Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 70


__ADS_3

"Kayla," lirih Raffa kaget.


Raffa langsung berdiri dan menghampiri sang istri.


"Aku bisa jelaskan," ujar Raffa seakan sadar akan kesalahannya.


"Eh, ini siapa? Kenalkan aku Zahra, teman dekat Raffa," ujar Zahra sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kayla.


"Bu-bukan," lirih Raffa salah tingkah.


Mata Kayla mulai berkaca-kaca, hatinya terluka saat melihat orang yang disayanginya tengah berduaan dengan wanita lain. Sebagai seorang istri, Kayla merasa cemburu.


Kayla tidak menghiraukan uluran tangan dari Zahra. Dia melangkah meninggalkan mereka dengan membawa hati yang luka.


"Kayla!" panggil Raffa.


Raffa hendak mengejar sang istri.


"Raffa!" panggil Zahra membuat langkah Raffa terhenti.


"Minumanmu belum habis," ujar Zahra tidak menghiraukan Kayla yang terluka.


"Tidak usah hiraukan gadis itu, mungkin dia hanya salah paham. Nanti bisa kamu jelaskan padanya," ujar Zahra.


Zahra menarik lengan Raffa dan memintanya untuk duduk kembali.


Zahra kembali mengajak Raffa mengobrol agar Raffa tak menghiraukan apa yang dirasakan oleh Kayla saat ini.


"Aku akan merebut hati Raffa, karena aku adalah masa lalu yang sangat dicintai olehnya," gumam Zahra di dalam hati.


Dia tersenyum sinis.


Sedangkan Raffa saat ini antara bimbang menjaga perasaan Zahra atau Kayla.


Setelah Zahra menceritakan masa lalunya, Raffa menjadi yakin bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah gadis kecilnya.


Raffa teringat janjinya akan membahagiakan gadis kecilnya itu jika dia sudah menemukannya.


Kini gadis kecil yang selama ini dicarinya ada di hadapannya.


Dia tidak bisa mengingkari janjinya.


"Zahra, sudah siang. Aku mau kembali ke asrama, kamu di sini tinggal di asrama?" tanya Raffa.


"Tidak, aku kost di luar kawasan kampus," jawab Zahra.


"Ya sudah kalau begitu aku duluan," ujar Raffa.


Dia pun beranjak dari duduknya dan melangkah meninggalkan Zahra.


Raffa bergegas melangkah menuju asrama, sesampai di asrama, Raffa mengambil ponselnya lalu menekan nomor Kayla.


Dia mencoba menghubungi Kayla. Berkali-kali Raffa menghubungi Kayla tapi tak satu pun panggilannya di angkat oleh istrinya.


"Mungkin saat ini Kayla sedang marah, lebih baik aku menunggu dia tenang terlebih dahulu," gumam Raffa di dalam hati.


Dia pun mulai fokus menyelesaikan skripsinya walau sesekali pikirannya bercabang pada Kayla dan Zahra.


"Kayla, ada apa denganmu?" tanya Lisa saat dia mendapati Kayla sedang mengurung diri di kamar.


Kayla tidak masuk kuliah jam terakhir. Ketiga temannya mengkhawatirkan keadaan sahabat mereka.


"Kalian sudah pulang?" tanya Kayla tanpa menjawab pertanyaan Lisa.

__ADS_1


"Kenapa kamu enggak ikut kuliah jam terakhir, Kay?" tanya Gita cemas.


"Kamu sakit?" tanya Dian.


Ketiga sahabatnya menghujani Kayla dengan berbagai pertanyaan.


"Aku merasa tidak enak badan," jawab Kayla berbohong.


Dian langsung memegangi dahi Kayla, dia langsung mengecek suhu tubuh sahabatnya.


Dian menautkan kedua alisnya karena suhu tubuh Kayla masih normal.


"Apa yang kamu rasakan?" tanya Dian khawatir.


"Pusing," lirih Kayla.


"Ya sudah, aku carikan obat, ya!" tawar Dian,.


Dian memang sangat perhatian pada Kayla, dia pun membuka kotak obat yang biasa disimpannya di aas lemari.


"Yan, aku enggak usah minum obat, ya. Mungkin aku cuma butuh istirahat saja," ujar Kayla menolak tawaran Dian.


"Ya sudah, kalau gitu. Kamu istirahat dulu saja," ujar Dian.


"Git, kamu sama Lisa beli makanan buat kita makan malam, ya. Aku di sini jagain Kayla mana tahu dia butuh sesuatu nanti," ujar Dian membagi tugas.


"Siap, Bos," sahut Gita dan Lisa serentak.


Gita dan Lisa bersiap-sap untuk keluar asrama mencari makanan yang bisa mereka makan nanti malam, sedangkan itu Dian membersihkan kamar.


Saat Gita dan Lisa sudah pergi, ponsel Kayla berdering tanda panggilan masuk.


Dian melihat Kayla mengabaikan panggilan tersebut membuat Dian penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya itu.


"Kay, ponsel kamu bunyi," ujar Dian memberitahukan sahabatnya.


"Biarin aja, Yan," jawab Kayla cuek.


Seketika Dian menghentikan pekerjaannya, dia duduk di pinggir tempat tidur sahabatnya.


"Kamu lagi ada masalah sama, Bang Raffa, ya?" tanya Dian hati-hati.


Dian tidak ingin Kayla tersinggung dengan pertanyaan darinya.


Kayla yang awalnya berbaring, kini dia pun mulai bangkit duduk di samping Dian.


"Aku hanya kecewa sama Bang Raffa, Yan," jawab Kayla.


"Kamu mau cerita sama aku?" tanya Dian hati-hati.


"Yan, kali ini aku belum bisa cerita sama kamu, Maaf," jawab Kayla dengan tatapan memohon.


Kayla tidak mau menceritakan apa yang baru saja terjadi. Dia hanya ingin menjaga aib suaminya karena dia sendiri belum tahu apa sebenarnya yang terjadi antara suaminya dan gadis bersamanya tadi.


"Baiklah, aku tidak akan menanyakan hal ini lagi. Tapi aku hanya ingin bilang sama kamu, apabila ada masalah yang terjadi di antar kalian. Alangkah lebih baiknya kamu selesaikan dengan baik, bukan menghindarinya," nasehat Dian panjang lebar.


"Iya, Yan. Aku tahu, tapi saat ini aku belum siap untuk berbicara dengannya. Aku mau menenangkan hatiku terlebih dahulu," ujar Kayla memberikan sebuah alasan.


"Ya sudah, hadapi masalah bukan lari dari masalah. Kamu bisa selesaikan nanti," ujar Dian.


Dian pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


Beberapa pesan masuk ke ponsel Raffa tapi Kayla tak sedikitpun ingin membuka pesan-pesan dari sang suami.

__ADS_1


"Gita!" panggil Raffa saat melihat sahabat istrinya hendak masuk ke dalam asrama.


"Bang Raffa?" ujar Gita heran.


"Iya, Git. Kayla ada di dalam?" tanya Raffa pada Gita dan Lisa.


Gita dan Lisa mengernyitkan dahinya heran, biasanya Raffa menghubungi Kayla kalau dia berada di depan asrama.


"Tadi dia ada di kamar sih, Bang, Tunggu dulu ya, Bang. Kami panggilkan dulu," ujar Gita.


"Oh ya udah, terima kasih, ya," ucap Raffa.


Raffa bersyukur berjumpa dengan Gita dan Lisa di gerbang asrama putri.


Gita dan Lisa pun melangkah masuk ke dalam asrama meninggalkan Raffa yang berdiri di depan gerbang asrama putri.


"Kay, di luar ada Bang Raffa cariin kamu," ujar Lisa saat mereka sudah berada di dalam kamar.


Dian langsung menoleh ke arah Kayla melihat reaksi sahabatnya.


"Hah? Bang Raffa di luar?" tanya Kayla kaget.


Dia tak menyangka suaminya akan mencarinya hingga ke asrama.


Dia yakin, Raffa pasti akan membahas masalah tadi siang.


"Iya," jawab Gita.


"Samperin gih, kasihan. Kayaknya udah lama di sana," ujar Gita.


"Ya udah, aku keluar." Kayla pun meraih hijabnya dan langsung mengenakan cardigan panjang miliknya yang tadi tergantung di sandaran tempat tidur miliknya.


Kayla melangkah keluar dari kamarnya menuju gerbang asrama.


Saat berada di depan gerbang asrama, Kayla melihat Raffa sedang mengobrol dengan wanita yang tadi siang dijumpainya bersama sang suami.


Tanpa menghampiri sang suami Kayla langsung membalikkan badannya. Dan melangkah kembali masuk ke dalam asrama.


Saat itu Raffa melihat Kayla.


"Kayla!" panggil Raffa.


bersambung . . .


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa . . .


- like


- komentar


- hadiah


dan

__ADS_1


-vote


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2