru saja turun dari mobil.


Hal ini membuat hati Kayla merasa sedih, dia bingung dengan sikap cuek Raffa terhadap dirinya.


Raffa langsung melangkah masuk ke dalam kamar tak peduli dengan Kayla.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum," ucap Kayla saat dia berada di ambang pintu rumah.


"Wa'alaikummussalam," jawab Arumi menghampiri Kayla.


"Kalian bertengkar?" tanya Arumi pada menantunya sambil mendongakkan kepalanya menatap punggung putranya yang sudah berada di lantai dua.


Kayla hanya menundukkan kepalanya, kini air matanya mulai mengembun di pelupuk matanya.


"Sayang," lirih Arumi.


Armi menggiring menantunya duduk di sofa ruang keluarga.


"Ceritakan pada Mama, apa yang terjadi di antara kalian?" tanya Arumi.


Dia tidak tega melihat wajah sendu yang terpancar dari paras cantik sang menantu.


"Kayla tidak tahu, Ma. Tiba-tiba Bang Raffa mendiamkan Kayla." Kayla mulai bercerita.


Dia sendiri bingung dengan perubahan sikap suaminya yang tiba-tiba tidak banyak bicara dengannya.


"Mhm, ya sudah, kamu mandi dulu. Nanti mama akan berusaha berbicara dengan Raffa," ujar Arumi menenangkan hati Kayla.


Akhirnya Kayla beranjak berdiri dan melangkah menaiki anak tangga menuju kamar.


Sesampai di kamar Kayla tak mendapati Raffa berada di kamar, dia mendengar suara gemercik air dari kamar mandi dan sudah dapat dipastikan suaminya tengah membersihkan diri.


Kayla langsung melangkah mendekati lemari untuk mengambil pakaian yang akan dikenakan oleh suaminya nanti.


Setelah itu, Kayla duduk di pinggir ranjang menunggu Raffa keluar dari kamar mandi.


Kayla menghampiri sang suami. Dia langsung memeluk tubuh kekar sang suami.


"Maafkan aku, jika ada kesalahanku yang tidak kamu suka," lirih Kayla.


Raffa membiarkan istrinya memeluk tubuhnya, seketika hatinya pun mulai merasa bersalah dengan sikapnya terhadap sang istri.


Dia mengangkat tangannya mengelus lembut kepala yang masih tertutup hijab.


"Kamu tidak salah apa-apa, aku hanya sedang memikirkan sesuatu," lirih Raffa.


Kayla melepas pelukannya lalu mendongakkan kepalanya pada pria yang kini sudah bertahta dihatinya.


Raffa menangkap buliran bening yang membasahi pipi sang istri, dia mengusap pipi Kayla dengan lembut.


"Jangan menangis, aku minta maaf," lirih Raffa lalu dia mengecup puncak kepala sang istri.


Setelah itu Raffa pun mengenakan pakaiannya, sedangkan Kayla langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri untuk bersiap-siap melaksanakan shalat maghrib.


****


Di tempat lain, Alex berdiam diri di dalam kamarnya setelah shalat maghrib, dia mengingat pertemuannya dengan Kayla.


Alex merasakan sesuatu yang aneh saat bertemu dengan Kayla. Hatinya bergetar seolah, dia merasa dekat dengan sepupu sang kekasih.


"Apa yang terjadi padaku? Aku merasa pernah dekat dengan wanita itu, bagaikan sesuatu yang pernah hilang dalam hidupku kembali hadir," gumam Alex di dalam hati.


Wajah Kayla terus menari-nari di dalam benaknya, seakan wanita itu selalu ingin dipikirkan oleh Alex.

__ADS_1


Berkali-kali Alex berusaha mengalihkan pikirannya, tapi tetap saja dia terus memikirkan Kayla.


Saat pikirannya tengah kacau terdengar ponselnya berdering, panggilan masuk dari Irene.


Alex mengangkat panggilan dari kekasih lalu mereka pun mengobrol via telpon seperti yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih.


Setelah shalat maghrib, keluarga besar Surya berkumpul di meja makan untuk bersantap makan malam.


Arumi memandangi interaksi Raffa dan Kayla, memang terlihat ada perbedaan yang terlihat dari sikap Raffa pada istrinya.


Walaupun Zahra tetap melayani suaminya dengan baik, Raffa hanya banyak diam tanpa ekspresi seperti biasanya.


Malam ini, tak banyak suara yang keluar dari mulut anggota keluarga, Arumi dan Surya hanya saling berpandangan mempertanyakan situasi suami istri yang biasanya banyak bicara kini lebih memilih untuk diam.


Usai makan malam.


"Kayla, kamu masuklah ke kamar terlebih dahulu," pinta Raffa.


Tanpa banyak kata-kata, Kayla menuruti perintah sang suami.


"Ma, Pa, Kayla ke kamar dulu," ujar Kayla izin pada kedua mertuanya.


Dia terlebih dulu melangkah keluar dari ruang makan, dia meninggalkan ruang makan langsung menuju kamar.


"Apa yang terjadi, Fa?" tanya Arumi pada putra semata wayangnya.


"Tidak ada apa-apa, Ma. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu," jawab Raffa.


"Apa yang sedang mengganggu pikiranmu?" tanya Arumi semakin penasaran apa yang sebenarnya yang terjadi pada putranya.


"Ma, apa yang harus aku lakukan jika suatu saat aku bisa menemukan Zahra?" tanya Raffa.


Bersambung . . .


.


.


.


.


Hai readers, terima kasih sudah membaca karya AuthorπŸ™πŸ™πŸ™


Tetaplah dukung Author dengan meninggalkan jejak berupa . . .


- Like


- Komentar


- Hadiah


dan


-Vote


Terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2