
Pada pukul 14.30.
Semua orang bersiap-siap untuk berangkat ke pantai Carocok, yang mana berjarak sekitar 5 Km dari penginapan.
Sehingga mereka membutuhkan bus untuk mengantarkan mereka menuju pantai.
Kayla dan Raffa begitu juga dengan Satya dan Rayna memilih untuk tetap berada di penginapan.
Mereka lebih memilih untuk istirahat sambil bersantai di penginapan karena kondisi Kayla dan Rayna saat ini membutuhkan istirahat yang cukup demi kebaikan janin yang ada di dalam rahim kedua calon ibu tersebut.
Dua pasang suami istri itu memilih bersantai di ruang tengah penginapan sambil menonton.
"Mas, aku lapar," lirih Rayna merengek pada sang suami.
"Hah? Lapar?" Satya kaget saat mendengar istrinya merasa lapar padahal mereka baru saja selesai makan.
Raffa dan Kayla hanya tersenyum melihat ekspresi Satya.
"Kenapa kaget, Bro?" ledek Raffa pada Satya.
"Baru juga 2 jam yang lewat selesai makan, masa iya lapar lagi?" ujar Satya heran.
"Hehehe." Raffa dan Kayla terkekeh melihat Satya yang masih bingung.
"Kalian kenapa ketawa?" tanya Satya kesal.
"Wajar, Bro. Yang makan enggak istri lu doang. Anak lu juga minta makan lagi, hehe," ujar Raffa sambil tertawa.
"Maksud lu?" Satya masih saja bingung karena baru kali ini dia melihat Rayna yang merasa lapar bukan pada waktunya.
"Hahahaha," tawa Kayla pecah.
"Rayna sekarang lagi mengandung, wajar dong dia selalu merasa lapar," ujar Kayla menjelaskan.
"Mhm begitu, ya?" lirih Satya mulai paham.
"Iyes, Bro. Makanya gue dulu heran, dengan Kayla yang setiap menit merasa lapar. Ternyata yang makan empat orang sekaligus, haha," tambah Raffa.
Raffa teringat masa-masa awal kehamilan Kayla yang membuat dia benar-benar heran dengan tingkah sang istri.
"Oh, begitu. Kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Satya pada Rayna.
"Terserah, yang penting makan, Mas," jawab Rayna.
Akhirnya Satya memilih aplikasi Gofood untuk memenuhi keinginan sang istri.
"Kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Raffa pada Kayla.
"Aku ikut Rayna aja, Bang. Bakso bakar kalau ada, mhm sama sate Madura," jawab Kayla santai.
__ADS_1
"Katanya mau ikut Rayna tapi malah request bakso bakar sama sate Madura?" ujar Raffa heran.
"Hehehe," kekeh Kayla.
Rayna hanya tersenyum melihat tingkah sang kakak.
"Bro, sekalian ya, pesankan bakso bakar sama sate Madura" pinta Raffa pada Satya.
Satya pun memesan makanan untuk kakak beradik itu.
Sementara itu di Pantai, Gita dan Lisa melangkah menyisiri pantai sambil berselfie ria.
Dua sahabat itu menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah mereka, mereka mengabadikan setiap spot yang indah untuk dijadikan latar foto mereka.
"Hai," sapa Nick yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
Wajah Gita langsung berseri-seri saat sang pujaan hatinya mendekatinya.
"Hai, kami di sini?" lirih Gita malu.
"Mhm," gumam Nick.
"Git, aku ke sana dulu, ya," ujar Lisa merasa tidak enak hati berada di antara dua insan yang sedang jatuh cinta.
"Lis," lirih Gita berharap Lisa tidak meninggalkan dirinya berdua dengan Nick.
Tapi apa boleh buat, Lisa sudah menjauh dari mereka tanpa adanya persetujuan dari Gita.
"Mhm, aku dengar kamu sibuk dengan pekerjaanmu di Jakarta dan Bandung, kenapa tiba-tiba ada di sini?" tanya Gita memulai percakapan.
"Oh, itu. Aku serahkan semua pekerjaan pada asistenku di kafe. Raffa kasih kabar kalau kamu juga ikut dalam acara liburan ini, akhirnya aku nyusul datang ke sini supaya bisa,--" Nick menggantung ucapannya.
Dia malu mengungkapkan alasannya yang ingin mendekati gadis pujaannya dalam masa liburan ini.
Nick ingin memastikan hati Gita ada untuknya atau tidak. Pria tampan itu takut gadis pujaannya diambil oleh pria lain sebelum dirinya mapan.
"Aku senang kamu mau menungguku selesai S2 sambil mempersiapkan tabungan masa depan untuk kita nantinya," ujar Nick terus terang.
Gita tersanjung mendengar penuturan dari Nick.
"Terima kasih, kamu sudah memilih aku untuk masa depanmu, semoga kita memang berjodoh," ujar Gita malu.
"Aamiin," lirih Nick.
"Oh iya, aku ada sesuatu untukmu," ujar Nick.
Gita menoleh ke arah Nick, dia menatap heran pada pria yang kini duduk di sampingnya.
Nick pun mengambil sesuatu dari saku celananya. Dia mengeluarkan sebuah kotak cincin berbentuk love lalu mengulurkan benda itu pada Gita.
__ADS_1
"A-apa ini?" tanya Gita.
"Menurut kamu?" tanya Nick balik.
Sebenarnya Gita sudah tahu apa isi kotak tersebut, hanya saja dia bingung apa alasan Nick memberikan benda itu padanya.
"Aku sengaja ingin memberikan ini padamu, sebagai tanda kamu mau menungguku," ujar Nick.
Nick menjawab kebingungan yang terlihat di wajah polos Gita.
"Kamu mau kan menerima ini?" tanya Nick saat Gita belum juga mengambil benda yang diberikannya.
"Mhm," gumam Gita merasa tak enak hati.
"Jika kamu memang mau menungguku, ambillah benda ini," pinta Nick pada Gita.
Dengan ragu, Gita mengambil benda yang diulurkan oleh Nick di hadapannya.
Gadis itu membuka kotak tersebut, dia kagum melihat sebuah cincin permata yang di sana terdapat inisial N Yan berarti Nick.
"Pakailah, dan jangan pernah kamu lepaskan cincin itu hingga aku dapat menggantinya dengan cincin pernikahan kita," pinta Nick dengan penuh keseriusan membuat Gita semakin tersanjung dengan cinta yang diberikan oleh Nick padanya.
Gita mengambil cincin itu lalu memasangkannya di jari manisnya, Gita memandang keindahan cincin yang sudah melingkar di jarinya.
"Kamu suka?" tanya Nick pada Gita.
Gita mengangguk. "Terima kasih," lirih Gita.
Nick tersenyum melihat wajah Gita yang tampak bahagia menerima pemberian darinya. Dia akan berusaha dan terus berdo'a agar gadis yang kini bersamanya ditakdirkan Tuhan untuk bersatu dengannya di suatu hari nanti.
Mereka pun mulai mengobrol dan bercerita ringan, membahas berbagai hal agar mereka saling mengenal satu sama lain.
Sementara itu, Lisa terus melangkah menyisiri pantai hingga dia sudah berada di tempat yang jauh dari rombongan lainnya.
Lisa duduk di sebuah pohon yang dahannya condong ke air laut, dia duduk di pohon itu sambil menikmati ombak pantai yang membasahi kakinya.
Lisa memandang jauh ke arah lautan lepas, menikmati keindahan pemandangan ciptaan Tuhan yang kini jelas terpapar di depan matanya.
Pasir pantai nan putih serta laut biru yang indah membuat Lisa lupa bahwa dia sudah jauh dari rombongan.
Sambil menikmati keindahan alam itu, Lisa juga mengambil beberapa foto untuk dijadikan kenang-kenangan nanti.
Saat Lisa sedang asyik seorang diri, tiba-tiba seorang pria datang menghampirinya.
Sang pria yang sedari tadi melihat kesendirian sang gadis merasa kasihan pada Lisa hingga akhirnya pria itu datang menghampiri gadis yang kesepian itu.
"Hai, Lisa!" sapa sang pria.
Lisa membalikkan tubuhnya agar dapat melihat siapa yang sudah memanggil namanya.
__ADS_1
"Reza?" sahut Lisa tak menyangka pria yang tadi sempat dibantunya kini juga berada di tempat yang sama dengan dirinya.
Bersambung...