Jodohku Cinta Pertamaku

Jodohku Cinta Pertamaku
BONUS CHAPTER


__ADS_3

Pukul 04.00 Akifa terbangun dari tidurnya, dia kaget saat melihat Farhan yang masih tertidur pulas di sampingnya.


Seketika Akifa teringat bahwa dirinya sudah menjadi istri Farhan. Akifa menatap dalam pria yang kini sudah sah menjadi suaminya.


“Kamu sangat jahat sudah menjebakku dalam pernikahan ini,” lirih Akifa kecewa pada Farhan.


“Seandainya kamu menolak pernikahan ini, aku tidak akan membencimu,” lirih Akifa lagi.


“Lalu jika aku mau berpisah denganmu, apakah kamu akan tetap membenciku?” tanya Farhan tiba-tiba membuka matanya.


Farhan terbangun saat mendengar istrinya berkata lirih di sampingnya.


Akifa kaget dan langsung duduk, dia hendak berdiri, tapi, Farhan meraih tangan Akifa sehingga dia jatuh dalam pelukan Farhan.


“Kalau kamu memang tidak menginginkan pernikahan ini, aku akan melepaskanmu.” Farhan menatap dalam pada Akifa yang masih berada di dalam pelukannya.


“Maksud kamu?” tanya Akifa bingung.


“Jika dia ingin menceraikanku, mengapa dia mau menikahiku?” gumam Akifa di dalam hati, dia semakin kesal pada Farhan.


“Aku akan melepaskanmu setelah satu tahun pernikahan kita,” ujar Farhan menawarkan sebuah kesepakatan.


“Maksud kamu apa?” Akifa masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.


“Aku akan melepaskanmu setelah pernikahan kita berlangsung satu tahun, tapi ada syaratnya,” ujar Farhan menjelaskan apda Akifa.


“Syarat?” apa?” tanya Akifa penasaran.


“Kamu harus tetap melayaniku sebagai suamimu selama satu tahun kecuali,--“

__ADS_1


“Kamu kira aku bodoh? Kamu ingin membuangku setelah kau mendapatkan apa yang kamu inginkan,” protes Akifa tak terima.


Dia berdiri dan bersiap meninggalkan Farhan yang masih menatap dirinya dnegan penuh cinta.


“Aku tidak akan menyentuhmu sedikitpun, tapi tetap lakukan tugasmu sebagai seorang istri di rumah ini,” ujar Farhan memberi penawaran yang membuat Akifa bingung.


“Lalu, setelah satu tahun. Kamu akan menceraikan aku?” tanya Akifa.


“Jika memang itu yang kamu mau,” ujar Farhan.


“Baiklah, tapi aku mau kamu bikin kesepakatan ini secara tertulis,” ujar Akifa mulai setuju.


Saat ini Akifa membayangkan dapat bersama Hansel setelah satu tahun dia menikah dengan Farhan.


"Oke, aku setuju," ujar Farhan.


Farhan pun bangun dan melangkah menuju kamar mandi meninggalkan Akifa.


Usai salat subuh Farhan langsung duduk di meja kerjanya dan membuka laptop miliknya.


Sedangkan Akifa melaksanakan salat subuh dan dia keluar dari kamar melangkah menuju dapur untuk membantu ibu mertuanya menyiapkan sarapan.


"Kamu ngapain di sini, Sayang?" tanya Mama Farhan menghampiri Akifa yang terlihat sedang membantu asisten rumah tangga yang sedang menyiapkan sarapan.


"Mhm, aku cuma ingin membantu bibi menyiapkan sarapan," jawab Akifa lembut pada ibu mertuanya.


Meskipun hubungannya dengan Farhan tidak baik, tapi Akifa tetap menjaga hubungan baik dengan kedua mertuanya.


"Kamu tidak usah membantu bibi di sini, kamu cukup bikinkan teh atau kopi untuk Farhan dan bawa ke kamarnya," ujar Mama Farhan.

__ADS_1


"Baiklah, Ma," lirih Akifa.


"Mulai hari ini Mama akan memberitahumu kebiasaan Farhan setiap hari, dulu sebelum dia menikah Mama yang melakukannya dan kini kamu akan menggantikan pekerjaan Mama karena kamu adalah istrinya," ujar Mama Farhan dengan ramah.


"I-iya, Ma," lirih Akifa.


Akifa pun mengambil sebuah cangkir dan bersiap membuatkan kopi untuk Farhan.


Saat Akifa hendak memasukkan gula di cangkir kopi, Akifa memiliki sebuah ide untuk mengerjai Farhan agar Farhan tidak menyukai dirinya dan melepaskan dirinya secepatnya.


Akifa masukkan garam sebagai pengganti gula ke dalam kopi milik Farhan.


Setelah itu dia pun melangkah kembali menuju kamar membawa kopi untuk sang suami.


Farhan menoleh ke arah pintu saat melihat Akifa masuk ke dalam kamar.


Dia tersenyum melihat sang istri membawakan kopi untuknya.


"Terima kasih, Sayang," ucap Farhan pada istrinya setelah Akifa meletakkan cangkir kopi di atas meja kerja milik suaminya.


"Ish, jangan panggil aku dengan sebutan itu, Aku tidak suka," ujar Akifa ketus.


Sontak Farhan tersenyum mendengar protes dari sang istri.


"Apakah salah aku memanggil istriku dengan sebutan sayang?" tanya Farhan menggoda sang istri.


"Apakah kamu lupa dengan kesepakatan kita tadi pagi?" tanya Akifa dengan tegas.


"Tidak, ini sudah aku bikin surat kesepakatanya," ujar Farhan sambil mengulurkan secarik kertas pada sang istri.

__ADS_1


"Hah?" Akifa tak percaya.


__ADS_2