Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
Bab 82


__ADS_3

"Kalau aku tidak salah ingat, namanya Jordy. Rayna sempat histeris setelah menyebutkan nama pria itu." Kayla mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.


"Jordy, apakah pria yang membawa Rayna malam itu bernama Jordy?" gumam Satya yang masih jelas terdengar oleh Kayla.


Satya menutup mulutnya yang sudah keceplosan di depan kakak iparnya.


"Aku sudah tahu apa yang terjadi di antara kamu dan adikku," lirih Kayla menyerang Satya yang masih saja ingin menyembunyikan rahasianya dari Kayla.


Satya memutar bola matanya tak percaya.


"Apa saja yang kamu ketahui?" tanya Satya hati-hati.


"Semuanya," Jawab Kayla.


"Rayna tak pernah menyembunyikan apa pun dariku, hanya aku satu-satunya orang yang sangat dipercayanya," ujar Kayla menatap sinis pada Satya.


Satya menundukkan kepala, dia malu dengan apa yang sudah dilakukannya. Dia mengira hanya dirinya dan Rayna yang tahu kejadian di malam itu.


"Jangan-jangan Jordy yang menggangu Rayna di sekolah," tebak Kayla mengusik keheningan Satya.


Satya mengangkat kepalanya, dia juga teringat malam itu Rayna bersama teman perempuannya.


"Apakah teman perempuan Rayna juga terlibat menjebak Rayna?" gumam Satya memprediksi kejadian sesungguhnya.


"Bisa jadi, teman Rayna itu bernama Sandra," jelas Kayla yang mengenal teman adiknya.


"Baiklah, aku akan menyelidiki hal ini, dengan dua nama ini akan memudahkan penyelidikkanku nanti," ujar Satya.


Satya berdiri, dia pun meninggalkan Kayla duduk sendirian di sofa. Satya melangkah menuju kamar mengambil ponselnya.


Dia harus mencari tahu tentang sosok Sandra dan Jordy.


Satya menghubungi salah satu anak buahnya untuk menyelidiki dua orang yang dicurigainya.


Sementara itu, Kayla yang bosan duduk sendiri di sofa melangkah menyusul Raff yang duduk di sofa balkon lantai dua asyik dengan ponselnya.


"Sayang," panggil Kayla saat dia sudah berada tepat di belakang sang suami.


Raffa kaget mendapati Kayla sudah berada di belakangnya.


"Ka-kamu di sini?" tanya Raffa pada sang istri gugup.


"Kamu sibuk, Bang?" tanya Kayla pada Raffa.


Kayla tahu suaminya tengah menyembunyikan sesuatu, tapi dia mengabaikan hal itu.


"Sedikit," jawab Raffa.


"Ya sudah kalau gitu, aku tinggal, ya. Aku mau bergabung sama mama dan papa ngobrol di bawah," ujar Kayla.


Kayla melangkah meninggalkan Raffa.

__ADS_1


Raffa menghela napasnya lega, Raffa takut Kayla salah paham dengan pesan-pesan yang dikirimi oleh Zahra padanya. Dia bergegas menghapus berbagai pesan dari Zahra yang merengek minta bantuannya.


Raffa memblokir nomor Zahra, dia akan berusaha menepati janjinya pada sang istri untuk tidak berhubungan dengan zahra sebelum tahu siapa jati diri Zahra sesungguhnya.


"Ma, Pa, jam berapa mama dan papa berangkat ke Padang?" tanya Kayla pada Surya dan Arumi saat dia sudah bergabung dengan seluruh orang tua di ruangan keluarga.


Rita menatap sinis pada anak angkatnya itu, dia masih saj belum bisa bersikap ramah pada Kayla walaupun Raffa dan kedua orang tuanya selalu bersikap manis padanya.


"Jam setengah lima, Sayang. Memangnya ada apa?" tanya Arumi.


"Enggak, Ma. Kayla masih kangen sama mama," lirih Kayla manja pada ibu mertuanya.


Arumi meraih tubuh Kayla dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Mama juga masih kangen sama kamu, Sayang. Tapi mau bagaimana lagi, papa kamu harus kerja," ujar Arumi penuh kasih sayang pada Kayla.


Bram tersenyum bahagia menyaksikan kasih sayang berlimpah yang diberikan kedua mertuanya pada putri angkat kesayangannya.


Sedangkan Rita menyebikkan bibirnya tidak suka, Rita takut putri tunggalnya Rayna tidak akan mendapatkan kasih sayang seperti yang di dapatkan oleh Kayla karena menantunya hanya seorang anak angkat bagi Surya.


"Saya senang melihat, Buk Arumi sangat menyayangi putri saya. Dengan Buk Arumi, Kayla dapat merasakan kasih sayang seorang ibu," ujar Bram sambil melirik ke istrinya.


Dia sengaja menyindir istrinya yang sama sekali tidak pernah menyayangi Kayla.


"Pak Bram tidak usah khawatir, kami yang sangat menginginkan anak perempuan, bersyukur memiliki menantu sebaik Kayla. Dia anak yang manis dan santun," puji Arumi sambil mengelus lembut kepala Kayla yang tertutup dengan hijab.


"O iya, saya teringat. Kayla pernah cerita pada saya tentang teman Buk Arumi yang memiliki butik di kota Padang." Bram mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa kita tidak minta wanita yang bernama Hurry tersebut untuk tes DNA, agar semua dapat jelas dengan mudah," usul Bram pada besannya.


Arumi saling melempar pandangan. Mereka mengangguk.


"Iya juga, ya. Sejak awal kami tidak terpikirkan untuk tes DNA." Surya menanggapi.


"Saya rasa dengan tes DNA akan memudahkan kita memastikan kenyataan yang sebenarnya," tambah Bram.


Arumi dan Surya mengangguk setuju.


"Kami akan menghubungi Hurry dan langsung melakukan tes DNA secepatnya agar Kayla dapat mengetahui siapa ibu kandungnya," ujar Surya.


Rita kesal mendengar perbincangan suaminya dan kedua besannya yang hanya membahas tentang gadis yang telah mengambil perhatian suaminya. Dia pun berdiri.


"Permisi, saya ke belakang dulu," izin Rita meninggalkan semua orang yang ada di ruang keluarga.


Arumi tahu, sebenarnya ibu Rita tidak menyukai menantunya.


Bram hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri.


****


Di sore harinya Arumi dan Surya pun berangkat menuju Bandara untuk kembali ke kota Padang dengan di antar oleh supir keluarga Bram.

__ADS_1


Tak berapa lama kedua orang tua Raffa berangkat, Raffa dan Kayla pun pamit untuk kembali ke Jakarta. Kayla sudah ketinggalan beberapa materi kuliah, sedang Raffa terpaksa menunda bimbingannya dalam satu minggu ini karena musibah yang baru saja mereka alami.


"Dek, kakak pamit berangkat ke Jakarta, ya," ujar Kayla at berpamitan pada adiknya.


"Kakak hati-hati," ujar Rayna.


"Iya, Sayang. Kamu di sini sudah ada Satya yang menjaga, beritahu Satya apa yang membuat kamu seperti ini agar suami bisa menyelesaikan masalah yang kamu hadapi," nasehat Kayla pada sang adik.


Rayna mengangguk paham. Kayla merasa tenang, dia berharap adik iparnya sanggup menyelesaikan maslah yang tengah dihadapi oleh Rayna.


"Yah, aku pamit," ujar Kayla pada pria yang sudah membesarkan dirinya.


"Kamu hati-hati ya, Sayang. Masalah Bunda Hurry, kita akan sama-sama menyelesaikannya. Ayah juga ingin kamu kembali berjumpa dengan keluargamu," tutur Bram.


"Iya, Yah. Terima kasih, Yah. Walaupun nanti Kayla berjumpa dengan orang tua Kayla. Ayah akan tetap menjadi pria hebat dalam hidup Kayla," ujar Kayla tulus.


"Makasih, Sayang," ujar Bram.


Kayla dan Raffa pun berangkat dengan mobil yang dibawa Satya dari Jakarta.


Kali ini Satya sudah menyuruh supir cadangan untuk mengantarkan Raffa dan istrinya kembali ke Jakarta karna keadaan Satya saat ini tidak bisa mengantarkan mereka.


Mereka sampai di Jakarta tepat pukul 21.15.


Saat Kayla dan Raffa turun di depan asrama Kayla, Zahra datang dan langsung memeluk tubuh Raffa dari belakang tanpa memperdulikan keberadaan Kayla di hadapan Raffa.


bersambung . . .


.


.


.


.


hai readers, terima kasih sudah membaca karya authorπŸ™πŸ™πŸ™


tetaplah dukung author dengan meninggalkan jejak berupa


- like


- komentar


- hadiah


dan


-vote


terima kasih atas dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2