Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 192


__ADS_3

"Hentikan!" teriak Raymond tidak suka mendengar ucapan Alita.


"Kamu yang harus menghentikan semua ini! Aku tidak ingin menikah denganmu!" bentak Alita juga.


"Ingat Alita, aku tidak akan pernah melepaskanmu sedikitpun, aku juga tidak akan membiarkanmu merusak rumah tangga kakak kandungmu," ujar Raymond penuh penekanan.


"Kenapa Kayla bisa bahagia dengan Raffa sedangkan aku yang terlebih dahulu mencintai Raffa," balas Alita tidak mau kalah.


"Cinta tidak bisa dipaksakan, kamu harus ikhlaskan Raffa bersama kakakmu," ujar Raymond lagi.


Kali ini Raymond berbicara dengan nada biasa.


"Oke, cinta tidak bisa dipaksakan. Dan kamu juga tidak bisa memaksaku untuk mencintaimu," ujar Alita menantang Raymond.


"Aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku, tapi aku bisa pastikan kamu akan jatuh cinta padaku," ujar Raymond.


Alita terdiam mendengar ucapan Raymond.


"Bereskan tempat ini sekarang juga sebelum orang lain melihat tindakan bodoh yang sudah kamu lakukan," perintah Raymond.


Pria itu pun keluar dari kamar Alita, dia pun melangkah menuju kamarnya untuk beristirahat.


Pada puku 16.00, rombongan keluarga Kayla pun mulai bertolak dari pulau Cingkuak menuju pantai Carocok. Mereka akan kembali ke penginapan, tapi sebelum itu mereka melaksanakan shalat ashar terlebih dahulu.


Sesampai di pinggir pantai Carocok, Kayla dan Raffa izin untuk tinggal, dan membiarkan rombongan kembali ke penginapan.


Melihat Kayla tidak ikut ke penginapan, Rayna merengek pada sang suami untuk tidak ikut rombongan.


"Nanti kalian kembali ke penginapan dengan apa?" tanya Arumi khawatir.


"Mama tenang aja, nanti aku akan minta temanku mengantarkan kami ke penginapan," jawab Raffa.


"Ya sudah kalian hati-hati, ya. pulangnya jangan sampai kemalaman," pesan Arumi mengizinkan mereka untuk tinggal.


"Siap, Ma!" seru kedua pasangan suami istri itu.


Setelah rombongan mulai berangkat menuju penginapan Kayla dan Rafa melangkah menuju jembatan yang terdapat di pinggiran pantai Carocok.


Sedangkan Satya dan Rayna memilih untuk masuk ke sebuah kafe karena Rayna merasa lapar.


"Kami ke sana dulu, ya," builder Kayla sebelum meninggalkan adiknya.


Kayla dan Raffa mulai melangkah menuju jembatan tersebut.



Mereka melangkah di jembatan panjang yang berdiri kokoh di atas air laut. Kayla meminta Raffa untuk mengambil foto dengan berbagai gaya untuk dijadikan kenang-kenangan di masa akan datang.



Mereka saling bergantian mengambil berbagai pose, sesekali mereka berfoto berdua dengan menggunakan tripod.

__ADS_1



"Sayang, yang ini bagus sekali," ujar Kayla menunjukkan beberapa foto pemandangan yang diambilnya.


"Iya," lirih Raffa.


Setelah lelah berfoto, Kayla dan Raffa duduk di penghujung jembatan sambil menikmati angin segar dari lautan lepas.


"Sayang," lirih Kayla.


Dia menyandarkan tubuhnya di dada bidang sang suami, tangan Raffa mengelus lembut perut Kayla yang semakin hari terlihat semakin besar.


"Mhm," gumam Raffa.


"Terima kasih," lirih Kayla lagi.


Raffa mengernyitkan dahinya,. dia menatap dalam pada sang istri.


"Terima kasih untuk apa, Sayang?" tanya Raffa.


"Untuk semua yang sudah kamu berikan padaku, rasa sayang dan cinta serta keluarga yang juga sangat menyayangiku. Kalian ada di saat aku kehilangan ayah Bram," tutur Kayla.


"Ayah Bram satu-satunya orang yang selalu membuatku bisa tegar dalam menjalani kehidupan sejak kecil. Beliau selalu ada di setiap aku bersedih, dan kini setelah kepergian beliau, kalian memberikan kebahagiaan tanpa aku pinta," ujar Kayla lagi.


Raffa tersenyum, dia mengalihkan pandangannya pada laut lepas yang ada di hadapannya.


"Kehadiranmu dalam kehidupanku adalah nikmat terindah yang diberikan Tuhan padaku, bertahun-tahun aku mencarimu dan menutup hatiku untuk siapa saja, setelah aku tahu kamu adalah wanita yang aku cari selama ini. Aku semakin bersyukur bisa menikah denganmu, ternyata Tuhan sangat menyayangiku dan mengabulkan semua permintaanku. Sejak itu aku berjanji kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku. Aku akan melakukan apa saja agar kamu bahagia," ujar Raffa jujur.


"Sayang!" pekik Raffa kaget saat merasakan sebuah gerakan dari perut Kayla.


Raffa semakin sering mengelus lembut perut Kayla.


"Kayaknya, anak kita cemburu aku memeluk ibunya," ujar Raffa dengan kekehan di bibirnya membuat pria itu semakin tampan.


"Hehe." Kayla juga ikut terkekeh.


"Kalian pasti bersyukur bisa memiliki bunda sebaik dan sesempurna bunda kalian," ujar Raffa mengajak buah hatinya bicara sambil memposisikan wajahnya di depan perut buncit sang istri.


"Nanti setelah kalian lahir, kita akan lakukan apa saja untuk kebahagiaan Bunda ya, Nak," ujar Raffa lagi.


Kayla menangkup wajah sang suami.


"Terima kasih, Sayang," lirih Kayla


Hanya kata itu yang dapat diucapkan oleh Kayla.


"Alhamdulillah, Ya Allah. Aku bersyukur atas nikmat yang telah kau berikan padaku," gumam Kayla di dalam hati sambil mengecup pelan puncak kepala sang suami.


"Perfecto!" teriak Rayna sambil menunjukkan foto yang baru saja diambilnya.


Raffa dan Kayla kaget melihat keberadaan adiknya tak jauh dari posisi mereka.

__ADS_1


Wajah Kayla dan Raffa berubah merah menahan malu.


"Enggak usah malu, Kak. Kami senang melihat kalian romantis banget," ujar Rayna.


"Foto ini harus kita cetak dan dipajang di rumah," ujar Rayna lagi sambil tersenyum kagum melihat foto natural yang baru saja diambilnya.


Raffa dan Kayla bangun dan berdiri dan mendekati Rayna.


Mereka melihat dengan jelas foto kemesraan mereka, Raffa dan Kayla saling pandang mereka juga teringat dengan apa yang tadi siang mereka lakukan saat Surya dan Arumi berada di pantai pulau Cingkuak.


"Kak, ambilkan foto kami berdua dong!" rengek Rayna pada Kayla.


"Sini aku yang ambilkan," ujar Raffa menawarkan diri.


Raffa meraih ponsel Rayna lalu mengambil berbagai foto sepasang suami istri itu dengan pose yang berbeda-beda.


"Coba lihat, Mas!" ujar Rayna setelah mereka menyelesaikan sesi foto-foto.


Raffa mengembalikan ponsel adik iparnya itu.


"Wah keren, Mas Raffa pinter juga jadi fotografer," puji Rayna.


"Hahaha." mereka pun tertawa mendengar ucapan Rayna.


"Mau maghrib, yuk kita balik," ajak Raffa.


Mereka pun melangkah menuju pantai. Sebelumnya Raffa sudah menghubungi temannya untuk mengantarkan mereka menuju penginapan dengan mobil milik temannya itu.


"Hai, Bro. Apa kabar?" sapa Raffa pada temannya.


Mereka pun saling berjabat tangan. Satya juga ikut berjabat tangan, karena dia mengenali teman Raffa itu.


"Baik, Bro. Sorry, gue baru bisa nongol sekarang," ujarnya.


"Enggak masalah, Bro. Gue ngerti kok, lu kan punya banyak kerjaan mengurus berbagai urusan di resort ini. Seharusnya gue yang minta maaf udah gangguin kesibukan lu," ujar Raffa basa-basi.


"Ah, lu bisa aja. Kebetulan gue juga mau samperin kalian ke penginapan. Kangen ngobrol sambil ngopi bareng," ujar teman Raffa.


"Ya udah sekalian, nanti kita nongkrong di taman depan penginapan, kebetulan Agung juga ada di sana," ujar Raffa.


"Siip," sahut pria yang berpenampilan santai itu.


"Yuk!" ajaknya.


mereka pun masuk ke dalam mobil Pajero milik teman Raffa.


Raffa duduk di depan menemani temannya, Kayla, Rayna dan Satya duduk di bangku belakang.


Sesampai di penginapan, Lisa sedang asyik bersantai di taman penginapan. Dia tak sengaja melihat kedatangan Raffa dan yang lainnya.


"Reza," lirih Lisa tak percaya saat melihat pria yang kemarin dikenalnya tengah turun dari mobil berkelas.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2