
Arumi menarik tangan Surya melangkah menyusuri pantai. Semua orang tersenyum melihat tingkah Arumi yang bagaikan pasangan muda.
"Makasih ya, Pa. Liburan kali ini, benar-benar liburan paling indah buat mama," ujar Arumi.
Liburan yang disediakan oleh Surya memang atas permintaan Arumi, dia ingin melihat semua anggota keluarga Kayla bahagia sebagai obat luka bagi Kayla yang sudah kehilangan Bram serta kedua orang tua kandungnya.
Surya menghentikan langkahnya, dia mengubah posisi berdirinya tepat di hadapan sang istri.
Surya menggenggam erat tangan sang istri, lalu dia pun mengecup lembut puncak kepala wanita yang telah bertahun-tahun menemani dirinya melangkah menjalani berbagai cobaan kehidupan.
CEKREK...
Raffa yang berdiri tak jauh dari kedua orang tuanya mengambil moment itu, bentuk kasih sayang yang tulus diberikan Surya pada istri tercintanya.
Raffa dan Kayla tersenyum melihat keromantisan dua pasang suami istri yang sangat mereka sayangi.
Di tempat lain, Alex dan Raymond tengah duduk di sebuah rebahan pohon kelapa sambil melihat Irene dan keluarga lainnya kembali main air pantai sambil mengumpulkan kerang.
"Thanks, Bro," ucap Raymond pada Alex.
"Gue yang seharusnya Berterima kasih. Dengan rencana kita berhasil, itu artinya Alita tidak akan mengganggu Kayla dan Raffa lagi. Gue bersyukur Kayla sekarang sudah mendapatkan kebahagiaannya, kehidupan yang sudah dijalaninya selama ini sangatlah berat," tutur Alex.
Flash back On.
Alita melangkah menuju dapur, Alex langsung memberi kode pada Raymond untuk mengikuti langkah Alita menuju dapur.
Raymond bersembunyi sambil menyaksikan apa yang dilakukan Alita, di saat itu Raymond melihat Alita memasukkan sesuatu ke dalam minuman Raffa, beruntung saat Alita hendak beranjak dari tempat itu, dia menjatuhkan sebuah gelas.
Di saat Alita membuang sampah ke belakang penginapan, Raymond bergegas membuang minuman yang dibuat oleh Alita untuk Raffa.
Raymond mengganti minuman itu, lalu dia memasukkan obat tidur ke dalam minuman untuk Alita.
Setelah itu, Raymond pun kembali ke taman depan penginapan bergabung dengan yang lainnya.
Usai acara bersantai malam itu, Alex langsung meminta tolong pada Agung.
"Bang, tolong panggilkan Raffa! Dia dipanggil Pak Surya!" ujar Alex meminta bantuan pada Abangnya.
Agung pun langsung mengejar Raffa dan menarik tangan pria itu dan membawanya ke penginapan sebelah tempat para orang tua berada.
Setelah itu Raymond melangkah menuju lorong kamar Alita. Gadis itu langsung menarik lengan Raymond tanpa memastikan bahwa pria yang ditariknya bukanlah Raffa.
__ADS_1
Keberuntungan menyertai Raymond, malam itu Alita sengaja mematikan lampu kamarnya sehingga Raymond dapat menjalankan misinya.
Raymond menerima berbagai perlakuan Alita yang sangat memalukan itu. Gadis itu menci**umi bibir pria yang bersamanya di dalam kamar itu hingga akhirnya gadis itu tertidur karena efek obat tidur yang sudah diberikan Raymond pada minumannya.
Raymond menggendong Alita lalu membaringkan gadis itu di atas tempat tidur.
Setelah itu, Raymond keluar dari kamar. Dia memanggil Alex dan meminta Irene untuk membuka pakaian Alita hingga tak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuh gadis itu.
Tak lupa Irene juga menuangkan cairan berwarna merah di atas tempat tidur, lalu dia menyelimuti Alita dengan selimut.
Aksi Irene pun selesai, dan Raymond beraksi untuk tidur di dalam kamar Alita.
"Jangan sentuh adik gue sedikit pun!" Alex mengingatkan Raymond agar tidak menyentuh adik sepupunya itu.
"Tenang, Bro. Gue juga tahu dosa," ujar Raymond.
Pria itu langsung melangkah menuju kamar Alita, dan berbaring di samping sang gadis tanpa menyentuh gadis itu sedikitpun.
Flash back off.
"Gue janji akan menjaga dan mendidik Alita menjadi wanita yang baik, tapi gue minta sama lu dan keluarga lu dapat memaklumi cara yang akan gue lakukan terhadapnya," ujar Raymond.
"Baiklah, Ray. Gue percayakan adik gue sama lu, tapi jika lu mempermainkan adik gue, maka lu akan langsung berurusan dengan gue," ujar Alex memberikan izin pada sahabatnya itu untuk mendekati sang adik sepupu.
"Oke, lu tenang saja," ujar Raymond.
"Bro, kayaknya gue harus balik duluan ke penginapan, gue takut Alita melakukan hal-hal gila lainnya karena dia hanya seorang diri di penginapan," ujar Raymond pada Alex.
"Lu benar juga, Bro. Sebenarnya gue juga mengkhawatirkan hal itu," ujar Alex setuju.
Raymond pun meninggalkan pulau Cingkuak dengan menggunakan perahu yang ditumpangi pengunjung lainnya.
"Aarghh!" teriak Alita kesal.
Alita sedang mengamuk dia melihat bercak darah yang menodai sprei putih yang ada di atas tempat tidur.
Dia menyesal telah memberikan kehormatannya pada pria yang tidak disukainya.
Rasa bencinya pada Raymond semakin memuncak.
"Dasar gob*lok!" teriak Alita lagi.
__ADS_1
Gadis itu terus memaki dirinya. Dia tak lagi dapat berpikir untuk melanjutkan misinya, otaknya serasa buntu.
Alita pun melemparkan apa pun yang ada di hadapannya ke sembarang arah, kamarnya sekarang sudah hancur berantakan.
"Bodoh! Bodoh!" umpat Alita.
Saat ini emosi gadis itu sedang tidak bisa terkendali.
Sepasang mata kini melihat tingkah Alita, dia hanya memandangi Alita yang merasa dirinya sudah hancur karena ulahnya sendiri.
Pria itu hanya diam, dia tahu saat ini wanita itu mengira bahwa dirinya sudah merenggut mahkota yang selama ini dijaganya padahal dia sama sekali tidak melakukan apa-apa terhadap gadis itu kecuali menci*umnya, itu pun Alita yang memulainya.
Raymond merasa kasihan pada Alita, tapi dia akan terus melangkah agar gadis yang dicintainya itu juga bisa mencintainya dan tidak lagi mengganggu hubungan Kayla dan Raffa.
Raymond pun keluar dari kamar Alita, dia memilih untuk duduk di ruang tengah dan mendengar kan apa saja yang akan dilakukan oleh gadisnya itu.
"Maafkan aku Al, aku harus melakukan hal ini, karena aku tak ingin kamu menjadi wanita yang akan merebut suami kakak kandungnya sendiri," gumam Raymond di dalam hati.
Sebelum waktu ashar masuk, Raymond kembali melihat Alita yang ada di dalam kamarnya.
Wanita itu kini sedang duduk diam di pojokan kamar.
Raymond pun mendekati Alita. Dia menyentuh bahu gadis itu.
Alita mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang berada di hadapannya.
Alita kaget melihat keberadaan Raymond di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan di sini?" bentak Alita.
Gadis itu mendorong Raymond hingga terdorong ke belakang.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kamu lakukan? Bagaimana jika semua orang tahu dengan apa yang kamu lakukan ini? Mereka akan semakin mengejekmu," ujar Raymond.
"Biarkan mereka berpikiran apa tentang aku!" teriak Alita.
"Tenanglah, aku akan bertanggung jawab. Aku sanggup membahagiakanmu," lirih Raymond membujuk Alita agar hati gadis itu dapat melunak.
"Tak akan! Kebahagiaanku hanya bersama Raffa!" teriak Alita lagi.
Bersambung...
__ADS_1