
"Ma, bagaimana keadaan Kayla?" tanya Raffa lagi.
Saat ini Raffa mulai mencemaskan keadaan istri dan buah hatinya, sekilas kejadian sebelum kecelakaan terlintas di benaknya.
Dengan susah payah Raffa berusaha menahan dirinya agar tidak terpancing dengan keberadaan Zahra di kafe itu, tapi keakraban Alex dan istrinya membuat Raffa tak lagi dapat menahan kekacauan di pikirannya.
Dia cemburu melihat Alex bersama Zahra, dan dia semakin cemburu saat melihat Alex bersikap manis pada istrinya.
"Astaghfirullah," gumam Raffa sambil mengusap wajahnya kasar.
"Ma, Kayla baik-baik saja, kan?" tanya Raffa lagi pada wanita yang melahirkannya.
Dia tak sabar ingin mengetahui kondisi sang istri.
Arumi masih bergeming, dia bingung harus berkata apa. Arumi menoleh ke arah sang suami memberi isyarat agar suaminya menjawab pertanyaan putra semata wayangnya.
"Fa, kamu tenang dulu, ya. Saat ini Kayla masih diperiksa oleh dokter, kita semua belum tahu apa yang terjadi pada istrimu" ujar Surya berusaha menenangkan putranya.
"Bagaimana aku bisa tenang, Pa. Aku tidak ingin terjadi apa-apa pada Kayla dan anak-anakku," teriak Raffa histeris.
Raffa turun dari tempat tidur, melepas selang infus yang masih terpasang di lengan kirinya, dia melangkah tertatih keluar dari ruangan pemeriksaan dirinya.
"Raffa!" teriak Arumi panik.
Arumi tak tahan melihat putranya kacau dan tidak dapat mengendalikan dirinya.
Satya yang sedari tadi duduk di luar bersama Rayna menunggu kabar dari dokter yang menangani Kayla kaget melihat aksi Raffa.
Raffa melangkah menuju ruang pemeriksaan Kayla.
Emosi Raffa semakin tak terkendali setelah melihat Alex tengah berdiri di depan ruang pemeriksaan istrinya. Raffa melihat dengan jelas di wajah Alex sebuah kekhawatiran terhadap Kayla.
"Apa yang kau lakukan di sini?" bentak Raffa pada Alex.
Tanpa pikir panjang Raffa langsung mencengkram kerah baju Alex dengan kuat.
"Apa maumu, masih berada di sini?" bentak Raffa lagi.
"Apa kau belum puas menggoda istriku," cecar Raffa tak dapat lagi menahan emosinya.
"Raffa tenangkan dirimu!" bentak Satya.
Satya tidak ingin Raffa berbuat onar di rumah sakit.
"Bagaimana aku bisa tenang, lihat pria ini! Dia telah berusaha mendekati istriku!" bentak Raffa membalas bentakan Satya.
Alex hanya diam, dia berusaha bersikap santai.
Melihat ekspresi Alex, membuat Raffa semakin emosi, dia sudah bersiap-siap ingin memukul wajah Alex untuk memberi pelajaran pada pria yang sudah berani mendekati istrinya.
"Raffa!" bentak Surya.
Surya melayangkan tatapan tajam pada putranya.
Seketika Raffa menghentikan aksinya, dia mengepalkan tangannya yang sudah terangkat di atas udara.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan?" bentak Surya.
"Ini semua gara-gara dia, Pa," tutur Raffa mengingat sikap Alex pada istrinya.
"Maksud kamu?" tanya Surya meminta penjelasan.
"Dia sudah dekatin Kayla, Pa, Ma. Karena itu Raffa hilang kendali dan emosi," jawab Raffa.
"Maaf, kayaknya kamu salah paham. Aku dan Kayla hanya teman biasa tidak lebih, selama ini aku hanya bantuin Kayla di saat dia membutuhkan, mungkin kamu sendiri mengetahui apa yang sudah aku lakukan untuk istrimu" Alex berusaha menjelaskan apa yang terjadi di antara dirinya dan Kayla.
Raffa terdiam, selama ini dia tidak pernah melihat istrinya berduaan dengan Alex. Dia juga tidak pernah melihat Kayla bersikap aneh.
Istrinya selama ini selalu menjaga batasan dalam bergaul dnegan lawan jenis.
"Astaghfirullah, apa yang terjadi padaku?" gumam Raffa di dalam hati.
Raffa kembali mengusap wajahnya dengan kasar.
"Apakah emosiku tidak terkendali karena melihat Alex bersama Zahra?" gumam Raffa lagi di dalam hati.
Dia bermonolog di dalam hati mempertanyakan perasaannya saat ini.
"Tak seharusnya aku berprasangka buruk pada istriku yang selama ini sangat tahu batasan-batasannya, dasar Raffa bodoh!" lagi-lagi Raffa merutuki kebodohannya
"Raffa, ada apa denganmu?" tanya Surya heran melihat sikap Raffa.
Suara Surya membuat Raffa tersadar dari lamunannya.
Raffa melepaskan cengkraman tangannya di kerah baju Alex.
Mereka semua terdiam, hingga akhirnya dokter yang menangani Kayla keluar dari ruang pemeriksaan.
"Nona Kayla saat ini sedang kritis, benturan keras yang dialaminya membuat dia mengalami pendarahan di bagian otak sehingga saat ini dia belum sadarkan diri," jelas sang Dokter.
"lalu bagaimana dengan kondisi janinnya? Selamatkan istri dan anak saya, Dok," pinta Raffa memohon.
"Alhamdulillah, hingga saat ini respon tubuh pasien masih stabil sehingga janin dalam kandungannya tidak apa-apa. Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien," ujar sang Dokter lagi.
"Untuk sementara, kami akan memindahkan Nona Kayla ke ruangan ICCU." Dokter memberikan informasi pada keluarga Kayla.
"Lakukan yang terbaik untuk menantu saya, Dok!" pinta Surya memohon.
"Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien," ujar Dokter.
"Terima kasih, Dok," ucap Surya.
"Kalau begitu saya permisi dulu, masih banyak pasien yang harus saya tangani," ujar sang Dokter berpamitan.
Sang Dokter pun meninggalkan keluarga pasiennya.
"Maaf, saya permisi," lirih Alex.
Alex merasa lega setelah mengetahui kondisi Kayla saat ini, untuk itu dia memutuskan meninggalkan keluarga Kayla sebelum masalah semakin panjang.
Alex menyadari saat ini Raffa tengah terbalut emosi. Menghindari pria itu mungkin lebih baik dilakukannya saat ini.
__ADS_1
Tak ada yang menggubris ucapan Alex, tanpa pikir panjang Alex melangkah meninggalkan mereka yang masih diam.
"Alhamdulillah, kamu baik-baik saja, aku berharap kamu lekas sadar, dan sehat seperti sedia kala," gumam Alex di dalam hati.
Mendengar penjelasan dari dokter hati Alex merasa lega, dia akan kembali datang esok hari hanya sekadar mengetahui kabar dari wanita yang selalu membuat jantungnya berdetak lebih kencang.
Baru saja Alex berada di luar rumah sakit terdengar ponselnya berdering tanda panggilan dari Alita.
Alex menekan tombol berwarna hijau untuk mengangkat panggilan dari adik sepupunya.
"Halo," ujar Alex.
"Bang Alex di mana?" tanya Alita pada kakak sepupunya itu.
"Masih di rumah sakit, emangnya kenapa?" tanya Alex pada adik sepupunya.
"Mhm, enggak apa-apa. Bagaimana keadaan korban kecelakaan itu?" tanya Alita.
Dia ingin mengetahui keadaan Raffa saat ini, dia sangat mengkhawatirkan pria yang dicintainya itu.
"Raffa sudah sadar dan dia baik-baik saja, tapi," Alex menggantung ucapannya.
Dia teringat dengan wajah lemah Kayla yang masih tak sadarkan diri.
"Tapi apa, Bang?" tanya Alita penasaran.
"Istrinya mengalami pendarahan di otak, sekarang dia masih belum sadarkan diri," ujar Alex memberitahukan keadaan Raffa dan istrinya.
"Bagus, sekalian saja mampus sekaligus," celetuk Alita bahagia mendengar berita dari Alex.
"Apa maksud kamu?" tanya Alex heran.
Bersambung
.
.
.
.
.
hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπππ
tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa
- like
- komentar
- hadiah
dan
__ADS_1
-vote
terima kasih atas dukungannya πππ